
Pedagang cendol mengantar kan pesanan Eva.
"Ini cendol nya nona cantik, hehehehe. " ucap si pedagang yang berusia sekitar 40 tahun.
"Makasih bang." jawab Eva.
"Yang tidak terlalu manis yang mana bang? " tanya Eva.
"Yang ini neng. " jawab nya menunjukkan gelas cendol yang kurang manis.
Eva memberikan gelas itu pada Lucifer.
Mereka berempat meminum cendol itu. Sementara pedagang cendol masih berdiri di samping Eva.
"Ada apa bang? " tanya Eva.
"Neng, udah punya pacar belum? " tanya si pedagang.
"Mmm... Emang kenapa bang? " tanya Eva.
"Anu... Neng mau gak jadi isteri abang yang ke tiga? " tanya nya sambil menggaruk kepala nya.
"Ehhh.... Buset... " ucap Hendra.
Lucifer tersedak dan batuk karena mendengar perkataan si pedagang itu.
"Pppuuffthhh.... " Tawa Aris.
"Eneng gak usah takut, abang bisa nafkahi eneng kok, abang punya tiga gerobak cendol, punya tiga karyawan juga. " ucap nya.
Eva masih diam. Mau tertawa, tapi takut dosa.
Lucifer kesal, mengepalkan tangan nya. Aris menyenggol bahu Hendra menunjukkan reaksi bos nya.
"Ah si abang mah, becanda aja kerjaan nya, hahaha, udah punya dua isteri juga. " jawab Eva.
"Gak apa-apa kan neng, yang penting bisa abang nafkahi. " jawab si pedagang.
"Eneng juga gak usah khawatir, karena neng yang paling cantik, jadi eneng gak usah jualan es cendol, eneng cukup di rumah aja, nungguin abang pulang jualan, heheheheh" ucap si pedagang cendol.
"Maaf bang, aku udah punya pacar, hehehehe. " ucap Eva berbohong.
"Apa, eneng... eh...Eva udah punya pacar? " tanya Aris.
Lucifer menatap penasaran juga. Dia menunggu jawaban dari Eva.
Eva mengedipkan sebelah mata nya pada Aris. Aris mengerti maksud dari kode itu. Dia membalas dengan tersenyum kecil. Sementara Lucifer tidak mengerti maksud nya.
"Apakah Aris dan Eva berpacaran? kenapa mereka saling senyum? " gumam Lucifer.
Si pedagang kemudian melihat orang yang duduk di samping Eva. Terlihat sepasang mata sedang menatap tajam pada nya. Dia jadi takut. Dia kemudian meninggalkan mereka berempat dengan sedikit takut. Mereka bertiga tertawa pelan, kecuali Lucifer, masih menatap tajam pada si pedagang itu, seperti ada niat pembalasan dendam.
Beberapa pengamen datang mencoba bernyanyi.
"Permisi bang, mba, numpang ngamen, numpang nyanyi untuk mengais rejeki. " ucap si pengamen. Para pengamen pun mulai bernyanyi.
"Aku suka dia....
"Tapi ku tak tahu untuk...
"Bilang kepada nya, jika aku suka jatuh cinta kepadanya"
"Dia cinta yang pertama...
"Dia yang bisa membuat aku..
"Merasa deg-degan.. Berdebar di dada
__ADS_1
"Diam saat mengingat nya...
"Bulan tolong katakan...
"Bintang bantu bisikkan...
Kepada diri nya...
Kalau aku mau, jadi kekasihnya...
"Aku yakin diriku...
"Nanti pasti membuat nya...
"Suka kepada ku...
"Cinta kepada ku.. Dan kita akan jadian..
Eva berdiri dan mengikuti pengamen itu bernyanyi bersama.
"Bulan tolong katakan...
"Bintang bantu bisikkan...
"Kepada diri nya...
"Kalau aku mau...
"Jadi kekasih nya...
Lucifer melihat Eva bernyanyi. Melihat Eva dengan senang dan senyum nya yang manis bernyanyi bersama pengamen itu.
"Hhhmmmm.... " gumam Aris melihat respon bos nya.
Prokkk... Ppprrrookkk..... Ppprroookkk....
Terdengar suara tepuk tangan dari pengunjung di situ.
Dia mengeluarkan uang sepuluh ribuan.
"Makasih mba. " ucap si pengamen.
"Mba bisa nyanyi juga ya, suara nya bagus banget. " ucap si pengamen.
