SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 62


__ADS_3

"Aduh bagaimana ini? udah ah... pipis aja, kebelet banget nih. " ucap Eva.


Eva berhati-hati dengan tangan kiri nya agar tidak lepas infus an nya. Sementara Lucifer menunggu nya tepat di depan pintu. Menunggu dengan sabar.


"Aaaaahhhhhh..... lega banget... " ucap Eva.


Dia menutup tutup closet dan mengambil botol infus an yang di gantung kan Lucifer tadi.


"Aaadduhhhh.... " Eva memegang perut nya yang terluka.


Lucifer panik dan masuk ke dalam.


"Aakkhh....tuan, saya kan belum memanggil anda" ucap Eva yang kaget.


"Kenapa kau teriak? " tanya Lucifer.


"Aku tidak apa-apa kok." jawab Eva.


"Apa kau sudah selesai? " tanya Lucifer.


"Sudah tuan. " jawab Eva berjalan pelan.


Lucifer mendekati Eva dan menggendong nya lagi.


"Akkkhhh.... tuan aku bisa berjalan sendiri. " ucap Eva.


Lucifer tidak perduli, dia terus menggendong Eva sampai di ranjang nya. Eva di turun kan dengan perlahan dan memakai kan selimut menutupi tubuhnya.


"Tuan, yang sakit itu perut ku, bukan kaki ku tuan, jadi aku masih bisa berjalan. " ucap Eva.


"Lalu? " tanya Lucifer kembali duduk di samping nya.


"Tidur lah, ini sudah jam empat pagi, nanti jam delapan kita pulang. " ucap Lucifer.


"Kita?? pulang?? oh my.... " gumam Eva.


Eva menatap Lucifer, dari ekspresi wajah nya dia sangat tidak suka dengan keputusan tuan nya. Beberapa kali Eva memonyongkan bibir nya. Lucifer pun melihat itu, tapi dia tetap santai saja.


"Tuan, apa saya bisa menanyakan sesuatu? " tanya Eva.


"Tidak bisa." jawab Lucifer santai.


"Hah??? " Eva membuka mulut nya lebar tak percaya.


"Apa-apa an ini, aku tidak bisa bertanya pada nya? " gumam Eva kesal.


"Tuan, kenapa aku harus tinggal dengan mu, dan kenapa kita harus menikah? " tanya Eva dengan sedikit keberanian nya.


"Apa tuan... tuan.. menyukai ku? " tanya Eva sedikit malu.


Lucifer diam dan menatap nya.


"Aku sudah bilang kan kalau kau tidak boleh bertanya? " ucap Lucifer.


"Tapi tuan, saya tidak bisa begitu saja ke tempat anda apalagi menikah dengan anda. " ucap Eva.


"Bukan kah kau mau membayar hutang-hutang mu kan? jadi kau harus tinggal dengan ku. " ucap Lucifer.

__ADS_1


"Dan mengenai pernikahan kita, itu adalah keinginan mu, dan aku mengabulkan nya. " jawab Lucifer santai.


"What?? " gumam Eva.


"Tuan, pernikahan itu bukan buat main-main loh. " ucap Eva.


"Apa... apa.. apa tuan mau hutang-hutang ku di bayar dengan...tubuh ku? " tanya Eva menutup diri nya.


"Hhhmmm..... aku tidak tertarik dengan mu, aku juga tidak menyukai mu. " ucap Lucifer.


"Lalu kenapa kita harus menikah? " teriak Eva.


"Ups. " gumam Eva menutup mulut nya.


Lucifer masih santai sambil melihat Eva yang sedang panik dan gugup.


"Bagaimana ini, apa dia marah? " gumam Eva.


"Itulah kenapa aku tidak mengijinkan mu bertanya pada ku, karena aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu itu. " gumam Lucifer melihat eva.


"Sebaik nya kau tidur lah, aku juga sangat lelah. " ucap Lucifer membenarkan posisi duduk nya.


"Tapi tuan, saya tidak..... " Eva.


"Kalau kau berbicara lagi maka aku akan mencium bibir mu supaya diam. " ancam Lucifer memejam mata.


"Aakkhhh" teriak Eva sambil menarik selimut nya dan menutupi diri nya. Dia merasa jengkel dengan Lucifer.


