
Di malam hari Eva merasakan sepi. Rindu dalam diri nya seperti tidak bisa di bendung lagi. Padahal baru beberapa jam mereka berpisah. Walaupun ada kakak dan papa nya yang berusaha menghibur.
“Sudah jam 9 malam. Di sana jam berapa ya?” Eva melihat jam di dinding kamar.
“Sedang apa suami ku di sana sekarang? Apa sudah tidur?” dia tidur dengan menatap langit-langit kamar nya.
Ponsel yang ada di atas meja di samping dia tidur, segera di raih. Mencari nomor suami tercinta.
“Aku ingin bicara pada nya. Aku ingin mendengar suara nya.” Ucap nya tersenyum.
“Nomor yang anda tuju, sedang sibuk.” Balasan operator dari nomor Lucifer.
“Sibuk? Apa dia sedang berbicara dengan orang lain?” gumam nya.
“Coba lagi lah.” Di hubungi nomor yang sama hanya selang 3 detik.
Sekali lagi…
“Nomor yang anda tuju, sedang sibuk.” Balasan operator dari nomor Lucifer.
“Masih sibuk ya.” Merasa sedikit kecewa.
Sementara itu di lain tempat dan negara, seorang pria sedang mencoba menghubungi nya.
“Nomor yang anda tuju, sedang sibuk.” Balasan operator dari nomor Eva.
“Sibuk? Berarti dia sedang menerima panggilan telepon ya.” Tanya Lucifer pada diri nya sendiri.
Lucifer juga sedang menghubungi isteri nya, Eva. Dia lihat jam di kamar menunjukkan waktu pukul 10 malam.
“Jam segini berbicara dengan siapa?” Tanya nya lagi.
3 detik kemudian di coba lagi menghubungi.
“Nomor yang anda tuju, sedang sibuk.” Balasan operator dari nomor Eva.
“Hmmm…. Masih sibuk juga.” Tanya nya menghela nafas.
“Aku sangat rindu sekali pada nya. Aku ingin memeluk dan mendengar suara nya.” Ucap nya memandang langit kamar.
Dan sekarang, mereka sama-sama tidak mencoba untuk menghubungi lagi.
“Tapi ini sudah malam. Dia tidak boleh terlambat tidur. Aku harus menghubungi Revand.” Lucifer merasa gelisah.
Dia mencoba untuk memejam kan mata, tapi merasa khawatir dengan isteri nya.
***************
Revand yang berada di kamar, melihat ada ppanggilan dari Lucifer di layar ponsel nya.
“Ngapain dia menghubungi ku? Apa dia rindu pada ku?” Tanya nya.
“Angkat gak ya? Paling males kalau dia ngomel-ngomel.” Berpikir mempertimbangkan panggilan dari ponsel yang masih berdering.
__ADS_1
“”Oi….Lucifer, ada apa kau menghubungi ku? Apa kau merindukan ku?” Tanya Revand meledek.
Lucifer tidak langsung menjawab, dia menghela nafas yang dapat di dengar Revand.
“Kau coba cek Eva, suruh dia tidur. Jangan lama-lama berbicara dari ponsel nya.” Lucifer memerintahkan Revand untuk mengontrol.
“Apa? Kau menghubungi ku hanya untuk menyuruh ku?” Tanya Revand.
“Apa kau tidak mau? Kalau kau tidak mau aku akan suruh Vicky ke sana. Bagaimana?” ancam Lucifer.
“Hmmm….. iya…iya. AKu akan ke kamar isteri mu sekarang.” Revand mengalah. Turun dari ranjang dan berjalan ke kamar Eva.
“Jangan di matikan telepon nya.” Suruh Lucifer.
Di dalam kamar Eva masih mencoba menghubungi suami nya, selalu jawaban ‘sibuk’.
“Kenapa masih sibuk sih? Lama banget mereka berbicara.” Eva sedikit kecewa.
TTTOOKK….TOOOKK…..
“Masuk.” Eva member jawaban pada Revand yang mengetuk pintu.
“Kak? Ada apa?” Tanya Eva heran.
“Adikku sayang, kata suami mu ini, jangan lama-lama tidur nya, jangan terlalu lama juga berbicara dengan orang dari telepon.” Revand
menunjukkan ponsel nya ke arah Eva agar Lucifer bisa mendengar.
