
Eva masih menangis dalam pelukan Lucifer. Lucifer masih sabar, membiarkan nya menangis dalam pelukan nya.
"Anggap saja kau menangis untuk mereka karena aku sudah memberikan mereka pelajaran. " gumam Lucifer.
Eva mengangkat kepala nya, menatap Lucifer.
"Adam, adik ku tidak ada hubungan nya dengan kejadian ini, jadi tolong jangan marah pada nya. " pinta Eva.
"Apa dia baik pada mu? " tanya Lucifer.
"Iya" jawab Eva menganggukkan kepala nya.
Lucifer juga menganggukkan kepala nya, dia mengerti.
"Baik lah. " jawab Lucifer yang masih dekat dengan Eva.
"Tapi aku masih bisa mengundang Aldo kan? " tanya Eva.
"Adik angkat mu kan? " tanya Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya lagi.
"Boleh." jawab nya.
"Terimakasih. " ucap Eva sambil tersenyum.
Lucifer melihat wajah Eva yang sedikit bengkak karena menangis nya tadi. Mata nya sembab.
"Kenapa dia menatap ku seperti itu? " gumam Eva.
Lucifer mendekatkan wajah nya tepat di depan wajah Eva.
"Apa dia mau mencium ku lagi? " gumam Eva gugup.
Lucifer mencium kening Eva dengan lembut, lalu turun ke pipi kiri dan berpindah ke pipi kanan nya.
Lucifer mendekatkan kening nya dengan kening Eva, sehingga terdengar suara nafas mereka.
"Ya ampun... nafas nya..." gumam Eva.
Lucifer kembali memeluk nya lagi, lebih erat, Eva bingung dan gugup, dia tidak membalas pelukan Lucifer.
"Kenapa dia bersikap seperti ini? " gumam Eva lagi.
"Hhhmmmm..... pergi lah tidur, besok pagi kita akan berangkat ke Bandung, jangan berpikir yang berat lagi. " suruh Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya, mengerti.
Lucifer melepaskan pelukan nya. Eva berdiri dan beranjak melangkah ke kamar nya.
Eva berhenti, dan berbalik ke arah Lucifer.
"Selamat malam Adam. " ucap Eva memberi senyuman nya.
Lucifer menganggukkan kepala nya, berusaha tersenyum dengan tulus walau kelihatan di paksa.
Eva melanjutkan langkah nya menuju kamar.
"Kalau kau masih dalam pelukan ku, aku takut aku akan kebablasan. " gumam Eva.
"Apa yang aku pikirkan, hhaahh.... aku sangat lelah sekali. " gumam nya lagi.
Eva dengan langkah perlahan nya naik ke ranjang, melihat Lisna yang sudah tertidur dengan lelap. Eva masih tersenyum malu.
.
.
.
.
.
Pagi hari pukul 08.15 Wib, semua nya sudah bangun. Eva dan Lisna sedang menyiap kan sarapan. Seperti biasa, Aris dan Hendra juga sudah berada bersama mereka.
"Hend, aku bisa minta tolong gak? " tanya Lisna pada Hendra.
"Ada apa Lis? " tanya Hendra.
__ADS_1
"Kamu ada waktu antarin aku pulang dulu gak? " ucap Lisna.
Hendra melihat ke arah Lucifer, Lucifer menganggukkan kepala nya.
"Boleh Lis." jawab Lisna.
"Lis, sekalian ajakin Aldo ya, aku kangen banget sama dia. " ucap Eva.
"Aldo siapa Va? " tanya Hendra.
"Adik angkat aku. " jawab Eva.
"Ooouuhhh.... " Hendra menganggukkan kepala nya.
"Tuan, aku sudah memesan tiket pesawat untuk anda dan Eva. " ucap Aris.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
"Setelah kita sarapan, persiapkan diri mu, bawa keperluan yang sebelum nya aku katakan pada mu." ucap Lucifer mengarah pada Eva.
"Iya Dam. " jawab Eva.
Aris, Hendra dan Lisna melihat sepasang calon pengantin dengan tatapan senyum sembunyi.
.
.
.
.
"Oh... jadi Eva itu adalah isteri nya Lucifer? " tanya Richard.
"Benar tuan, itu informasi yang saya dapat dari anak buah saya. " ucap Jefry.
"Apa kau yakin mereka sudah menikah? sejak kapan mereka menikah? " tanya Richard tidak percaya.
"Tidak ada info tentang kapan mereka menikah. " jawab Richard.
