SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 110


__ADS_3

Eva masih menangis dalam pelukan Lisna.


"Coba lah untuk mengerti. " ucap Lisna.


.


.


.


.


Lucifer menghabiskan waktu nya dengan duduk di ruang apartemen nya, tidak membersihkan diri, menghabiskan banyak batang rokok, dan di temani dengan minuman beralkohol.


Membuang asap rokok nya di atas kepala nya. Di ruang yang gelap, hanya cahaya malam yang menembus jendela kaca nya.


Sesekali menutup wajah dengan kedua telapak tangan nya, membuang nafas berat nya.


"Aku sudah melarang mu untuk mendekati ku, tapi kenapa kau selalu hadir di sekitar ku." ucap Lucifer seorang diri.


"Berkali-kali ku abaikan, tapi kenapa kau tak menjauhi ku." ucap nya membuang asap rokok nya.


"Kenapa ketika aku mulai menyukai mu, kau malah menjauhi ku? kenapa di saat aku ingin menerima mu, kenapa kau malah membenci ku? " ucap nya lagi.


Dia meminum alkohol nya.


"Uuuuhhuukkk.... uuuhhhuukk..... " Lucifer batuk.


Lucifer berdiri menatap luar jendela nya, sambil menghisap dalam rokok kesayangan nya.


.


.


.


.


.


"Ma, aku berangkat dulu ya. " Lisna pamit berangkat kerja.


Sementara Hendra sudah berada di luar menunggu Lisna.


"Hati-hati nak, tidak ada yang kelupaan kan? " tanya mama nya.


"Gak ada ma. Eva, pamit ya. " ucap Lisna.


"Iya. " jawab Eva yang menunggu di teras rumah.


Lisna dan Hendra berangkat, sementara Eva masih berdiri di teras.


"Masuk Va. " ajak mama Lisna.


"Ma, aku mau pulang dulu. " ucap Eva.


"Ke mana? " tanya mama Lisna.


"ke rumah Aldo, aku mau bertemu dengan papa dan mama di sana" jawab Eva.


"Kamu yakin? bukan kah mereka yang berusaha menjual mu dengan penjahat itu?" tanya nya.


"Aku hanya ingin bertanya pada mereka, kenapa mereka melakukan itu, lagi pula aku tidak tahu bagaimana kabar mereka, aku tidak bisa menghubungi nya. " ucap Eva.


"Baik lah kalau begitu, tapi kamu harus hati-hati ya. " ucap mama Lisna.


Eva menganggukkan kepala nya.


Setelah meminta ijin, akhir nya dia pergi ke rumah orang tua angkat nya.


.


.


.


.


Lisna sampai di depan gedung perusahaan Adam Company, milik Lucifer.


"Wah Hend, ini gedung milik tuan Lucifer? " tanya Lisna kagum.


"Iya Lis. " jawab Hendra.


"Hebat ya. " ucap Lisna.


"Ayo masuk." ajak Hendra.


.


.

__ADS_1


.


.


Lucifer masih berbaring di ranjang nya, dengan bau rokok dan minuman beralkohol di mulut nya.


TTTUUUTTT...... TTTUUUUTTT.....


"Ada apa Aris? " tanya Lucifer setengah sadar menerima panggilan telepon.


"Tuan, kenapa anda tidak turun? apa kah anda tidak ke kantor? " tanya Aris.


"Tidak, kau urus saja dulu. " jawab Lucifer.


"Tuan, apa kah anda baik-baik saja? " tanya Aris khawatir.


"hheemm... " jawab Lucifer.


"Kau tidak usah datang kemari, aku ingin sendiri. " suruh Lucifer.


" Baik lah tuan. " jawab Aris sedikit khawatir.


Mereka mengakhiri telepon nya.


.


.


.


.


.


" Tuan Lucifer tidak datang ke kantor ya? " tanya Lisna.


"Iya, dia jarang datang ke kantor. " jawab William.


"Ayo aku tunjukkan ruangan kerja mu. " ajak William.


William membawa Lisna menuju ruangan baru Lisna.


"Ini ruangan mu. " ucap William.


Lisna meletakkan tas nya di atas meja kerja.


"Lalu apa yang harus aku lakukan William? " tanya Lisna.


" Bantu aku untuk mengecek laporan-laporan ini, pengeluaran dan pemasukkan nya. " suruh William.


"Nanti kalau ada yang tidak kau mengerti, kau boleh bertanya pada ku. " ucap William.


