SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 52


__ADS_3

Lucifer dan Steven kembali keruangan Eva.


CCCEEKKKLLLEEKKK....


pintu terbuka.


"Tuan Lucifer. " ucap Aris dan Hendra saat melihat Lucifer Dan Steven masuk.


"Hhmmm.... Apa dia sudah bangun? " tanya Lucifer menunjuk Eva.


"Belum tuan. " jawab Aris.


"Bagaimana dengan orang itu? " tanya Lucifer.


"Orang itu belum mau mengakui nya tuan. " ucap Hendra yang juga ada di situ.


"Apa kalian sudah lakukan yang seperti aku suruh? " tanya Lucifer.


"Sudah tuan" jawab Aris.


"Baiklah.... Baiklah... Sebaik nya kita semua keluar dari ruangan ini, agar tidak mengganggu kenyamanan pasien. " ucap Steven.


"Lucifer, kau masih mau di sini kan? " tanya Steven.


Seperti nya dia tahu apa yang ada dalam pikiran Lucifer.


Lucifer hanya menganggukkan kepala nya.


"Ayo Aris dan Hendra, kita keluar. " ajak Steven.


"Baik tuan. " jawab Aris dan Hendra.


Akhir nya mereka bertiga keluar meninggalkan Lucifer.


Lucifer mendekati ranjang tempat Eva berbaring yang masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat yang di berikan Steven.


Lucifer duduk di samping ranjang Eva.


"Mengapa kau melakukan itu? Apa segitu bodohnya kau? " gumam Lucifer mengelus kepala Eva.


"Apa kau tidak tahu kalau aku sengaja membahayakan diri mu?" gumam nya lagi.


Lucifer mengelus pipi Eva dengan lembut.


"Apa benar kata Steven? Atau ini hanya kebetulan saja? " gumam nya lagi mengingat apa yang di bicarakan Steven di kantin tadi.


Lucifer menggenggam tangan Eva, mencium punggung tangan nya.


"Kau tahu? Betapa khawatir nya aku padamu, aku takut kalau kau tidak akan bangun lagi. " gumam nya lagi.


"Eva... Bangun lah. " bisik Lucifer dengan lembut di telinga Eva.


Beberapa menit kemudian ada pergerakan jari tangan Eva. Lucifer menyadari itu.


Dia melepaskan genggaman nya. Berdiri, menjauh di samping Eva.


Terlihat Eva sudah membuka sebelah mata nya, kemudian memejamkan nya lagi.


"Bangun lah, aku tahu kau sudah bangun, jangan berpura-pura lagi. " ucap Lucifer melipat tangan di dada nya.


Eva mendengar itu dan membuka kedua mata nya.


"Hehehehe... Apa ka.. Bar.. Tuan Lu.. Cifer. " ucap Eva dengan masih menahan rasa sakit di perut nya.


Lucifer masih diam menatap Eva.


"Bagaimana keadaan mu tuan? Apa anda terluka? Bagian mana yang sakit? " tanya Eva sedikit menggerakkan badan nya.


"Masih seperti ini saja keadaan mu, sempat-sempat nya mengkhawatirkan ku? " gumam Lucifer.

__ADS_1


"Aku adalah Lucifer, kau tahu kan arti nama ku, jadi tidak ada yang bisa menyakiti ku. " ucap Lucifer.


"Pppffuutthhh... " tawa Eva tidak sengaja.


"Tuan... Nama mu itu Adam... ADAM CAISARIUS RAMESES. " ucap Eva menekan nama nya.


Lucifer mengernyitkan dahi nya.


"Dari mana kau tahu? " tanya Lucifer mendekati Eva.


"Wah gawat... Kenapa aku mengatakan nya, pasti dia akan marah lagi pada ku?" gumam Eva takut.


Lucifer melihat Eva gugup dan panik.


"Memang benar itu adalah nama ku." ucap Lucifer dengan suara lembut.


"Tuan Lucifer kenapa jadi lembut begini? " gumam Eva.


Suasana sunyi, tidak ada yang memulai pembicaraan, hanya saja mereka berdua yang saling menatap.


"Kenapa dia melihat ku seperti itu, wajah nya sangat tampan sekali, rasa nya... Rasa nya.. " gumam Eva.


"Kenapa dia terlihat cantik? Rasa nya aku..... " gumam Lucifer.


"Eehhemm.... Apa yang kau butuh kan biar aku siap kan" ucap Lucifer mengalihkan pandangan nya.


"Rasanya aku ingin menggigit wajah mu tuan... " ucap Eva tanpa sadar.


