
Rihana menawarkan bantuan nya.
“Tidak usah, ini sudah selesai.”setelah melihat Rihana, kembali fokus pada sisa pekerjaan nya. Sekarang Rihana duduk diam sambil
memperhatikan Aris yang masih sibuk.
*******
“Selamat ulang tahun sayang.” Sebuah ucapan dari Eva.
“Terimakasih sayang. Maafkan aku, aku belum bisa kembali.” Jawab Lucifer.
“Tidak apa-apa, kan belum sebulan.” Eva menjawab namun sangat jelas dari nada nya seperti merasa sedih.
Mereka berkomunikasi melalui video call. Lucifer yang baru selesai berpakaian.
“Katakan pada ku sayang, apa yang sudah kau lakukan di sana? Apakah kakak mu mengurus mu?” Tanya Lucifer memakai dasi.
“Dia sangat menjaga ku. Aku membeli beberapa keperluan bayi bersama kakak.”
“Apa ada orang yang mencurigakan di sana lagi?” Tanya curiga.
“Tidak.” Eva menggelengkan kepala.
“Kau sudah menyampaikan salam ku buat mereka Adam?” Tanya Eva basa-basi.
“Sudah. Mereka senang mendengar kau lagi hamil. Lisna dan Steven berencana untuk melihat mu melahirkan.” Sekarang Lucifer sedang memakai jam tangan nya.
“Lalu apa kau mengijinkan nya?” Tanya Eva menunggu jawaban Adam.
“Iya, aku yakin kau juga mau kan?” Tanya nya kembali.
“Terimakasih Adam.” Eva tersenyum bahagia.
“Aku sekarang gemukan, makan terus, hahahaha..” tawa Eva menunjukkan pipi nya yang gembul.
“Justru aku akan marah padamu kalau kau kurusan. Kau sedang hamil anak kita sayang, ada dua di dalam kandungan mu. Kalau kau mau makan, makan lah. ”jawab Lucifer serius.
“Kak Revand mencarikan ku makanan yang biasa aku suka. Aku pernah ingin makan sup jagung tengah malam, dan dia yang mencari nya.” Eva bercerita pengalaman ngidam nya.
“Wajar itu, kalau dia tidak melayani mu dengan baik, kau harus memberitahukan ku. Aku akan memberi nya pelajaran.”
“Jangan, aku sudah terlalu sering merepotkan nya.” Eva merasa tidak enak.
Lucifer melihat jam di tangan nya, setelah semua sudah di pakai dan lengkap.
__ADS_1
“Sayang, aku akan mengakhiri obrolan nya dulu. Aku harus berangkat bekerja.” Ijin Lucifer.
“Oh….iya. Pergilah.” Eva berusaha tersenyum.
“Kau tidak marah kan? Kalau aku tutup telepon nya?” canda Lucifer.
“Tidak…tidak… aku tidak marah.” Eva membalas dengan tersenyum.
“Baiklah. Sampai jumpa. Aku mencintai mu.” Ucap Lucifer.
Eva senang mendengar kalimat itu.
“Aku juga mencintai mu sayang.” Balas Eva.
Mereka mengakhiri panggilan nya. Lucifer tersenyum dan senang bisa berbicara dengan isteri nya. Di ambil jas dan memasukkan ponsel ke dalam saku celana nya.
Berjalan keluar menghampiri asisten yang sudah menunggu.
“Pagi tuan Lucifer.” Sapa Hendra berada di samping pintu mobil dan membuka nya agar Lucifer masuk.
“Pagi juga Hendra. mana Aris?” Tanya Lucifer mencari sosok nya.
“Dia ijin sebentar, nanti siang dia baru bisa datang ke kantor tuan.” Jawab Hendra yang sudah berada di kursi pengemudi.
“Kenapa? Apa dia ada masalah?” Tanya Lucifer.
“Rihana? Siapa dia?” Lucifer penasaran.
“Wanita yang waktu itu duduk di samping ku tuan di pesawat dari Singapura ke Jakarta.” Jawab Hendra yang sudah fokus pada jalan raya.
“Ohh…..” jawab nya yang membuka laptop kerja.
“Hendra, aku akan berangkat ke Singapura, tolong pesan tiket keberangkatan nya.” Ucap Lucifer serius.
“Ke Singapura? Kapan tuan? Berapa tiket?” Tanya Hendra.
