SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 247


__ADS_3

Mahesha dan Revand melihat kedatangan Eva dan Lucifer yang sedang turun tangga.


Lucifer berada di depan Eva, tangan mereka bergandengan. Dia menunggu langkah Eva yang tidak bisa berjalan cepat, perut nya sudah terlihat besar.


“Selamat pagi papa, kak Revand.” Sapa Eva.


“Pagi sayang.” Balas Mahesha.


“Kenapa lama sekali baru turun Va?” Tanya Revand.


“Aku menunggu Adam selesai mandi dulu.” Eva mengambil makanan dan meletakkan di piring suami nya terlebih dahulu.


“Kenapa harus menunggu nya? Kau bisa turun sendiri, nanti dia akan menyusul mu.” Tanya Revand.


“Dari kalimat mu saja tidak masuk akal. Kau lihat berapa jumlah anak tangga mu itu?” Lucifer menunjuk tangga rumah.


“Banyak kan? Kau lihat kondisi perut Eva?” tunjuk nya pada perut isteri nya.


Revand masih tidak mengerti.


“Lalu hubungan nya?” Tanya Revand serius.


Lucifer menggelengkan kepala nya.


“Hmm…. Apa kau tidak takut kalau dia jatuh tergelincir saat turun tangga? Aku jadi ragu meninggalkan nya di sini dengan mu.” Ucap Lucifer menghela nafas.


“Kau……


Revand tidak melanjutkan kalimat nya. Benar apa yang di katakan Lucifer.


“Kakak, tolong jangan selalu membuat Adam kesal terus.”Eva memohon pada Revand.


Revand diam. Tidak ingin adik nya menyakiti perasaan Eva.


Mereka sarapan tanpa ada yang bicara lagi. Mahesha dan Revand melihat Eva dan Lucifer salling suapan. Seperti nya mereka mengabaikan dua keluarga kandung Eva.


“Nanti kalau aku di Jakarta, jaga kesehatan mu. Jangan lupa minum obat.”pesan Lucifer.


“Aku akan menjaga nya Lucifer.” Jawab Revand.


Lucifer diam mengabaikan asal suara itu.


“Jangan tidur tengah malam. Pakai selimut, kamu paling tidak suka tidur pakai selimut soal nya.” Pesan nya lagi.


“Aku akan memastikan Eva tidur dengan nyaman.” Jawab Revand lagi.


Lucifer diam, masih mengabaikan.


Eva hanya merespon dengan tersenyum.


“Lucifer, kapan kamu berangkat ke Jakarta?” Tanya Mahesha.


“Besok pagi pa. Aku akan berangkat dengan Aris dan Hendra.” jawab Lucifer.


“Pa? dia memanggil Mahesha dengan ‘pa’?” gumam Revand.


Mahesha menganggukkan kepala nya.


“Berapa lama kamu di sana nak?” Tanya Mahesha lagi.


“Nak? Sejak kapan dia menjadi anak nya?” gumam Revand lagi.


“Paling lama sebulan. Aku akan mengusahakan sebelum satu bulan.” Jawab Lucifer.

__ADS_1


Eva tersenyum memandang Lucifer.


“Ada apa sayang?” Tanya Lucifer.


Eva menggelengkan kepala nya dengan tersenyum.


“Dia sudah berubah.” Gumam Eva tersenyum.


“Nanti aku kirim salam pada Lisna dan yang lain nya ya Adam.” Pinta Eva.


“Iya sayang.” Jawab suami nya membelai kepala Eva.


**********************


“Vick, Lucifer akan ke Jakarta, apakah kau juga akan ke sana?” Tanya Cleo.


“Tidak. Aku harus tetap disini. Kau tahu kan kakak ipar ku sedang hamil. Aku tidak mau Eva dan keponakan ku kesepian.” Ucap Vicky yang meletakkan kepala nya di pangkuan Cleo.


“Tapi dia masih memiliki kakak dan orang tua nya. Tidak mungkin kesepian kan?” Tanya Cleo.


“Iya, bukan karena kesepian nya. Sebanyak apapun kita bersama nya, dia pasti akan tetap kesepian merindukan Lucifer.” Vicky menjawab menatap langit-langit kamar nya.


“Lalu, kapan kita menikah?” Tanya Cleo sedikit ragu.


Vicky terkejut dengan pertanyaan kekasih nya, mengatur posisi menjadi duduk.


“Menikah? Aku lupa. Bagaimana donk? Apa kita harus menikah ya?” canda Vicky.


“Vick, aku harap pertanyaan mu itu hanya candaan.” Cleo mulai panik.


“Hahahaha….. tentu saja aku sedang bercanda. Aku senang kau bertanya tentang rencana pernikahan kita.


