
“Tuan Revand, wanita itu pingsan.” Ucap anak buah Revand dalam panggilan telepon.
“Pingsan? Kenapa dia pingsan?” Tanya Revand.
“Kami tidak tahu tuan, kami mendengar suara di kamar nya, dan ternyata dia sudah pingsan.” Jawab anak buah nya.
Tidak ada jawaban, Revand diam.
“Tuan…” panggil anak buah nya.
“Apa yang harus kami lakukan? Apa kami membiarkan nya saja?” Tanya anak buah nya lagi.
“Bawa dia ke sini.” Perintah nya.
“Baik tuan.” Jawab mereka.
**********************
“Pingsan? Siapa yang pingsan?” gumam Mahesha mendengar percakapan putera nya.
********************
“Bagaimana ini Ris? Tuan Lucifer pingsan, apa kita saja yang ke sana? Menjemput Eva?” Tanya Hendra.
Aris belum memberikan jawaban. Masih diam di samping tempat tidur di mana Lucifer berbaring belum sadarkan diri. Ceons sudah memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Lucifer.
“Bagaimana dok keadaan nya?” Tanya Ceons.
“Dia hanya kelelahan dan kurang istirahat. Jangan terlalu banyak beraktifitas dulu.” Jawab si dokter.
“Baik, terimakasih dokter.” Jawab Ceons.
“Ini resep obat nya, segera di minum sesuai jam nya, harus di minum.” Saran dokter.
“Tuan Lucifer mana mau minum obat.” Ucap Hendra suara pelan, namun dapat di dengar.
“Ssstt….” Aris memberi kode pada Hendra agar menutup mulut nya.
“Saya akan mengantar kan dokter keluar dulu.” Ucap Ceons.
Aris dan Hendra menganggukkan kepala nya.
************************
Revand keluar dari kamar nya dengan terburu-buru.
“Revand, papa mau bicara pada mu.” Ucap Mahesha yang sudah menunggu di bawah.
Revand mengabaikan dan terus berjalan sampai di depan pintu.
“Revand…” Mahesha menarik tangan Revand agar tidak mengabaikan nya.
Revand tidak bicara, di hempaskan tangan Mahesha dan segera keluar. Mahesha masih mengikuti nya.
Mahesha melihat seorang wanita yang tidak sadar kan diri berada dalam gendongan Revand.
“Revand, siapa wanita ini?” Tanya Mahesha panik.
Revand masih tidak menjawab, terus berjalan mengabaikan papa nya.
Mahesha masih mengikuti nya hingga di bawa ke kamar.
“Tony, panggilkan dokter kesini.” Suruh Revand.
“Baik tuan.” Jawab Tony.
__ADS_1
Revand meletakkan Eva dengan perlahan di atas tempat tidur milik nya.
Dia melihat banyak keringat di wajah Eva, di usap nya dan merapikan rambut nya yang berantakan.
“Revand, kamu masih belum menjawab pertanyaan papa, siapa wanita ini?” Tanya Mahesha.
“Sudah lah pa, aku tidak ingin berbicara dengan mu saat ini.” Ucap Revand sedikit khawatir.
“Papa? Kamu memanggil ku dengan sebutan papa?” Tanya Mahesha.
Revand kaget, di lihat nya Mahesha dengan tatapan tajam kembali, namun Mahesha sedikit bahagia tersirat di wajah nya.
“Baik lah nak, papa tidak akan mengganggu mu, papa akan keluar.” Ucap Mahesaha memegang bahu Revand.
“Mata nya bengkak? Apa dia menangis terus?” gumam Revand.
“Kalian tidak memberikan nya makanan atau minuman?” Tanya nya pada anak buah yang masih bersama nya.
“Sudah tuan, tapi dia tidak mau memakan nya, bahkan dia melempar makanan nya dan berteriak-teriak memanggil Adam.” Jawab anak buah nya.
“Dan ketika kami ingin melihat keadaan nya, ternyata dia sudah pingsan.” Ucap nya lagi.
“Apa ada yang mengikuti kalian?” Tanya Revand.
“Tidak ada tuan” jawab nya.
“Kalian keluar lah, kalau dokter nya sudah datang, langsung suruh ke sini.” Suruh Revand.
“Baik tuan.” Dua orang anak buah nya segera keluar kamar.
