
(ADEGAN BERBAHAYA, JANGAN DI TIRU, HANYA KARANGAN CERITA SAJA)
"Tuan... tolong... lepaskan kami... hhhiikkksss.... hhhiikkkss.... " tangis Marni memohon.
Lucifer hanya menatap dengan tatapan mematikan nya. Seakan tatapan nya memiliki hipnotis, Marni tanpa sadar mengeluarkan lidah nya.
Lucifer menarik lidah itu dan...
CCCRRREEETTTT......
"Aaaakkkkhhhhhhh...... " teriak Marni, memegang mulut yang sudah mengeluarkan banyak darah.
Kali ini lidah Marni di berikan pada Aris, Aris menerima dengan menahan jijik juga.
Sementara Hendra berusaha menahan tawa nya.
"Aaaakkkkkhhhh...... aaakkkhhhh. " teriak marni.
"Aaaakkkkhhhh..... aaakkkkhhhh" teriak Ferdi.
Lucifer mendekatkan pisau nya pada kedua mata Ferdi dan Marni.
Pisau yang masih berlumuran darah.
Lucifer mengarahkan ujung pisau nya masuk kedalam bola mata Ferdi. Ferdi ketakutan, dia menggelengkan kepala nya, menolak perbuatan Lucifer.
"Apa yang akan di lakukan nya lagi? " gumam Aris.
Tangan kiri Lucifer memegang kepala Ferdi, menahan nya agar tidak bergerak.
CCCRREEETTT....... CCCRREEETTT....
"Aaaakkkkhhhhhh.... aaaaaaaaaahhhhh...... " teriak Ferdi kesakitan.
Tangan nya memegang wajah nya.
Kedua bola mata Ferdi sudah di keluarkan Lucifer. Bola mata itu jatuh di lantai.
"Hhhuueekkk..... "Hendra merasa jijik.
Aris mengalihkan pandangan nya.
Lucifer melemparkan senyum kejam nya pada Marni yang sudah ketakutan setengah mati. Marni menggelengkan kepala nya.
Lucifer bergeser, sehingga berada di hadapan Marni yang sudah menangis.
"Ck.... ck.... ck.... kemarilah. " ucap Lucifer.
"Eeemmmmmm.... mmmmm..... "teriak marni menggelengkan kepala nya.
Lucifer menarik rambut Marni. mendekatkan ujung pisau nya.
"Aaaaaa...... aaaaaaaa..... " mohon Marni.
CCCRRREETTT...... CCCRREEETTT.....
Lucifer mengambil dua bola mata marni, dia melakukan sama seperti yang dia lakukan dengan Ferdi.
Kedua bola mata itu jatuh kelantai yang sudah bercampur pasir.
"Hhhhhhhhhhhaaaaaaaaaa...... aaaaaaaaakkkkhhhhh..... aaaaaaa" teriak Marni memegang wajah nya yang sudah mengeluarkan banyak darah.
Orang tua angkat Eva sedang merintih kesakitan, sakit di bagian mulut dan mata nya. Sangat terdengar jelas suara tangisan dan teriakan mereka. Semua tahanan Lucifer pun ikut merasakan kengerian.
"Yang kita hadapi bukan manusia.... benar-benar iblis. " bisik James.
"Sangat menakutkan. " bisik Darmo.
Aris dan Hendra pun ikut merasa ketakutan.
Lucifer masih belum selesai........
Dia mengarahkan pisau nya di jari jempol Marni..
__ADS_1
KKKRREEAKKKK.... KKKRREEEAAKKK.....
Bunyi suara potongan jari jempol tangan Marni.
"Aaakkkhhhhh..... aaaaaaaahhhhh.... " teriak Marni.
Lucifer memotong dua jari jempol kedua tangan Marni.
Begitu juga dengan jari jempol kedua tangan Ferdi.
"Aaaakkkhhhh..... aaaaaaahhhhh..... " teriak Ferdi kesakitan.
Aris dan Hendra menggelengkan kepala nya...
Seluruh tubuh Marni dan Ferdi berlumuran darah. Darah yang keluar dari mulut, mata dan jari jempol nya.
"Hhhaaahhh..... sudah selesai.... " ucap Lucifer berdiri.
Lucifer memberikan pisau nya pada Hendra.
"Bersihkan. " suruh Lucifer pada Hendra.
"Baik tuan. " jawab Hendra.
Dua orang itu sangat menderita sekali. Mungkin mereka meminta lebih baik di bunuh daripada di siksa seperti itu.
"Bagaimana, aku menepati janji ku kan? aku tidak membunuh kalian, kalau kalian tiba-tiba mati... berarti itu nasib kalian. " ucap Lucifer santai.
"Jika kalian masih berulah lagi mengganggu Eva, berarti sudah siap menerima balasan dari ku lagi." ancam Lucifer di telinga Ferdi.
"Aris, lempar mereka kerumah sakit. " suruh Lucifer.
"Baik tuan. " ucap Aris.
"Ingat.... kalau kalian mati.. itu nasib kalian, aku sudah berbaik hati mengantar kan kalian kerumah sakit. " ucap Lucifer.
Lucifer meninggalkan lokasi itu, membuka kemeja hitam nya yang sudah berlumuran darah dan basah karena keringat. Melempar kemeja nya pada Hendra.
