
Marvel sangat marah. Sementara Biyan asisten nya berusaha tetap tenang.
"Pasti itu anak buah Lucifer." tebak Marvel.
"Tuan, lalu bagaimana dengan anak buah anda yang tertangkap? bagaimana kalau mereka mengatakan yang sebenar nya?" tanya Biyan.
BBBRRUUUGGHHHH.....
Marvel marah hingga memukul keras Biyan.
Dia marah, karena tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
*************
Lucifer membawa Eva ke salah satu tempat latihan menembak. Terletak di salah satu tempat di Jakarta.
Mereka hanya berdua, tanpa ada anak buah yang mengikuti nya. Tentu saja naik mobil.
"Sayang, aku tidak membebani mu kan?" tanya Eva yang duduk di samping nya.
Lucifer melihat Eva.
"Kenapa kau bertanya seperti itu Va?" tanya Lucifer.
"Bukan kah hari ini masih hari waktu nya bekerja? kau bisa membawa ku pada hari Sabtu atau Minggu." ucap Eva.
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin cepat-cepat mengajarkan mu." ucap Lucifer.
"Sayang, tidak bisa di pungkiri bahwa kau adalah isteri dari seorang bos mafia. Dan, memang seharus nya kau harus belajar untuk melindungi diri mu sendiri di saat kami tidak ada." ucap nya sesekali melirik Eva.
"Adam, katakan pada ku. Apa...Apa ada sesuatu yang terjadi? belakangan ini aku melihat mu sangat resah, gelisah dan khawatir. Aku tidak ingin banyak tanya, tapi aku juga penasaran." tanya Eva bertanya dengan pelan-pelan.
"Hhhmmm...." terdengar Lucifer membuang nafas berat nya.
Sebelum dia berbicara, di lihat nya dulu wajah Eva.
"Sayang, beberapa hari yang lalu Vicky menghubungi ku, kata nya Cleo di culik." Lucifer mulai berbicara jujur.
"Apa? kenapa kau tidak memberitahukan ku Dam?" tanya nya kaget.
"Aku tidak mau membuat mu khawatir. Dan aku tidak mau kau mengetahui itu." jawab nya.
"Siapa yang menculik nya? dan kenapa?" tanya Eva lagi.
"Tidak tahu siapa yang menculik nya, dan alasan nya pun aku tidak tahu. Kau tahu kan? Vicky adalah adik angkat ku, yang papa nya adalah seorang pimpinan mafia? dan sekarang tentu saja itu berimbas dengan nya." jelas Lucifer.
"Dan Cleo dengan Vicky sudah menjalin hubungan asmara. Pasti banyak yang tidak menyukai nya. Mungkin itu alasan penculikan itu." ucap Lucifer.
__ADS_1
Eva diam. Berpikir keras.
"Apa, apa sama seperti yang aku alami dulu?" tanya Eva.
Sekali lagi Lucifer membuang nafas nya. Dia berusaha berbicara dengan pelan, agar isteri nya tidak panik dan takut.
"Ya, bisa jadi seperti itu." jawab nya menganggukkan kepala nya.
"Tapi kamu jangan terlalu khawatir. Aku dan semua anak buah ku akan menjaga mu." Lucifer menggenggam tangan isteri nya.
Eva perlahan menganggukkan kepala nya, walaupun sebenar nya dia sedikit khawatir.
"Kau tahu? di depan apartemen kita sudah aku tinggalkan banyak anak buah." ucap Lucifer.
Eva terkejut mendengar pernyataan suami nya. Dia mengangkat kepala dan melihat nya.
"Sejak kapan? ada berapa banyak?" tanya nya.
"Sudah lama. Sekitar tiga bulan yang lalu. Aku menyuruh mereka tinggal di situ, dan melakukan penyamaran. Sekitar...150 an lah." ucap Lucifer.
"Ckckckckckc.....banyak sekali. Hanya untuk menjaga 1 orang saja." Eva menggelengkan kepala nya.
"Satu orang? tapi itu sangat penting. Karena kau adalah isteri ku. Isteri seorang bos mafia." ucap Lucifer tersenyum sekilas.
Eva pun membalas dengan senyum kilat nya.
Lagi, Lucifer melihat Eva, Lalu melihat ke jalan raya lagi.