"Aappaa??? " tanya Lucifer.


"Ehhh... Ti.. Tidak tuan... Maafkan aku.... Aku hanya... Asal bicara saja. " ucap Eva melemparkan pandangan nya.


Wajah nya memerah, seperti tomat yang sudah matang.


"Sial... kenapa aku mengatakan seperti itu, seperti kanibal pemakan daging manusia saja. " gumam Eva.


"Baiklah." ucap Lucifer.


Dia mengisi gelas dengan air di dalam teko kecil yang sudah di sediakan.


Lucifer merubah posisi ranjang menjadi setengah duduk, sehingga Eva bisa bersandar.


"Ini. " Lucifer memberikan gelas berisi air pada Eva.


Lucifer membantu Eva minum. Dia membantu Eva setengah duduk.


"Oh my god.... Tuan Lucifer memegang bahuku. " ucap Eva memerah.


"Apa yang kau pikirkan? " tanya Lucifer yang sadar dengan warna wajah Eva saat itu.


"Ti... Tidak apa-apa tuan, mmm..... Aku bisa melakukan nya sendiri kok, anda tidak usah repot-repot, hehehehehe. " ucap Eva gugup.


"Jangan berontak, apa kau tidak tahu kalau aku juga menggendong mu ke sini. " ucap Lucifer.


"Apa?? " tanya Eva kaget.


Lucifer pun merasa gugup dan sedikit grogi.


"Kau terlihat saja kecil, tapi ternyata tubuh mu sangat berat. " ucap Lucifer alasan.


"Aaappaaa? " tanya Eva lagi.


"Maaf tuan... Besok-besok aku akan kurangi porsi makan ku " ucap Eva.


"Aku hanya berpura-pura saja bo.... Eva" gumam Lucifer.


"Besok kau tidak usah masuk kerja sampai kesehatan mu pulih total. " ucap Lucifer.


"Tapi tuan, pekerjaan ku jadi menumpuk donk. " jawab Eva.

__ADS_1


"Biar nanti di kerjakan William. " jawab Lucifer.


"Hhhmmm.... Baiklah. " ucap Eva.


"Tuan, sampai berapa lama aku di sini? " tanya Eva.


"Tiga atau empat hari. " jawab Lucifer.


"Tidak.. tidak tuan, aku tidak mau di sini selama itu. " ucap Eva.


Eva merasa pasti akan mengeluarkan banyak biaya.


"Kenapa? " tanya Lucifer.


"Pasti.. pasti biaya nya membengkak nanti, saya tidak ada uang sebanyak itu nanti, lagi pula saya juga tidak ada BPJS nya. " jawab Eva.


"Kau tidak usah memikirkan biaya nya, yang penting kau selamat dan sembuh. " jawab Lucifer.


"Benarkah tuan? " tanya Eva senang.


"Hhhmmm... " jawab Lucifer.


Lucifer meletakkan gelas di atas meja.


"Sebaik nya kau istirahat saja, aku akan keluar sebentar" ucap Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Eva.


Lucifer pun keluar.


"Tuan... Ini adalah tas Eva. " ucap Hendra yang menunggu bos nya keluar.


"Apa sebaiknya kita menghubungi keluarganya saja? " tanya Hendra.


"Jangan." ucap Lucifer.


Karena dia tahu betapa mata duitan nya orang tua angkat karyawan nya itu.


"Hubungi teman nya saja. " ucap nya lagi.


"Baik tuan. " ucap Hendra.


"Tuan, saya tidak tahu kode Hp Eva. " ucap Hendra.


"270700." ucap Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Hendra.


"Wah ternyata tuan Lucifer masih ingat kode Hp Eva, hehehehe. " ucap Aris tertawa.


"Kau jangan berisik, ini rumah sakit. " ucap Lucifer.


"Maaf tuan. " ucap Aris.


"Padahal kan sebelum nya tuan Lucifer juga berteriak-teriak memanggil dokter Steven sambil menggendong Eva, hehehehe. " ucap Hendra polos.


Lucifer menatap tajam dan sinis pada Hendra.


"Maaf tuan. " ucap Hendra.


Aris berusaha menahan tawa nya di depan bos nya.


"Aris, antarkan aku ke apartemen, lalu ke kantor. " ucap Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Aris.


"Hendra, kau tetap di sini, jangan pernah pergi dari sini, kalau ada hal penting, beritahu aku. " perintah nya.


"Baik tuan, saya mengerti. " jawab Hendra.

__ADS_1


__ADS_2