
"Bos, kami melihat orang yang anda cari. " ucap anak buah Vicky melalui panggilan telepon.
"Di mana dia? " tanya Vicky.
"Kami sedang mengikuti nya. Dia bersama dengan seorang wanita. " ucap anak buah nya.
"Cepat ikuti! " perintah Vicky.
"Baik bos. " setelah menjawab perintah bos nya, lalu mematikan panggilan.
Mobil itu mengikuti mobil yang di kemudikan Lucifer.
Lucifer mengetahui dari kaca spion nya.
Dia hanya menggelengkan kepala nya. Segera menambah kecepatan untuk menghindar.
"Adam, pelan-pelan. Apa kau sangat lapar? " tanya Eva memegang pegangan pintu.
Lucifer hanya tersenyum singkat menatap nya.
"Cepat kejar!! " teriak rekan nya.
"Ada apa ini? " gumam Eva.
"Sudah di mana dia? " Vicky menghubungi anak buah nya.
"Di sekitar jalan XXX bos. " jawab anak buah nya.
" Bagus, kebetulan dekat dengan lokasi ku saat ini." gumam Vicky.
Vicky segera mencari jalan alternatif agar bisa mengejar orang yang di cari nya.
"Adam... ada apa? apa ada masalah? " tanya Eva khawatir.
"Tidak apa-apa sayang. Kau tenang saja ya. " Lucifer berusaha menenangkan Eva.
"Mereka mengejar, tapi tidak melakukan perlawanan. Siapa mereka? " gumam Lucifer melirik kaca spion nya sesekali.
"Apa musuh Adam sedang mengejar kami? " gumam Eva.
Terjadi kejar-kejaran di jalan yang lumayan ramai itu.
"Adam awas... " teriak Eva.
Lucifer segera berusaha menghindari mobil yang ada di hadapan nya.
Lucifer mengambil arah jalan yang lumayan sepi.
Sebuah mobil berwarna merah menghadang mobil Lucifer.
"Ada mobil di depan Adam. " Eva panik.
Mau tidak mau Lucifer menghentikan mobil nya dengan dadakan.
Mobil-mobil itu berhenti. Tidak ada yang keluar dari dalam mobil. Masih diam di dalam.
"Adam, siapa mereka? " tanya Eva panik.
Lucifer menatap Eva yang ketakutan.
"Tidak apa-apa. Ada aku kan? kamu hubungi saja Aris, suruh kesini. " ucap Lucifer.
"Kau tetaplah di sini. Jangan kemana-mana. Okey.. " suruh nya.
"Tapi.... "
Lucifer menutup mulut nya dengan jari telunjuk. Eva pun diam.
Dia pertama keluar dari mobil, sebelum nya menyelipkan pistol di pinggang belakang nya, Eva menunggu di dalam sambil menghubungi Aris.
Lucifer sudah berdiri di samping mobil nya.
__ADS_1
"Hallo Va. " Aris menjawab telepon dari Eva.
"Aris, segera kemari. Ada yang sedang menghadang kami. " ucap Eva gugup.
"Kalian di mana sekarang? " tanya Aris.
Eva lalu memberitahukan letak posisi mereka.
"Baik, aku akan segera kesana Va. " Aris menutup telepon nya.
Vicky keluar dari mobil. Menatap Lucifer yang sudah menunggu nya keluar. Dia tersenyum menghampiri Lucifer.
"Kiky? " gumam Lucifer.
"Hah? itu kan Vicky? " ucap Eva melihat sosok Vicky.
Eva pun ikut keluar. Melihat lebih jelas.
"Hallo kak. Akhir nya aku menemukan mu. " Vicky memeluk Lucifer dengan senang.
Tidak ada respon dari Lucifer.
"Vicky? " tanya Eva menunjuk Vicky.
Vicky melihat Eva, dia kemudian melepas pelukan nya dari Lucifer.
"Eva? " tanya Vicky kaget.
"Apa kalian saling kenal? " tanya Lucifer menatap Vicky sinis.
Mereka bertiga saling menatap satu sama lain.
******************
Mereka berada di salah satu cafe dekat lokasi pertemuan awal mereka.
"Jadi kau adik nya Adam? " tanya Eva.
Sementara Lucifer hanya meminum kopi nya. Dia tidak perduli dengan pertemuan adik angkat nya.
"Iya, aku isteri nya. " jawab Eva dengan bangga.
"Wah.... ternyata benar ya. Kakak ku yang tampan ini sudah menikah. Dan dengan mu Eva. "ucap Vicky.
"Untuk apa kau kemari? " akhir nya Lucifer membuka mulut nya.
