SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 95


__ADS_3

"Ada yang kurang lagi? " tanya Lucifer.


"Enggak ada lagi kok. " jawab Eva.


Mereka menuju ke kasir untuk melakukan pembayaran.


"Ada tambahan lagi mas? " tanya kasir.


"Tidak ada. " jawab Lucifer cuek.


Salah satu pembeli menghampiri Lucifer.


"Mas, boleh kenalan gak? " tanya seorang pembeli berusia sekitar 50 tahunan.


Lucifer hanya melirik dan mengalihkan pandangan nya. Sementara Eva tampak mendengus.


"Udah nikah belum mas? "tanya ibu itu lagi.


Lucifer masih mengabaikan nya.


"Mmm.... saya punya anak gadis nih, anak saya lulusan S3, masih single. Nama nya....


"Permisi bu ya.... maaf mengganggu, tapi anda sudah mengganggu suami saya. " ucap Eva memotong kalimat ibu itu yang sudah tidak tahan lagi.


Ibu dan anak gadis nya melirik Eva, sementara Lucifer hanya fokus pada belanjaan nya.


"Kamu isteri nya? " tanya sinis ibu itu.


"Hheeemmmmm.... " jawab Eva kesal.


"Kok masih cantikan anak saya. " ucap ibu itu lagi.


"Mungkin kamu cuma suka aja sama mas ini, bukti nya mas ini gak cuek kok. " ucap ibu sewot.


Eva menggelengkan kepala nya.


Eva mengangkat tangan Lucifer.


"Lihat, percaya kan sekarang? kami tuh udah nikah, baru kemaren kami nikah nya. " ucap Eva menunjukkan cincin pernikahan yang berada di jari nya dan jari Lucifer.


"Hhmmm.... kayak nya si mas nya gak senang nikah sama kamu, gak bahagia, pasti nikah paksa. " ucap ibu itu yang semakin nyinyir.


Eva mengambil nafas dalam nya, hendak membalas nya.


Lucifer sudah selesai melakukan pembayaran.


"Ayo sayang. " ajak Lucifer tersenyum.


Eva dan yang lain nya kaget.


Lucifer menggandeng tangan Eva, sementara tangan nya yang lain membawa barang belanjaan.


"Wwweeekkkkk..... " ucap Eva menjulurkan lidah nya sambil mengangkat tangan nya yang di gandeng Lucifer, menunjukkan nya pada ibu dan anak itu melangkah pergi.


Si ibu itu makin memonyongkan bibir nya.


"Aku yakin si mas itu di paksa nikah, ya kan mba? " tanya ibu itu pada kasir.


Kasir hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.


Lucifer membuka pintu mobil untuk Eva, lalu berputar untuk duduk di kursi kemudi.


Eva masih diam. Ada perasaan senang, tapi ada perasaan kesal juga.


Lucifer melirik dengan sedikit senyum.


"Ada apa? kok cemberut. " tanya Lucifer membawa mobil.


Eva menggelengkan kepala nya.


"Cerita saja kalau kamu gak nyaman. " ucap Lucifer menatap jalan.


"Apa... apa kamu terpaksa menikah dengan ku? " tanya Eva.


Lucifer melirik nya.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu? jangan bilang karena omongan ibu tadi. " ucap Lucifer.

__ADS_1


"Jujur aja, iya sih. Lagi pula yang ngomongin pernikahan kan aku. " ucap eva sedikit sedih.


"Tapi kamu jangan lupa, yang ngajak nikah kan aku duluan? " ucap Lucifer.


Eva melirik sekilas Lucifer.


"Harus nya aku yang merasa kalau aku yang memaksa mu menikah dengan ku. " ucap Lucifer.


Eva berusaha menahan senyum nya sambil menundukkan sedikit wajah nya. Lucifer melihat itu.


"Apa kau masih ingat apa yang pernah kita bicarakan sebelum kita menikah? " tanya Lucifer.


Eva melihat Lucifer.


"Diantara kita harus jujur tentang perasaan kita masing-masing, kamu boleh menyukai atau mencintai ku, itu hak kamu, dan kamu harus mengatakan nya pada ku, begitu juga dengan diri ku. " ucap Lucifer sesekali melirik Eva.


"Asal kau berusaha membuat ku bisa menyukai atau mencintai mu." ucap Lucifer.


"Aku bukan tipe laki-laki yang bisa menunjukkan hal-hal yang romantis dengan sengaja." ucap Lucifer.


"Aku tahu kamu masih muda, dan selisih umur kita sangat jauh berbeda, dan aku tidak bisa bersikap alay atau lebay dalam mengungkapkan perasaan. " ucap Lucifer.


"Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik buat mu. " ucap Lucifer serius.