"Bagaimana dengan orang tua angkat nya, apakah tidak ada info dari mereka? " tanya Richard.
"Tuan, anak buah saya mengatakan bahwa Lucifer memotong lidah, dua jari jempol tangan dan mencungkil kedua bola mata nya. " ucap Jefry.
"Benar tuan, setelah itu mereka di antar kan ke rumah sakit." ucap Jefry lagi.
"Rumah sakit yang mana? apakah tempat nya sama waktu gadis itu di rawat? " tanya Richard.
"Tidak tuan, beda. " jawab Jefry.
"Tidak heran Lucifer bisa melakukan hal sesadis itu, makanya si Michael Lee menjadikan nya ketua mafia. " ucap Richard.
"Lalu, apakah Darmo dan James masih hidup? " tanya Jefry.
"Masih tuan, hanya saja, pergelangan tangan mereka sudah di potong Lucifer. " jawab Jefry.
"Hahahahahahaha...... Lucifer tidak pernah langsung membunuh musuh nya, dia akan menyiksa nya dulu. " ucap Richard.
"Di mana mereka? " tanya Richard.
"Mereka di sembunyikan di markas besar Lucifer. " jawab Jefry.
"Apa kau tahu di mana markas nya? " tanya Richard.
Jefry menganggukkan kepala nya.
"Tapi anak buah nya banyak berjaga-jaga di sana. " ucap Jefry.
"Kerahkan semua anak buah kita, hancurkan markas nya, bawa tahanan Lucifer. " perintah Richard.
"Baik tuan, saya mengerti. " ucap Jefry.
Jefry pergi meninggalkan Richard yang masih duduk dengan memikirkan sesuatu.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Lisna pergi dengan Hendra, Aris pergi ke kantor mengurus urusan di sana.
"Mama, mama di mana? " tanya Lisna setelah sampai di depan rumah nya.
"Mama di sini Lis. " jawab mama Lisna.
Lisna menghampiri tempat suara mama nya.
Hendra pun mengikuti nya.
"Kamu udah sampai? " tanya mama nya.
"Ini siapa Lis? " tanya mama nya menunjuk ke Hendra.
"Temen kerja ma, kenalin. " ucap Lisna.
"Hendra tante. " jawab Hendra.
"Ooouuhh, silahkan duduk. " tawar mama nya.
"Papa mana ma? " tanya Lisna.
"Papa kamu kerja, adik kamu sekolah. " jawab mama nya.
"Lisna, bikinin minuman nih buat Hendra. " suruh mama nya.
"Gak usah repot-repot tante. " ucap Hendra.
Lisna datang dari dapur hanya membawa dua gelas kosong dan air dingin dari kulkas.
"Sorry ya, minum nya air mineral dulu, hahahahaha. " ucap Lisna.
"Gak apa-apa kok. " jawab Hendra.
Lisna kembali duduk bersama Hendra dan mama nya.
"Eh.... gimana tentang Eva, kata kamu dia mau menikah, besok donk? " tanya mama nya.
"Iya ma, acara nya di Bandung. " jawab Lisna.
"Jauh amat, kenapa tidak orang tua angkat nya saja? " tanya mama nya.
"Jadi gini ma, biar Lisna jelaskan. " ucap Lisna.
Lisna menceritakan semua kejadian yang dialami nya dan Eva. Tentang penculikan pun di ceritakan pada mama nya.
"Ya ampun, kok tega banget ya, padahal kan Eva udah baik banget sama mereka" ucap mama nya yang kaget setelah di ceritkan.
"Maka nya itu, mama dan papa di minta untuk menjadi wali Eva di pernikahan nanti. " ucap Lisna.
"Lagi pula, kami gak bisa menghubungi orang tua angkat Eva, nomor nya gak aktif. " tambah nya lagi.
"Benar tante, kalau masalah biaya-biaya nya tuan kami yang akan menanggung nya. " ucap Hendra.
"Baik lah, nanti mama tanya sama papa kamu. " ucap mama Lisna.
"Ma, malam ini kita harus berangakat ke Bandung. " ucap Lisna.
"Hend, kamu kembali aja duluan, biar aku di sini, tapi nanti kamu jemput kami ya. " suruh Lisna.
"Oke, nanti kalau kamu butuh bantuan, kamu kabarin aja. " jawab Hendra.
"Sip. " jawab Lisna memberikan jempol tangan nya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
LIKE.... VOTE..... LIKE..... VOTE.... LIKE... VOTE.....