SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 126


__ADS_3

"Ya udah kalau begitu telepon nya aku tutup dulu ya. " ijin Lucifer.


"Iya, hati-hati di jalan . " ucap Eva mengakhiri panggilan nya.


"Adam mau pulang, masak apa ya, heeemmm.... " gumam Eva sambil berpikir.


"Aahh.... okey... " Eva sudah tahu harus masak apa.


.


.


.


"Di mana tuan Lucifer Lis? " tanya William menghampiri Lisna.


"Udah pulang. " jawab nya ketus.


"Kamu kenapa? cuek amat" tanya William.


"Tahu gak, cewek sexy yang waktu itu pernah datang, tadi dia datang lagi, dan langsung nerobos masuk ke ruangan nya tuan Lucifer. " ucap Lisna.


"Oh yah... mau ngapain? terus, tuan Lucifer kenal? " tanya William.


"Kenal lah, malah, aku lihat tuh cewek duduk di pangkuan nya tuan Lucifer, manja banget lagi. " jawab Lisna sewot.


"Siapa nama nya? " William ikut penasaran.


"Gak tahu. " jawab nya ketus.


"Terus, apa tuan Lucifer senang atau gimana gitu reaksi nya? " tanya William lagi.


"Waktu aku lihat sih, dia agak cuek gitu, tapi gak tahu deh di belakang ku gimana. " jawab nya.


"Apa kau benar-benar gak tahu? secara kau kan kenal banget dengan tuan Lucifer. " Lisna merasa tidak percaya.


William menggelengkan kepala nya.


.


.


.


"Tuan Lucifer, bagaimana dengan nona Cleo? " tanya Aris.


"Kenapa dengan nya Ris? " tanya balik Lucifer yang duduk di belakang kemudi.


"Apa tidak anda kenal kan dengan Eva? " tanya Aris.


"Tidak usah, gak penting banget kok. " jawab nya santai.


"Tapi bagaimana kalau Eva salah paham, dan marah dengan anda? " tanya lagi.


"Kalau dia bertanya, aku akan jawab. " jawab nya santai.


"Lagi pula kau tahu kan siapa Cleo itu?" Lucifer bertanya dengan serius.


"Iya tuan." jawab Aris gugup.


.


.


.


Vicky baru tiba di kediaman nya. Dia merasa sangat lelah.


"Selamat siang tuan Vicky. " sapa kepala pelayan nya, Hardian.


"Siang pak Dian. " jawab nya dengan senyum ramah.


"Apa anda membutuhkan sesuatu? " tanya Hardian atau yang lebih di kenal dengan Dian.


"Buatkan kopi saja pak Dian. " Vicky melangkah menuju kamar nya tanpa menunggu jawaban dari Dian.


CCEEEKKKLLLEEKKK......


Baru membuka pintu, mengambil pakaian yang hendak di pakai.


"Aku sangat tampan, tidak ada satu pun wanita yang bisa menolak pesona ku. " ucap Vicky menatap wajah nya di cermin.


"Termasuk Eva, aku tahu dia hanya mencoba jual mahal, nanti juga akan tertarik dengan ku." ucap nya lagi dengan senyum sinis.


.

__ADS_1


.


.


"Hallo, tuan Vicky. " ucap seseorang dalam panggilan.


"Ada apa? " tanya Vicky.


"Tuan, kami memiliki info kalau dia memiliki perusahaan di Jakarta. " balas anak buah nya.


"Lalu bagaimana dengan alamat tempat tinggal nya?" tanya Vicky.


"Kami belum menemukan nya tuan, dia sangat mengunci ketat tentang jati diri nya. " balas nya.


"Okeyy... baik lah, tetap awasi keberadaan nya, kalau ada informasi, kabari. " perintah nya.


"Baik tuan. " jawab rekan nya.


Mereka mengakhiri panggilan nya.


"oh... jadi dia bikin perusahaan ya, bagus lah, paling tidak dia tidak tetap seperti dulu. " gumam nya.


"Aku yakin sebentar lagi kita akan bertemu. " gumam nya.


.


.


.


"Ayo makan." ajak Eva.


Lucifer masih sibuk dengan Hp nya.


"Adam, ayo makan? kamu bilang lapar. " Eva mengajak Lucifer yang diam.


Lucifer tersenyum pada nya sambil meletakkan Hp nya di atas meja.


"Sibuk sekali dengan Hp nya. " gumam Eva.


"Apa kamu kembali lagi ke kantor? " tanya Eva.


"Iya." jawab nya.


"Ini." Lucifer memberikan sebuah kartu untuk Eva.