Eva masih dalam posisi diam, hanya mendengar kan. Wajah Eva memerah dan berkeringat.


"Jadi, aku harap kamu mengerti dengan sikap ku. " ucap Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya.


Lucifer melirik Eva, mengernyitkan dahi nya.


"Kenapa kamu berkeringat? apa kamu kepanasan? " tanya Lucifer melap keringat di kening Eva.


Eva kaget, dia melihat Lucifer.


DEG.... DEG..... DEG.... DEG... DEG..... DEG... DEG....


Jantung Eva berdetak sangat kencang.


"Apa mau jendela nya di buka saja? " tanya lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya. Lucifer lalu membuka jendela secara otomatis.


"Kenapa jantung ku berdebar? apa aku mulai menyukai nya? atau karena aku belum pernah pacaran ya? " gumam Eva.


"Udah baikkan? " tanya Lucifer.


Eva menganggukan kepala nya.


"Kamu makan lah roti nya. " suruh Lucifer.


Eva membuka bungkusan roti yang di beli nya tadi.


"Hhmmm.... Adam. " panggil Eva.


"Mmmm? " tanya Lucifer.


"Apa kamu akan jujur pada ku, kalau suatu saat nanti kamu meyukai atau mencintai ku? " tanya Eva sedikit malu.


"Tentu saja, kau juga ya. " jawab Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya.


Eva menggigit roti nya. Lucifer melirik nya saat memakan roti.


"Berikan pada ku potongan nya. " ucap Lucifer.


Eva bingung, dia mengambil satu bungkus roti yang masih di bungkus.


"Yang di tangan mu saja. " ucap Lucifer.


"Hah? tapi ini bekas gigitan ku? " tanya Eva kaget.


"Tidak apa-apa. " jawab Lucifer.


"Tapi.... "

__ADS_1


Lucifer menarik pelan tangan Eva yang memegang roti itu, dan dengan tangan Eva juga memasukkan roti ke mulut Lucifer.


Wajah Eva seketika merah seperti tomat yang sudah matang.


Bahkan tangan Eva merasakan menyentuh bibir Lucifer.


"Apa dia berusaha membuat ku lebih dulu mengakui perasaan ku? " gumam Eva.


"Apa, roti nya masih kurang? " tanya Eva.


"Sudah cukup. " jawab Lucifer.


Eva mengambil air mineral yang masih di segel, dan membuka nya, lalu meminum nya. Bibir Eva mengenai ujung botol itu, Eva tidak bisa minum tanpa menyentuh bibir botol nya.


Saat Eva menutup kembali, Lucifer melihat.


"Berikan air minum nya. " pinta Lucifer.


Eva mengambil botol air mineral yang baru.


"Yang di tangan mu saja. " pinta Lucifer.


"Hah? " Eva kembali kaget lagi.


"Tolong buka tutup nya ya. " pinta Lucifer.


Eva membuka tutup botol dan memberikan pada Lucifer.


Dengan perlahan-lahan, Lucifer minum dari botol itu, bibir nya juga mengenai bibir botol itu, sama seperti yang di lakukan Eva sebelum nya.


Eva kaget sambil menelan ludah nya dengan tatapan yang malu.


"Itu kan bekas minum dari ku" ucap Eva.


"Lalu? " tanya Lucifer.


"Apa... apa... kau tidak jijik? " tanya Eva malu.


"Jijik? tidak, kau kan isteri ku. " ucap Lucifer santai.


"Apa dia bicara seperti itu biar aku baper? apa dia sengaja? " gumam Eva.


Suasana kembali diam.


"Berapa lama lagi? " tanya Eva.


"Sekitar satu jam an. " jawab Lucifer


"Ooohhh.... " jawab Eva.


"Kau tidur saja, nanti aku bangunin." ucap Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya. Tidak berapa lama Eva sudah tertidur.


Lucifer melirik Eva. Tanpa sadar dia tersenyum melihat Eva.


"Buat aku merasakan jatuh cinta Eva....isteri ku. " gumam Lucifer.


.


.


.


.


.


.


SAYA MEMOHON UNTUK BELAS KASIH NYA DALAM MEMBERIKAN VOTE DAN LIKE NYA.


DAN TOLONG, KASIH SAYA WAKTU UNTUK ISTIRAHAT, KARENA SAYA TIDAK BISA TIAP HARI UNTUK UP, TAPI SAYA JANJI GAK AKAN MELEWATI WAKTU 3 HARI.


SEPERTI YANG SAYA BILANG, SAYA MENGETIK DI HP, DAN SAYA JUGA MEMILIKI PEKERJAAN LAIN NYA.


TERIMAKASIH.... 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2