SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 67


__ADS_3

"Lis, kamu bawa baju gak? pinjam donk, aku mau mandi. " tanya Eva.


"Enggak, aku juga gak bawa baju ganti buat ku pakai nih. " jawab Lisna.


"Apa aku pulang dulu ya? buat ambil baju gitu? " tanya Lisna.


"mmmm.... mending tanya sama tuan Lucifer dulu deh, takut nya dia gak ngijinin. " ucap Eva.


"Ya udah, coba tanya kan dulu. " balas Lisna.


Eva menghubungi nomor Lucifer.


Tttuuuttt..... tttuuuttt.....


Jodoh ku memanggil.......


Lucifer melihat layar Hp nya yang bergetar di saku celana nya.


Sekilas, senyum kecil muncul di bibir nya.


"Hallo, ada apa.. hahh... hhheeemmm. " ucap Lucifer dengan nafas tersengal-sengal seperti kelelahan. Padahal dia sedang memberi pelajaran pada Edward dan Beny.


"Ada apa dengan nafas nya? " gumam Eva.


"Hallo... ada apa? " tanya Lucifer yang tidak ada jawaban dari panggilan nya.


"Aahh... mmmm.... tuan... saya tidak ada baju ganti nih, Lisna juga tidak ada, apa... apa boleh Lisna pulang dan.... " Eva.


"Di mana Aris dan Hendra? " tanya Lucifer memotong perkataan Eva.


"Mmm... menyusul tuan." jawab Eva.


"Ck... " ucap Lucifer.


"Biar aku hubungi Aris dan Hendra untuk membeli pakaian kalian. " ucap Lucifer.


"Tapi tuan... mereka tidak tahu ukuran kami kan? lagi pula... sayang duit nya. " jawab Eva.


"Kau pikir aku kekurangan duit? " tanya Lucifer.


"Mmm... bukan begitu tuan." jawab Eva gugup.


Lucifer sejenak berpikir. Sementara Edward dan Beny masih melihat dan mendengar obrolan mantan bos nya sambil menahan luka yang di berikan Lucifer.


"Baik lah... tunggu di situ, jangan biarkan Lisna pulang, jangan sampai kau sendirian di sana. " ucap Lucifer sambil memegang kening nya dan mengatur nafas nya.


Eva yang mendengar nya, merasa seperti di perhatikan, dan membuat nya senang bahagia.


"Apa kau mendengar ku? " ucap Lucifer.


"Mmm... iya... iya tuan, tapi... tapi jangan lama-lama tuan, hehehe. " ucap Eva yang tanpa sadar seperti itu.


Dan Lucifer pun sebenar nya membalas dengan senyum yang di tahan.


"Mmmm.... " ucap Lucifer.


"Baiklah, aku matikan dulu telepon nya. " ucap Lucifer.


"Aahh... tuan... tunggu. " tahan Eva.


"Ada apa? " tanya Lucifer.


"Apa tuan nanti makan malam di sini kan? " tanya Eva gugup.


"Tidak.. aku masih banyak pekerjaan, kalian makan saja duluan" jawab Lucifer.

__ADS_1


Eva diam, sedikit kecewa.


"Hallo? " panggil Lucifer.


"Iya tuan" jawab Eva suara pelan.


"Ada apa dengan mu? kenapa sering diam? " tanya Lucifer.


Aris dan Hendra sudah berada di samping Lucifer berdiri. Terlihat Hendra seperti sedang menguping.


"Ahh... tidak apa-apa tuan, hanya saja... mmmm... Lisna sedang memasak, dan makanan nya pasti banyak, sayang kalau tidak habis." ucap Eva.


"Jadi? " tanya Lucifer santai.


"Ya ampun... kok gak peka banget sih. " gumam Eva.


"Jadi tuan pulang lah cepat, biar kita makan malam bersama. " ucap Eva ceplos.


"Ppuufftthh. " terdengar tawa seseorang di samping Lucifer.


Lucifer melihat di samping nya, dengan mengernyitkan dahi nya melihat Hendra. Hendra pun diam menutup mulut nya.


"Hhmmm.... baik lah... baiklah... " ucap Lucifer langsung mematikan telepon nya. Dia sedikit canggung karena kehadiran anak buah nya.


"Yyahhh.... langsung di matikan. " ucap Eva.


Lisna mendengar nya.


"Kenapa neng, sedih ya, hahahahaha. " tawa Lisna mengejek Eva.


Eva melototin Lisna.


"Bagaimana, apa aku boleh pulang? " tanya Lisna.


"Kenapa kau tertawa? ge er ya? " ucap Lisna.


Seketika Eva langsung cemberut.


"Udah sana, lanjutin masak nya." ucap Eva.


"Oke... oke...,dikit lagi kok. " ucap nya pergi ke dapur.


*********************


"Berapa lama kalian ada di sini? " tanya Lucifer memasukkan Hp nya.


