SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 268


__ADS_3

Sore hari Eva sedang duduk santai dengan kakak dan papa nya di ruang tamu. Tv menyala, hanya Mahesha yang menonton nya. Dua anak nya sibuk dengan ponsel masing-masing.


Eva melirik Revand beberapa kali.


“Ada apa? Kenapa melirik ku seperti itu va?” Tanya Revand yang merasaka lirikkan Eva.


Eva tersenyum.


“Aku ingin meminjam ponsel mu kak sebentar.” Pinta nya.


“Buat apa? Di tangan mu ka nada ponsel mu.” Jawab Revand yang masih fokus pada ponsel nya sendiri.


“Ini paket nya habis. Aku barusan video call dengan Adam. Sebentar saja.” Bujuk Eva.


Revand melihat Eva dengan wajah yang melas.


“Kasih lah Vand, nanti biar Maurer urus ponsel Eva.” Bujuk Mahesha juga.


“Kenapa perasaan ku gak enak ya?” ucap Revand sindir.


“Itu hanya perasaan mu saja kak. Mana mungkin aku berniat jahat pada mu.” Ucap Eva berusaha normal.


“Nah, pakai. Jangan sembarangan pakai nya.” Revand mengalah, di berikan ponsel nya pada Eva.


“Okey, di sini ada nomor nya Adam kan?” Tanya Eva berbohong.


“Iya ada. Cari saja Lucifer.” Jawab nya.


Revand pergi kedapur tanpa curiga dengan adik nya yang memegang ponsel nya.


Eva yang sudah menyimpan nomor dokter Isabella, segera di simpan lagi di ponsel kakak nya.


“Sudah di simpan. Sekarang kirim pesan.” Ucap Eva.


Mahesha tahu kalau ada yang di rencanakan Eva, tapi melihat reaksi dan ekspresi Eva, dia yakin itu bukan rencana jahat.


“Hallo, selamat sore. Apa kabar?” sebuah pesan terkirim ke nomor Isabella.


“Cepat lah balas.” Gumam Eva sambil melihat kebelakang, takut kalau si pemilik ponsel melihat dan mengetahui nya.


TTIINGGG….


“Ahh….sudah di balas.” Ucap Eva pelan dan tersenyum.


“Ya hallo, maaf Ini dengan siapa?” balas dari nomor Isabel.


“Hahahaha…. “ tawa Eva kecil.


“Maaf mengganggu, aku adalah Revand, yang beberapa hari lalu berkonsultasi dengan mu tentang operasi penyambungan tangan.” Balas pesan yang di ketik Eva.


Eva melihat lagi di sekitar nya, takut kalau aksi nya di ketahui Revand. Jari telunjuk nya di ketuk di pinggiran ponsel Revand yang di


pegang.


“Oh, iya saya baru ingat. Ada yang bisa saya bantu pak?” balas pesan dari Isabel.


“Yesss…” Eva senang mendapat balasan yang kedua.


“Tidak ada, aku hanya ingin mengobrol saja dengan kamu. Apa kamu sibuk?” Tanya Eva.

__ADS_1


Beberapa menit tidak ada jawaban.


Eva menunggu dengan risau.


“Kenapa belum dibalas?” gerutu nya menunggu balasan pesan.


TTINNGGG…..


“Tidak terlalu, ada apa memang nya pak Revand? ”jawab balasan dari Isabella.


“Tolong jangan panggil aku pak, panggil saja Revand 😁 "Balas Eva mengirim kan emotion tersenyum.


“Apa boleh kita mengobrol untuk saling mengenal?” Eva mengirim pesan lagi walaupun belum mendapat balasan sebelum nya.


“Sebelum nya aku minta maaf dengan kejadian beberapa hari yang lalu. Aku ingin memberikan sepatu itu pada adik ku saja.” Eva mengirim lagi.


“Tolong simpan nomor ku ya, dan terimakasih.” Kiriman pesan lagi untuk Isabella.


“Udah belum pakai ponsel nya?” Tanya Revand yang muncul dari belakang Eva.


“Aakkhhh….. kakak, bikin aku kaget saja.” Eva panik dan gugup.


“Kenapa kau terkejut? Apa kau melakukan kesalahan ?” Tanya Revand.


“Ti…tidak. Aku hanya terkejut kau muncul tiba-tiba.” Jawab Eva gugup.


