
Hendra seorang diri sedang berada di terminal kampung rambutan, sedang menunggu seseorang.
“Sayang ku cinta ku, udah di mana sih?” Tanya Hendra dalam panggilan telepon.
“Ini aku sebentar lagi sudah sampai Aa..” jawab seorang wanita.
“Aa udah di mana emang nya?” Tanya wanita itu.
“Aa Hendra udah ada di terminal nya nih. Gak enak lama-lama di sini, supir angkot melototin terus. Di kira Aa supir taksi online.” Jawab
Hendra melihat sekitar nya.
“Hahahaha…. Bentar atuh A, tinggal beberapa menit lagi ini.” Ucap Citra, tunangan nya Hendra.
Mereka mengakhiri panggilan nya.
Hendra memasukkan ponsel nya ke dalam saku celana.
“Bang, ngapain di sini? Nunggu siapa? Taksi dan ojek online gak boleh nyari penumpang di sini.” Ucap salah satu supir angkot menghampiri Hendra yang berdiri di depan mobil.
Karena Hendra lebih sering mengemudi mobil antar jemput Lucifer, jadi mobil lebih sering ada pada Hendra. di samping itu Aris juga
tidak mempermasalahkan nya, karena dia lebih suka bawa motor daripada mobil.
“Ck…. Aku lagi nunggu tunangan ku bang. Dari Bandung, sebentar lagi dia tiba.” Jawab Hendra yang sudah keringatan karena panas.
“Jangan bohong bang, nanti kami keroyok di sini, mati abang.” Ucap teman nya yang datang lagi.
“Gini nih orang yang sok jago, berani nya manggil teman. Kalau gak karena bos ku udah tobat, sudah habis nih orang di bakar
hidup-hidup.” Gumam Hendra.
“Woy… jangan diam. Anak mana sih? Jangan main-main di sini ya, kekuasaan kami di sini.” Ucap rekan nya.
Hendra melihat mereka dengan rasa ingin membunuh.
“Pernah dengar Deadly Poison gak?” bisik Hendra pada salah satu dari mereka.
Orang yang di bisikin heran, melihat hendra.
“Hhhmm…. Pasti sekarang dia udah ketakutan.” Gumam Hendra percaya diri.
“Apa pula itu? siapa itu Dedy ison?” Tanya nya yang tidak tahu.
Hendra menghela nafas dan menggelengkan kepala nya.
Sebuah bus masuk ke terminal Kampung rambutan. Hendra yang masih sibuk dengan kumpulan mereka yang tidak menyukai ada nya ojek atau taksi online.
Semua penumpang dalam bis keluar satu persatu.
“Aa Hendra… Aa….” Panggil Citra yang baru turun dari bis.
Hendra melihat asal suara.
“Sayang ku, akhir nya datang juga kamu.” Jawab Hendra dengan suara keras.
“Tuh, lihat dan percaya kan sekarang? Aku lagi nunggu tunangan ku.” Ucap hendra.
Citra datang, membawa tas yang berisi pakaian nya.
Hendra menghampiri dan membantu membawa tas milik Citra.
“A, siapa mereka?” Citra menunjuk beberapa laki-laki yang berkumpul bersama Hendra.
“Bukan siapa-siapa. Ayo masuk ke mobil. Panas nih.” Ajak Hendra membawa tas.
Kerumunan laki-laki itu juga sudah membubarkan kelompok nya.
__ADS_1
Citra masuk setelah Hendra membuka pintu mobil. Lalu dia berputar untuk duduk di kursi pengemudi.
Segera mereka meninggalkan lokasi yang sempat membuat Hendra kesal.
********
Revand merasa jenuh di rumah, tidak bisa membawa adik nya keluar, semenjak Lucifer sudah kembali.
“Gara-gara Lucifer pulang, aku jadi kesepian lagi ini.” Gumam Revand.
Revand mengendarai mobil di jalanan raya. Sambil mendengarkan lagu Bad liar dengan volume yang tinggi.
Di lihat ada sosok yang dia kenal, yaitu dokter Isabella yang sedang berjalan di pinggir jalan. Dokter itu seperti habis belanja dari toko. Terlihat kanan dan kiri nya membawa bungkusan plastik.
Awal nya Revand ingin melewati begitu saja. Tapi entah kenapa perlahan kecepatan mobil nya di kurangi. Mengikuti langkah dokter
Isabella yang masih terus jalan.
Setelah tidak jauh di depan Isabell, Revand menghentikan mobil nya.
Menunggu sampai orang yang di tunggu lewat.
“Selamat..... siang dokter Isabell.” Revand membuka jendela kaca sebelah kiri.
Wanita itu melihat siapa yang memanggil nya dengan sedikit menunduk di samping jendela.
“Ha….hallo.. dok…dokter ..” sapa Revand gugup.
“Pak Revand, oh maaf… Revand.” Jawab Isabell tersenyum ramah.
“I…iya…mmm…. Anda….anda mau ke…..mana?” Tanya Revand.
“Sial….. kenapa aku gagu gini sih? Bikin malu aja.” Gumam Revand.
