SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 221


__ADS_3

"Tuan, anda sudah tiba." Ceons turun dari mobil, dan membuka kan pintu untuk Lucifer.


"Terimakasih. Kau pulang dan beristirahat lah." ucap nya, Eva sudah berada di dalam gendongan nya.


"Baik tuan. Selamat beristirahat." balas nya.


Lucifer menggendong Eva masuk ke dalam rumah mewah milik nya.


Rumah itu sebelum nya sudah di bersihkan oleh suruhan Ceons. Sehingga sudah bisa langsung di gunakan.


Seorang pelayan yang di panggil sedari pagi itu sudah berada di rumah untuk menjaga dan menyiapkan kebutuhan majikan nya.


"Selamat malam tuan." ucap nya memberi hormat setelah membuka pintu.


"Siapa kau?" tanya Lucifer.


"Maafkan saya tuan, saya di suruh tuan Ceons. Saya Liam, pelayan yang di tugaskan." jawab wanita setengah tua.


"Baiklah, kau istirahat saja. Karena aku sedang tidak membutuhkan mu." suruh nya.


"Baik tuan." jawab nya dan menutup pintu.


Lucifer melanjutkan langkah nya, naik ke lantai atas, masuk ke salah satu kamar yang selalu di tempati ketika dia berada di Singapura.


Di letakkan nya perlahan tubuh Eva yang masih tertidur pulas dan di selimuti nya.


"Aku harus mandi dulu. Berkeringat." gumam nya.


**************


"Jadi kak Lucifer berada di Singapura sekarang? dan ternyata yang menculik Eva adalah paman Marvel?" Vicky mendapat kabar dari anak buah nya.


"Benar tuan Vicky. Tapi sekarang mereka sudah pergi dari rumah tuan Marvel malam itu juga." ucap anak buah nya.


"Dan Lucifer menembak Marvel dan asisten nya Biyan, hanya di bagian kaki." tambah nya lagi.


"Aku yakin, itu belum selesai dari Lucifer " ucap Vicky.


"Tuan, apa anda tidak menyusul nya ke Singapura?" tanya anak buah nya lagi.


Vicky sedikit berpikir. Belum memberikan jawaban nya.


"Aku masih belum tahu. Aku akan memikirkan nya dulu." jawab nya ragu-ragu.


**************


Lucifer keluar dari kamar mandi. Melihat Eva yang masih tertidur hanya saja berubah posisi.


"Mmm...hhhhuu.....mmm..." Lucifer menahan mulut nya.


"Hhhuuekk....hhhuu.....mmmm..." segera dia berlari kekamar mandi, dan membuang isi dalam perut nya, kecuali organ dalam.


Eva terbangun.


"Siapa yang muntah-muntah?" gumam nya.


Dia turun dari tempat tidur. Menuju kamar mandi. Di lihat nya Lucifer masih memakai jubah mandi, beberapa kali mengeluarkan cairan dari mulut nya.


"Sayang, kau kenapa? apa kau baik-baik saja?" tanya Eva khawatir.


Lucifer membersihkan mulut nya, di lihat Eva berdiri di samping nya yang mengkhawatirkan nya.

__ADS_1


"Eeheemm....aku tidak apa-apa sayang. Hanya sedikit tidak enak badan. Tapi sebentar lagi juga akan sembuh." jawab nya.


"Apa kau memerlukan sesuatu? aku ambilkan air hangat ya?" tawar Eva.


"Tidak usah. Aku sudah tidak apa-apa. Ayo kita kembali ke tempat tidur." ajak nya.


Eva mengangguk. Lucifer sudah merasa enakkan. Baru sampai pintu kamar mandi.


"Hhhhuu......hhhhuuueeekkk...mmm.." Eva menutup mulut nya.


"Kau kenapa?" Lucifer bertanya balik.


Eva segera ke closet, membuang cairan di dalam mulut nya. Lucifer memijit leher belakang isteri nya.


"Sayang, kau kenapa? apa kau sakit?" tanya Lucifer yang sekarang menjadi khawatir.


"Aku...aku...hanya mual." jawab nya yang sesekali masih mengeluarkan cairan dari mulut nya.


Eva muntah beberapa kali hingga tubuh nya lemas, berkeringat dan pucat.


"Sudah selesai muntah nya?" tanya Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya. Lucifer membersihkan mulut isteri nya dengan telapak tangan nya sendiri. Di bantu nya berdiri dan menggendong nya, di letakkan di atas tempat tidur.


