SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 73


__ADS_3

"Sebaiknya saya ke dapur dulu ya, ada yang harus saya beres kan. " ucap Lisna yang merasa tidak enak melihat situasi antara Eva dan Lucifer.


"Apa tuan cemburu kalau saya punya pacar? " ledek Eva.


Lucifer masih diam.


"Mana mungkin dia cemburu, suka saja tidak. " gumam Eva.


"Tenang saja tuan, saya single, belum punya pacar, hehehehe. " ucap Eva lagi.


"Aku tahu, mana ada laki-laki yang mau menjadi pacar mu, gadis yang bodoh dan jelek. " jawab Lucifer.


"Hah? " ucap Eva kaget.


Dia tidak menyangka kenapa bos nya berbicara seperti itu.


"Lalu kenapa anda mau menikah dengan saya? " tanya Eva serius.


"Aku hanya menikahi mu, bukan menjadi pacar mu. " ucap Lucifer menatap Eva.


"Hhheeemmm.... " dengus Eva mengalihkan wajah nya.


Lucifer hanya melirik nya.


Aris dan Hendra datang.


"Tuan ini.... " Aris berhenti bicara setelah di beri kode Lucifer untuk diam.


"Kalian pergi lah, bawa Lisna. " suruh Lucifer.


Aris, Hendra dan Eva bingung dan kaget.


"Maksud nya apa nih? " gumam Eva.


"Apa kalian tidak mendengar ku? " tanya Lucifer.


"Baik tuan, " jawab Aris.


"Apa saya boleh ikut? " tanya Eva.


"Tidak, kau tetap di sini dengan ku." jawab Lucifer.


"Hah? " ucap Eva gugup.


Lisna datang dari dapur dan langsung di tarik keluar Aris. Lisna bingung. Lalu di susul Hendra. Akhir nya mereka bertiga pergi meninggalkan Eva dan Lucifer.


Sebelum Hendra pergi, dia memberikan Hp Eva secara sembunyi-sembunyi.


"Eh... kita mau kemana sih? pake acara di tarik segala lagi." tanya Lisna.


"Udah ikut aja." jawab Aris.


Suasana menjadi sunyi dan sepi.


"Aaa... ada apa tuan?" tanya Eva panik.


Lucifer yang masih duduk di sofa berlipat tangan menatap Eva.


"Kenapa dia melihat ku seperti ini? " gumam Eva.


"Apa dia mau.... mencium ku lagi? " gumam nya lagi.


"Ganti pakaian mu, dan ikut aku. " ajak Lucifer.


"Kita mau kemana tuan? " tanya Eva.


"Eva.... tolong jangan banyak tanya. " ucap Lucifer memegang kening nya.

__ADS_1


"Baik tuan, baik." jawab Eva.


Eva pergi ke kamar, sementara Lucifer menunggu sambil memegang Hp Eva.


"Aduh... tuan Lucifer mau membawa ku kemana ya? " gumam Eva memilih pakaian yang akan dia kenakan.


"Sebaiknya aku memakai pakaian yang tertutup, apalagi di bagian leher, takut kebablasan nanti, hehehehe. " gumam nya lagi.


"Hei, kita mau kemana sih ini? " tanya Lisna di dalam mobil.


"Apa kamu mau kita ke taman hiburan atau mall Lisna? " tanya Hendra.


"Hah? ini siapa yang suruh nih? " tanya Lisna curiga.


"Tuan Lucifer, mungkin tuan mau berduaan dengan Eva. " ucap Aris.


"Ooohhh... aku mengerti sekarang, hahahahaha. " tawa Lisna.


"Eh... tuan Lucifer itu udah punya pacar belum sih, sebelum jadian sama Eva? " tanya Lisna yang duduk di kursi belakang.


"Tuan Lucifer tidak memiliki pacar, dia tidak mau memiliki hubungan dengan wanita manapun. " jawab Hendra.


"Loh... tapi kenapa dia menikahi Eva? " tanya Lisna.


Aris dan Hendra saling menatap.


"Ya... mungkin dia tidak mau pacaran, mungkin mau langsung nikah, hehehehe. " jawab Hendra


"Tapi, sebenar nya siapa sih tuan Lucifer ini? apa nama asli nya Lucifer? " tanya Lisna yang mulai curiga


"Lisna, tuan Lucifer orang yang sangat baik, cuma dia tidak suka dengan orang yang menghianati nya." jawab Aris.


"Semua orang memang tidak suka di hianati sih. " ucap Lisna.


