SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 156


__ADS_3

Langit mulai mendung, akan hujan.


Lucifer menghampiri Eva.


"Sayang, seperti nya sebentar lagi akan hujan. Sebaik nya kita pulang. " ucap Lucifer.


Eva melihat ke langit yang mendung. Dia menganggukkan kepala nya.


Tiba-tiba hujan sudah mengguyur Ragunan. Semua segera mencari tempat untuk berteduh. Akhir nya berteduh di sebuah warung sederhana, yang ternyata sudah banyak orang yang berteduh di sana lebih dulu.


Mereka semua berdiri, sambil melindungi diri dari air hujan.


"Sayang, kau pakai ini, biar tidak kedinginan. " Lucifer membuka sweather nya, di berikan pada Eva yang memang merasa kedinginan.


"Apa kamu tidak kedinginan? " tanya Eva.


"Tidak, yang terpenting isteri ku. " jawab Lucifer.


Eva menerima dan langsung memakai sweather yang di berikan suami nya.


Ingin rasanya dia memeluk isteri nya, hanya saja karena berada di depan umum, dan pasti Eva akan merasa malu. Jadi dia hanya menggenggam tangan isteri nya.


Eva melihat dan tersenyum pada suami nya.


Vicky melihat kemesraan yang di tunjukkan kakak angkat nya. Dia pun melihat Cleo menahan kedinginan. Lalu ikutan membuka jaket nya.


"Ini, pakai lah. " suruh Vicky memberikan jaket nya.


"Tidak usah, aku tidak perlu. " tolak Cleo.


"Aku tahu kau pasti kedinginan, jangan malu, ambillah. " suruh nya lagi.


"Udah mba, ambil aja. Suami nya udah baik loh perduli sama mba nya. " ucap pengunjung yang memperhatikan Lucifer, Eva, Vicky dan Cleo.


"Dia buka suami ku. " ucap Cleo.


"Masa sih? yang bener? berarti gak masalah donk kalau saya kenalan sama mas nya? " tanya pengunjung itu.


Tampak Cleo menahan kekesalan nya.


"Dia belum jadi isteri saya, tapi calon kok mba. " jawab Vicky.


"Ooohhh... kok mau sih sama perempuan yang sombong kayak mba ini. " ucap pengunjung yang lain.


Cleo semakin cemberut. Vicky menyadari ekspresi wajah Cleo. Cleo tidak berbicara apapun, hanya diam.


"Kalau mas yang ada di sebelah mas itu romantis banget, sangat perduli dengan pasangan nya. " ucap pengunjung memperhatikan Lucifer dan Eva.


Lucifer merapikan rambut Eva yang sedikit basah, mengusap pipi nya yang terkena air hujan. Benar-benar dia sangat menjaga dan memperhatikan Eva. Eva merasa senang dan terharu dengan perlakukan suami nya.


"Kau juga basah sayang, lihat rambut dan baju mu. " Eva pun menyentuh rambut Lucifer.


"Aduh... suami ku ini nanti bisa sakit loh.. " ucap Eva memanjakan suami nya.


Lucifer melirik Eva, merasa lucu dan tersenyum.


"Paling juga nanti kamu yang sakit. " ledek Lucifer.


"Tidak apa-apa aku yang sakit, asal jangan kamu yang sakit." ucap Eva.


"Tidak.. tidak.. tidak... kau tidak boleh sakit. " Lucifer tampak khawatir.


Dia mencubit pelan pipi Eva.


"Hhaacciimm... " Cleo bersin.

__ADS_1


Eva dan Vicky langsung melihat nya.


"Tuh kan, udah bersin. " ucap Vicky.


Vicky memakai kan jaket nya pada Cleo.


"Gak usah." tolak Cleo.


"Jangan keras kepala, sini pakai. " Vicky tetap ngotot.


Mau tidak mau Cleo menyerah juga. Dia biar kan Vicky memakaikan untuk nya.


Eva tersenyum melihat aksi mereka.


Eva memeluk pergelangan tangan Lucifer dan menyandarkan kepala nya di bahu suami nya. Mereka menunggu sampai hujan reda.


"Kalau hujan nya sudah berhenti, kita langsung pulang ya." ucap Lucifer.


"Iya. " jawab Eva menganggukkan kepala nya.


"Dan kau juga harus mandi air hangat, biar tidak sakit." tambah nya lagi.


"Iya sayang." jawab Eva masih menyandarkan kepala nya di bahu Lucifer.


***************


"EEEVVVAAAA...... " teriak seseorang memanggil nama Eva sambil terbangun dari tidur nya.


