SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 90


__ADS_3

"Wah.... akhir nya kita udah sampai nih. " ucap Lisna.


Lisna dan yang lain nya baru turun dari pesawat.


"Habis ini kita mau kemana? " tanya Lisna.


"Kita ke jalan XXX Lis, ayo. Kita sudah di jemput. " ucap Hendra.


Mereka mengikuti Hendra dan Aris berjalan menuju lokasi penjemputan.


Ada tiga mobil yang menjemput mereka.


"Mama, kita mau kemana lagi nih? " tanya Jody adik Lisna.


"Kita mau nemui kakak Eva, kan besok kakak mu mau menikah. " jawab mama nya.


"Ingat ya, di sana jangan berisik, jangan cari masalah, nanti kakak gak mau kasih uang jajan loh." ucap Lisna pada dua adik nya.


"Tenang kak, kami gak akan berisik kok, hehehehe. " jawab Santi, adik Lisna.


"Bagus. " ucap Lisna sambil mengelus rambut dua adik nya itu.


.


.


.


.


.


"Adam. " panggil Eva menghampiri Lucifer yang masih duduk sendiri di taman.


"Hhmm.... kau sudah bangun." ucap Lucifer setelah melihat kebelakang nya. Masih memegang rokok nya yang menyala.


"Udah, apa kau tidak beristirahat? " tanya Eva duduk di samping Lucifer.


Lucifer hanya menggelengkan kepala nya.


"Berapa lama dia duduk di sini? banyak sekali puntung rokok nya. " gumam Eva.


"Apa kau sedang memikirkan sesuatu? " tanya Eva.


Lucifer belum menjawab. Dia hanya sekilas melihat ke arah Eva. Dia lalu mematikan rokok nya yang masih panjang itu.


"Kau kuat sekali merokok nya." ucap Eva.


"Kenapa? itu tidak membunuh ku. " jawab Lucifer sedikit acuh.


"Secara perlahan-lahan akan membunuh mu" jawab Eva.


"Apa kau tidak mau panjang umur? menyaksikan pertumbuhan anak-anak mu nanti? " tanya Eva serius.


Lucifer langsung menatap Eva dengan serius pula.


"Apa kau mau mempunyai anak dari ku? " tanya Lucifer.


"Hah?? " Eva merasa kaget.


Lucifer lalu mengalihkan pandangan nya.


"Ehemm.... orang yang sudah menikah pasti akan memiliki anak, itu baru nama nya keluarga sempurna. " jawab Eva memandang kedepan nya.


Lucifer tidak kaget dengan jawaban yang di berikan calon isteri nya itu.


"Eva. " panggil Lucifer.


"Hhhmmm? ada apa? " tanya Eva memandang Lucifer.

__ADS_1


"Bagaimana menurut penilaian mu tentang ku? " tanya Lucifer tanpa memandang wanita itu.


"Maksud nya? " tanya Eva bingung.


"Kenapa dia bertanya seperti itu? aku harus jawab apa? " gumam Eva.


"Apa aku jahat? " tanya Lucifer yang masih belum melihat Eva.


Eva masih belum memberikan jawban nya, dia menatap heran dengan pria yang ada di hadapan nya, sementara yang di tatap hanya menatap kosong.


"Apa kau membenci ku? " tambah Lucifer.


"Adam, aku tidak pernah membenci mu, justru sebalik nya aku pikir kau yang membenci ku, hehehehe. " ucap Eva canggung.


"Aku juga tidak pernah membenci mu" jawab Lucifer jujur.


"Sejauh ini aku tidak melihat kalau kau jahat." jawab Eva.


"Jika aku menghukum orang yang melakukan kesalahan, apakah aku termasuk orang jahat? " tanya Lucifer menatap Eva.


"Sebenar nya yang menghukum orang bersalah itu bukan lah hak kita, ada lagi yang lebih berkuasa dari semua mahluk di bumi ini yang berhak menghukum nya. " ucap Eva.


"Selama kita masih menjadi manusia, kita masih belum bisa sepenuh nya menahan godaan, emosi, dendam, amarah dan nafsu. " tambah nya.


"Kita jahat atau tidak, tergantung dari sudut pandang yang berbeda. " ucap nya lagi.


"Misal nya saja, di mata musuh mu, kau di anggap orang jahat, tapi kalau di mata ku, kau bukan orang jahat. " ucap Eva melempar senyum manis nya.


Lucifer kaget mendengar jawaban Eva. Lalu dia menganggukkan kepala nya.