Lucifer membuka mata nya setelah dia rasa tidak ada suara. Dan melihat Eva yang sudah tertidur. Dia melihat seluruh selimut menutupi tubuh nya sampai ujung kepala nya.


Dia berdiri, dan membuka selimut Eva sampai di depan dada nya. Dia pikir Eva akan merasa sesak nafas seperti itu.


Sebelum dia tidur, dia mengirim kan pesan WA untuk Aris agar menyuruh Lisna membawa kan pakaian bersih untuk di pakai Eva.


Dan kembali memejamkan mata nya yang sudah lelah itu.


************************************


Pukul 07.45 Wib....


Aris, Hendra, Steven dan Lisna masuk ke ruangan Eva. Saat mereka masuk, mereka melihat Eva yang masih tertidur, sementara Lucifer tertidur dengan mulut sedikit terbuka, dengan tangan yang di rentangkan.


"Hhmmm..... mesra sekali dua orang ini. " ucap Lisna memegang pinggang nya.


"Secara tidak langsung mereka ini sudah tidur bersama. " ucap Steven.


Steven dan Lisna saling melihat.


Lisna berjalan mendekati Lucifer, melihat wajah nya dekat.


"Tampan juga. " ucap Lisna.


"Tuan kami memang tampan nona Lisna." ucap Hendra.


"Apa kita harus membangunkan mereka? " tanya Aris.


"Tidak usah.. biar.... " ucapan Steven berhenti karena ternyata Lucifer sudah bangun.

__ADS_1


"Oh.... kau sudah bangun ternyata ya. " ucap Steven.


"Hhhoaaamm... " Lucifer menguap dia berdiri dan meregangkan tubuh nya.


Tidak lama Eva pun terbangun.


"Wah... Eva juga sudah bangun ya, seperti nya kalian bertemu di mimpi dan kalian sama-sama kembali ke dunia nyata ya?" ucap Steven meledek.


Eva dan Lucifer melirik Steven dengan sinis.


"Apa kau membawa pakaian Eva? " tanya Lucifer pada Lisna.


"Sudah tuan. " jawab nya.


"Bagus lah, sekarang kau bantu dia menggantikan pakaian nya. " suruh Lucifer.


"Ayo kita keluar, biar kan mereka berdua. " ucap Lucifer.


"Wah.... biasa nya aku yang berbicara seperti itu, hahahahaha. " ucap Steven.


Lucifer melihat Steven.


Tinggal lah Eva dan Lisna.


"Bagaimana keadaan mu, aku dengar kau hari ini keluar dari rumah sakit, bukan nya harus di sini dua hari lagi? " tanya Lisna membantu mengganti pakaian Eva.


"Lis... apa aku bisa mengatakan sesuatu pada mu? " tanya Eva.


"Apa? " ucap Lisna.


"Dia mengajak ku tinggal bersama nya di apartemen nya. " ucap Eva.


"Apa?? " tanya Lisna kaget.


Eva menganggukkan kepala nya.


"Kenapa? apa alasan nya? " tanya Lisna.


"Aku juga gak tahu, dan aneh nya, dia malah bilang akan menikahi ku. " ucap Eva dengan suara pelan nya.


"Hahhh????? " ucap Lisna lagi sambil menutup mulut nya.


"Menikahi mu???? .....kau tidak bertanya pada nya? atau... dia mungkin ingin bertanggung jawab pada mu. " ucap Lisna.


"Aku sudah bertanya pada nya, tapi dia tidak mau menjawab nya. " ucap Eva.


"Mau bertanggung jawab apa? " tanya Eva.


"Apa... apa kalian sudah melakukan hubungan.... hubungan... yang membuat mu... hamil? " tanya Lisna.


"Llliisssnnnaa.... " ucap Eva sambil menarik rambut sahabat nya.


"Kau tahu aku kan, tidak mungkin aku melakukan itu, dan kami tidak melakukan yang seperti kau pikirkan. " jawab Eva mentoel kepala Lisna.


"Hahahaha..... lalu kenapa dia mau menikahi mu. " ucap Lisna.


"Tapi ya sudah lah, gak masalah kan, dan malah lebih bagus lagi kalau kau menikah dengan nya, hahahahaha. " ucap Lisna.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan, bagus dari mana nya sih. " ucap Eva kesal.


PLEASE..... VOTE... LIKE....


__ADS_2