SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 303


__ADS_3

Vicky tidak melanjutkan omongan nya lagi setelah mendapat tatapan dari Eva, Lucifer dan Shinta secara bersamaan dengan tatapan kesal.


“Ah…. Baik lah, aku akan mengikuti perintah mu kak. Tenang ya…” hingga akhir nya Vicky pasrah.


Lucifer menurunkan Shinta.


“Kalau begitu, Ina sekarang ikut tante dulu kerumah ya.” Ajak Eva.


“Iya tante.” Ina menjawab dengan senang hati.


“Papa jangan lama ya.” Pinta Shinta dengan gemas nya.


Lucifer menganggukkan kepala dan tersenyum pada puteri nya itu.


*****


Setelah Eva dan lain nya pulang, Lucifer kembali menemui Revand.


Semua nya sibuk, berusaha menghindar dari Lucifer.


“Bagaimana? Sudah datang?” tanya Lucifer.


“Belum. Mungkin…..


“Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan dengan rumah sakit kami?” tanya seorang pria yang baru datang dengan membawa beberapa rekan nya.


Lucifer dan Revand melihat asal suara.


“Siapa di antara kalian yeng bernama Jofranta Silo?” tanya Lucifer yang memperhatikan kelompok orang yang baru datang.


“Sa…saya… Jofranta Silo. Ada apa kau mencari ku?” tanya Pria itu.


“Kau pemilik dari rumah sakit ini?” Lucifer mendekat pada pria yang mengaku bernama Jofranta.


“I….iya. untuk apa……


“Jofranta Silo yang tidak melakukan tugas nya dengan benar. Sengaja mendirikan rumah sakit untuk kepentingan pribadi nya sendiri. Benar kan?” tanya Lucifer memotong kalimat Jofranta.


“Apa…maksud mu. Kau siapa…….


“Secara diam-diam juga menjual mayat, menjual organ dalam mayat yang tidak memiliki identitas, bahkan memiliki hubungan kerja sama dengan….. Shadow…” Lucifer berbicara sambil menatap Jofranta yang sudah sangat ketakutan.


Tatapan seperti singa lapar yang sedang bermain dengan mangsa nya.


“Aku…aku tidak kenal dengan….


“Tidak kenal? Walaupun Shadow menjamin mu bisa lepas dari masalah hukum, tapi kau tidak bisa lepas dari kematian.” Ucap Lucifer dengan sudut bibir terangkat.


Tubuh Jofranta gemetar ketakutan.


“Kalian kenapa diam saja? Cepat tangkap mereka dan bawa ke kantor polisi.” Suruh Jofranta pada orang-orang yang dia bawa.


Mereka mendekati Lucifer walaupun memiliki rasa takut.


Revand dengan sigap, mengambil gunting panjang, yang biasa di gunakan sebagai peralatan kedokteran dan menusukkan nya ke lengan orang yang ingin menyentuh Lucifer.

__ADS_1


“Aaaakkhhh……


Jofranta terkejut, karena melihat ada orang yang berani melakukan itu di tempat nya sendiri.


Semua dokter sudah mengumpulkan anak-anak yang mereka usir.


Jofranta ingin mengusir nya lagi, tapi di urungkan.


“Ckckckckckc….. tega sekali kalian melakukan seperti ini ya. Bagaimana kalau keluarga atau kalian sendiri yang mengalami hal seperti ini?” tanya Revand yang kasihan melihat keadaan anak-anak itu.


Lucifer mengepalkan kedua tangan nya, di lihat nya anak-anak yang usia nya tidak jauh dari anak nya sendiri.


“Mafia saja tidak ada yang melakukan seperti ini. Dasar kalian…..” ucap Revand.


“Kami tidak melakukan apa-apa. Mereka yang kabur sendiri. Kami tidak tahu kalau…..


Revand menusukan pisau kecil pada Jofranta, hingga pria itu menjerit kesakitan.


Setelah mendapatkan kode dari Lucifer.


“Bawa anak-anak itu keluar dari sini. Beri mereka makan dan tempat kan di tempat yang aman.” Suruh nya pada Revand.


“Baik lah. Apa kau tidak apa-apa di sini sendirian?” tanya Revand.


“Mereka hanya serangga kecil saja.” Lucifer menjawab dengan menatap tajam pada orang-orang yang akan mendapatkan balasan dari Lucifer.


Revand membawa anak-anak meninggalkan lokasi. Sekarang tinggal Lucifer, Jofranta dan beberapa dokter yang ada.


“Siapa orang ini? Apa dia sangata kuat?” tanya Jofranta dalam hati.