"Seperti yang kau sebutkan tadi, kau melakukan kejahatan karena kau punya alasan, menghukum orang yang melakukan kesalahan. " ucap Eva lagi.


"Apa setelah kau tahu siapa aku yang sebenar nya? dan bila kau tahu bahwa aku menyakiti orang tua angkat mu, apa kah penilaian mu terhadap ku masih sama? " gumam Lucifer menatap Eva.


"Aa.... ada apa? kenapa kau melihat ku seperti itu? apa ada kotoran di wajah ku ya? aku memang belum mandi sih, hehehehe. " ucap Eva salah tingkah.


"Tidak, tidak ada kotoran di wajah mu, kau tetap cantik kok. " ucap Lucifer memberikan senyuman manis nya sambil membelai rambut Eva.



Sepasang calon pengantin itu saling bertatapan. Tidak ada obrolan.


"Ehheemmm.... seperti nya aku kedalam dulu, aku... aku mau mandi dulu." ucap Eva berdiri.


"Hmm... " jawab Lucifer menganggukkan kepala nya.


Eva pergi meninggalkan nya, masuk ke dalam rumah.


Lucifer kembali duduk sendiri, dia mengambil sebatang rokok nya lagi untuk di hisap. Sejenak dia terdiam, menatap rokok nya, lalu dia meremas rokok nya, teringat akan perkataan Eva. Dia membatalkan untuk menghisap rokok nya.


"Tentu saja aku ingin melihat pertumbuhan anak-anak kita nanti. " ucap Lucifer berdiri meninggalkan tempat itu.


.


.


.


.


.


"Hallo tuan Lucifer, kami sudah sampai. " ucap Lisna memberi salam.


"Hhmm.... " jawab Lucifer.


"Aris, bawa mereka kedalam. " suruh Lucifer.


"Eva di mana tuan? " tanya Lisna.

__ADS_1


"Ada di dalam juga. " jawab nya.


"Ooouuuhhh..... oh iya tuan, ini orang tua angkat aku, yang akan menjadi wali dari Eva. " ucap Lisna.


"Hallo tuan dan nyonya. " ucap Lucifer sambil menyalami mereka.


"Hallo, hehehehe. " jawab orang tua Lisna.


"Mohon bantuan nya untuk menjadi wali di pernikahan kami. " pinta Lucifer.


"Tentu saja, tidak masalah, kami sudah menganggap Eva sebagai putri kami." jawab papa Lisna.


"Dan ini adik nya Eva, ALdo. " ucap Lisna.



"Hallo kakak ipar. " ucap Aldo mengulurkan tangan nya.


"Hhmmm... " jawab Lucifer sedikit tidak senang.


"Hallo, saya Jimmy, saya teman nya Eva dan Lisna. " ucap Jimmy mengulurkan tangan nya.



"Hallo juga. " ucap Lucifer menyambut tangan nya.


"Dan ini adik-adik saya, Santi dan Jody. " ucap Lisna.


"Hallo om ganteng, hehehehehehe. " ucap Santi.


"Hushh... manggil nya kakak ipar, ngerti gak. " ucap Lisna.


"Tapi kan umur ku dengan om ini jauh banget. " ucap Santi.


"Tidak apa-apa Lis, biar kan saja. " ucap Lucifer yang tidak mau mengambil pusing.


"Baiklah, kalian sebaik nya istirahat saja dulu, nanti kita bertemu saat makan malam. " ucap Lucifer.


"Baik tuan, kalau begitu kami permisi dulu. " ucap Lisna.


Aldo menatap tajam pada Lucifer, karena merasa ada yang menatap nya, dia pun menatap kembali Aldo.


"Aris, mana Steven dan William? " tanya Lucifer.


"Mereka sudah sampai di Bandung tuan, hanya saja Mereka sedang berada di hotel, nanti malam mereka akan kemari.


"Bagus lah. " ucap Lucifer.


"Apa ada yang mencurigakan?" tanya Lucifer.


"Tuan, ada info dari anak buah kita, bahwa ada beberapa orang mencurigakan sedang mengamati lokasi markas kita. " ucap Aris.


"Hhhmm... aku tahu siapa mereka, suruh mereka lebih berhati-hati dan waspada. " ucap Lucifer.


"Baik tuan, kami mengerti. " ucap Aris.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


LIKE... VOTE.... LIKE.... VOTE.... LIKE.... VOTE


__ADS_2