
“Kembar dok?” Tanya Lucifer.
“Benar tuan, hanya saja salah satu janin sangat lemah. Apakah sebelum nya ibu Eva pernah menghirup obat sejenis obat bius? Sengaja atau tidak sengaja?” Tanya dokter.
Lucifer menunggu jawaban Eva.
“Beberapa hari ini saya pernah pingsan dok, tapi setelah seseorang menutup hidung saya dengan saputangan.” Jawab nya gugup.
“ Itu sangat berbahaya bagi ibu dan janin. Apalagi masa kandungan trimester pertama.” Ucap si dokter lagi.
Lucifer mengepalkan kedua tangan nya dengan erat. Tampak sangat marah. Karena dia tahu siapa yang melakukan itu.
“Jadi apa yang harus saya lakukan dok?” Tanya Eva khawatir.
“Anda harus lebih banyak istirahat, jangan terlalu khawatir dan setres. Saya akan memberikan beberapa resep untuk kalian minum.” Si dokter menuliskan resep nya.
“Saya juga harus meminum nya dok?” Tanya Lucifer.
“Benar pak. Untuk mengurangi rasa ngidam nya.” Jawab si dokter.
“Kalau saya tidak meminum nya apa yang akan terjadi pada saya?” Tanya Lucifer.
“Anda akan merasakan masa ngidam itu, dan bisa saja mengganggu kegiatan pekerjaan anda. Tapi kalau anda tetap ingin merasakan nya? Ya silahkan.” Jawab si dokter.
“Saya ingin tetap merasakan nya, agar saya tahu apa yang di rasakan isteri saya, apalagi ada 2 janin yang ada di dalam rahim nya, jadi biar pas, satu-satu.” Jawab nya serius dan tegas.
Eva terharu mendengar nya, serasa ingin memeluk suami nya itu. Si dokter pun merasa tersentuh.
“Wah, saya salut dengan pilihan anda. Wajah anda tampak garang, namun ternyata anda pria yang lembut.” Ucap nya jujur.
“Tapi untuk ibu Eva, tetap harus minum obat ini, karena pengaruh obat bius itu, dan untuk memperkuat janin anda.” Suruh nya.
“Baik dok. Saya akan minum.” Ucap Eva.
“Besok kalau kalian tidak keberatan, silahkan datang lagi ke sini untuk USG. Dan akan memastikan lebih tepat nya lagi dua janin anda. Anda sebelum nya tulis janji dulu di bagian pendaftaran USG yang ada di depan.” Ucap si dokter.
“ Kenapa tidak sekarang saja dok?” Tanya Lucifer.
“Kalau sekarang tidak bisa tuan, soal nya lagi banyak yang mengantri. Dalam beberapa minggu ini banyak sekali catatan kehamilan. Jadi mohon anda mengerti.” Jawab si dokter.
“Saya bisa membayar anda, berapapun anda mau.” Ucap si Lucifer.
Sang dokter melihat ketidaksukaan nya.
“Tidak apa-apa dok, besok saja.” Ucap Eva mengambil keputusan.
“Iya, besok saja. Ya tuan Adam.” Tegas si dokter.
“Kalau begitu kami permisi dulu dokter. Terimakasih.” Mereka pun segera meninggalkan ruangan dokter yang menggelengkan kepala nya.
Lucifer sangat senang sekali mendapat kabar kehamilan isteri nya itu. Selalu di genggam, membuat yang lain merasa iri. Setelah mengambil resep dari dokter, mereka segera menuju mobil, di mana dua asisten nya sedang menunggu.
Aris membukakan pintu, dan Eva pun masuk, di susul Lucifer.
“Bagaimana tuan? Apa kata dokter?” Tanya Aris yang penasaran.
“Eehhemm… tebakan mu benar. Eva sedang hamil.” Jawab Lucifer.
__ADS_1
“Wahhh….selamat tuan, selamat Va.” Ucap Hendra.
Aris pun mengulangi kalimat dari Hendra juga.
“Kata dokter, dalam kandungan nya ada dua janin, arti nya kembar.” Tambah Lucifer.
“Kembar? Hebat tuan Lucifer.” Puji Hendra.
“Kenapa hanya dia yang hebat? Aku juga donk, kan ada di dalam perut ku.” Protes Eva.
“Iya sayang, kamu yang hebat. Kamu harus kuat ya.” Lucifer mengalah, mencium kepala Eva.
“Kamu juga. Karena kamu akan merasakan nya juga.” Ucap Eva.