"Mmm... lima menit yang lalu tuan." jawab Hendra berbohong.


"Hendra, kau tahu kan, aku bisa tahu mana yang berbohong dan jujur? " ucap Lucifer.


"Ampun tuan.. tolong jangan potong kepala kami.. .. sudah... 20 menitan, tapi saya tidak mendengar tentang ajakan makan malam kok tuan. " ucap Hendra polos.


Aris dan Lucifer saling menatap dengan tatapan sedikit kesal.


"Tidak mendengar, tapi kau tahu, dasar... " gumam Aris.


"Ayo kita pulang, nanti kalian bawa Lisna pergi membeli beberapa pakaian nya dan pakaian Eva. " ucap Lucifer berjalan keluar.


Aris dan Hendra saling menatap dan mengikuti tuan nya.


Sementara anak buah Lucifer yang lain nya, memasukkan Edward dan Beny kembali dalam ruangan gelap, kosong dan bau.


Aris membuka kan pintu mobil buat tuan nya, lalu mobil pun berjalan.


"Tuan, apakah orang tua Eva di beritahukan tentang pernikahan anda? " tanya Hendra.

__ADS_1


"Orang tua angkat nya tuan" tambah Aris.


Lucifer diam, tampak sedang berpikir.


"Hhmmm... beritahu mereka. " jawab Lucifer.


"Tapi tuan, apa tidak... " Aris.


"Jangan banyak tanya, beritahu saja. " ucap Lucifer.


"Baik tuan." jawab nya.


"Lalu untuk persiapan nya bagaimana? tentang undangan nya? " tanya Hendra.


"Aaaaakkkhhh... " Lucifer memegang kepala nya.


"Pesta nya diadakan di gereja mana? " tanya Hendra lagi.


"Hendra diam... " teriak Lucifer.


Aris dan Hendra merasa takut, seketika diam.


Beberapa menit hening, tidak ada suara, hanya kesunyian.


"Kenapa aku merasa ragu? tujuan ku hanya ingin melindungi nya, tapi... kenapa.. menikah? " ucap Lucifer membuka obrolan.


"Bagaimana kalau aku malah membuat nya lebih terancam dengan pernikahan ini? " ucap Lucifer lagi.


Aris dan Hendra mendengar nya.


"Tuan... saya mengerti perasaan anda, tapi anda sudah mengatakan akan menikahi Eva. " jawab Aris.


"Aku rasa, memang nona Eva yang bisa menjadi pendamping anda tuan. " ucap Hendra.


"Tapi... dia tidak tahu siapa aku? bagaimana kalau dia tahu dan.. malah.. membenci ku, atau takut pada ku? " ucap Lucifer.


Aris dan Hendra pun tidak bisa memberikan jawaban nya.


"Sejauh ini, anda tidak melakukan kejahatan di hadapan Eva, dan mungkin Eva akan mengerti. " ucap Aris.


"Anda ada dua pilihan, pertama, membatalkan pernikahan nya, atau ke dua, melanjutkan pernikahan tapi hanya beberapa waktu sampai keselamatan Eva aman, dan... dan.. menceraikan nya. " ucap Hendra serius.


Aris kaget dengan perkataan Hendra yang tumben serius itu.


Sementara Lucifer diam, berpikir keras dengan ucapan Hendra.


"Lagi pula, apa anda tidak memiliki perasaan apapun terhadap Eva tuan? " tanya Hendra.


Lucifer masih diam.


"Kalau tuan tidak tertarik, biar saya saja yang menikah dengan nya, hahahaha. " ucap Hendra menggaruk kepala nya bercanda.


Aris menahan tawa, Lucifer memandang dengan kesal.


Lalu mereka tertawa bersama, kecuali Lucifer, dia hanya diam memikirkan apa sebenar nya yang dia rasakan pada Eva.


"Aku hanya ingin melindungi nya, itu saja. " gumam Lucifer.


Tiba-tiba dia teringat beberapa kali bertemu dengan Eva, mulai dari lampu merah, saat dia selalu tersenyum sambil menundukkan kepala nya sedikit, saat dia bertemu lagi ketika Steven menghubungi nya, untuk masalah mobil yang tidak sengaja di tabrak Eva, saat dia yang di jual papa angkat nya dan dia menyelamatkan Eva. Saat Eva kecopetan, dan bahkan mulai dari situ, gadis itu sudah menyelamatkan Lucifer.


Lalu ketika masuk di perusahaan nya, yang awal nya hanya menjadi mata-mata dan umpan, hingga dia menyelamat kan nyawa nya lagi dengan pengorbanan Eva.


"Apa sebenar nya maksud takdir ini? " gumam Lucifer.


LIKE.... VOTE.... LIKE.... VOTE..... LIKE.... VOTE....

__ADS_1


__ADS_2