SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 49


__ADS_3

"Gadis itu menyukai sejenis? " gumam Lucifer tidak percaya.


"Kenapa? " gumam nya lagi.


"Eva, tolong kamu minta tanda tangan tuan Lucifer donk, aku lagi banyak kerjaan. " suruh William menyerahkan berkas.


"Ok.. Sini berkas nya. " ucap Eva sambil menerima berkas dari William.


Tok... Tok... Tok...


Tidak ada jawaban dari dalam.


Tok... Tok... Tok....


"Tuan, apa saya saja buka pintu nya? " tanya Aris.


"Hhhmmm..... Masuk. " ucap Lucifer.


Eva masuk berjalan menuju arah meja bos nya.


Tatapan Lucifer menatap seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.


"Tuan, ini ada berkas yang harus anda tanda tangani sekarang. " ucap Eva.


Lucifer masih diam, masih memandang ke arah Eva.


"Tuan.. Hallo tuan... " panggil Eva sambil melambaikan tangan nya di hadapan Lucifer.


"Ada apa? " tanya Lucifer setelah sadar dari kebengongan nya.


"Ini ada berkas yang harus di tanda tangani tuan. " ucap Eva memberikan berkas nya.


Lucifer menerima berkas itu. Saat tangan nya secara tidak sengaja bersentuhan dengan jari kelingking Eva, dia terburu-buru menarik tangan nya secara refleks.


"Ada apa dengan tuan Lucifer, seperti jijik sekali pada ku? " gumam Eva.


Setelah Lucifer menandatangani berkas itu, dia langsung meletakkan pulpen dan menatap kembali laptop nya.


"Kalau begitu saya permisi dulu pak. " ucap Eva.


Akan tetapi tidak ada respon dari Lucifer.


Eva berbalik ke arah pintu, dan Lucifer kembali menatap kepergian Eva.


Eva berhenti sesaat dan kembali melihat ke belakang, ternyata dia melihat kalau bos nya memperhatikan nya dari tadi.


Sadar ternyata di perhatikan, Eva dan Lucifer saling salah tingkah dan mengalihkan pandangan nya.


"Ada apa dengan tuan Lucifer ya? Aneh banget. " gumam Eva yang kembali duduk di di kursi kerja nya.


"Bagaimana Va, sudah di tanda tangani? " tanya William.


"Sudah nih. " ucap Eva sambil menyerahkan berkas nya pada William.


"Makasih. " jawab William.


William kembali ke ruangan nya.


"Sebentar lagi mereka akan keluar untuk istirahat makan siang, tetap pantau target. " ucap pembunuh bayaran bertatto.


"Baik bos. " jawab anak buah nya.


"Makan siang yuk. " ajak William.

__ADS_1


"Duluan aja, entar aku nyusul. " ucap Eva yang masih mencatat sesuatu.


"tapi kau akan makan kan? biar aku tunggu, atau aku pesan sekalian?" tanya William.


"Bantu pesan aja ya. " ucap Eva.


"Baik lah, nanti kau WA saja aku. " jawab William sambil berjalan meninggalkan Eva sendiri.


Lucifer dan Aris pun baru keluar dari ruangan nya.


"Eva, apa kau tidak makan siang? " tanya Aris.


"Iya, sebentar lagi, tanggung banget, keburu lupa entar. " ucap Eva yang masih terlihat sibuk.


"Ya udah kami duluan ya. " ucap Aris.


"Iya. " jawab Eva.


Lucifer hanya masih menatap Eva. Merasa ada yang memperhatikan nya, Eva melihat ke arah Lucifer, dan ternyata benar, ada yang sedang memandang nya, yaitu bos nya, Lucifer.


"Ada apa tuan? " tanya Eva penasaran.


Lucifer tidak menjawab nya, dia mengabaikan dan meninggalkan Eva. Eva pun tidak mau ambil pusing. Dia kembali pada tugas nya.


Jam istirahat sudah lewat 20 menit dari jam 12 siang.


"Akhir nya kelar juga, aku langsung ke kafe ah.. Kirim pesan dulu sama Willi. " ucap Eva sambil mengetik.


Eva mengambil tas dan pergi menuju lift keluar dari kantor.


