SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 84


__ADS_3

"Ya ampun pa, ini tempat apa? " bisik Marni pada Ferdi, suami nya.


"Papa juga gak tahu ma. " jawab Ferdi.


Mereka berdua sangat ketakutan.


"Tuan." ucap Aris.


Lucifer dan Hendra melihat kebelakang. Melihat orang tua angkat Eva.


"Ya ampun, wajah nya kenapa seperti hantu? " gumam Marni.


"Sangar sekali wajah nya. " gumam Ferdi.


Lucifer menatap geram pada dua orang di hadapan nya. Tampak dia mengepalkan tangan nya.


"Oh......hallo... calon mama mertua dan papa mertua. " sapa Lucifer.


"Ha... hallo... " jawab Ferdi gugup.


Marni dan Ferdi melihat orang-orang yang di siksa Lucifer, penuh dengan darah. Lucifer pun melihat orang-orang itu.


Lucifer duduk kembali di kursi nya sementara dua orang yang baru datang itu masih berdiri dengan gemetaran.


"Hendra. " ucap Lucifer meminta sesuatu pada Hendra.


Hendra memberikan Lucifer minuman lalu meminum nya.


"Hhaahhh.... hari ini aku sangat lelah sekali... pekerjaan ku banyak... hhheeemmm.... " ucap Lucifer menyandarkan diri nya.


Sesaat Lucifer melihat atap markas nya, merentangkan kaki nya, lalu kembali melemparkan tatapan nya pada dua orang itu.


"Aris... masukkan dua orang ini, aku harus mengurus orang baru ini lagi. " suruh Lucifer menunjuk James dan Darmo.


"Baik tuan. " jawab Aris.


"Ayo, cepat berdiri dan ikuti. " ucap Aris.


Marni dan Ferdi gemetaran melihat orang yang tidak berdaya itu. Sementara Lucifer melihat reaksi dua orang tua angkat Eva itu.


"Hendra, apa yang harus aku lakukan pada calon mertua ku ini? " tanya Lucifer.


"Terserah anda tuan, anda bos nya di sini, apapun yang anda suka, lakukan saja tuan, asalkan tuan senang, hahahaha. " jawab Hendra.


"Hahahahahaha..... pintar.... mulut mu benar-benar manis sekali hari ini." ucap Lucifer berdiri memberi tepukan kecil di bahu Hendra.


Lucifer berjalan mendekati dua orang itu.


"Sebenar nya sudah dari dulu aku ingin melenyapkan kalian, tapi aku terlalu sibuk. " ucap Lucifer.


"Tapi sekarang, kalian sudah mengingatkan ku untuk memberi pelajaran pada kalian kan? " ucap nya lagi.


"Ka... ka.. kau..si... si.. siapa...? " tanya Ferdi gugup.


"A... a.... aku.. ca...calon menantu mu. " jawab Lucifer meledek.


"Ppffuutthh.... " Hendra dan Aris menahan tawa.


"Katakan, bagaimana cara nya aku menghukum kalian? " tanya Lucifer.


Ferdi dan Marni diam saling menatap.


"Kau... bilang.. kau adalah.. calon menantu kami... ta... tapi... kami tidak mengenal mu. " ucap Marni berbicara sedikit bersembunyi di balik badan Ferdi.


"Dulu kau menjual Eva, dan sekarang kau menjual nya lagi, hheemm? " ucap Lucifer pada Ferdi.


"Apa maksud anda? kami tidak sejahat itu. " ucap Ferdi.


(Selanjut nya adegan kekerasan.. mohon jangan di tiru)


BBBUUGGHH.....


Lucifer memukul pipi Ferdi dengan keras sehingga Ferdi jatuh tersungkur.


"Aaahhhhhh...... papa... " teriak Marni menghampiri suami nya yang menahan kesakitan.


"Apa yang kau lakukan, jangan macam-macam ya, kami bisa melaporkan ke polisi. " ancam Marni.

__ADS_1


"Sebenar nya aku tidak mau memukul wanita, kecuali..... wanita jahat seperti mu. " ucap Lucifer.


BBUUGGGHH....


"Aaaakkkkkhhhhh...... " teriak Marni.


Lucifer menendang keras perut Marni, membuat Marni kesakitan.


"Calon isteri ku memang bodoh menghadapi kalian, bukan berarti aku.. yang akan menjadi suami nya ikutan bodoh seperti dia. " ucap Lucifer jongkok menghadap mereka.


"Kau tidak bisa menyakiti kami, kami adalah orang tua Eva, dan Eva sangat menyayangi kami. " ucap Ferdi dengan sedikit berani.


"Kalian tidak ada hubungan darah bre****k !!!! " teriak Lucifer memukul lagi wajah Ferdi.


"Papa.... hhhiikkss.. hhikkss... " teriak Marni.


"Kalian pikir Eva adalah ATM berjalan kalian, hhhhaaaa?? " teriak Lucifer.


Suara Lucifer sangat keras, semua musuh nya sangat ketakutan.


"Hendra." panggil Lucifer.


"Ini tuan. " sekali lagi Hendra memberikan pisau kesayangan Lucifer.


Ferdi dan Marni ketakutan.