“A….aku…aku…lagi….mmmm….gak tahu mau kemana, hehehehe…” Revand menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
“Loh kok?” Isabel bingung.
“Apa….apa anda mau saya antar?” Revand mencoba menawarkan bantuan.
“Merepotkan tidak ya?” Tanya Isabel.
“Ti…tidak…sama sekali..” jawab nya yang masih gugup.
“Sh*t… masih gagu juga?” gumam Revand.
“Kalau begitu maaf merepotkan ya.” Isabella membuka pintu mobil.
“Isabel, maksud ku… jangan duduk di belakang. ” suruh Revand.
Isabel sedikit mengerti maksud pria itu.
“Kalau begitu belanjaan ku di taruh di belakang aja ya.” Ucap Isabel.
“I….iya…” jawab Revand.
Isabella meletakkan dua plastik besar di kursi belakang, lalu duduk di depan, di samping Revand.
Setelah pintu sudah di tutup, Revand segera pergi.
Tidak ada pembicaraan di antara mereka. Revand gugup, Isabell biasa saja.
“Bagaimana kabar adik mu, Eva?” Tanya Isabell yang pertama membuka obrolan kedua.
“Ahh….dia….dia baik.” Jawab nya yang sekilas melihat wanita yang duduk di samping nya.
“Kenapa dia tidak ikut dengan mu? Biasa nya ada bersama.” Tanya nya lagi.
__ADS_1
“Itu karena suami nya sudah kembali.” Jawab Revand singkat tanpa basa-basi.
“Memang nya suami nya kemana?” Tanya Isabel lagi.
“Dia ke Indonesia, ada pekerjaan yang harus di urus, jadi sementara itu aku menjaga isteri nya. Begitu.” Jawab Revand tetap berusaha fokus pada jalan raya.
Diam lagi……
Tidak ada pembicaraan lagi.
“Mmmm….mengenai pesan beberapa hari yang lalu, itu bukan…..
“Tidak apa-apa kok. Santai saja.” Isabel memotong kalimat Revand.
“Ooohh…” Revand menganggukkan kepala nya.
“Jadi tidak apa-apa kalau aku ....... mengobrol dengan mu?” Tanya Revand.
“Tidak apa-apa.” Jawab Isabel bijak.
Revand menganggukkan lagi kepala nya.
“Mmmm…. Apa aku boleh bertanya seuatu yang pribadi…. Dengan mu?” Tanya Revand.
“Boleh, mau Tanya apa?” ucap Isabel.
“Apa….apa…mmmm….. apa kau……..
“Berhenti di depan ya Revand, rumah ku sudah sampai di depan itu.” pinta Isabel.
“Ooo….i….iya…iya…” Revand terkejut kalau wanita itu sudah sampai di tempat tinggal nya.
“Sial…. Kenapa udah nyampe aja sih.” Gumam Revand.
Isabella turun dari mobil Revand, lalu pindah kebelakang untuk mengambil belanjaan nya. Revand sendiri masih duduk diam dan tenang di tempat nya sendiri.
“Kamu mau mampir dulu
minum kopi……
“Tidak usah heheheheh……” jawab Revand memotong kalimat wanita itu.
“Oohh… ya udah kalau begitu, terimakasih ya. Aku masuk dulu. Sampai jumpa.” Isabella melambaikan tangan dan pergi masuk ke rumah yang ada pagar nya.
“Bodoh Revand……bodoh…..dia barusan mengajak mu minum kopi…. Kenapa kau malah menolak nya…. Ya ampun Revand....lompat aja ke laut kau…….”
Ucap Revand memukul setir kemudi nya.
**************
Fitri yani Pratama ( Readers) : “Wah Aris berbunga-bunga tuh, hehehehe. Udah sayang-sayangan.”
Author : “udah kayak taman bunga donk ya, hehehehe..”
KKAD (Readers) : “Sisakan 1 laki-laki seperti Adam di dunia ini, OMG so romance.”
Author : “ Author nya juga mau bingittzzzz….”
Iis Sri Sumirah (Readers) : “ Revand kayak nya suka banget dengan Lucifer ….coz selalu saja cari perhatian ingin akrab…hehehehe.”
Author : “ Maklum, kakak ipar yang rese ya gitu. Cara nya aja yang salah ya, cari masalah, hehehhe.”
Ayesha Humairah ( Readers) : “ Semangat thor, ku tunggu kelanjutan nya, mudah-mudahan bisa rilis novel tentang anak-anak nya Adam dan Eva, tapi masih tetap ada action nya juga ya. Semangat, aku masih ngumpulin poin vote novel mu.”
Author : “ Author nya juga akan berencana untuk membuat seri baru tentang anak-anak Lucifer dan sahabat-sahabat lain nya, di tunggu aja ya…..ayo semangat ngumpulin point nya. Terimakasih.”
Untuk semua readers yang membaca novel ku, terimakasih banyak ya. Dorongan dari kalian adalah semangat untuk ku. Aku berusaha untuk bisa membuat cerita yang tidak membosan kan dan sebisa mungkin menarik.
Jangan lupa vote n like nya ya…….
__ADS_1