SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 257


__ADS_3

“Kalian bisa barengan gitu. Awas bisa jadi berjodoh loh.” Ledek Hendra.


“Hahahahahaha….” Aris dan Rihana tertawa bersamaan.


“Tuh kan? Barengan juga tawa nya.” Ledek Hendra lagi.


Aris dan Rihana pun langsung diam, dan canggung karena di ledek Hendra.


“Sudah lah, sebaik nya kita segera kekantor. Tuan sudah menunggu terlalu lama.” Aris mengalihkan topik.


“Rihana mau ke mana? Apa mau sekalian di antar?” Tanya Hendra.


“Oh….tidak usah. Aku bawa mobil kok, lagi pula ini dekat.” Tolak nya lembut.


“Ok kalau begitu. Kami pergi dulu ya. Kamu masih ada nomor nya si Aris kan? Kalau ada apa-apa hubungi saja dia. Misal nya ada preman atau orang jahat, tidak usah ragu dan sungkan. Dia pasti…….


“Sudah diam, cepat masuk ke mobil.” Aris menarik tangan Hendra agar berhenti berbicara.


Rihana memberikan pesanan Aris yang di bantu tadi membawa nya.


Rihana tersenyum, merasa lucu dengan dua orang pemuda yang baru di temui nya beberapa hari yang lalu.


********


“Seperti nya sebentar lagi kau tidak akan jomblo lagi Ris.” Hendra membuka obrolan.


Aris diam mengabaikan. Di periksa nya pesanan yang sudah di pesan, apakah ada yang lupa atau tidak.


“Bagaimana Ris? Ramah kan orang nya? Aku yakin kalau kalian sudah mengobrol tadi di sana.” Ledek Hendra.


“Hend, diam lah. Fokus mengemudi. Jangan banyak bicara.”


“Hahahahaha…..aku kasih tahu kau ya Ris, kalau ada yang dekat dengan mu, jangan di abaikan. Layani saja dulu walaupun tidak suka. Kasih dia kesempatan untuk menujukkan perasaan nya.” Pesan Hendra.


“Jangan keras kayak batu. Jangan nanti dia pergi meninggalkan mu, baru deh sadar, terus nangis-nangis minta dia kembali. Telat


bro…” tambah nya.


“Ngomongin apa sih Hend? Aku gak dengar. Sorry…….” Aris yang masih fokus pada pesanan nya.


“Ah……dasar t*i ayam.” Gerutu Hendra kesal.


Aris tersenyum menahan tawa.


“Di mana?” canda Aris.


Hendra melihat nya dengan kesal.


“Nih….di telapak sepatu ku, aku menginjak nya tadi.” Ledek Hendra yang masih kesal.


“Bau donk.” Ledek Aris dengan menaikkan salah satu alis dan tersenyum.


Hendra mendengus kesal.


*********************

__ADS_1


“Aku memanggil kalian ke sini, untuk pekerjaan yang mungkin akan membuat kalian kelelahan.”Lucifer mulai berbicara.


William dan lain nya fokus dan serius mendengar.


“William, kau hitung berapa semua total modal yang di berikan Fajar dan lain nya, hanya modal nya saja. Berikan pada ahli waris atau perwakilan nya.”


William menganggukkan kepala, mengerti.


“Novelina cek semua laporan keuangan, minta data-data dari tim bagian nya. Jangan sampai salah.”


Novel mengerti dan menganggukkan kepala nya.


“Dan Lisna, panggil kemari karyawan-karyawan yang di pecat dengan alasan tidak menerima gaji. Dalam dua hari ini aku ingin bertemu dengan mereka.” Ucap Lucifer.


“Baik tuan.” Jawab mereka serentak.


“Tugas tambahan kalian lagi adalah, mengatur ulang barang-barang yang sudah rusak, baik itu meja atau kursi. Seleksi lagi karyawan yang ada di sini dan periksa kinerja nya. Orang yang terlalu banyak bicara


sedikit bekerja, segera keluarkan!” suruh nya.


“Kalau menerima karyawan baru lagi yang menurut kalian sesuai, lakukan.  Aku tidak perduli berapa banyak karyawan yang kalian terima atau kalian pecat. Yang hanya ingin


aku tahu, semua beres dan lengkap.” Ucap nya.


William dan lain nya kembali menganggukkan kepala.