"Sayang, beberapa hari juga ada beberapa anak buah musuh yang menyamar sebagai pelamar kerja di perusahaan kita. Dan untung nya Hendra memberitahukan itu. Kalau tidak aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi." Lucifer menceritakan kejadian di perusahaan nya.
"Hah???" Eva terkejut lagi.
"Kau tahu kan kalau waktu itu kau menanyakan Hendra? aku menyuruh nya untuk mengamati dan mengawasi secara jarak jauh. Agar tidak ada yang mengetahui itu. Dan ternyata dia mendapatkan informasi yang tepat." ucap nya.
"Mereka sudah berani mencoba cari masalah dengan ku. Itu berarti mereka ingin menghancurkan ku. Aku takut kalau kau yang akan menjadi target mereka juga." ucap nya serius.
Eva pun serius mendengarkan. Memang ada sedikit kekhawatiran dari wajah nya. Lucifer sadar akan hal itu.
"Mereka tahu kalau kau adalah kelemahan ku. Karena aku sangat mencintai mu. Dan bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan mu." ucap nya lagi.
Seketika Eva teringat ketika Lucifer berusaha menyelamatkan dia dan Lisna dari penculikan Richard dan beberapa anak buah yang menghianati nya.
"Sayang. Apa aku bisa minta sesuatu dari mu?" tanya Eva menundukkan kepala nya, namun serius.
"Apa itu sayang?" tanya Lucifer melihat sekilas.
"Kelak, apapun yang terjadi dengan ku, kau juga harus memikirkan keselamatan diri mu. Aku tidak mau kematian ku sia-sia." ucap Eva sedih.
__ADS_1
CCCRRIIIIITTTTT......
Lucifer menghentikan mobil nya secara mendadak. Beberapa mobil di belakang nya membunyikan klakson.
Dia pun memarkirkan mobil di sisi kiri jalan.
"Sayang, apa yang kau katakan? aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada mu." ucap Lucifer memegeang pipi Eva dan mengarahkan agar menghadap pada nya.
"Tapi Adam, aku juga tidak mau terjadi hal yang buruk pada mu. Kalau pun aku selamat dan kau...kau....mati, lalu buat apa aku hidup." Eva mulai mengeluarkan air mata nya.
"Kau sudah membuat ku jatuh cinta pada mu. Lalu kenapa kau harus mengorbankan diri mu untuk meninggalkan ku. Aku........
Lucifer segera mencium bibir Eva dengan lembut, agar tidak berbicara sembarangan lagi. Semakin di cium, Eva semakin menangis, bahkan terdengar suara nya.
"Kalau kau aman, aku juga pasti aman. Asal kau percaya pada ku, semua akan baik-baik saja." Lucifer mengusap rambut Eva.
Eva mengatur pernapasan nya. Lucifer membantu mengusap air mata yang jatuh di pipi nya.
"Sudah, jangan menangis lagi ya. Lihat nih, mata kamu udah hampir bengkak. Nanti di sana yang melihat mu berpikir aku memukul mu." ucap Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya.
"Sekarang, kamu mau kita makan dulu atau melanjutkan perjalanan?" tanya Lucifer menyelipkan rambut Eva ke belakang telinga.
"Kita lanjutkan perjalanan nya aja. Lagi pula di sana pasti ada Cafe nya kan?" tanya Eva.
"Ada. Kalau begitu...kita ke sana ya." Lucifer memperbaiki posisi duduk nya, begitu juga dengan Eva. Dan melanjutkan perjalanan.
"Mmmm....." terdengar suara pelan dari Eva.
Lucifer mendengar, mengernyitkan dahi nya. Melirik Eva.
"Hahahaha....sayang ada apa?" tanya Lucifer sedikit tertawa, menurut nya tingkah Eva sedikit lucu.
"Kau....Kau belum menjawab pertanyaan ku yang tadi loh." ucap Eva gugup.
Tidak ada jawaban. Lucifer masih menatap jalan.
Beberapa saat kemudian melihat Eva.
"Aku janji, aku akan menjaga keselamatan ku." ucap nya.
"Puas sayang?" tanya Lucifer.
Eva mengangguk dan tersenyum puas.
"Aku janji, aku akan menjaga keselamatan ku, setelah keselamatan mu yang terpenting sayang." gumam Lucifer dalam hati.
__ADS_1