
"Di mana mereka? kenapa tidak ada? " ucap Aris berada di alamat yang di berikan Eva.
"Coba aku hubungi dulu. " ucap nya lagi.
"Hallo Ris. " Eva menjawab panggilan telepon nya.
"Hallo Va, kalian di mana? aku sudah berada di lokasi yang kau kirim kan. " tanya Aris khawatir.
"Maaf Ris, kau bisa kembali saja. Semua sudah di atasi. " jawab Eva.
"Sudah di atasi? memang nya kalian di mana? apa kau bersama tuan Lucifer? " tanya Aris lagi.
"Ya, aku bersama Adam. Kami menuju pulang ke rumah. Hanya salah paham saja. Adam mengenal orang itu kok. " jawab Eva yang masih duduk di samping kemudi.
"Bagaimana dengan Lisna? "tanya balik Eva.
"Lisna sudah di obati Steven. Tidak ada luka yang parah. " jawab Aris.
"Syukur lah. Kalau begitu telepon nya aku tutup dulu ya. " ucap Eva.
"Baik lah Va. " Setelah menjawab itu Aris menutup telepon nya.
"Aris? " tanya Lucifer melirik Eva.
"Iya, dia datang. Hanya saja kita sudah pergi dari situ. " jawab Eva.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
***************
"Apa? dia sudah menikah?" tanya paman Vicky melalui panggilan video.
"Benar paman. " jawab Vicky.
Paman diam. Kekesalan dan kemarahan muncul dalam diri nya.
"Jadi kapan kau akan membawa nya kesini? " tanya paman nya.
"Aku.... aku masih belum bisa paman. Kami baru saja bertemu. " jawab Vicky.
"Vicky, apa kau mau orang tua mu tidak tenang di 'sana' , dendam nya belum terbalas kan? " tanya paman nya.
"Paman, aku mengerti. Paman tahu kn karakter kak Lucifer. Tidak bisa di paksa. " jawab Vicky.
"Apapun alasan nya, segera bawa dia kesini. Jangan bawa isteri nya. Hanya dia saja. " suruh paman nya.
"Tapi paman, itu tidak mungkin. Aku melihat nya sangat mencintai isteri nya. " jawab Vicky.
"Vicky? apa kamu tahu peraturan sebagai ketua mafia? tidak ada perasaan. Yang ada hanya balas dendam dan bertempur. " paman nya sudah mulai marah.
"Kalau perlu, bunuh isteri nya. Agar 'aura iblis' nya keluar. " tegas paman nya.
"Apa? paman, aku....
Ttttuuttt...ttuutt.... ttttuutt....
Panggilan di akhiri sepihak.
"Membunuh nya? kenapa paman berpikir seperti itu? Eva tidak ada hubungan nya dengan masalah ini. " gumam Vicky.
.
.
.
.
Steven tiba di depan rumah Lisna, dia mengantar wanita yang di sukai pulang.
"Sudah sampai sayang ku. " ucap Steven mematikan mobil nya. Lisna menatap Steven.
__ADS_1
"Sebentar ya. " Steven keluar lebih dulu dari mobil nya. Berputar untuk membuka pintu tempat Lisna.
Baru saja mengeluarkan salah satu kaki nya, Steven langsung menggendong nya.
"Eeehhh.... Steven, turun kan aku. " Lisna terkejut dengan ulah Steven yang menggendong nya tiba-tiba.
"Tenang lah, jangan banyak bergerak. Kaki mu sedang sakit kan. " ucap Steven.
"Tapi kan aku masih bisa berjalan. Lagi pula tidak jauh jarak nya. " ucap Lisna.
"Nah, ini sudah di depan rumah sekarang. " Steven menurun kan Lisna.
Steven mengetuk pintu, agar di bukakan.
"Steven, kamu sedang mengantar Lisna pulang ya? " yang membuka pintu adalah papa nya Lisna.
"Iya paman." jawab Steven dengan senyum ramah nya.
"Ada apa dengan kaki mu Lisna? " papa nya khawatir melihat perban di mata kaki putri nya.
"Gak apa-apa kok pa. Tadi ada sedikit masalah di kerjaan. Tapi sudah di obati kok." jawab Lisna tidak mau membuat papa nya khawatir.
"Steven, tolong bantu dia masuk kedalam ya. " pinta calon mertua nya.
"Gak usah pa, Lisna bisa....
