
Lucifer menolak memakan ice krim dari Eva, itu karena dia
tidak menyukai makanan yang terlalu manis. Seperti anak kecil, Eva sangat
menikmati dan santai memakan nya.
“ Sayang apa kau mau makan ice krim juga?” tanya Steven pada
Lisna.
“Sayang?” Lisna sedikit terkejut di panggil sayang.
“Kenapa? Apa kamu keberatan kalau aku memanggil mu dengan kata ‘sayang’
?” ucap Steven.
“Mmmmm…..enggak sih. Hanya kaget saja.” Ucap Lisna sedikit
malu.
“Kalau kamu gak suka, aku tidak akan memanggil dengan
kalimat itu.” Ucap Steven.
“Tidak….tidak……aku tidak keberatan kamu memanggil ku dengan
sebutan itu.” Ucap Lisna sedikit gugup dan malu.
“Okey sayang, apa kamu mau makan ice krim? biar aku ambilkan.”
Tawar Steven.
“Bo….boleh.” jawab Lisna.
“Sebentar ya.” Steven meninggalkan Lisna sementara untuk
mengambil pesanan nya.
Vicky menghampiri Lucifer dan Eva.
“Hai kak Lucifer, apa kabar?” sapa Vicky menghampiri.
Lucifer diam mengabaikan kehadiran Vicky.
Vicky mengambil posisi duduk di samping kakak angkat nya,
walaupun di abaikan.
“Seperti nya kau sangat menyukai ice krim Eva, maksud ku
kakak ipar.” Ucap Vicky.
“Oh..iya, aku sangat suka.” Jawab Eva yang masih duduk di
pangkuan suami nya.
“Apa masih kurang ice krim nya? Biar aku ambil kan.” Tawar Vicky
berdiri.
“Ti…tidak usah, sudah cukup.” Tolak Eva pelan.
Lucifer berdiri, Eva pun ikut berdiri. Dia menggenggam
tangan isteri nya, pindah menjauh dari Vicky.
“Kak? Kau mau kemana?” tanya Vicky.
Lucifer mengabaikan pertanyaan Vicky.
“Kak? Kenapa kau selalu menghindari ku?” tanya Vicky.
“Apa kau membenci ku?” tanya Vicky lagi.
“Ya…aku membenci mu, sangat membenci mu!!!” teriak Lucifer.
Semua tamu undangan bisa mendengar kalimat Lucifer.
“Kenapa? Apa yang telah aku lakukan? Kita adalah keluarga
kak.” Ucap Vicky tak mau kalah.
Lucifer menghampiri Vicky. Dia melepas genggaman tangan Eva.
“Kau bertanya apa yang telah kau lakukan? ” tanya balik
Lucifer.
“Sekarang kau kembali pulang, jangan ganggu dan muncul di
hadapan ku lagi.” Ucap Lucifer serius.
Setelah mengatakan kalimat itu, dia pergi melanjutkan Langkah
nya. Membawa Eva yang masih menunggu nya.
“Sebaik nya kita pulang saja sayang.” Ajak Lucifer.
__ADS_1
Eva menganggukkan kepala nya. Dia tidak ingin bertanya apapun
saat ini pada suami nya, meskipun dia sangat penasaran.
Sementara Vicky masih menatap punggung kakak nya, hingga
yang di tatap nya sudah menghilang keluar pintu.
Cleo menghampiri nya, entah kenapa dia merasa ikut bersedih
dengan kekasih nya itu.
“Vicky, apa kau tidak apa-apa?” tanya Cleo.
Vicky melihat kearah Cleo, tatapan mata nya yang sayu,seakan-akan
menahan air mata kesedihan nya.
“Cleo? Aku…..aku tidak apa-apa kok.” Jawab Vicky berusaha
tersenyum.
“Apa kau yakin? Apa kau mau kita pergi dari sini? Mencari suasana
baru gitu?” tawar Cleo.
“Apa kau mau menemani ku?” tanya Vicky.
“Tentu saja, kau kan sekarang adalah kekasih ku.” Jawab Cleo
tersenyum.
Vicky pun ikut tersenyum. Dia merasa senang ada seseorang
yang menemani nya di saat seperti ini.
Hingga akhir nya Vicky dan Cleo pergi meninggalkan acara yang
masih berlanjut. Tinggallah Steven dan Lisna.
**********
Tidak ada pembicaraan antara Eva dan Lucifer. Lucifer hanya focus
pada kemudi nya. Eva tidak berani bertanya.
“Ada apa antara Vicky dan Adam ya? Kenapa dia sangat
membenci Vicky?” gumam Eva.
