
"Apa aku harus melakukan nya? membunuh Eva? tapi aku lihat kak Lucifer sangat mencintai nya. " Vicky berpikir keras.
"Sama saja aku menyakiti Lucifer. Aku sangat menyayangi nya. " gumam Vicky.
*****************
Eva dan Lucifer menuju Ragunan.
"Kenapa kamu cemberut gitu sayang? " tanya Lucifer yang duduk di kursi kemudi.
Eva tidak menjawab, malah memonyongkan bibir nya.
"Apa aku melakukan kesalahan? aku minta maaf kalau begitu. " Lucifer tidak tahu kenapa isteri nya bersifat seperti itu.
"Bekas hisapan mu ini banyak sekali. Aku sedikit malu untuk pergi. " akhir nya Eva membuka mulut nya.
"Oohhh... hahahahaha... maafkan aku. Aku hanya keenakkan dan ketagihan. " jawab Lucifer.
"Tapi aku yang malu. " ucap Eva.
"Kalau begitu, apa kau mau melakukan nya pada ku? mau balas dendam? biar aku hentikan mobil nya. Aku pasrah sayang.. " ledek Lucifer.
Eva melirik Lucifer dengan tatapan sinis. Lalu membuang nafas sambil menggelengkan kepala nya.
"Kau sangat lucu dan menggemaskan. " lirik Lucifer.
Eva mengabaikan nya.
"Sayang, di belakang leher mu, apa itu luka atau tanda lahir? " tanya Lucifer.
"Aku juga tidak tahu, tapi waktu aku kecil ini sudah ada. " Eva menyentuh leher bagian belakang nya.
"Apa sakit? " tanya Lucifer khawatir.
"Enggak sih. " jawab Eva.
"Kau yakin bukan orang tua angkat mu yang melakukan nya? " tanya Lucifer serius.
"Yakin. Mereka memang tidak mengurusiku, tapi mereka tidak pernah memukul ku. " jawab Eva menganggukkan kepala nya.
"Tapi itu seperti luka loh sayang, apa mau kita cek ke dokter? " tanya suami nya lagi.
"Jangan, lagi pula ini gak sakit. " Eva menolak lembut.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
"Aku sengaja beberapa kali menekan bagian itu, tapi dia sama sekali tidak merasa kesakitan. Tidak mungkin dia berbohong." gumam Lucifer.
"Percaya lah, aku tidak bohong. " ucap Eva, seakan mengerti yang di rasakan suami nya itu.
Lucifer menganggukkan kepala nya sambil sekilas tersenyum.
*******************
Cleo keluar dari rumah mewah nya. Membawa kunci mobil.
"Siang sayang. " ucap Vicky yang menunggu Cleo di depan rumah.
"Kau? apa yang kau lakukan di sini? " tanya Cleo.
__ADS_1
"Menunggu dan sekalian menjaga mu. " ucap Vicky.
"Kau mau ke mana? aku temani ya? " tanya Vicky mendekati Cleo.
"Bukan urusan mu. Tidak perlu menemani ku. Pergilah! " ucap Cleo.
Cleo membuka pintu mobil nya. Vicky dengan sigap duduk di samping kemudi.
"Kau?? apa yang kau lakukan? keluar dari mobil ku sekarang! " perintah Cleo.
"Tidak mau. Aku akan ikut dengan mu. Siapa tahu ada orang yang menjahati mu. " ucap Vicky bertahan.
"Kau??? kurang ajar sekali kau. Keluar dari mobil ku!! " Cleo marah menarik Vicky keluar secara paksa.
"Kalau kau seperti ini, aku akan mencium mu loh. " ancam Vicky senyum nakal.
"Sialan nih orang. Bikin kesel aja. " gumam Cleo.
Cleo menjauh dari mobil nya, hendak kembali ke rumah.
"Kau mau kemana? apa kau tidak jadi keluar?" tanya Vicky.
Cleo mengabaikan. Vicky keluar, dan menarik tangan Cleo dengan sedikit berlari.
"Lepasin bre****k. " Cleo berusaha melepaskan tangan nya.
"Ayolah, kita jalan-jalan. Apa tidak bosan di dalam rumah? " bujuk Vicky.
"Pergi saja sendiri. Jangan ganggu aku! " tolak nya.
"Aku akan terus mengganggu mu, sampai kau mau. " Vicky tidak melepaskan genggaman nya.
Tiba-tiba Hp Vicky berdering. Tanpa melepas kan tangan Cleo, dengan satu tangan mengambil Hp nya.
