
Perlahan di letakkan di atas tempat tidur Aris.
“Hhhuuhh….. berat juga dia ternyata.” Menghela nafas.
“Apa lagi nih yang harus aku lakukan? Apa aku menghubungi Lisna saja?” Tanya nya.
Aris mengambil ponsel dan segera mencari nomor Lisna.
TTUUTT…..TTTUUTTT….TTUUTTT…..
Panggilan tidak di jawab.
Di coba lagi.
TTUTTT….TTTUUTTT….TTTUUTTT…..
Masih sama, tidak ada jawaban.
“Tch…..apa dia lagi bersama Steven?”
“Kalau begitu aku hubungi Steven saja.” Beralih mencari nomor Stev.
Tidak ada jawaban juga. Begitu juga dengan Hendra, Novel dan William.
“Ya ampun….pada kemana sih semua nya?”gerutu Aris.
Aris menggaruk kepala sambil melihat Rihana yang masih belum sadar.
“Hmmm….pakaian nya juga sudah kotor, sebaik nya aku obati luka nya saja dulu.” Ucap nya memegang pinggang.
Di ambil kotak obat yang selalu di siapkan di dalam rumah nya. Karena dia juga sering terluka.
Di basahi handuk kecil berwarna putih sekalian membawa mangkuk berukuran sedang dengan mengisi nya air.
Aris duduk di samping Rihana, di lihat nya dulu sambil berpikir.
Di basuh wajah Rihana secara perlahan. Pakaian nya yang kotor terpaksa di buka, hingga hanya tinggal memakai bra saja. Begitu juga dengan rok yang di kenakan pun di lepas. Mulai dari telapak kaki, betis,
pergelangan tangan dan bagian lain nya di lap sampai bersih.
Dia melakukan itu murni untuk menolong gadis itu.
“Hhhhmmmm…. Selesai. Sekarang kau tidur saja dulu di tempat ku.” Dia berdiri membawa mangkuk dan handuk basah itu ke dapur.
Rihana tidur dengan hanya memakai pakaian dalam dan di tutupi selimut. Di biarkan gadis itu tidur di tempat tidur Aris. Sementara si
empunya rumah tidur di atas sofa depan Tv.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.45 wib.
*************
“Sayur…..sayur….ikan….”
Terdengar suara pedagang sayuran keliling meneriakan dagangan nya agar mendapat pembeli. Seperti biasa, pedagang sayur yang
__ADS_1
menggunakan motor itu berkeliling setiap jam 7 pagi.
Rihana terbangun karena mendengar suara teriakan itu. Dalam keadaan duduk, di pegang kepala yang ada perban nya.
“Aku ada di mana?” Tanya nya di dalam hati.
Di lihat sekitar, tampak asing bagi nya.
“Ini rumah siapa? Kenapa aku ada di sini?” Tanya nya lagi.
“Terakhir aku bersama dengan Anton, apa dia yang membawa ku kesini?” Tanya nya yang tidak terlalu ingat dengan kejadian terakhir yang di alami.
Di buka selimut ingin turun dari ranjang.
“Aaaaakkkhhhhh…….” Rihana teriak melihat keadaan diri nya yang hanya memakai pakaian dalam saja.
Aris yang tidur di ruang depan di atas sofa pun terkejut. Merasa ada suara keras dari dalam kamar nya, bergegas menghampiri.
Rihana turun dan memperhatikan tubuh nya dengan gugup dan panik.
“Kenapa aku telan***g? kemana pakaian ku?” Tanya nya khawatir.
CCEKKLLLEEEKKKKK…..
Pintu terbuka, sudah ada Aris yang berada di depan pintu.
Rihana yang sudah dalam keadaan berdiri terkejut melihat seorang pria masuk ke kamar.
“Akkkhhh…..” wanita itu teriak kembali, menarik selimut dan menutup tubuh nya.
Rihana melihat Aris.
“Apa….apa kau yang membawa ku ke sini? Ini di mana?” Tanya nya sedikit berani.
“Iya, aku yang menggendong mu. Ini rumah ku.” Jawab Aris masih berdiri di hadapan Rihana.
“Kenapa kau membawa ku kesini?” Tanya Rihana.
“Ck….aku tidak tahu harus membawa mu kemana. Dan dari sini jauh kalau mau kerumah sakit. Apalagi kau sudah pingsan.” Jawab Aris memberi penjelasan.