"Udah gak usah protes, sini biar aku bantu. " Steven memotong kalimat Lisna. Segera memapah Lisna duduk di dalam.
"Lisna, kamu kenapa? " mama nya muncul dari dapur.
"Gak apa-apa ma, cuma terkilir saja tadi. " jawab Lisna.
"Untung ada nak Steven. Pasti dia yang langsung mengobati luka mu ya? " tanya mama nya.
"I... iya ma." Lisna menjawab dengan gugup.
"Makasih ya nak Steven. Kamu sigap banget. Hehehehe. " ucap mama nya dengan senyum ramah.
"Gak apa-apa tante. Sudah tugas ku sebagai calon suami nya Lisna. " jawab Steven menggaruk kan kepala nya.
Lisna sedikit malu.
"Ya udah kalau begitu kamu datang saja makan malam di sini ya. " ucap mama nya.
"Gak bisa ma, dia pasti....
"Baik tante. Saya akan datang untuk makan malam. " jawab Steven yakin, memotong kalimat Lisna.
"Hah? " Lisna kaget dan menatap Steven yang tersenyum senang.
*****************
"Mama kamu ngajakin Steven makan malam di rumah mu? " tanya Eva dalam panggilan telepon nya.
"Iya, dan Steven nya mau lagi." jawab Lisna.
"Bagus donk. Apa jangan-jangan Steven menyukai mu?" tanya Eva.
"Memang iya kok." jawab Lisna.
"Waw.... hahahahaha... udah jangan di gantung. Buruan... " jawab Eva.
Eva berkomunikasi dengan Lisna memakai headset, sehingga dia tidak terganggu menanak nasi.
"Jangan ngeledek. Eh Va, gimana kalau kalian datang juga kesini. Sekalian makan malam juga. Udah lama kan kalian tidak datang kesini." pinta Lisna.
"Aku tanyakan dulu pada suami ku ya. Kalau dia mau, kami akan kesana." jawab Eva.
"Ya elah Va, paksa aja kalau dia gak mau. " ucap Lisna.
"Gak bisa begitu Lisna, Adam itu suami ku, aku gak boleh menentang nya. Lagi pula aku rasa dia sedang tidak enak badan." jelas Eva.
__ADS_1
"Nanti aku kasih tahu kamu kalau kami bisa atau tidak ya. " ucap Lisna.
"Baiklah. " ucap Lisna.
Mereka mengakhiri panggilan telepon nya.
"Siapa sayang? " tanya Lucifer yang mendengar setengah percakapan Eva.
"Lisna. Dia mengajak kita makan malam di rumah nya. Kebetulan Steven juga di undang. " jawab Eva.
"Kalau begitu, ayo.. " jawab Lucifer yang duduk di kursi nya.
"Kau mau? " tanya Eva.
Lucifer menganggukkan kepala nya sambil senyum.
"Sayang, buatkan aku air minum yang dingin donk. " pinta suami nya.
"Okey. " Eva segera mengambil gelas. Mengisi air minum dan di isi beberapa batu es kecil.
"Sa... sayang. " Eva meletakkan pesanan suami nya di atas meja. Duduk di hadapan Lucifer.
"Kau memanggilku apa? " tanya Lucifer.
"Adam? " jawab Eva berbohong.
"Tidak..tidak.. bukan itu tadi. " Lucifer menggelengkan kepala nya.
"Lalu apa?" goda Eva.
Lucifer melirik nya.
"Hahaha... sayang... jangan marah ya. " akhir nya Eva mengulangi kalimat yang di tunggu Lucifer.
Bibir Lucifer tertawa senang mendengar nya.
"Kemarilah. " Lucifer menyuruh Eva lebih dekat dengan nya.
"Ada apa? " tanya Eva berdiri di samping Lucifer.
Lucifer menarik tangan Eva, sehingga Eva duduk di pangkuan Lucifer.
"Eehhhh.... " Eva kaget dengan ulah suami nya.
"Ucapkan lagi. " pinta Lucifer.
Eva sempat diam.
"Sayang.. " ucap Eva.
"Lagi.. " pinta Lucifer.
"Saaayyaaannnggg. " jawab Eva.
"Laaaagggiii.. " pinta Lucifer bisik di telinga Eva.
"Sa.....
Lucifer mencium bibir Eva secara tiba-tiba.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
DUKUNG TERUS AUTHOR NYA DENGAN TINGGALKAN JEJAK. LINE N VOTE..
TERIMAKASIH..