"Biasa aja kok bang, suara abang juga bagus kok. " jawab Eva sedikit malu.
"Mba tahu gak itu lagu dari siapa dan judul nya apa? " tanya si pengamen.
"The Junas Monkey, judul nya Jadian, iya kan? " ucap Eva yakin.
"Bener banget mba, hehehehe. " ucap si pengamen.
Aris dan Hendra memberikan sumbangan juga.
Lucifer pun mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan.
Eva melotot, Aris dan Hendra sudah terbiasa.
Sementara untuk si pengamen itu adalah rejeki nomplok nya.
"Makasih bang, makasih.... " ucap nya dengan sangat senang sekali.
"Tuan.. Aku kan juga ikut bernyanyi tadi? " ucap Eva menunjukkan diri nya di hadapan Lucifer.
Berharap dapat sumbangan juga dari bos nya.
Lucifer melihat nya.
__ADS_1
"Eva, apa anda mau di sumbangi juga? " tanya Hendra.
"Hehehehehehe. " tawa Eva merasa sedikit malu.
"Eva, apa kau besok kembali bekerja? " tanya Aris.
"Tidak, aku mau mengundurkan diri. " ucap Eva berbohong.
"Apa?? " ucap Lucifer spontan.
Aris, Hendra dan Eva melihat ke Lucifer.
"Tidak, aku cuma bercanda kok tuan, aku besok kembali bekerja kok. " jawab Eva.
"Hahahahahah. " tawa Aris dan Hendra.
"Lagi pula hutang mu belum lunas kan? kalau kau tidak melunasi nya, kau akan jadi hantu gentayangan, dan aku pasti akan kau gentayangi. " ucap Lucifer memberi alasan.
"Iya tuan, kau benar sekali. " jawab Eva.
Setelah mereka menghabiskan cendol nya, mereka pun beranjak pulang ke tempat nya masing-masing.
"Eva, apa kamu naik motor? " tanya Aris.
"Gak, aku naik angkot aja. " ucap Eva.
"Bagaimana kalau kami mengantar anda? " ucap Hendra.
Mereka bertiga melihat ke arah Lucifer.
Lucifer sadar di lihatin.
Dia hanya menjawab dengan anggukkan kepala saja.
"Terimakasih tuan. " ucap Eva dengan senang memegang lengan Lucifer.
Saat duduk di belakang, Lucifer melihat ke arah kaki Eva yang duduk di sebelah nya. Dia tersenyum kecil karena melihat Eva hanya memakai sendal jepit biasa. Hendra pun ikut tersenyum, saat mengintip tuan nya di belakang.
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan lagi, mungkin karena sudah merasa kelelahan. Sesekali Eva memainkan Hp nya, terkadang tersenyum di depan Hp nya.
Lucifer merasa aneh.
"Terimakasih ya tuan atas tumpangan nya, sampai jumpa besok. " ucap Eva.
"Kalau begitu kami permisi pulang dulu Eva. " ucap Aris.
"Iya, hati-hati ya. " ucap Eva.
Mobil pun bergerak meninggalkan kost an Eva, sementara Eva melambaikan tangan nya. Kemudian masuk ke dalam kost an nya.
"Lumayan... Di traktir minum cendol, di antar lagi... Hahahahahaha. " Ucap Eva.
"Eva lucu banget, suara nya juga bagus. " ucap Hendra masih mengemudikan mobil nya.
"Kau benar, bukan cuma itu, dia juga pemberani. " ucap Aris.
Lucifer hanya mendengar obrolan anak buah nya.
"Memang benar, gadis itu, selain bodoh.. dia pemberani juga.. " gumam Lucifer.
"Berani masuk ke club malam untuk menggantikan papa nya, berani bertanggung jawab karena menabrak mobil ku, bahkan... dia juga tidak memikirkan nyawa nya ketika Edward dan Beny melakukan kesalahan dalam perusahaan aku.... selanjutnya apalagi yang akan dia lakukan? " gumam Lucifer lagi.
"Tapi aku masih bingung, kenapa nomor nya ada di Hp ku, dengan tulisan 'jodoh ku' ? " gumam nya.
Lucifer membuka Hp nya, masih melihat nomor Hp Eva, dia mengingat-ngingat lagi, tentang siapa yang menyimpan nomor Eva.
SIAPA SIH YANG MASUKKIN NOMOR NYA SI EVA?
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FAVORITE, KOMENT....
GRACIAS...