
Siang hari Eva dan Lucifer hendak berjalan keluar rumah, ternyata sudah ada Aris dan Hendra yang sudah menunggu mereka di depan pintu.
“Selamat siang tuan Lucifer, selamat siang Eva.” Sapa ke dua asisten Lucifer, Aris dan Hendra.
“Mmmm…. Siang.” Jawab singkat Lucifer.
“Siang Aris dan Hendra. Bagaimana kabar kalian?” Tanya Eva.
“Kami seperti yang kamu lihat Va, baik-baik saja.” Jawab Hendra.
“Ngapain kalian kesini?” Tanya sinis Lucifer.
“Bekerja tuan.” Jawab cepat Hendra.
“Apa Ceons tidak menyampaikan sesuatu pada kalian?” Tanya Lucifer lagi.
“Sudah tuan. Dan kami sudah melaksanakan nya.” Jawab Hendra lagi.
“Kemarin kami sudah liburan.” Ucap Hendra.
“Aku belum menyuruh kalian kembali bekerja kan? Apa kalian ingin melawan ku?” Tanya Lucifer.
“Tidak tuan, kami tidak berani. Iya kan Ris?” tunjuk Hendra pada Aris yang hanya diam saja.
“Iya tuan.” Jawab Aris membuka mulut nya.
“Bilang aja kalian rindu sama Adam. Iya kan? Udah gak usah malu.” Ledek Eva.
“Hehehehehe….. iya, kami merindukan anda tuan Lucifer. Maka nya pengen cepat-cepat bertemu.” Hendra menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Sementara Aris hanya menggelengkan kepala nya.
“Ngomong-ngomong tuan Lucifer mau ke mana ?” Tanya Hendra mengalihkan topik pembicaraan.
“Kami mau kerumah sakit.” Jawab nya.
“Kerumah sakit? Siapa yang sakit tuan?” Tanya Hendra khawatir.
“ Aku dan Eva. Kami mau periksa ada apa dengan kondisi kami. Sudah jangan banyak bicara, antar kan kami cepat.” Suruh Lucifer.
“Baik tuan” Aris dan Hendra segera masuk ke mobil yang sudah terpakirkan.
Hendra yang bertugas mengemudi mobil dan Aris menemani nya di samping. Di belakang Eva dan Lucifer.
Di dalam mobil selama perjalanan, Lucifer tidak melepaskan genggaman tangan nya.
Di tangan Eva sebelah nya sudah menggenggam minyak angin untuk di cium. Sesekali Lucifer juga bergantian mencium minyak angin itu juga.
“Aris, apa kalian pernah ke sini juga?” Tanya Eva membuka obrolan.
“Tentu Va. Aku, Aris dan tuan Lucifer memang berasal dari Singapura.” Hendra yang menjawab pertanyaan Eva.
“Oh ya? Kalian penduduk Singapura? Aku pikir kalian asli Indonesia.” Eva terkejut.
“Kelihatan banget ya. Tapi beberapa tahun kemudian kami ke Indonesia, dan agak lama di Bandung, baru terakhir ke Jakarta.” Jawab Hendra.
“Ohh….” Eva mulai mengerti.
“Lalu, apa kalian sudah punya pacar? Umur kalian berapa sih?” Tanya Eva.
__ADS_1
“Aku sekarang 27 tahun.” Jawab Hendra.
“Aku 28 tahun.”Jawab Aris.
“Dan aku 33 otw 34 tahun.” Lucifer pun ikut menjawab dengan santai nya.
Semua yang ada di dalam mobil itu melihat Lucifer yang tiba-tiba menjawab.
“Aku 24 tahun otw 25, hehehehe.” Eva pun ikut menjawab sambil tertawa kecil.
“Berarti aku yang paling muda di antara kalian.” Ucap nya lagi.
Semua pria di situ diam, Eva cengar-cengir.
“Dan tuan Lucifer yang paling tua diantara kita, hahahahaha.” Ucap jujur Hendra.
Aris dan Eva menahan tawa.
Lucifer mencubit pelan pipi isteri nya yang menggemaskan itu.
“Lalu, apa kalian sudah punya pacar? Jangan ketinggalan loh. Bos kalian saja sudah menikah, Steven sudah punya pacar otw mau menikah juga. Kalian jangan lama-lama, entar di bilang pasangan homo lagi.” Celetuk Eva.
Aris dan Hendra saling menatap dengan pandangan aneh.
“Wah, aku sudah punya pacar juga kok Va.” Jawab Hendra cepat.
“Oh ya, siapa? Tinggal di mana?” Tanya Eva kepo.