“Kalian tidak perlu takut dengan keamanan dan keselematan. Karena aku juga mengarahkan semua anak buah ku untuk melindungi kalian. ”


“Oh ya, tentang siapa aku jangan ada yang tahu, hanya kalian saja. Selama di kantor panggil aku Adam. Mengerti?” Tanya Lucifer serius.


“Bagus.” Lucifer duduk menyandarkan bahu nya setelah berbicara serius.


Seseorang mengetuk pintu dari luar. William segera membuka, ada Aris dan Hendra dengan pesanan di tangan mereka.


“Akhir nya datang juga.” Lisna berdiri menyambut kedatangan mereka.


“Apa kau merindukan ku Lis?” canda Hendra.


“Tidak, tapi aku merindukan makanan ku.” Jawab Lisna tersenyum.


Suasana berubah menjadi santai. Mereka mengambil pesanan dan membuka nya. Begitu juga dengan Lucifer. Makan bersama di atas meja yang sama.


Untuk beberapa saat tidak ada perbedaan diantara atasan dan bawahan.


Lucifer berada bersama orang-orang yang di percayai dan tahu identitas nya.


Aris melihat William yang dekat dengan Novel.


“Will, apa kalian pacaran?” Tanya Aris spontan.


“Hah?” William dan Novel terkejut.


Pertanyaan Aris menjadi pusat perhatian semua termasuk Lucifer.


“Ehheemmm….. iya, hehehehe.” Jawab William canggung.

__ADS_1


“Wah, pacaran ya. Berarti semua sudah punya pasangan donk.” Hendra menyambung berbicara.


“Apa kau dan Aris juga sudah ada pasangan nya gitu?” ledek Lisna memakan kebab.


“Aku sudah memiliki tunangan di kampung, dan Aris akan nyusul punya pasangan juga. Iya kan Ris.” Ucap Hendra.


“Uuuuhhhkkkk…..uuhhuukkkk.”Aris terkejut hingga batuk.


“Tuan, apa boleh aku minat cuti nanti?” Tanya Hendra.


Semua melihat Hendra dengan serius.


“Kau mau kemana?” Tanya Lucifer mencubit ayam geperek dengan mulut yang penuh makanan.


“Saya mau nikah tuan.” Jawab Hendra serius.


“Uuuhhhuukkk….uuuuhhhuuukkkkkk….uuuhhhuukkkkk…..”


Semua terkejut dan batuk secara bersamaan. Sementara Hendra diam sambil tersenyum melihat teman-teman nya.


“Serius kau ingin menikah?” Tanya Lisna.


“Iya, aku kan tidak muda lagi. Kau dan tuan Lucifer juga sudah menikah kan.” Jawab Hendra santai.


“Bagaimana tuan Lucifer?” Hendra bertanya lagi.


“Hhhmmm……. Silahkan. Menikah lah. Aku tidak melarang mu atau siapapun untuk menikah. Aku harap Aris juga segera menikah.” Jawab Lucifer.


“Tuan aku yakin Aris akan segera menikah, karena dia tadi bertemu dengan…….


Aris memasukkan tahu goreng yang di beli nya tadi ke mulut Hendra agar berhenti bicara.


Semua tertawa bersamaan.


“Aris, kamu jangan malu dan cuek ya kalau ada yang sedang pendekatan dengan mu.” Saran Novelina.


Aris memasang wajah serius melihat Novel, membuat gadis itu langsung terdiam dan mengalihkan pandangan nya.


“Iya, terimakasih atas saran nya Nov.” jawab Aris.


Novel terkejut mendengar jawaban dari Aris yang terkesan cuek itu.


“Memang nya kapan kamu akan menikah Hend?” Tanya Lisna.


“Masih di rencanakan. Aku hanya ingin meminta ijin dulu dengan tuan Lucifer.” Jawab nya.


“Ooohhh…… masih di rencanakan ya. Berarti belum tahu kapan. Bisa saja aku yang akan lebih dulu menikah dari pada mu.” Jawab Aris spontan tidak sadar dengan apa yang di katakan nya.


“Apaaa????” Tanya semua orang yang terkejut dengan ucapan Aris.


“Apa? Ada apa?” Tanya Aris yang tidak sadar.


****************


Revand menemani Eva berada di dalam sebuah toko perlengkapan bayi. Semua melihat mereka seperti sepasang suami isteri. Mulai dari sepatu dan pakaian-pakaian imut.

__ADS_1


“Kak, lihat deh, lucu gak?” Eva menujukkan salah satu sepatu bayi untuk perempuan.


__ADS_2