"Menurut mu, apa Eva dan tuan Lucifer cocok? " tanya Hendra.


"Apakah Eva juga sebelum nya memiliki pacar sebelum mengenal Lucifer? " tanya Hendra.


"Hheemmm.... tidak, malah dia belum pernah berpacaran. " jawab Lisna.


"Benar kah? " tanya Aris kaget.


"Iya, hidup nya sudah sangat menderita, orang tua angkat nya selalu menghisap nya untuk bisa menghasilkan uang buat mereka. " ucap Lisna.


"Walaupun sudah di perlakukan seperti itu, tapi dia tidak pernah sakit hati atau membenci mereka, aku sangat salut pada nya. " ucap nya lagi.


"Sebenar nya, dari awal aku melihat tuan Lucifer, aku tidak merasa kalau dia jahat, dan aku senang saat dia perduli dan perhatian dengan Eva. yah... supaya ada yang bisa menjaga nya. " ucap Lisna.


"Eh... btw kita mau kemana ini? " tanya Lisna.


"Kita ke mall aja yah, nonton kita, hahahahaha. " ucap Hendra.


"Kita bertiga? " tanya Lisna lagi.


"Iya" jawab Hendra.


"Entar di bilang ada yang jadi orang ketiga nya nih" ucap Lisna.


***************************


"Aku sudah siap tuan." ucap Eva.



Eva memakai kaos pendek tangan berwarna putih, dengan jaket biru dan celana jins panjang nya.


"Ok, kau tunggu di sini, giliran ku sekarang." ucap Lucifer.

__ADS_1


Dia pergi ke kamar untuk bersih-bersih, sementara Eva duduk di sofa dengan tatapan bingung.


"Apa kami mau ngedate nih? " gumam Eva.


Tidak lama Lucifer datang memakai kaos putih dengan jaket berwarna kuning.


"Waw..... keren banget. " gumam Eva.


"Ayo. " ajak Lucifer setelah mengambil dompet dan kunci mobil nya.


"Iya tuan. " jawab Eva membawa tas nya juga.


Lucifer mengunci kembali apartemen nya. Mereka berjalan berdua bersama menuju parkiran mobil.


"Tuan, kita mau kemana sebenar nya. " tanya Eva.


"tenang saja." ucap Lucifer membuka pintu mobil nya.


"Masuk lah." ucap Lucifer.


Eva masuk dan duduk di samping Lucifer yang berada di depan.


Kemudian mereka pergi meninggalkan lokasi.


"Tuan, saya sangat penasaran sekali, kita mau kemana? " tanya Eva penasaran.


Lucifer sesekali melirik Eva.


"Nanti kau juga akan tahu. " jawab Lucifer santai.


"Hheeemm... " ucap Eva memandang pemandangan di samping mobil nya.


Lucifer sedikit tersenyum melihat Eva yang ngambek.


"Aku harus memberitahukan kak Eva, supaya kakak bisa berhati-hati dengan papa dan mama. " ucap Aldo.


"Aku harus pergi ke tempat kak Eva. " ucap Aldo.


" Ini Hp mu" ucap Lucifer memberikan Hp Eva.


"Sudah selesai tuan? " tanya Eva sambil menerima Hp nya.


"Hheemmm" ucap nya sambil menatap jalan di depan nya.


"Tuan, kau.... kau sangat tampan sekali, hehehehe. " ucap Eva malu.


"Aku tahu itu." jawab Lucifer santai.


"Tampan tapi sedikit sombong. " ucap Eva dengan suara pelan.


"Sombong? " tanya Lucifer yang mendengar suara Eva.


"Hah? " Eva kaget.


"Wajar orang tampan seperti ku itu sombong. " jawab Lucifer.


"Iyakan aja lah, biar gak marah. " gumam Eva.


"Tuan, apa anda ingat waktu pertama kali kita bertemu? " tanya Eva semangat.


"Tidak. " jawab santai, padahal sebenar nya dia ingat.


"Waktu itu, kita bertemu di lampu merah, saya sudah tersenyum pada anda, tapi anda malah mengabaikan saya. " ucap Eva.


"Hhhhaaahhh.... ya jelas lah, aku tidak mengenal mu, dan kau tersenyum pada ku. " ucap Lucifer.


"Malah aku berpikir kau itu orang gila, atau sedang tebar pesona pada ku" jawab Lucifer.

__ADS_1


"What? " gumam Eva.


__ADS_2