Seorang pria dengan sebagian rambut yang sudah memutih menghampiri putra nya yang terbangun dari tidur nya.


"Ada apa? apa kau mimpi buruk lagi? " tanya pria setengah tua itu.


Laki-laki yang sudah dewasa itu hanya menatap nya dengan tatapan kebencian, tanpa kata mengalihkan pandangan beberapa saat.


"Sebaik nya kau minum dulu obat mu, lalu kembali tidur. " pria setengah tua itu mengambil obat untuk di minum.


"Pergi! " suruh nya.


"Kau minum dulu obat mu, aku akan segera pergi. " jawab pria tua itu.


Laki-laki yang mengalami mimpi buruk itu hanya menatap tajam, penuh kebencian terhadap pria setengah tua.


"Pergi.... atau aku akan membunuh mu." dia berbicara dengan sedikit berbisik. Pelan namun menakutkan.


Tampak kebencian yang mendalam pada orang itu.


"Re... kau tidak bisa melakukan itu pada ku. " ucap nya.


"Oh ya? apa kau menantang ku pak tua? " balas Re dengan senyum sinis nya.


Pria tua itu terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Memang ada perasaan takut dalam diri nya terhadap Re. Dia bangkit dari ranjang Re, beranjak meninggalkan laki-laki yang penuh kebencian terhadap nya.


"Re, kau tidak bisa memperlakukan ku seperti ini terus menerus. Aku adalah orang tua mu yang masih hidup yang kau miliki di dunia ini." ucap nya sedih.


"Hahahahahaha....." Re berdiri, melangkah menghampiri papa nya. Tertawa dengan sangat keras.


Dengan tawa yang menghina.


"Aku lebih memilih kau yang mati. Apa kau pikir aku senang menjadi putra mu? hah? tua bangka? " teriak Re sambil menarik kerah baju papa nya.


Re berusaha mencekik leher papa nya.


"Baik lah, kalau kau merasa puas membunuh ku, lakukan lah. " papa nya tanpa melakukan perlawanan. Menutup mata nya. Dengan nafas berat nya.


BBBRRRUUGGHH...

__ADS_1


Re berhenti mencekik, tapi memukul pipi orang tua nya.


"KELUAR KAU DARI KAMAR KU!!! " teriak Re.


Akhir nya papa nya keluar, dengan pipi yang memar akibat tonjokkan dari putra nya.


Re menutup segera pintu nya dengan keras.


Beberapa kali memukul dinding yang keras sampai mengeluarkan darah.


"Aaaaakakkkkkhhhh... hhhiiikkksss.... hhhiiikkksss.... " teriak Re dan sambil menangis.


Kamar Re yang sangat gelap, tanpa cahaya. Dia tidak mengijin kan ada cahaya dalam kamar nya.


"Maaf kan papa nak, maafkan papa. " ucap nya di luar kamar Re. Berlinang air mata.


***********


Eva dan Lucifer sudah berada di apartemen nya. Seperti biasa, di ruang tamu, dan tentu saja Eva menemani suami nya yang berada di depan laptop.


"Hhaaaccciiimmm" Eva menggosok hidung nya.


"Sayang, apa kau sakit? " Lucifer menghampiri Eva yang jarak nya tidak jauh dari nya.


"Gak kok, hanya hidung ku saja yang gatal. " jawab Eva.


Beberapa menit kemudian....


"Hhaaccciiimmmm. " Eva bersin lagi.


"Hhaacccimm... " lagi.


"Hhhaaaccciimmm.. " dan lagi.


"Oh tidak, kau terserang flu sayang. Sebaik nya kita kerumah sakit saja. " Lucifer berdiri.


"Tidak, jangan kerumah sakit, di sini saja. " Eva menolak dengan pelan.


"Hhaaaaccciimmmm... " Eva mengambil tisu, membersihkan hidung nya yang sudah mengeluarkan cairan.


Lucifer menatap nya sambil memegang pinggang dengan kedua tangan nya.


"Baik lah, aku akan memanggil Steven saja kesini. " ucap Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya. Dia tidak ingin berdebat lagi.


Lucifer menhubungi Steven. Sambil memperhatikan isteri nya yang menggosok-gosok hidung nya.


.


.


.


.


.


WAW... SIAPA ITU RE?? SEPERTI NYA AKAN ADA KARAKTER BARU LAGI NIH...


SEMAKIN SERU ATAU????


MOHON DUKUNGAN NYA UNTUK VOTE N LIKE NYA YA...


TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2