“Dia pingsan, tapi kenapa alis nya mengkerut, apa sesedih itu jauh dari laki-laki itu?” gumam Revand
Di lihat nya sebagian tubuh Eva kotor, apalagi bagian kaki.
Seseorang mengetuk pintu.
“Tuan Revand,dokter nya sudah datang.” Ucap Tony.
“Masuk.” Suruh Revand.
Revand membersihkan wajah Eva yang sedikit kotor.
“Segera periksa.” Suruh Revand, berdiri mundur kebelakang.
Mahesha tiba-tiba masuk, ingin melihat keadaan wanita itu.
“Ngapain kau berada di kamar ku? Keluar tua Bangka!” teriak Revand.
Mahesha terkejut, tapi masih berusaha bertahan.
“Tuan, wanita ini sedang hamil, dan dia sangat lemah.” Ucap si dokter.
“Hamil? Siapa wanita ini Revand? Apa kau yang menghamili nya?” Tanya Mahesha.
“Tony, bawa orang ini keluar dari kamar ku.” Suruh Revand.
“Aku akan membunuh mu Tony kalau kau berani melakukan nya. Aku lah bos mu.” Ancam Mahesha.
Tony bingung, masih diam.
Revand yang bergerak, di tarik nya lengan papa nya dengan kasar, dan mendorong nya keluar, lalu menutup pintu dengan sangat keras. Dan kembali mengamati pemeriksaan dari si dokter.
“Lalu bagaimana dengan kandungan nya? Apa ada masalah?” Tanya Revand.
“Kandungan nya sangat lemah, di dalam ada dua janin tapi salah satu nya hampir tidak berdetak.” Ucap si dokter.
__ADS_1
“Lalu? Apa yang harus di lakukan?” Tanya nya lagi.
“Dia harus banyak istirahat, tidak boleh setres, atau bersedih. Dan tolong beri dia obat ini setelah dia habis makan.” Si dokter
memberikan bungkusan obat untuk di minum.
Revand hanya menganggukkan kepala nya.
“Tony, antar kan dokter nya keluar.” Suruh Revand.
“Baik tuan.”jawab nya.
“Silahkan dokter ikuti saya.” Suruh Tony.
Di lihat nya beberapa saat Eva, lalu di selimuti, dan pergi meninggalkan kamar nya.
*************************
“Aris, tempat nya sudah kosong, seperti nya mereka sudah membawa Eva ketempat lain.” Ucap Hendra berada di lokasi pertama Eva di culik.
“Apa? Tidak ada? Apa kau menemukan seseorang atau sesuatu di
sana?” Tanya Aris.
“Tidak ada.” Jawab Hendra.
Aris menemani Lucifer di dalam kamar, Hendra dan Ceons beserta anak buah nya menyelidiki tempat yang di curigai.
“Eva…..Eva..” panggil Lucifer dalam tidur nya.
“Tuan? Tuan Lucifer.” Panggil Aris.
Aris menggerakkan tubuh Lucifer yang masih memanggil Eva, hingga dia terbangun.
“Aris? Di mana aku?” Tanya Lucifer baru membuka mata nya.
“Tuan, anda ada di kediaman anda, dan anda pingsan beberapa jam.” Jawab Aris.
“pingsan? Aku pingsan? Sudah berapa lama aku pingsan?” Tanya Lucifer.
“Sekitar…..sekitar 6 jam tuan.” Jawab Aris gugup.
“Apa? Uuhuuukkk….uuhhuukk…” Lucifer mengubah posisi nya menjadi duduk di bantu Aris.
“Tuan, sebaik nya anda meminum obat anda dulu.” Suruh Aris.
“Tidak, aku mau mencari Eva.” Lucifer berusaha turun dari tempat tidur nya.
“Tuan, tolong anda perhatikan keadaan anda. Keadaan anda sangat lemah saat ini.” Ucap Aris menahan Lucifer.
“Hendra dan tuan Ceons sedang mencari Eva, jadi tolong anda tenang sedikit.” Ucap Aris.
Lucifer diam sebentar.
“Tuan, makan lah ini, lalu segera meminum obat nya.” Aris membawa makanan yang sudah di siapkan nya.
Awal nya Lucifer menolak, tapi karena di desak Aris, akhir nya dia menuruti juga.
Walaupun dia memakan nya dengan keadaan terpaksa, masih memikirkan isteri nya Eva.
.
.
.
__ADS_1