SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 105


__ADS_3

Lucifer menatap Richard yang sudah ketakutan. masih bertelanjang dada, dia berjalan mendekati nya.


Eva melihat jelas kemarahan dari Lucifer.


Dengan gergaji mesin di tangan Lucifer perlahan berjalan.


"Kau yang memilih ini kan ban***t ? sekarang ini yang akan aku gunakan untuk memotong tubuh mu." ucap Lucifer mengangkat gergaji.


"Seperti bukan Adam" gumam Eva.


"Ayo tuan.... cepat lakukan... " teriak Narendra.


GGGGGGEEERRRRRRR...... GGGGGEERRRRRRRRR...


Lucifer menyalakan gergaji mesin menuju Richard.


"Tidak.... jangan lakukan itu... " teriak Richard.


"Hahahahaha..... di mana keberanian mu sebelum nya Richard? " tanya Lucifer.


Lucifer tidak melihat Eva, yang ada dalam pikiran nya adalah membunuh mereka dengan sadis.


BBBBRRRUUUGGGHHH......


Lucifer menendang Richard hingga terjatuh di tanah.


GGGGEEERRRR....... GGGEEERRRRR.....


"Aaaakkkhhhh...... hentikan.... Aaaaakkkhhhh" teriak Richard.


Lucifer menggergaji lengan kanan Richard hingga putus dan lepas dari tubuh nya.


"Hahahahaha..... keren..... " tawa Narendra.


Eva sangat ketakutan melihat apa yang terjadi. Bukan hanya Eva, Lisna dan keluarga nya juga hampir muntah melihat kejadian itu.


Darah mengalir deras sekitar bahu Richard tempat lengan nya di potong.


Belum merasa puas, Lucifer melanjutkan dengan tangan sebelah nya lagi.


GGGERRRRR........... GGGGEERRRR.....


"Akkkhhhh... aaakkkhhh.... " teriak Richard.


Richard merintih kesakitan, darah yang keluar dari tubuh nya mengenai wajah Lucifer.


Lucifer membuang gergaji yang masih menyala, melemparkan nya ke tanah.


Lucifer melihat Eva, yang masih berdiri melihat aksi Lucifer.


Perlahan dia mendekati Eva.


"Kau tidak apa-apa? " tanya Lucifer mengangkat tangan nya hendak menyentuh pipi Eva.


Eva spontan berjalan mundur, berusaha menghindari tangan Lucifer.


"Apa dia takut pada ku? " gumam Lucifer.


Tampak Eva gemetar ketakutan, tanpa kata hanya saling memandang diantara mereka.


"Ada apa? "tanya Lucifer melangkah maju mendekati Eva.


"Berhenti... " ucap Eva menahan dengan tangan nya.


"Tolong... berhenti... Lucifer. " ucap Eva gugup ketakutan.


"Apa kau takut? " tanya Lucifer.


"Iya... aku.... aku takut pada anda... tolong... tolong jangan mendekat. " jawab Eva tanpa melihat Lucifer.


Lucifer kaget saat mendengar kalimat dari Eva.


"Hhhmmm.... kalian bawa Eva dan yang lain nya ke rumah sakit." perintah Lucifer sambil mengepalkan tangan nya.


Lucifer membelakangi Eva.


"Baik tuan." jawab Aris dan Hendra.


"Eva, ayo kami antarkan kalian ke rumah sakit. " ajak Aris.


Eva masih diam, shock, kaget, dan tentu saja masih ketakutan.


"Eva... " panggil Lisna.


Eva, Lisna dan keluarga nya ikut Aris.

__ADS_1


Saat melangkah, Eva berbalik melihat Lucifer yang membelakangi nya, lalu kembali mengikuti Aris.


Tinggal lah musuh-musuh Lucifer dan ketiga anggota kelompok nya.


"Tuan, apa yang akan kita lakukan? " tanya Andreas.


Lucifer melihat Andreas dengan tatapan marah.


"Gawat.... seperti nya tuan Lucifer sudah 'kembali' " gumam Andreas.


"Aaaaakkkkhhhhh........ aaaakkkkhhhhhhh..... tolong...... " teriak James.


"Tolong lepaskan kami tuan... aaaakkkhhhh.... " teriak Baron.


Suara teriak kesakitan mereka terdengar jelas oleh Eva dan yang lain nya.


Eva menutup kedua telinga nya setelah mendengar suara teriakan itu.


"Ayo cepat pergi!!!! " teriak Eva merasa ketakutan.


"Seperti nya Eva sangat ketakutan dengan tuan Lucifer. " gumam Aris.


Setelah Eva pergi, Lucifer melanjutkan aksi nya, membalas perbuatan mereka sebelum nya.


Semua nya tewas mengenaskan. Seluruh anggota tubuh mereka di potong-potong, mulai dari kedua tangan, kaki, bahkan mencongkel keluar biji mata nya.