“’Iya. Ngomong-ngomong kamu mau kita langsung pulang atau ada tempat yang ingin kamu kunjungi?” Tanya Lucifer.
“Bawa aku jalan-jalan. Kau kan pernah tinggal di sini, jadi tunjukkan pada ku tempat yang keren.” Pinta Eva.
Lucifer berpikir sedikit.
“Bagaimana kalau kita ke UNIVERSAL SINGAPURA?” Tanya nya.
“Aku pernah mendengar nya. Aku mau kesana.” Pinta nya.
“Baik, kita akan ke sana. Apa kalian mau ikut juga, Aris Hendra?” Tanya Lucifer.
“Mau tuan.” Hendra menjawab nya dengan sangat cepat.
“Tapi sampai di sana, jangan pernah jauh dari ku. Karena di sana sangat ramai.” Ucap Lucifer.
“Iya sayang.” Jawab Eva memeluk suami nya.
“Benar tuan, hanya saja salah satu janin sangat lemah. Apakah sebelum nya ibu Eva pernah menghirup obat sejenis obat bius? Sengaja atau tidak sengaja?” Tanya dokter.
Lucifer menunggu jawaban Eva.
“Beberapa hari ini saya pernah pingsan dok, tapi setelah seseorang menutup hidung saya dengan saputangan.” Jawab nya gugup.
“ Itu sangat berbahaya bagi ibu dan janin. Apalagi masa kandungan trimester pertama.” Ucap si dokter lagi.
Lucifer mengingat perkataan si dokter sebelum nya, membuat nya menjadi marah.
“Berani kalian menyakiti isteri ku dan membuat anak ku menjadi lemah? Maka tunggu pembalasan ku…… Marvel Lee.” Gumam Lucifer.
Lucifer memeluk erat isteri nya.
***********************
Mereka tiba di Universal Singapura, tapi Eva tertidur berada dalam rangkulan Lucifer.
“Tuan? Apa kita menunggu Eva bangun?” Tanya Aris.
“Tidak, kalian berdua saja duluan pergi, aku akan menunggu nya sampai dia bangun.” Ucap Lucifer.
“Kalau begitu saya mau ke toilet dulu ya tuan. Udah kebelet nih.” Ucap Hendra.
__ADS_1
“Pergilah.” Jawab Lucifer.
“Tunggu aku Hend.” Panggil Aris.
Tinggal lah di dalam mobil Eva yang tertidur dalam rangkulan Lucifer. Lucifer mengusap pipi Eva secara perlahan.
“Sayang, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua untuk kedua anak kita. Aku janji akan menjaga kau dan anak-anak kita.” Ucap Lucifer mencium kepala Eva.
30 menit kemudian Eva bangun, dan Lucifer yang tertidur.
“Kau pasti sangat kelelahan ya sayang.” Ucap Eva mengelus pipi Lucifer.
“Maafkan aku kalau aku merepotkan mu.” Ucap nya lagi.
“Tidak sayang, kau tidak merepotkan ku, justru aku sangat senang.” Ucap Lucifer yang terbangun.
“Sayang, kau sudah bangun? Apa aku membangun kan mu?” Tanya Eva.
Lucifer menggelengkan kepala nya.
“Ayo masuk.” Ajak Lucifer.
Sebelum mereka pergi, Lucifer memberi pesan pada Aris dan Hendra. Selanjutnya membeli tiket masuk.
“Sayang, aku mau ke toilet.” Ucap Eva.
“Kalau begitu aku antar ya.” Ucap Lucifer.
Setelah berada di depan toilet, Lucifer menunggu nya di luar.
“Ceons, tangkap anak buah Marvel……semua!” suruh Lucifer dalam panggilan telepon.
Eva keluar dari toilet, mencari suami nya, ke kiri dan kekanan.
BBBRRRUUGGGHHHH……….
“Aduh….. ma….maafkan saya tuan, saya tidak sengaja.” Ucap Eva tidak sengaja menabrak seorang pria di depan nya.
“Eva? Apa dia…Eva Tasyalona?” gumam Revand, pria yang tidak sengaja di tabrak Eva.
“Maaf ya…maaf. Sorry….sorry…” ucap nya meninggalkan pria itu dan mencari sosok suami nya.
Eva menemukan Lucifer.
“Lucifer? Jadi benar dia adalah Eva?” gumam nya lagi.
.
.
.
JANGAN LUPA MAMPIR YOOO...
LIKE N VOTE..
__ADS_1
TERIMAKASIH...