"Setelah kau menyelesaikan pekerjaan mu, segera kembali." ucap Lucifer pada Aris.
Hendra dan Lucifer pergi meninggalkan lokasi itu, masuk ke dalam mobil, di bawa Hendra.
Lucifer bertelanjang dada.
"Tuan, apa anda tidak kedinginan? " tanya Hendra.
"Tutup mulut mu Hendra, aku sangat lelah. " jawab Lucifer.
"Baik tuan." jawab Hendra.
Sementara Aris dan beberapa anak buah nya membawa orang tua angkat Eva.
*************************
"Jadi dua hari lagi kalian akan menikah? " tanya steven.
"Iya, hehehehe. " jawab Eva.
"Eva, apa aku boleh bertanya pada mu? " tanya Steven.
"Mmmm.... ada apa? seperti nya serius sekali?" tanya Eva gugup.
"Apa kau mencintai Lucifer? " tanya Steven serius.
"Aku.... aku tidak tahu, hehehehe, tapi seperti nya...belum sih. " jawab Eva.
"Kenapa? " tanya Steven lagi.
"Entah, aku tidak tahu. Aku hanya mencoba menjaga perasaan ku, aku tidak mau menyukai atau mencintai Adam lebih dulu. " ucap Eva.
"Hahahahahaha.... begitu lah wanita, gengsi nya gede, hanya menunggu keputusan dari pacar nya. " tawa Steven.
"Apa tidak sebalik nya? laki-laki yang selalu seperti itu. " balas Eva.
__ADS_1
"Sudah lah, kalau kau mencintai nya, katakan saja, sebelum di rebut orang. " ucap Steven.
"Kalau aku mencintai nya sih, tidak masalah, tapi... belum ada tuh. " jawab Eva.
"Wanita itu perasaan nya lembut dan lemah, sudah baper, sudah ada perasaan, eh... malah di tinggal, atau hanya di anggap sebagai teman saja. " ucap Eva lagi.
"Hahahahahaha..... wanita kan gampang di modusin... gombal dikit udah klepek-klepek.. wajah nya udah merah karena senang nya. " ucap Steven.
"Hey.... dokter Steven, berarti anda sering ngegombalin perempuan-perempuan ya? " ucap Lisna.
"Sedikit, hehehehe... kadang, sebelum di gombalin, sudah pasrah duluan. " ucap Steven.
"Ck... ck.... ck.... untung saja Adam tidak seperti mu. " ucap Eva meminum es jeruk nya.
"Kenapa? kau takut aku modusin ya? " ledek Steven.
"Eh... kau tahu tidak, waktu itu aku pikir kau si pemilik mobil yang aku tabrak loh. " ucap Eva.
"Kenapa kau berkata seperti itu? " tanya Steven.
"Aku lihat wajah mu, kalem, sopan, tapi aku sedikit tidak percaya kau bisa di panggil ' Lucifer' ." ucap Eva.
"Oh yah, hahahaha.... memang aku kalem dan sopan loh. " ucap Steven.
TTTIIINNGGG.... NNNOOONNNG....
TTTIIINNNGGG...... NNNNNOOONNNNGGG....
"Biar aku yang membuka nya. " ucap Lisna.
Lisna membuka pintu.
CEKLLEKK......
"Waw.... " ucap Lisna melihat Lucifer dan Hendra berada di depan itu.
Lucifer yang tidak memakai atasan, membuat Lisna tidak berkedip.
"Silahkan masuk tuan." ucap Lisna.
"Lisna, ini kan rumah tuan Lucifer. " ucap Hendra.
Lucifer dan Hendra masuk. Orang yang pertama ingin di lihat Lucifer adalah wajah Eva, begitu juga dengan Eva.
"Kamu sudah pulang Adam? " tanya Eva dengan sedikit tersenyum.
"Hhhmmm" jawab Lucifer.
"Aku akan mandi dulu. " ucap Lucifer menuju kamar mandi.
"Hendra, mana Aris? " tanya Steven.
"Dia lagi ada kerjaan tuan Steven, mungkin sebentar lagi akan tiba. " jawab Hendra.
"Wah.... semua nya akhir nya ngumpul nih, kita makan malam besar nih, hehehehehe. " ucap Lisna.
"Apa yang kalian kerjakan? " tanya Eva penasaran pada Hendra.
"Sesuatu yang penting Va, kalau penasaran, tanya pada tuan Lucifer saja. " ucap Hendra.
"Kalau begitu, aku juga harus membersihkan diri dulu. " ucap Hendra.
"Seperti nya tuan Lucifer sangat kelelahan. " ucap Lisna.
"Hhhmmm..... aku rasa juga begitu. " jawab Steven.
"Jika nanti kalian menikah, kau harus sering-sering memijit Lucifer Va. " ucap Steven.
"Mmmm.... aku tahu itu. " jawab Eva.
Steven dan Lisna tertawa.
HALLO... AKU SELALU BERUSAHA UPDATE TIAP HARI, MENAMBAH EPISODE NYA, TAPI TOLONG DI MAKLUMI YA... KALAU AKU TERBURU-BURU NULIS NYA, TAKUT NYA CERITA NYA NGAWUR DAN GAK NYAMBUNG. JADI MOHON BERSABAR. DAN TOLONG SUMBANGKAN LIKE N VOTE NYA,
__ADS_1
TERIMAKASIH