“Jofranta, kau mau hidup atau mati?” tanya Lucifer berjalan mendekati nya.


“Kalau kau tidak mau menjawab nya, maka aku anggap kau menginginkan kematian.” Lucifer berjalan semakin dekat dengan Jofranta.


“Kau jangan mengancam ku. Aku bisa melaporkan mu pada polisi. Dan kau akan di tangkap.” Ucap Jofranta dengan gugup dan takut.


Lucifer tidak menjawab, dia hanya menatap musuh nya itu dengan tajam.


“ Cepat pergi dari sini, atau…..


BBBRRRRAAAGGHHH…..


Tanpa kata lagi, Lucifer menarik kepala Jofranta dan membenturkan nya di meja dengan keras, hingga kening nya berdarah.


Joffanta menjerit kesakitan.


Semua terdiam penuh ketakutan.


Salah satu dokter ada yang ingin berusaha pergi, baru satu langkah….


BBBBRRRAAAGGHHH…..


Sebuah pas bunga sengaja di lemparkan Lucifer kearah orang itu. Dokter itu terkejut dan ketakutan, di lihat nya kebelakang yang ternyata sudah mendapatkan tatapan tajam dari Lucifer.


“Satu….. satu langkah lagi. Kau coba saja.” Ancam Lucifer kejam.

__ADS_1


Dokter itu tidak berani. Diam di tempat.


Suasana yang mencekam dan panas.


“Apa yang kau inginkan sebenar nya? Katakan. Berapa banyak uang yang kau ingin kan. Aku…. Akan memberikan berapapun yang kau mau.” Jofranta mencoba ingin memberikan uang.


‘”Apa kau pikir aku kekurangan uang?”


“Waktu ku tidak banyak, kau mau hidup atau mati? Dan ini adalah pertanyaan yang terakhir kali ku tanyakan.” Ancam nya lagi.


“Tentu,….. tentu saja aku ingin hidup. Lepaskan kami, maka kami akan…….


Lucifer berjalan mendekati Jofranta lagi.


“Bagus, aku akan membiarkan kau hidup. Sekarang buka mulut mu…” suruh nya sambil menunggu.


“A…apa? Untuk… apa?” tanya Jofranta heran.


Dengan sigap, karena tidak mau menunggu terlalu lama, akhir nya Lucifer membuka secara paksa mulut Jofranta, dan menarik lidah pria itu dengan kasar, lalu…..


SSSSRREEETTTTTTT…….


Lidah Jofranta di potong dengan sengaja.


“Aaaaakkkhhhh………aaaahahhhh


Jofranta menjerit kesakitan, darah banyak yang keluar dari mulut nya. Sementara potongan lidah masih ada dalam genggaman Lucifer.


Lucifer berputar, melihat kumpulan dokter-dokter yang berdiri dengan ketakutan.


“Aku tahu diantara kalian ada dokter yang membeli ijazah dan gelar. Dengan kata lain….. dokter palsu kan?” tanya Lucifer berjalan mendekati arah mereka yang perlahan mundur.


Lucifer mengambil ponsel yang ada di saku celana nya, seperti ingin menghubungi seseorang.


“Hallo tuan Lucifer.” Jawab Ceons dari Hp.


“Segera bawa anak buah kesini. Aku ingin lokasi ini segera di ‘bersihkan’.” Suruh nya.


“Baik tuan.” Setelah menjawab perintah tuan nya, mereka mengakhiri panggilan.


Lucifer menyimpan ponsel dan kembali melihat Jofranta yang masih berteriak kesakitan.


Lidah yang ada di tangan Lucifer di jatuhkan ke lantai, dan menginjak nya hingga hancur. Jofranta semakin menjerit kesakitan dan menangis.


*******


Ina yang berada bersama keluarga Eva. Saat ini sedang makan bersama dengan mereka.


Dengan lahap makan tanpa ragu dan malu-malu. Tentu saja setelah dia sudah mandi dan bersih.


Isabella sambil menggendong Rafhael heran melihat gadis kecil itu makan seperti itu.


“Ina, kamu sekarang berapa umur nya?” tanya Isabella.


“Saya….. saya 5 tahun tante. Mau jalan 6 tahun.” Jawab Ina dengan makanan yang penuh di mulut nya.

__ADS_1


“Beyayti 1 tahun di atas ku dan Vano, iyakan ma?” tanya Shinta melihat Eva.


“Panggil kakak. Kau harus panggil kakak, Shinta.” Ucap Evano dengan tegas.


__ADS_2