Eva sedikit mengerti.
“Sayang? Eva?” Lucifer memanggil Eva saat mendengar suara pertanyaan Eva.
Eva semangat dan senang mendengar suami nya memanggil diri nya.
“Adam.” Eva merebut begitu saja ponsel Revand.
Revand terkejut saat Eva merebut ponsel nya. Tidak marah.
“Baik lah, aku akan membiarkan kalian bicara, ingat…… jangan lama-lama menelopon nya, biar gak lama tidur nya.” Sindir Revand.
Revand membiarkan Eva berbicara. Karena dia merasa sudah mengantuk, segera pergi keluar dari kamar Eva.
************
“Hallo Adam….aku sangat rindu pada mu.” Eva berbicara dengan senang dan sedikit kecewa.
“Aku juga sayang. Aku dari tadi mencoba menghubungi mu, tapi nomor mu selalu sibuk terus. Maka nya aku menghubungi Revand, agar bisa berbicara dengan mu.” Cerita Lucifer.
“Apa? Jadi dari tadi kau menghubungi nomor ku ya. Aku juga selalu menghubungi mu, dan jawaban nya selalu sibuk.” Eva pun menjelaskan kejadian yang sama di lakukan Lucifer.
“Oh ya? Aku pikir kau sedang berbicara dengan seseorang, hahahahha.”
Lucifer tertawa dan sudah mengerti.
__ADS_1
“Aku juga berpikir seperti itu. Ternyata kita melakukan hal yang sama ya, hahahaha.” Eva tertawa, merasa kejadian yang lucu.
“Adam, di sana sudah jam berapa?” Tanya Eva.
“Di sini….. sudah jam 9 an malam sayang. Di sana?” Tanya balik Lucifer.
“Cuma beda satu jam ya. Di sini jam 10 an malam juga.” Jawab nya.
Eva menggulung-gulung ujung sarung bantal yang ada dipelukan nya.
“Apa kau sudah memakan obat mu?” Tanya Lucifer.
“Mmmm… sudah.” Jawab nya cepat.
“Apa kau sudah makan malam?” Eva yang bertanya balik.
“Sudah sayang.” Jawab Lucifer.
“Kau jangan sampai telat makan di sana ya. Jangan sampai sakit.” Pesan Eva.
“Iya, kamu juga. “Lucifer menjawab. Dia berbicara dengan meliat langit malam dari balik jendela kaca.
“Malam ini aku tidak bisa tidur dalam pelukan mu.” Eva mengeluh.
“Aku juga sebenar nya tidak bisa. Tapi ini hanya sementara. Jadi bersabar ya.” Ucap Lucifer.
Tidak ada pembicaraan lagi. Hanya terdengar suara nafassuami isteri yang sengaja untuk bisa di dengar.
“Va, kau tidur dulu. Ini sudah malam.” Lucifer ingin mengakhiri obrolan nya.
“I….iya deh.” Jawab Eva sedikit kecewa.
“Kau jangan marah ya. Aku juga ingin mendengar suara mu.Tapi kau harus beristirahat.” Lucifer memberikan penjelasan, agar Eva tidak kecewa.
“Iya sayang, aku tahu. Kau juga harus istirahat. Jangan banyak minum kopi atau merokok.” Pesan Eva.
“Iya. Selamat malam ya. Besok aku akan menghubungi isteri ku ini lagi.” Ucap Lucifer.
Eva senang mendengar nya.
“Muuuaacchh…, selamat malam sayang. Tutup lah Hp nya.” Suruh Lucifer.
“Selamat malam sayang. Mmmuuaaacchh…..” balas Eva.
Mereka sudah menutup panggilan. Ponsel di letakkan di atas meja, tidak langsung di berikan pada Revand. Sangkin senang dan bahagia nya.
Malam itu, mereka tidur dengan sangat lelap. Mungkin karena sudah bisa melampiaskan kerinduan dan penasaran di dalam diri mereka.
****************
Mulai pagi ini Revand selalu menjemput adik nya untuk makan bersama di bawah. Mengingat apa yang di katakana Lucifer tentang anak tangga dan kehamilan Eva, dia menjadi lebih berhati-hati lagi. Agar Eva tidak
tergelincir.
__ADS_1
Sebenar nya Revand bisa saja mengantar makanan, tapi Eva ingin makan bersama keluarga nya.