“Lalu di mana pakaian ku?” Tanya Rihana lagi.
“Aku melepas nya.” Jawab Aris singkat, cepat dan santai.
“A…apa? Kenapa?” Rihana merasa malu.
“Hhhmmm… Rihana, pakaian mu kotor, bau dan ada bercak darah. Jadi aku membuka nya. Karena tubuh mu juga ada yang terluka. Dan aku sudah mengobati nya.” Jawab Aris menghela nafas.
Tidak ada pertanyaan atau kalimat lagi yang keluar dari mulut Rihana. Dia masih bingung dan panik.
“Jangan khawatir, aku tidak melakukan apapun pada mu. Aku hanya membantu mengobati luka mu.” Ucap Aris lagi.
Rihana sekarang sadar, bahwa saat Anton ingin memukul nya lagi, Aris datang dan menyelamat kan nya.
“Pakaian mu sudah aku cuci pakai mesin cuci dan sedang di jemur. Mungkin belum kering.” Ucap Aris.
__ADS_1
Rihana bingung, dengan erat dia memegang selimut membungkus diri nya dan duduk kembali di atas tempat tidur.
“La….lalu aku harus memakai apa?” ucap nya pelan tidak melihat Aris.
Lagi Aris menggaruk kepala nya yang tidak gatal, sebagai tanda bahwa dia juga tidak tahu.
“Sebentar.” Aris pergi menuju lemari pakaian yang ada di samping ranjang.
Sepasang mata Rihana mengikuti arah kemana Aris melangkah.
“Kalau kau tidak keberatan, kau pakai saja pakaian ku dulu. Itu pun kalau kau mau.” Aris mengeluarkan kaos berwarna hitam.
Rihana menerima kaos aris. Di lihat dan tanpa sadar mencium aroma yang terdapat di kaos itu.
“Kenapa di cium? Itu bersih kok. Tenang saja.” Ucap Aris.
“Eeeeh…? Ah.. maaf..maaf… aku tidak bermaksud seperti itu.” Rihana gugup.
Aris masih mencari bagian bawah yang cocok untuk di gunakan Rihana.
“Kamu pakai apa ya yang di bawah nya. Hanya ada celana cowok.” Dengan sibuk dan serius di cari yang cocok untuk di pakai wanita yang masih mengamati nya.
“Ahh…. Apa kau mau pakai ini?” Tanya nya menunjukkan celana pendek berwarna hitam milik nya.
Rihana melihat celana itu. dan menganggukkan kepala nya.
“Baik lah, kau pakai saja dulu itu. Kamar mandi nya ada di sebelah situ.” Suruh Aris.
“Aku akan menyiapkan sarapan. Nanti kalau sudah selesai kau datang saja ke dapur.” Suruh nya lagi.
Rihana menganggukkan kepala. Aris pun pergi ingin membiarkan Rihana di dalam kamar nya.
“Aris..” panggil Rihana.
“Ada apa?” Aris berhenti dan memutar tubuh nya melihat Rihana.
“Mmm….terimakasih ya.” Ucap nya tersenyum.
Aris diam, mengabaikan dan langsung melanjutkan langkah nya.
“Dia baik.” Ucap Rihana tersenyum sendiri.
“Tunggu…..berarti dia melihat tubuh ku????” wajah nya memerah.
“Oh my god……aku malu banget……bagaimana aku harus menghadap nya. Aku malu…aaaakkhhhh…..” teriak nya menutup wajah dengan kaos yang di berikan Aris tadi.
***********
Aris sibuk membuat sarapan. Walaupun dia pria dan tinggal sendiri, dia sering menyiapkan makanan sederhana. Dengan cekatan mengiris bawang, tomat dan bumbu lain nya. Padahal Aris belum mandi atau mencuci muka nya. Karena kamar mandi hanya ada satu dan pasti sedang di pakai Rihana.
Tidak lama, Rihana muncul dengan memakai pakaian yang di berikan Aris. Berdiri di belakang Aris yang sibuk memasak.
“Ehheemmmm…. Apa ada yang bisa aku bantu?” Tanya Rihana menawarkan bantuan.
Aris melihat ke arah asal suara, yang ternyata Rihana dengan tersenyum ramah.
__ADS_1