“Dua hari lagi, jam 10 pagi. Hanya aku saja. Kau dan Aris di sini. Bantu aku mengurus sisa pekerjaan.” Jawab Lucifer
“Apa anda bisa sendiri ke sana? Tidak takut tuan?” ledek Hendra.
Lucifer yang sebelum nya fokus pada laptop nya, melihat Hendra dari kaca yang diatas Hendra.
“Apa kau pikir aku anak kecil? Kalian yang selalu mengekori ku. Seperti bawa dua bocah.” Jawab Lucifer.
“Ya mau bagaimana lagi tuan, kami sangat mengagumi anda. Kami tidak bisa hidup tanpa anda. Terasa hampa, tidak semangat untuk hidup karena……..
__ADS_1
“Tch…… diam.” Suruh Lucifer yang merasa Hendra terlalu banyak bicara.
“Tidak selama nya kalian bersama ku, kalian juga harus menikah, memiliki keluarga dan menjaga nya. Tidak mungkin lagi kau dan keluarga mu mengikuti ku kemana-mana, iya kan?” ledek Lucifer.
“Hahahaha…..benar tuan. Memang sudah waktu nya kami harus mencari pasangan. Tapi saya akan terus bekerja untuk tuan, apapun yang terjadi. Karena hidup ku tuh…
“Iya..iya..aku mengerti. Diam dan fokus lah membawa mobil nya. Pekerjaan ku banyak dan jangan berisik.” Lucifer menghentikan Hendra yang berbicara terus.
Hendra tersenyum. Hendra memang paling cengeng, tapi dia paling banyak berbicara. Beda dengan Aris yang tidak banyak bicara, melakukan apa yang di perintahkan tanpa berkomentar.
*******
“Terimakasih ya sudah menyelamatkan ku.” Ucap Rihana.
“Tidak apa-apa. Siapa dia?” Tanya Aris.
“Dia mantan pacar ku.” Jawab Rihana.
“Mantan pacar? Kenapa dia seperti ingin membunuh mu? Apa kau yakin pernah berpacaran dengan nya?” Aris terkejut dengan jawaban Rihana.
“Kami berpacaran selama 2 tahun. Setiap dia menyakiti ku, beberapa saat kemudian dia minta maaf dan bersikap baik. Begitu terus.” Jawab Rihana merasa sedih.
“Selama dua tahun? Aku bingung siapa yang 'sakit', kau atau dia. Apa kau suka di perlakukan seperti itu? sampai bisa bertahan 2 tahun.” Sindir Aris.
“Aku pikir dia akan berubah. Aku selalu memberi dia waktu dan kesempatan lagi. Tapi ternyata aku salah. Mungkin aku masih bisa memahami sikap nya, aku merasa letak kesalahan itu ada pada diri ku. Aku memutuskan berpisah dari nya saat aku memergoki dia tidur di hotel dan ternyata sudah menikah.” Rihana mulai menceritakan masa lalu nya.
“Dua tahun pacaran, dan kau baru tahu dia sudah menikah. Kau bodoh ?” Tanya Aris berbicara tanpa memikirkan perasaan Rihana yang sudah merasa sedih.
Rihana melihat Aris.
“Iya, aku memang bodoh. Aku terlalu mencintai nya, sampai akal normal ku hilang.” Wanita itu menggenggam gelas tempat nya minum.
Aris melihat Rihana diam dan bersedih. Akhir nya dia merasa bersalah pada nya.
“Hhhmmmm….lalu apa rencana mu sekarang? Apa kau mau pulang?” Tanya Aris.
“Aku tidak akan pulang, aku akan menumpang di rumah teman ku dulu. Aku yakin dia akan kembali ke tempat ku.” Jawab nya.
“Ohh… lalu bagaimana dengan pekerjaan mu? Pasti si psikopat itu akan ke sana.” Tanya Aris.
Rihana tidak tahu harus menjawab apa, karena dia juga berpikir seperti itu.
“Hari ini aku sudah ijin dengan kepala sekolah tidak bisa mengajar. Tapi aku tidak tahu untuk hari besok nya.” Jawab nya.
Tidak ada obrolan lagi. Aris berdiri ingin membersihkan piring kotor.
__ADS_1
“Biar aku saja yang membersihkan nya.” Rihana berdiri mengambil piring kotor.
“Terimakasih ya.” Jawab Aris yang kemudian pergi ke kamar.