"Apa ini? " tanya Eva.


"Kartu kredit, jadi kamu bisa belanja apa aja. " jawab Lucifer.


"Gak usah Dam, aku bukan penggila belanja." tolak Eva pelan.


"Gak apa-apa, buat jaga- jaga. " ucap Lucifer.


"Gak mau." Eva tetap bersikeras menolak nya.


Lucifer menatap nya, dengan tatapan sedikit memaksa.


"Ambillah"


Eva tetap menggelengkan kepala nya.


"Udah, makan aja dulu, keburu dingin " ucap Eva.


Lucifer meletakkan kartu kredit nya di atas meja.


Mereka makan bersama.


"Kalau begitu, aku minta nomor rekening mu. Biar aku transfer. " ucap nya lagi.


"Makan aja dulu, nanti kita bicarakan lagi, okey... " Eva berbicara dengan lembut sambil tersenyum.


.


.


.


"Ya Stev? ada apa? " tanya Lisna.


"Lis, mau makan malam dengan ku nggak? " tanya Steven melalui panggilan telepon.


"Makan malam? tumben nih, ada apa? lagi mencoba pedekate an ya? " ledek Lisna.


"Yahhh... bisa di bilang sih seperti itu. " jawab Steven santai.

__ADS_1


Lisna diam, tidak tahu mau jawab apa.


"Hallo, mau gak? tenang aja, aku yang traktir. " tanya Steven.


"Hhmm... jam berapa? " tanya Lisna.


"Jam 7, gimana? " ucap Steven.


"Okey, tapi kamu jemput aku ya. " pinta Lisna.


"Siap... ya udah kalau gitu, aku tutup dulu, mau cek pasien. " ijin Steven.


"Sampai jumpa. " Lisna menutup telepon nya.


"Aneh.... kenapa dia mau ngajak aku makan malam? " gumam Lisna.


"Aku coba bicarakan dulu dengan Lisna, dia mau atau tidak. " gumam Steven sedikit tersenyum.


.


.


.


"Jadi, Lucifer sudah menikah yah? " tanya Cleo.


"Iya, belum lama kok. " jawab Miranda.


"Apa jangan-jangan isteri nya itu yang jadi asisten nya? " tanya Cleo.


"Dulu sih pernah bekerja dengan tuan Lucifer, tapi gak berapa lama, udah gak kerja di situ lagi, malah dapat kabar kalau wanita itu dan tuan Lucifer sudah menikah. " ucap Miranda.


Miranda dan Cleo sedang mengobrol di salah satu cafe.


"Lalu bagaimana dengan mu? apa kau masih betah hidup seperti ini? " tanya Miranda.


Cleo menatap sinis Miranda.


"Kau sendiri bagaimana sayang? " bisik Cleo.


"Bukan kah kau menyukai si Lucifer itu? " tanya Cleo.


"Ya, aku memang menyukai nya, sampai sekarang dan selama nya.." ucap Miranda meminum alkohol nya.


"Kenapa tidak kau menikah dengan nya saja? " tanya Cleo.


"Cleo, aku memang menyukai nya, tapi bukan berarti memaksa nya untuk ku miliki, berada di samping nya dan memberi kan dukungan ku untuk nya, aku sudah senang. " jawab Miranda.


"Aku tidak akan membuat dia marah dengan ku, aku hanya tetap ada, dan dia bisa percaya pada ku. " tambah nya lagi.


"Apa tidak sakit memiliki perasaan seperti itu? " tanya Cleo merasa kasihan.


"Tidak, dari awal aku sudah tahu diri kok, kalau dia terlalu tinggi buat ku. Tidak bisa menjadi pasangan nya, gak salah kan jadi sahabat nya. " Miranda meminum kembali minuman nya.


"Sahabat? bukan nya anak buah ya, hehehehehe. " ledek Cleo membuang asap rokok nya.


Miranda menatap marah dan kesal pada Cleo, sementara Cleo hanya tersenyum tanpa merasa bersalah.


.


.


.


.


" Kamu mau kemana nak? tumben rapi? " tanya mama Lisna.


"Mau makan malam ma. " jawab Lisna.


"Makan malam? sama siapa? " tanya mama nya penasaran.


"Sama Steven. " jawab Lisna santai sambil memakai pemerah bibir nya.


"Si dokter ganteng itu ya? bagus Lis, mudah-mudahan cocok ya, hehehehe. " mama nya sangat senang.


"Apaan sih ma. " Lisna merasa malu.


.


.


.


LIKE.... VOTE.. ..LIKE. ..VOTE..

__ADS_1


__ADS_2