“Mmmm…. Kamu mau kita menikah di mana?” Vicky bertanya, mengelus pipi Cleo di hadapan nya.


Vicky berpikir.


“Sebenar nya aku juga berencana seperti itu. Ternyata kita sama.” Vicky mengusap ujung hidung Cleo.


****************


“Sayang, pakaian yang seperti apa yang akan kau pakai dan kau bawa?” Tanya Eva membuka lemari.


Lucifer yang sibuk dengan ponsel nya.


“Sayang?” panggil Eva melihat Lucifer.


“Hmm?” Lucifer melihat Eva.


“Pakaian mu, mau yang seperti apa untuk di pakai dan di bawa.” Tanya Eva lagi.


“Tidak usah sayang. Pakaian ku kan masih ada di rumah kita di Jakarta.” Jawab nya kembali fokus pada ponsel nya.


Eva merasa di abaikan. Berdiri diam melihat nya.


Sadar tidak ada pergerakan dan pembicaraan dari isteri nya, Lucifer melihat Eva. Dia malah tersenyum, meletakkan ponsel nya di atas meja. Berdiri menggandeng tangan Eva untuk beristirahat di tempat tidur.


“Sini..sini biar aku memeluk mu.” Bujuk Lucifer membawa Eva dalam pelukan nya.


“Kau terlalu sibuk dengan ponsel mu.” Gerutu nya.


“Maafkan aku, mmuuaachh..” Lucifer memberikan ciuman di kening Eva.


“Apa aku bisa ikut mengantar mu ke bandara?” Tanya Eva.

__ADS_1


“Tidak.” Jawab Lucifer cepat dan singkat.


“Aku akan bersama dengan kak Revand.” Bujuk nya.


“Apalagi dengan nya. Jangan.” Balas Lucifer.


“Kenapa? Dia akan menjaga ku.” Tanya Eva.


Lucifer melihat wajah Eva yang masih berharap. Menghela nafas, tidak ingin melihat isteri nya kecewa.


“Boleh ya?” bujuk nya.


“Sayang…


“Please…” Eva memasang wajah melas nya.


“Hhhmmm…..baik….baik lah. ” pasrah menyetujui permintaan Eva.


“Kita hanya terpisah negara saja sayang, toh kita masih bisa berhubungan lewat video call.” Ucap Lucifer.


“Iya, tapi kan aku tidak bisa memeluk mu….


“Peluk saja bantal ini.” Lucifer menunjukkan bantal kepala.


“Tidak sama rasa nya.” Dia menggeserkan bantal yang berada di tengah mereka.


Tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka. Mereka saling berpelukan. Eva berada di hadapan dada Lucifer.


“Sebaik nya kau…….


Eva tidak melanjutkan kalimat nya saat melihat suami nya sudah tertidur pulas.


“Sudah tidur rupanya. Padahal baru saja aku ingin menyuruh mu tidur. Selamat malam sayang.” Ucap Eva.


“Hhhmmm…. Selamat malam juga sayang.” Jawab Lucifer tanpa membuka mata nya.


“Ternyata masih mendengar suara ku.” Gumam Eva bahagia.


****************


“Selamat pagi tuan Lucifer, Eva, tuan Revand, dan tuan Mahesha.” Sapa Hendra sopan.


“Pagi juga Hendra, Aris.” Eva menjawab sapaan Hendra.


“Semua sudah siap?” Tanya Lucifer.


“Sudah tuan. Sopir Ceons sedang menunggu di luar.” Jawab Aris.


“Kalau begitu kita berangkat.” Lucifer memasukkan ponsel ke saku celana nya.


Tidak ada koper yang mereka bawa. Hanya pakaian yang mereka pakai saja. Lucifer, Eva, dan Aris berada dalam satu mobil. Sementara Hendra berada satu mobil dengan Revand dan Mahesha.


Awal nya Hendra tidak ingin berada bersama Revand, tapi karena bos nya yang menyuruh, akhir nya di turuti juga.


“Hendra, awasi Lucifer. Jangan sampai dia selingkuh dengan wanita lain.” Pesan Revand.


“Tenang saja tuan Revand, anda tidak usah meragukan kesetiaan tuan Lucifer.”Jawab Hendra yakin.


“Yahhh, siapa tahu saja dia khilaf, iya kan?” ledek Revand.


Hendra kesal Revand menjelekkan tuan nya.


“Tidak mungkin tuan Revand. Saya berani mempertaruhkan kepala ku kalau sampai tuan Lucifer khilaf atau selingkuh.” Jawab nya ketus.

__ADS_1


“Kalau bukan karena kau kakak nya Eva atau kakak ipar nya tuan Lucifer, sudah ku bunuh kau.” Gumam Hendra menahan kesal.


__ADS_2