"Kenapa? apa kalian sekarang takut? " tanya Lucifer.


"Tolong... tolong.. jangan lakukan itu nak... nanti Eva akan sedih." mohon Ferdi.


"Nak? siapa anak mu? " tanya Lucifer.


"aku tidak suka dengan orang tua.. apalagi mata duitan seperti kalian. " ucap Lucifer.


Tttuuuttt....... Tttuuuuttt...... Ttttuuuutttt....


Hp Lucifer berbunyi.....


'Jodoh ku memanggil ' .............


Lucifer memberi kode pada Aris. Aris menganggukkan kepala nya, dia mengerti maksud bos nya.


Aris menutup mulut Ferdi dan Marni.


"Hallo. " jawab Lucifer.


"Hallo, Adam.. " jawab Eva.


"Hhmm.... ada apa Va? " tanya Lucifer.


"Mmmmmm...... eeemmmmmm... " teriak Ferdi dan Marni.


BBUUGGHH......


Lucifer menendang mereka dengan keras.


"Suara apa itu? " tanya Eva.


"Itu suara Aris dan Hendra" jawab Lucifer.


"Ooohhhh." jawab Eva.


Aris dan Hendra saling menatap dan menaikkan bahu mereka.


"Ada apa, apa kau memerlukan sesuatu? " tanya Lucifer.


"Dokter Steven ada di sini, kata nya dia ingin bertemu dengan mu. " ucap Eva.


"Apa dia sudah memeriksa kalian? " tanya Lucifer.


"Sudah" jawab Eva.


"Kalau begitu suruh dia pulang." suruh Lucifer.


"Tapi, dia bilang mau bicara dengan mu. " ucap Eva.


"Aku masih punya kerjaan. " jawab Lucifer.

__ADS_1


"Ooohhh.... padahal aku dan Lisna sedang memasak makan malam kita. " ucap Eva sedikit kecewa.


Lucifer belum bicara, masih diam.


"Hheemmm.... baik lah... kami akan pulang sebentar lagi." ucap Lucifer.


"Benar kah? kalau begitu cepat lah pulang... aku.... aku... mmmm... kami menunggu mu. " ucap Eva gugup.


Lucifer sedikit tersenyum.....


"Ehhhemm..... iya... kami akan pulang. " ucap Lucifer.


"Baiklah kalau begitu, telepon nya aku tutup ya. " ucap Eva.


"Hhemm.... iya. " jawab Lucifer.


Lucifer masih menatap layar Hp nya, sejenak dia lupa dengan kegiatan nya yang berhenti.


"Tuan, apa yang akan kita lakukan dengan mereka? " tanya Aris.


Ferdi dan Marni melihat Lucifer.


"Tenang lah, aku tidak akan membunuh kalian, karena kalian adalah calon mertua ku. " ucap Lucifer.


"Hhhhaaahhh..... sebaik nya ini kita lakukan dengan cepat. " ucap Lucifer.


"Buka penutup mulut nya. " suruh Lucifer.


Hendra membuka nya.


"Lepaskan kami, kami mohon... " pinta Ferdi.


"Keluarkan lidah kalian. " suruh Lucifer.


"A... apa...? " tanya Ferdi.


"Cepat lah, apa kau tidak mendengar, Eva ingin aku cepat pulang. " ucap Lucifer.


"Keluarkan lidah kalian... " Lucifer mengulangi kalimat nya.


"Apa yang akan di lakukan tuan? " bisik Hendra.


"Aku tidak tahu, kita lihat saja. " bisik Aris.


"CEPAT BAN***T !!!!!" teriak Lucifer.


Secara perlahan Ferdi dan Marni mengeluarkan lidah mereka.


Lucifer menarik lidah Ferdi lebih dulu, dan.....


CCCRREEETTTTTT.........


"Aaaakkkhhhh...... " teriak Ferdi kesakitan.


Banyak darah keluar dari mulut nya.


Lucifer menarik lidah Ferdi dan memotong nya.


"Apa? " gumam Aris kaget.


"Waw.... " gumam Hendra.


Lucifer memberikan potongan lidah Ferdi pada Hendra, Hendra menerima dengan menahan rasa jijik nya. Lidah Ferdi berada di telapak tangan Hendra.


Marni sangat ketakutan, dia berusaha lari, tapi langsung di kejar Aris.


"Tuan... tolong... tolong... jangan lakukan ini pada ku, aku janji... tidak akan melapor pada polisi, tolong, aku mohon... " mohon Marni.


Dengan senyuman Psikopat nya menatap Marni.


Aris membawa Marni ke hadapan Lucifer, di samping suami nya yang masih menjerit menahan kesakitan nya.


"Jangan... " mohon Marni bersimpuh.


HALLO... AKU SELALU BERUSAHA UPDATE TIAP HARI, MENAMBAH EPISODE NYA, TAPI TOLONG DI MAKLUMI YA... KALAU AKU TERBURU-BURU NULIS NYA, TAKUT NYA CERITA NYA NGAWUR DAN GAK NYAMBUNG. JADI MOHON BERSABAR. DAN TOLONG SUMBANGKAN LIKE N VOTE NYA,


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2