“Di Bandung, di jodohkan sih cerita nya. Aku punya orang tua angkat di sana karena menyelamatkan anak nya yang hampir tertabrak. Apalagi waktu itu kami baru-baru datang ke Indonesia, masih banyak bahasa yang kami tidak mengerti, dan beradaptasi.” Jelas nya.
“Jadi kau punya orang tua angkat?” Tanya Eva.
“Di kasih tahu pun mereka tidak akan tahu arti mafia, soal nya mereka tinggal di pedesaan gitu. Aku bilang saja kalau aku bekerja. Lalu
pindah lah ke Jakarta.” Ucap nya lagi.
“Berarti kau sudah punya pasangan lah ya.” Ucap Eva.
“ Iya, kemungkinan kalau tuan Lucifer mengijinkan, aku ingin menikah secepat nya.” Ucap nya melirik Lucifer.
“Silahkan.” Jawab Lucifer cepat.
“Lalu kau aris?” sekarang Lucifer yang bertanya.
Semua menunggu jawaban Aris. Aris hanya diam. Karena dia pun tidak tahu harus jawab apa.
“Saya…..saya tidak tahu tuan. Saya akan setia menemani anda tuan, kemana pun di mana pun.” Jawab Aris pasrah.
“Ppppppffffuutthhhh……” Eva dan Hendra menahan tawa.
“Haaaiihhh….” Ucap Lucifer memegang kepala nya.
“Aku lihat Aris lebih mirip dengan mu Adam. Dan aku rasa, dia tidak perlu pacaran lagi, tapi langsung mengajak nikah, seperti yang kau
lakukan.” Tebak Eva.
“Mungkin” jawab Lucifer.
Sekitar hampir dua jam perjalanan, baru lah mereka tiba di salah satu rumah sakit. Lucifer membantu nya turun dari mobil.
__ADS_1
“Kalian tunggu di sini saja, biar kami yang masuk.” Suruh Lucifer.
“Baik tuan.” Jawab Aris dan Hendra bersamaan.
****************
“Apa kau yakin operasi nya akan berjalan dengan baik?” Tanya Revand.
“80-90% saya yakin berhasil. Tapi ini tergantung dari anda nya.” Jawab seorang dokter.
Revand berpikir.
Revand beberapa bulan yang lalu mencari rumah sakit yang bisa melakukan operasi untuk tangan nya. Tangan robot yang di pakai nya terasa berat dan menyiksa. Tangan nya hanya sisa sejengkal dari bahu nya, namun masih bisa di gerakin.
“Berapa lama waktu untuk operasi nya?” Tanya nya lagi.
“Dua kali, dan waktu operasi nya 9 jam untuk pengoperasian pertama, 3 bulan kemudian operasi kedua sekitar 7 jam.” Ucap Dokter yang sekaligus Profesor.
“Tapi setelah di operasi, harus mendapatkan perawatan 10-12 bulan. Agar daging nya bisa menyatu dan tidak membusuk.” Ucap nya.
Revand kembali berpikir lagi.
“Baiklah, aku akan memikirkan nya dulu.” Ucap Revand.
***********************
“Bagaimana dok? Apa kami mengalami suatu penyakit yang berbahaya?” Tanya Lucifer khawatir.
Lucifer dan Eva sudah di periksa secara bergantian, tinggal menunggu hasil dari pemeriksaan.
Eva dan Lucifer sudah duduk di depan dokter wanita.
Dokter itu hanya tersenyum melihat mereka berdua.
“Kalau untuk pak Adam, tidak memiliki penyakit yang serius, namun memang anda butuh istirahat. Misal nya waktu untuk tidur dan perbanyak minum air putih.” Ucap dokter.
Lucifer mengerti.
“Lalu bagaimana dengan isteri saya dok?” Tanya Lucifer.
“Sebelum nya saya ucapkan selamat dulu untuk kalian berdua. Karena isteri anda sedang mengandung dan sudah berjalan sekitar 1 bulan.” Ucap si Dokter.
“What? Mengandung? Hamil?” Lucifer bertanya sekali lagi.
“Benar pak. Dan apa yang kalian rasakan itu adalah masa ngidam.” Tambah nya lagi.
“Tapi, kenapa kami berdua yang merasakan nya? Setau ku hanya salah satu saja.” Tanya Eva.
“Benar. Itu karena di dalam kandungan anda ada 2 janin, dengan kata lain kembar.” Jawab si dokter.
Eva dan Lucifer sangat bahagia mendengar nya.
.
.
.
LIKE...VOTE....LIKE....VOTE...
__ADS_1
TERIMAKASIH...