"Apa aku panggilkan dokter?" tanya Lucifer.


"Aku sudah baikkan." jawab nya yang masih pucat.


"Apa kau memerlukan sesuatu? bubur ayam?" tanya nya.


"Mau." jawab nya manja dan tersenyum.


Dia keluar dari kamar turun ke dapur. Dengan semangat membuat kan bubur untuk isteri nya.


"Tuan? apa yang anda lakukan?" tanya Liam.


Lucifer melihat ke asal suara.


"Aku sedang membuatkan bubur ayam untuk isteri ku. Kenapa kau bangun Liam?" tanya nya sambil menanak nasi.


"Aku mendengar suara dari dapur, jadi aku ingin melihat nya. Apa anda butuh bantuan tuan?" tanya Liam.


"Tidak, tidak usah. Aku sudah biasa membuatkan ini untuk nya." jawab nya tanpa melihat.


"Apa isteri anda baik-baik saja tuan?" tanya Liam.


"Dia mual-mual, kepala nya pusing, wajah nya pucat dan berkeringat. Tapi sebelum nya aku yang mual-mual, lalu di susul dia." ucap nya mengiris daun bawang.


"Tuan, apa isteri anda sedang hamil?" tebak Liam.


"Ttsstt...aahh..." tanpa sengaja dia melukai jari nya dengan pisau.


"Hamil?" tanya nya menghisap jari nya yang terluka.


"Benar tuan, ini hanya tebakan saya saja. Dan mungkin anda berdua sedang mengidam." ucap nya lagi.


Lucifer berpikir.


"Beberapa hari yang lalu aku memakan makanan yang aku tidak suka, seperti makanan yang manis dan pedas. Dan kalau tengah malam, aku kelaparan, terakhir aku dan isteri ku makan tengah malam di dapur bersama." ucap nya mengingat-ingat.


"Wah, saya rasa memang benar kalau isteri anda sedang hamil. Sebaik nya di periksa tuan." ucap nya.

__ADS_1


Lucifer menganggukkan kepala nya dan tersenyum.


"Terimakasih Liam. Kau tidur lah. Biar aku lanjutkan dulu ini." suruh nya.


"Kalau begitu saya permisi tuan." ucap Liam.


Lucifer hanya membalas dengan menganggukkan kepala nya.


"Hamil? Aris juga menebak seperti itu." gumam nya.


******************


"Sayang... aku sudah datang membawakan pesanan mu." Lucifer muncul membawa nampan berisi dua mangkuk bubur ayam.


Eva sedari tadi sedang menunggu, posisi nya sudah duduk di atas ranjang.


"Kenapa ada dua?" tanya Eva.


"Karena aku juga mau memakan nya." jawab nya.


"Kau mau aku suapi?" tanya Lucifer.


"Tidak usah. Aku bisa sendiri kok. Lagi pula kau juga ingin memakan nya kan." jawab nya.


Perlahan-lahan Eva memakan bubur buatan suami nya.


Lucifer melihat dengan tersenyum, sesekali membersihkan sisa bubur nya.


"Sayang, apa kau merasa aneh, kenapa kita mengalami hal yang sama?" tanya Lucifer.


"Maksud nya?" tanya Eva.


"Selesai kau muntah, giliran ku. Dan aku memakan makanan yang tidak biasa aku makan. Aku juga sering lapar tengah malam." ucap Lucifer.


"Sayang, apa kau juga pernah pingsan?" tanya Lucifer.


"Iya, waktu Lisna menjemput ku dan ternyata di bawa ke sini, aku sempat pingsan. Lalu di kamar juga. Tapi hanya sebentar." ucap Eva.


"Hhmm....aku juga mengalami nya di sana. Ketika kau pergi, beberapa kali mual, pusing dan pingsan. Berarti apa yang kau rasakan, aku juga bisa merasakan nya." ucap Lucifer mengusap wajah isteri nya.


"Kau mengalami nya? apa kau sangat menderita?" tanya Eva khawatir.


"Mmm....sedikit sih. Tapi Aris menebak kalau kau sedang hamil." ucap Lucifer.


"Hah? hamil?" Eva terkejut.


.


.


.


.


.



SILAHKAN MAMPIR DI NOVEL KU ' MENIKAH LAH DENGAN KU'. CERITA NYA JUGA TIDAK KALAH MENARIK LOH. JANGAN LUPA LIKE N VOTE.


TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2