Sesekali dia melirik suami nya. Dan Lucifer tahu kalau dia
“Ada apa sayang? ” tanya Lucifer.
“Mmmm…gak apa-apa kok.” Jawab Eva canggung.
“Kamu pasti bertanya-tanya tentang kejadian tadi ya?” tanya
Lucifer seperti mengerti.
Eva melihat nya, dan membalas dengan anggukan kepala.
“ Apa benar kalau kalian itu saudara? Keluarga?” tanya Eva
sedikit berani.
“Hmmm….. aku tidak tahu harus menjawab nya bagaimana.
Sebelum nya aku pernah bilang kan kalau aku di adopsi ketika berumur 12 tahun?”
tanya Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya.
“Iya.” Jawab Eva.
“Dan Vicky itu adalah anak kandung mereka, bisa di bilang kalau
aku hanya kakak angkat nya.” Jelas Lucifer.
“Ooohhhh….” Respon Eva menganggukkan kepala nya.
“Lalu kenapa kau membenci nya?” tanya Eva lagi.
Lucifer diam, dia tidak menjawab pertanyaan isteri nya, hanya
menatap wajah Eva yang masih menunggu jawaban dari pertanyaan.
“Kalau kau tidak mau mengatakan nya tidak apa-apa. Gak usah terlalu
di pikirkan.” Ucap Eva.
********
“Steven, apa kau mengenal laki-laki itu?” tanya Lisna.
“Yang mana?” tanya balik Steven yang duduk di kursi kemudi.
__ADS_1
“Itu loh, yang tadi memanggil Lucifer kakak.” Jelas Lisna.
“Ohh…itu. Ingat. Aku pernah bertemu dengan nya beberapa
tahun yang lalu. Kenapa? apa kau menyukai nya?” canda Steven.
“Dia memang tampan sih. Tapi bukan berarti aku menyukai nya.”
Jawab Lisna.
“Tampan? Lalu aku? Apakah aku juga tampan?” tanya Steven.
“Hahahaha….tentu….tentu saja kau sangat tampan.” Jawab Lisna
tertawa.
“Terimakasih sayang.” Steven mengusap rambut Lisna.
“Lalu kenapa Lucifer seperti nya sangat membenci nya?” tanya
Lisna yang juga penasaran.
“Lisna, sebenar nya Lucifer itu tidak pernah Bahagia dengan
kehidupan nya sebelum mengenal Eva. Dia didik dan di ajarkan hanya untuk
sebagai benteng pertahanan keluarga Vicky.” Ucap Steven serius.
“Vicky? Jadi nama nya Vicky?” tanya Lisna.
“Yups…” jawab nya singkat.
“Tapi aku tidak mengerti maksud mu. Benteng pertahanan apa?”
Lisna semakin pensaran.
“Panjang cerita nya.” Jawab Steven setelah melihat wajah
Lisna.
“Sudah lah, jangan membicarakan itu lagi. Kita bicara
tentang masa depan kita saja.” Ucap Steven.
“Mmm…misal nya?” tanya Lisna malu.
“Aku tidak ingin lama-lama.” Jawab Steven memberi kode.
“Hah? Maksud nya?” tanya Lisna yang memang tidak tahu.
“ Menikah. Aku ingin kita juga segera menikah.” Jawab Steven
dengan serius.
Lisna menatap Steven. Berpikir beberapa saat.
“Asal kan kedua orang tua kita menyetujui nya, aku tidak
akan menolak nya.” Jawab Lisna melempar senyum.
“Aku yakin ke dua orang tua ku setuju dan menyukai mu. Dan orang
tua mu juga sudah setuju kan?” ucap Steven pasti.
“Minggu depan calon mertua mu akan datang. Bersiap lah.” Ucap
Steven tersenyum.
“Sip…aku pasti akan siap.” Jawab Lisna yakin.
Mereka berdua tersenyum Bahagia. Sesekali Steven menggenggam
tangan Lisna yang duduk di samping nya.
*********
Eva dan Lucifer tiba di kediaman nya. Eva tertidur pulas
dalam perjalanan. Lucifer tidak membangunkan nya. Setelah dia turun, berputar
dan menggendong Eva masuk.
“Seperti nya isteri ku sangat lelah sekali hari ini.” Gumam Lucifer.
Salah satu sepatu yang di kenakan Eva terjatuh. Lucifer
hendak mengambil nya, dia hanya melihat kearah belakang nya .
“Siapa mereka? Apa yang mereka lakukan di sini?” gumam
Lucifer.
Dia melanjutkan perjalanan nya, pura-pura biasa saja. Namun dia
bertanya-tanya.
“Apa mereka suruhan Vicky atau si tua bangka?” gumam nya
__ADS_1
lagi.