“Udah belum ponsel nya, aku masih mau main game nih.” Tanya Revand membawa air dingin di gelas nya.


“Udah ini.” Eva memberikan ponsel itu pada pemilik asli nya.


“Kalau begitu aku ke kamar dulu ya, sudah ngantuk.” Eva segera pergi ingin sembunyi di kamar nya.


“Gak, aku gak tidur. Aku mau Video call dengan Adam.” Jawab Eva dengan langkah sedikit cepat.


Beberapa minggu yang lalu Eva pindah di kamar bawah. Tidak ingin merepotkan papa dan kakak nya kalau selalu menjemput nya turun kebawah.


“Video call? Bukan nya paket mu habis?” Tanya Revand sadar.


Eva pura-pura tidak mendengar. Terus berjalan menuju kamar nya.


“Ahhhh…. Untung cepat-cepat kekamar. Kalau tidak aku akan di interogasi sama kak Revand.” Ucap Eva.


Revand sudah memegang ponsel nya, dan masuk ke menu game favorite nya.


TTIINNGGG….


Sebuah pesan WA masuk dari nama Isabella yang sudah di simpan Eva.


“Isabel? Maksud nya? Isabella siapa ini?” Tanya nya heran.


Awal nya masih di abaikan.


TTIINNGGG…


Ada pesan lagi dari nama yang sama hingga sampai 3 kali.


Karena  penasaran, Revand keluar dari menu game nya dan masuk ke WA nya.


“Isabella??”

__ADS_1


“Mengobrol ya? Hmmm…. Boleh saja asal sopan.” Balasan pertama dari Isabella.


“Tidak apa-apa, aku juga yang salah. Karena keegoisan ku yang tidak mau mengalah.” Balasan yang kedua.


“Iya, aku sudah menyimpan nomor mu.” Balasan yang ketiga dari Isabella.


“Apa-apaan ini? ” Revand membaca semua pesan obrolan antara nomor nya dengan nomor Isabella.


“EEVVVAAAA….” Teriak Revand.


“Waduh….. kayak nya dokter Isabel sudah balas pesan ku nih, dan kak Revand sudah membaca nya. Gawat….. aku harus kunci pintu.” Eva segera mengunci pintu, takut kalau kakak nya masuk dengan tiba-tiba.


Revand yang berdiri menghadap kamar Eva, kembali tenang dan duduk lagi.


“Dia diam-diam ngobrol dengan dokter Isabell?” Tanya Revand.


“Siapa itu Revand?” Tanya Mahesha.


“Dokter bedah pa. Waktu itu aku berkonsultasi tentang operasi tangan dengan nya.” Jawab nya.


“Lalu apa kau mau di operasi?” Tanya Mahesha serius.


“Tidak. Aku membatalkan nya.” Jawab Revand yang masih memperhatikan pesan Wa.


Revand melihat foto profil yang di gunakan Isabell. Wajah dengan memakai pakaian kedokteran nya.


Agak lama dia melihat foto itu.


Beberapa kali juga dia membaca ulang pesan Wa kedua nomor itu. sekilas dia tersenyum kecil.


“Ohh… ternyata dia mau juga mengobrol dengan ku?” gumam nya tersenyum.


**********


Rihana berada di rumah Aris, sebelum pulang di mampir ke toko pakaian untuk membeli beberapa pasang pakaian yang akan di kenakan nya.


Rihana membersihkan ruangan yang ada di dalam rumah Rihana, menggosok kamar mandi, menyapu, mengepel, bahkan membantu mencuci pakaian Aris


dengan mesin cuci.


Tidak ada keterpaksaan di wajah nya melakukan itu. dengan senang hati sebagai balasan terimakasih nya karena sudah menyelamatkan dan memberikan tempat tinggal.


“Apa sekalian aku siapkan makan malam untuk nya? Tapi aku tidak tahu kapan dia pulang? Dan aku juga tidak tahu apa dia makan di luar atau di rumah? Apa aku harus Tanya dulu ya?” ucap nya sendiri.


Ponsel  Rihana berdering, ternyata Aris yang sedang melakukan panggilan ke nomor nya.


“Ha…hallo.” Jawab Rihana.


“Aku mau pulang, kau mau aku bawakan makanan apa?” Tanya Aris.


.


.




SILAHKAN MAMPIR NOVEL TERBARU KU JIKA BERMINAT YA, JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE N VOTE NYA...

__ADS_1


TERIMAKASIH...


__ADS_2