"Kakak, aku sangat merindukan mu. Wajar lah aku mencari mu. Hanya kau saudara ku. " ucap Vicky.
"Jangan coba-coba merencanakan sesuatu dengan ku Ky. Aku tahu apa yang ada dalam otak kecil mu. " ucap Lucifer acuh.
"Kenapa dia? apa dia tidak menyukai Vicky? " gumam Eva.
"Kakak, kenapa bicara seperti itu. Aku hanya.....
"Apa orang yang mengejarku barusan anak buah mu? " tanya Lucifer memotong kalimat Vicky.
"Kak aku hanya..
"Jadi benar itu Vicky? kenapa? " tanya Eva yang juga terkejut.
"Apa anak buah mu juga yang memata-mataiku? " tanya Lucifer lagi.
Tidak ada ekspresi raut wajah pada Lucifer. Sangat dingin, namun memprihatinkan. Dan Eva melihat itu.
"Iya kak, itu karena.....
"Dengar kan aku, jangan pernah bertemu lagi, dan jangan ganggu kehidupan ku. Aku tidak perduli kau siapa, aku bisa mengirim mu bertemu dengan Michael Lee. " ancam Lucifer.
"Kak, apa kau begitu membenci orang tua kita? apa kau lupa semua yang di lakukan papa untuk kita? " tanya Vicky serius.
"Sayang, ayo kita pulang. Kalau kau masih lapar, kita masak di rumah saja. " ajak Lucifer berdiri.
__ADS_1
"Aku gak lapar kok. Ayo kita pulang. " Eva menggandeng tangan suami nya.
"Eva, berarti kalian tinggal di tempat yang dulu aku pernah mengantar mu pulang kan? " tanya Vicky.
Eva diam. Lucifer menghentikan langkah kaki nya. Menatap Eva, begitu juga sebalik nya.
"Kiky, aku sudah mengatakan pada mu, jangan coba-coba mengusik kehidupan ku. Kau tahu aku tidak pernah bermain-main dalam ucapan ku. " ucap Lucifer berjalan sambil menggandeng tangan Eva yang berdiri di samping nya.
"Kak.." Vicky memanggil Lucifer, namun di abaikan.
"Aku sudah menemukan nya paman. " ucap Vicky dalam panggilan telepon nya.
"Bagus, segera bawa dia ke Singapura. " suruh paman nya.
"Aku akan berusaha membawa nya." jawab Vicky.
"Pasti!! kau harus pasti membawa nya kemari. " teriak Paman nya.
"Baik paman. " jawab Vicky menutup telepon nya.
"Kak, aku sangat merindukan mu. Apa kau tidak bisa memaafkan ku sedikit pun? " ucap Vicky sedih.
************
Dalam perjalanan tidak ada obrolan antara Eva dan Lucifer. Lucifer beberapa kali melirik Eva.
"Sayang, apa kau benar-benar tidak lapar? " tanya Lucifer.
"Mm? enggak kok. " jawab Eva senyum.
"Tapi kau tadi hanya minum jus. Belum makan apa-apa kan? " tanya Lucifer.
"Nanti aku bisa ceplok telor di rumah. Pake irisan cabai, bawang merah, bawang putih, garam, penyedap rasa. Telur nya harus dua. " ucap Eva panjang lebar.
"Pppfffuuutthh. " Lucifer menahan tawa.
"Kenapa kau tertawa? apa ada yang lucu? " tanya Eva.
Sejenak Eva berpikir dengan kalimat nya.
"Adam.. kau tidak berpikiran aneh kan? " tanya Eva.
"Memang nya apa yang aku pikirkan? " tanya Lucifer menggoda isteri nya.
"Kau pasti berpikir... " Eva tidak melanjutkan kalimat nya. Merasa malu.
"Apa? apa yang kau pikirkan sayang? apa kau memikirkan....... " Lucifer tidak melanjutkan kalimat nya, mencoba menggoda Eva lagi.
"Lupakan lah. " Eva mengalihkan pandangan nya di jendela sebelah kiri nya.
Lucifer hanya tersenyum melihat tingkah isteri nya.
"Sayang, maafkan aku atas kejadian barusan. " Lucifer menggenggam tangan Eva.
Eva melihat Lucifer.
"Gak apa-apa kok Dam. Aku mengerti. " ucap Eva tersenyum.
.
.
.
.
**AKHIR NYA ADAM, EVA DAN VICKY SUDAH BERTEMU YA.
SUDAH TAHU JUGA SIAPA SI VICKY?
DUKUNG TERUS DENGAN VOTE N LIKE.
__ADS_1
TERIMAKASIH**....