"Okey... " jawab Lisna.


.


.


.


.


Siang hari sekitar pukul 11.05 Wib, Lucifer bangun dari tidur nya.


Melihat Hp nya, berharap ada pesan masuk dari seseorang yang di tunggu.


Dia menggelengkan kepala nya, merasa kecewa.


"Coba ku lihat, di mana dia sekarang. " ucap Lucifer mengecek letak posisi keberadaan Eva.


"Kemana dia? " gumam nya.


Dia turun dari ranjang nya dan segera membersihkan diri.


30 menit kemudian Lucifer keluar dari apartemen nya, pergi membawa kunci mobil nya yang lain.


Mengikuti arah letak posisi Eva yang di ikuti dari Hp nya.


.


.


.


Eva berada di depan rumah orang tua angkat nya, tidak ada siapa-siapa di sana, termasuk Aldo juga tidak ada.


"Kemana mereka? kenapa tidak ada seorang pun? " gumam Eva.


Eva pergi ingin bertanya dengan tetangga yang tinggal di sekitar situ.


"Permisi bu, mau tanya, orang yang ada di rumah ini pada kemana ya? " tanya Eva.

__ADS_1


"Kalau anak cowok ada, baru saja pergi, tapi orang tua nya sudah lama tidak kelihatan, anak nya juga gak tahu kemana mereka. " jawab tetangga nya.


Eva terdiam beberapa menit.


"Terimakasih bu, permisi. " ucap Eva setelah mendapatkan jawaban dari tetangga nya.


"Aneh... semenjak kejadian itu aku tidak bisa bertemu dengan mereka? " gumam Eva.


Eva teringat dengan perkataan dari musuh Lucifer, yang mengatakan kalau Lucifer menghajar orang tua angkat nya.


"Apa ini ada hubungan dengan nya? " gumam nya.


Eva pergi meninggalkan tempat itu, sementara tak jauh dari nya, sudah ada Lucifer yang mengamati nya di dalam mobil.


Lucifer menjaga jarak dari Eva, agar Eva tidak takut dengan nya.


Eva pergi naik angkot, Lucifer mengikuti nya dari belakang. Eva tidak tahu, karena Eva tidak tahu Lucifer memiliki mobil yang lain.


Eva turun di sebuah taman, terdapat banyak bunga, dan sebuah kolam yang cukup luas, di tumbuhi tanaman di atas nya.


Dia duduk di sebuah kursi panjang bersandar.


Lucifer melihat nya dari belakang.


Eva hanya duduk seorang diri di sana, tanpa berkata apa pun. Sesekali melihat layar Hp nya.


Lucifer berdiri di samping pohon di belakang Eva. Dia mencoba menghubungi Eva, tapi lagi-lagi Eva tidak mengangkat nya.


" Kau masih tidak mau mengangkat nya Va. " gumam Lucifer.


.


.


.


.


.


"Bagaimana Lis? ada masalah? " tanya William.


"Bbbaaannnyyaaakkkk. " ucap Lisna merasa lelah.


"Hahahahaha..... dulu juga Eva seperti itu. " jawab William.


"Mana yang kamu tidak mengerti? " tanya William.


Lisna menunjuk bagian-bagian yang tidak di mengerti nya.


"William, apakah tuan Lucifer baik-baik saja? " tanya Lisna.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? " tanya William.


"Apa kau tahu kalau Eva dan tuan Lucifer sedang ada masalah? " tanya Lisna.


"Masalah? maksud nya? " tanya William penasaran.


"Hhmm.... sebelum nya aku mau tanya sama kamu, apa kah kamu tahu siapa tuan Lucifer itu? " tanya Lisna.


William heran dengan pertanyaan Lisna.


"Gak usah bohong, tolong jawab dengan jujur. " tanya Lisna.


"Apa kau tahu.... kalau... tuan Lucifer itu... mafia? " bisik Lisna.


William kaget dengan ucapan Lisna.


"Dari mana kau tahu? " tanya William.


"Berarti kau tahu kan? " tanya Lisna balik.


William menganggukkan kepala nya.


"Ada apa sebenar nya? " tanya William.


"Jadi gini, waktu itu......


Lisna menceritakan semua kejadian yang mereka alami.


Tentang penculikkan, Eva yang di jual orang tua angkat nya, dan tentang identitas Lucifer yang sebenar nya.


William merasa kaget mendengar cerita dari Lisna..


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2