Eva keparkiran motor yang ada di samping parkiran mobil.


Eva melihat ada dua orang laki-laki memakai topi seperti sedang mengendap ngendap.


Eva mengabaikan dan langsung mengambil motor nya berangkat ke cafe tempat William dan bos nya makan siang.


"Haduh... Sorry banget ya, aku kelamaan, nasi goreng ku sudah ada kan? " tanya Eva sampai di cafe.


"Udah nih, cuma sudah agak dingin. " jawab William.


"Tuan Lucifer di sini juga? " tanya Eva yang baru sadar.


Lucifer tidak menjawab nya, dia mengalihkan pandangan nya.


"Eva, seperti nya kau banyak pekerjaan ya? " tanya Aris.


"Iya, mungkin karena aku beberapa hari ini tidak masuk kerja, jadi kerjaan nya numpuk, hahahaha." ucap Eva sambil menyendokkan nasi goreng nya.


Aris dan William tertawa bersama. Lucifer meminum minuman nya.


"tadi kau ke sini naik apa? " tanya William.


"Aku naik motor, oh iya.. Tadi waktu aku kesini aku lihat ada dua orang pake topi. " ucap Eva dengan makanan yang penuh di mulut nya.


"Lalu kenapa dengan mereka? Emang nya salah pakai topi? " tanya William.


"Tapi aneh Willi, mereka tuh kayak lagi ngintip gitu..uuhhuuukkk... Uuuhhhuuukkk... " ucap Eva yang batuk tersedak makanan nya.


Makanan yang di mulut nya sedikit keluar dari mulut nya.


"Hahahaha, Eva, kau makan nya pelan-pelan donk, gak ada yang rebutan kok. " ucap Aris.


"maaf... Maaf... Soal nya jam istirahat nya udah mau habis nih. " ucap Eva.

__ADS_1


Karena jam istirahat sudah hampir habis, mereka sedang bersiap-siap kembali ke kantor.


"Kau tidak apa-apa naik motor? " tanya William.


"Tidak apa-apa, lagipula kan deket. " jawab Eva.


"Ya udah kalau begitu, sampai ketemu di kantor ya. " ucap William meninggalkan Eva di parkiran.


"Eva, kami juga duluan ya. " ucap Aris.


"iyo... Iyo... " jawab Eva.


"Bos.. Target kembali ke kantor nya pukul 12.55 menit.


"Apa ada yang mengikuti? " tanya bos nya.


"ada bos, dia punya anak buah. " jawab Anak buah itu.


"Berapa orang? " tanya bos bertatto.


"Satu orang bos. " jawab nya.


"Bagus, tetap kalian jaga di situ. " perintah nya.


"Apa ada yang melihat kehadiran kalian? " tanya bos nya lagi.


Dua anak buah nya melihat ke arah kiri dan kanan.


"Tidak ada bos. " jawab nya.


"Bagus. " jawab bos nya.


"Siapa mereka? Benar-benar mencurigakan sekali? " gumam Eva yang baru selesai memarkirkan motor nya.


Dia membuka helm nya. Dua orang laki-laki itu berpencar ke luar parkiran.


Eva melangkah ke dalam kantor menuju ruangan nya.


Dia berhasil menyusul Lucifer, Aris dan William.


"Tunggu... Tunggu... Tunggu.. " Eva berlari masuk lift.


"Kau cepat juga menyusul kami, hahahaha" ucap William.


"Willi, aku melihat mereka lagi tadi di parkiran. " ucap Eva.


"Apa mereka melihat mu? " tanya William.


"Seperti nya sih tidak. " jawab Eva.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai?" tanya William.


"Sedikit lagi sih, tapi pasti selesai hari ini kok. " jawab Eva.


Pintu lift terbuka, Aris, Eva, Lucifer dan William keluar dari litf.


Tempat kerja yang duluan ketemu adalah ruangan Eva.


William kembali keruangan nya, begitu juga Lucifer di susul Aris.


"Laporan terbaru yang sudah kau susun ulang, tolong antar kan ke ruangan ku. " suruh Lucifer.


"Baik tuan. " Jawab Eva.

__ADS_1


Lucifer dan Aris masuk ruangan nya.


__ADS_2