SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 252


__ADS_3

Adam Company sedang goyah. Kabar mengatakan kalau pemimpin perusahaan sedang dalam pencarian pihak kepolisian. Belum lagi hutang gaji karyawan yang nunggak beberapa bulan. Banyak karyawan yang mengajukan risegn, mereka takut di sangkutpautkan dengan Adam yang memiliki hubungan dengan kelompok mafia.


“Bagaimana ini nona Lisna dan tuan William? Bagaimana dengan persenan kepemilikian kami? Di mana tuan Adam itu? apa kah benar dia bekerja sama dengan mafia?” Tanya pejabat pemegang sebagian saham.


“Benar nona, apa jangan-jangan dia kabur dan meninggalkan kami di Indonesia? Lalu bagaimana kalau polisi datang dan meminta pertanggung jawaban?” Tanya rekan nya lagi.


Lisna dan William berusaha untuk tetap tenang. Karena sebelum nya mereka sudah tahu siapa Adam sebenar nya.


“Tolong kalian tenang dulu tuan-tuan. Kami akan mencari solusi dari permasalahan ini.


“Bagaimana? Mau tipuan apa lagi yang kalian berikan pada kami? Atau kalian juga kerja sama dengan nya ya?” Tanya mereka.


Mereka semua berada di dalam ruang meeting. Namun suara keras mereka terdengar hingga di luar ruangan. Membuat beberapa karyawan yang bekerja terganggu dan bisa mendengar suara mereka.


*******


“Sebaik nya aku harus keluar dari pekerjaan ini. Aku takut.” Salah satu dari karyawan yang mendengar suara dari dalam ruang meeting.


“Aku juga, aku dengar ada beberapa karyawan yang tidak di gaji sampai beberapa bulan, dan mereka di pecat karena menuntut minta di bayar kan gaji nya.”balas rekan nya.


“Lalu apa kah di kasih?” Tanya teman nya.


“Tidak. Mereka di pecat tanpa gaji.” Jawab nya menggelengkan kepala nya.


Mereka memasang wajah khawatir dan takut. Banyak dari mereka yang sudah bekerja selama beberapa tahun. Tampak sangat sedih. Sebenar nya mereka ingin lebih lama lagi bekerja di Adam company, hanya saja takut terlibat dengan kelompok mafia atau *******.


“Kalian jangan asal percaya dengan gossip yang masih belum jelas kebenaran nya.” Seorang gadis berkomentar tegas.


Semua melihat dan mendengar ucapan wanita itu. Novelina, dia juga sudah mendengar kabar yang menjelekkan atasan sekaligus dewa penyelamat bagi nya.


“Hey…. Kau itu masih baru bekerja di sini. Jadi tidak tahu kabar nya.” Komentar salah satu dari mereka.


“Tentu saja aku tahu. Karena aku tahu maka nya aku membela nya.” Gumam Novelina.


“Sebenar nya kalian tahu dari mana sih kalau ada karyawan yang tidak mendapatkan gaji? Apa sudah tahu langsung dari bagian keuangan? Bisa aja mereka yang menyembunyikan uang yang sudah di berikan tuan Adam.” Balas Novel tegas.


“Tutup mulut mu nona. Apa kau mau bilang kalau kami melakukan tindak korupsi?” Tanya Yoga salah satu bagian keuangan.


Yoga tersinggung dengan ucapan Novelina, yang secara tidak langsung menuduh nya.

__ADS_1


“Kenapa anda marah? Apa anda tersinggung? Kita semua tahu kan ada berapa banyak jumlah karyawan yang berada di bagian keuangan?” Tanya Novelina.


Yoga menatap nya dengan tegas dan sinis.


“Saya saya tidak pernah telat menerima gaji. Apakah kalian pernah?” Tanya nya menunjuk pada mereka yang mencurigai Adam.


Mereka diam. Melihat satu persatu rekan nya.


“Ada tidak? Nona, apa kau sudah menerima gaji mu di bulan ini? Kita gajian setiap akhir bulan. Dan ini sudah tanggal berapa? Dan apa gaji yang kalian terima ada kurang nominal nya tidak?” Tanya nya lagi.