"Hahahahahaha..... hahahahahahahaha... " tawa psikopat Lucifer puas.


Sementara ketiga anak buah yang masih setia pada nya hanya menatap ngeri. Tapi Narendra justru senang melihat kejadian itu. Bahkan dengan senang hati dia membantu memotong lidah mereka.


Lucifer dan Narendra berlumuran darah dari musuh-musuh nya.


"Hhhhaahhh.... hhhuuwww...." Lucifer membuang nafas nya, merasa sangat lelah.


"Bakar semua tempat ini, pastikan semua hangus, jangan sampai meninggalkan jejak. " suruh Lucifer.


"Baik tuan." jawab mereka.


Lucifer meninggalkan tempat itu. Walaupun tubuh nya juga banyak luka, dia tidak merasakan nya. Dengan sisa tenaga nya, berjalan ke mobil nya.


Sejenak dia diam, menenangkan pikiran nya.


"Aaaaaaahhhhhhhhhh..... aaaaaaahhhhhhh" teriak Lucifer dengan suara keras nya.


.


.


.


.


.


Eva dan yang lain nya tiba di rumah sakit milik Steven.


"Ada apa ini? " Tanya Steven kaget melihat mereka terluka.


"Tolong segera periksa mereka Stev." ucap Aris.


"Suster, bawa mereka. " Steven memanggil perawat untuk membantu nya.


Aris dan Hendra saling menatap.


"Apa menurut mu Ris? " tanya Hendra di ruang tunggu bersama Aris.


"Aku rasa Eva sudah mengetahui semua nya. " ucap Aris.


"Apakah menurut mu Eva akan membenci tuan Lucifer? " tanya Hendra.


"Aku rasa, bukan cuma membenci, tapi juga ketakutan dengan tuan." jawab Aris.


.


.


.


.


.


Lucifer pulang ke apartemen nya, sementara sisa nya di serahkan pada Narendra dan yang lain nya. Dia sangat lelah sekali.


"Hallo tuan? " jawab Aris setelah menerima panggilan telepon dari Lucifer.

__ADS_1


"Di mana mereka? " tanya Lucifer.


"Sekarang sedang di periksa Steven tuan. " jawab Aris.


"Apa ada masalah? " tanya Lucifer.


"Tidak ada tuan, hanya saja... mmm.... " Aris tidak berani melanjutkan kalimat nya.


"Ada apa? " tanya Lucifer.


"Eva merasa ketakutan, dari tadi dia menangis tuan. " jawab Aris.


Lucifer tidak menjawab, dia hanya diam.


"Tetap jaga mereka." perintah Lucifer.


"Lalu bagaimana dengan luka anda tuan? " tanya Aris.


"Tidak usah memikirkan ku, pastikan keadaan mereka. " ucap Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Aris.


Mereka mengakhiri panggilan nya.


.


.


.


.


.


" Bagaimana keadaan mereka Stev? " tanya Aris setelah melihat Steven keluar dari ruangan.


"Luka nya tidak terlalu parah, hanya saja tetap harus mendapatkan perawatan serius. " jawab Steven.


"Apa sebenar nya yang terjadi? kenapa Eva dan yang lain nya terluka? apa ada hubungan dengan Lucifer? " tanya Steven penasaran.


Aris menganggukkan kepala nya. Steven membuang nafas nya.


"Cepat atau lambat, Eva akan tahu semua rahasia Lucifer, wajar kalau Eva merasa kaget, atau bahkan ketakutan terhadap Lucifer. " ucap Steven.


"Di mana Lucifer sekarang? " tanya Steven.


"Kami tidak tahu, mungkin dia ingin menyendiri dulu. " jawab Aris.


Steven pun menganggukkan kepala nya.


"Baiklah, kalau begitu, aku permisi dulu, nanti aku akan memeriksa mereka lagi." ucap Steven.


.


.


.


Eva di dalam ruangan, mengingat semua kejadian yang dia alami.


Melihat Lucifer menggergaji Richard, memukul Richard dan anak buah nya.


Tanpa sadar dia menangis.


Menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.


"Hhiiikskss.. hhhikkkss.... hhiikksss... " tangis Eva.


Aris dan Hendra mendengar suara tangisan Eva di dalam ruangan. Mereka tidak masuk, mereka hanya membiarkan Eva menangis seorang diri.


"Mungkin inilah waktu sendiri untuk tuan Lucifer dan Eva." ucap Aris.


Hendra menganggukkan kepala nya.


.


.


.


Lucifer tiba di apartemen nya, masuk dan duduk di sofa nya. Lalu melangkah kekamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


Dia melihat pakaian Eva yang berada di dalam lemari pakaian di kamar yang sebelum nya di gunakan Eva dan Lisna tidur.


Dia hanya diam, merasa bersalah dan kesepian.

__ADS_1


__ADS_2