"Bos, orang itu dan isteri nya sedang berada di kebun binatang Ragunan. Apa yang harus kami lakukan? " tanya anak buah nya.
"Ikuti saja. Aku akan menyusul. " jawab Vicky.
"Siapa yang di susul? pacar nya? dasar penjahat wanita. " gumam Cleo.
Vicky mematikan Hp nya, menatap Cleo sambil tersenyum.
"Ayo kita ke Ragunan" ajak Vicky dengan senyum nakal nya.
"Mau melihat sejenis mu? aku tidak mau. " tolak Cleo.
"Hahahaha... ayo lah. Aku dari kecil tidak pernah ke kebun binatang. Aku yang akan membayar karcis masuk nya." goda Vicky.
"Kau saja yang pergi." Cleo berusaha melepaskan tangan nya.
"Apa aku harus menggendong mu untuk masuk ke dalam mobil? " ancam Vicky.
"Apa kau berani? " pancing Cleo.
Tersirat senyum nakal di ujung bibir Vicky.
Dia langsung menggendong Cleo, seperti mengangkat karung beras.
"Bre****k... berani nya kau. Lepaskan!! " berontak Cleo.
"Diam dan menurut lah. " perintah Vicky memukul pa***t Cleo.
Cleo berteriak. Tangan nya beberapa kali memukul pundak Cleo. Sementara Vicky hanya tersenyum. Dia memasukkan nya ke dalam mobil.
__ADS_1
****************
"Tolong karcis nya untuk dua orang ya. " Lucifer membeli tiket. Sementara Eva menunggu di samping.
"Betapa tampan nya suami ku ini. Bukan cuma lawan jenis nya saja yang memandang kagum, sejenis pun sampai tak berkedip. " gumam Eva.
Semua pengunjung memang menatap Lucifer. Terkadang berbisik.
"Hai mba, kenapa masih belum mengantri beli tiket? " beberapa lelaki berusaha menggoda Eva.
"Sudah ada yang mengantri kok. " jawab Eva berusaha ramah.
"Siapa? ikut aku saja mba, biar aku yang bayar karcis nya. Sekalian aku traktir makan. " bujuk orang itu.
Sementara tak jauh Dari mereka, sepasang mata Lucifer menatap nya.
"Tenang aja mba, kami akan melayani anda dengan senang hati. " ucap rekan nya.
"Hhmm... pergi lah. Kalau tidak nanti suami ku akan marah. " suruh Eva.
"Yang mana suami nya? berani dengan kami?" tantang mereka.
"Kenapa aku harus tidak berani?" Lucifer muncul dari belakang orang itu.
Pria-pria itu berbalik, menatap arah suara itu. Lucifer mengepalkan tangan nya.
"Sudah ku bilang, menjauh lah. " ucap Eva suara pelan.
"Apa kau menantang kami? " tanya rekan nya.
Bukan nya mereka takut dengan Lucifer, malah balik menantang nya. Mereka tidak tahu saja bagaimana suami Eva itu kalau marah.
Lucifer mendekati orang-orang itu. Tapi mereka malah melangkah mundur.
"Sa... sayang.. sudah. Jangan bikin keributan di sini. " bisik Eva.
"Aku harus memberi mereka pelajaran. " jawab Lucifer.
"Di sini banyak orang, ayo kita masuk saja. " Eva menarik tangan Lucifer.
"Woy... mau kemana? sini kalau berani. " teriak lima orang pria yang menggoda Eva.
"Tolong jangan buat keributan di sini. " teriak security.
"Apa loe? jadi satpam aja belagu. " jawab mereka.
"Ih kurang ajar banget sih mereka" bisik pengunjung di situ.
"Wooyyy cewek... berapa laki-laki itu membayar mu? hanya sebatas karcis ragunan? " teriak mereka lagi.
Lucifer hendak membalas nya, Eva menarik tangan sambil menggelengkan kepala nya.
Beberapa kali Lucifer menghela nafas.
"Hahahaha.... badan doank gede, nyali tempe, pengecut!! " teriak mereka lagi.
Lucifer melepas kan genggaman Eva. Menghampiri lima orang yang sok hebat.
BBBRRUUGGHHH....
Lucifer memulai dengan pukulan pertama.
"Rasain kau. " ucap pengunjung di situ.
__ADS_1
"Aahhh... biar kan saja lah, lagi pula orang itu memang keterlaluan." ucap Eva sebagai penonton.