“Novel, kau jangan terlalu membela Adam, apa yang sudah di berikan nya pada mu? Apa jangan-jangan kau di jadikan simpanan nya ya?” Novel mendapat tuduhan dari lawan nya.


“Kalau nanti polisi datang, apa kau berani membela nya? Jangan sampai kau membawa-bawa kami dalam permasalahan kalian ya.” Balas yang lain.


Tiba-tiba……


“Tentu saja  nanti polisi akan datang.” Terdengar suara dari belakang mereka yang sedang menggosip.


Semua terkejut dan berbalik arah melihat asal suara.


“Hah…..tu….tuan Adam..” mereka berkata-kata dengan gugup dan takut.


Lucifer yang hanya bersama Aris. Dia melihat satu persatu karyawan yang membangkang. Mereka khawatir dan takut.


“Selamat siang tuan Adam.” Sapa Novelina dengan senyum ramah nya.


“Selamat siang Novelina. Ternyata kau masih bisa berbicara di depan mereka yang tidak sependapat dengan mu.” Pertama kali Lucifer menjawab sapaan Novelina.


“Iya tuan, karena saya tahu anda adalah orang yang baik. Dan saya yakin apa yang mereka katakan itu tidak benar.” Jawab Novelina masih tersenyum.


“Tentu ada gossip yang benar Novel. Dan kau tahu bagian yang mana itu.” Lucifer memberi kode.


BBBRRAAKKKK……


Dari luar terdengar suara keras dari dalam ruang meeting. Membuat yang di luar terkejut dan penasaran.


“Apa William dan Lisna berada di dalam?” Tanya Lucifer.


“Iya tuan. Para pemegang saham sedang menuntut mereka.” Jawab Novel.

__ADS_1


Lucifer menganggukkan kepala nya.


Dia memberi kode pada Aris, dan asisten nya itu mengerti. Tanpa kalimat dan perkataan, Aris pergi meninggalkan Lucifer dan yang lain nya.


“Tuan, apa anda mau saya buat kan kopi?” Tanya Novelina menawarkan.


Lucifer menghentikan langkah dan melihat gadis itu.


“Tidak usah. Tapi kau sebaik nya berjaga di sini. Sebentar lagi akan ada tamu yang akan datang. Tolong sambut mereka. Kau mengerti kan, Novel?” Tanya Lucifer.


“Iya tuan, saya mengerti. Saya akan di sini menunggu tamu yang akan datang itu.” jawab nya dengan tersenyum.


Lucifer seorang diri masuk ke dalam ruangan meeting yang masih terdengar suara keras.


Novelina merasa senang  bisa berbicara lebih banyak dengan Lucifer.


“Apa jangan-jangan memang benar kalau kau adalah simpanan nya si Adam.” Ucap mereka pada Novel.


Novel melihat mereka dengan tatapan sinis dan tersenyum.


Lalu kembali keruangan yang tidak jauh dari tempat bergosip itu dengan santai.


************


“Lisna dan William, segera panggil Adam ke sini dan suruh dia untuk segera bertanggung jawab.” Teriak Haris, salah satu yang menanamkan modal di perusahaan Lucifer.


“Benar! Dia harus bertanggung jawab, apa dia sedang bersembunyi?” teriak Fajar.


Sebelum nya Fajar dan Haris pernah berdebat dengan Lisna dan William. Bisa di baca ulang di episode 179.


“Tolong kalian semua tenang dulu.” Bujuk William.


“Bagiamana kami bisa tenang? Kembalikan modal kami dan persenan bunga nya. Atau lebih baik jual saja perusahaan ini, saya akan membeli dengan harga yang murah, karena perusahaan ini sudah bangkrut.” Ucap Haris.


“Mau di kembalikan modal nya ya udah di kembali kan saja. Repot banget….


Lucifer menjawab dengan tiba-tiba masuk kedalam ruang meeting.


Semua terkejut, Lisna dan William bisa bernafas lega.

__ADS_1


Haris dan Fajar gugup dan diam di tempat.


__ADS_2