SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 282


__ADS_3

Makan malam di kediaman Mahesha sedang berlangsung. Tidak ada yang tidak memiliki pasangan kecuali Mahesha, tapi beliau tidak merasa iri atau cemburu. Justru dia sangat bahagia melihat kedua anak, menantu dan cucu yang ada dalam kandungan puteri nya berkumpul bersama nya.


Beberapa kali Lucifer menyuapi isteri nya makan, kadang menggunakan sendok, kadang dengan tangan kanan nya sendiri. Vicky dan Revand melihat adegan yang romantic itu. diam-diam mereka mengikuti aksi dari kakak angkat dan adik ipar nya itu.


“Sayang, kau harus banyak makan sayur. Buka mulut mu.” Lucifer memasukkan potongan sayur berwarna hijau ke mulut Eva dengan sendok.


Vicky dan Revand melirik.


“Cleo sayang ku, sini aku suapin kamu, Aaaaaaa…..” Vicky mempraktekkan nya juga pada kekasih nya itu.


Cleo menerima suapan itu.


Revand tidak maua kalah juga.


“Ehheeemm….. Is….Isabell, kau juga makan lah, supaya ada tenaga saat bekerja.” Di angkat nya sendok yang berisi makanan dan di arahkan pada Isabella yang terkejut.


Semua melihat aksi Revand. Karena kalau Vicky dan Lucifer yang melakukan, itu masih masuk akal. Tapi Revand yang selama ini garang tiba-tiba melakukan hal yang sama pada seorang wanita.


Isabella menerima suapan itu. dan tampak Revand senang dan bangga. Ada rasa pamer di tuju untuk semua orang yang ada di situ.


Lucifer memotong kecil daging sapi yang berlumuran kecap manis itu, dan memberikan nya pada Eva dengan tangan kanan nya sendiri.


“Sayang, buka mulut nya.” Lucifer memasukkan makanan ke dalam mulut Eva yang menerima dengan senang hati.


Vicky tersenyum, dan tentu saja dia mengikuti cara kakak angkat nya.


“Cleo sayang, kau suka daging sapi kecap manis kan? Ini makan lah, Aaaaa..” praktek Vicky.


Cleo seperti menahan tawa namun menerima suapan dari Vicky yang menggunakan tangan nya.


Semua sekarang melihat Revand, apakah dia berani melakukan nya atau tidak.


“Apa mereka sedang melirik ku?” gumam Revand.


Sedikit lama, mungkin karena Revand sendiri masih harus mengumpulkan keberanian nya juga untuk bisa melakukan itu.


“Ehheeemm…..mmmm…. Is….mmmmm…… Isabell, kalau tidak keberatan, makan lah ini.” Revand mengambil potongan daging yang sama seperti Lucifer dan Vicky berikan pada pasangan nya.


Makanan sudah ada di tangan kanan Revand, tapi Isabella masih diam dan belum membuka mulut nya.


“Kau tenang saja, tangan ku tadi sudah ku cuci bersih kok.” Ucap Revand canggung.


“Ku mohon makan lah ini, kalau tidak aku akan merasa sangat malu sekali.” Gumam Revand.


Karena dirasa wanita itu tidak membuka mulut nya, Revand ingin menurunkan tangan nya.


Ternyata Isabella menarik tangan kanan Revand yang masih memegang makanan dan mengarahkan nya kemulut nya. Spontan yang melihat itu terkejut dan heran, apalagi Revand.

__ADS_1


Isabell dengan senyum dan santai mengunyah makanan yang ada di mulut nya. Revand semakin gugup namun sangat senang.


“Aku haus.” Ucap Eva yang sengaja manja di depan kakak nya itu.


Lucifer segera mengambil gelas minum dan memberikan nya pada isteri nya. Dan Eva segera meminum nya. Di lihat masih ada sisa air minum dari gelas yang di minum Eva, suami nya itu meminum sisa nya. Jadi inti nya mereka minum dalam satu gelas yang sama.


Cleo melihat adegan itu.


“Sayang, aku mau minum.” Pinta Cleo.


“Oh, kamu mau minum. Sebentar aku ambil kan.” Jawab Vicky.


“Aku mau gelas minum mu saja. Biar romantis.” Ucap Cleo tanpa basa-basi.


Vicky menahan tawa. Dia memberikan gelas minum nya yang sudah di gunakan sebelum nya pada Cleo.


Dan tinggal lah pasangan Revand dan Isabell.


Semua melihat arah mereka yang sementara mereka hanya menundukkan wajah nya.


“Kurang a**r, apa mereka sengaja melakukan nya?” gumam Revand yang menyadari nya.


Isabella pun tidak melakukan hal yang sama seperti dua perempuan itu. Seperti pura-pura tidak tahu.


********


Lisna selama hamil tidak mau makan, setiap ada sedikit makanan yang masuk, pasti akan keluar lagi. Padahal sudah minum vitamin, dan perawatan lain nya. Membuat Steven semakin panik dan khawatir.


“Kau pucat sekali sayang.” Stev yang duduk di samping Lisna sambil menyuapi bubur nasi yang hanya berasa sedikit asin itu.


Steven menyuapi isteri nya makan di atas tempat tidur. Di usap nya keringat yang ada di wajah Lisna yang terlihat lemah.


“Apa ada bagian yang sangat sakit? Katakan lah pada ku.” Tanya Steven pelan.


Lisna hanya menggelengkan kepala nya.


“Tolong jangan berbohong padaku. Apapun yang kau butuh kan, katakana padaku. Aku tidak mau kau menutupi nya.” Ucap Steven.


Lisna tahu bagaimana sekarang perasaan suami nya itu.


“Aku…aku sangat lemah sekali. Aku merasa seperti tidak kuat, padahal ini masih hamil di bulan muda nya, tapi aku merasa tidak kuat.” Ucap Lisna menahan sakit dan mata yang berkaca-kaca.


Stev melihat kejujuran dari perkataan Lisna.


“Sayang, apa yang kau inginkan sekarang?” tanya Stev pelan.


Lisna seperti mengerti apa maksud dari pertanyaan suami nya itu.

__ADS_1


“Apa kau mau…… menyerah?” tanya Steven.


“Menyerah?” tebakan jawaban yang ada di kepala Lisna pun ternyata sudah di keluarkan langsung dari mulut suami nya itu.


Steven menganggukkan kepala nya.


“Apa kau setuju?” tanya Lisna.


Tidak ada jawaban. Suami nya masih diam membisu. Mereka saling melihat, Lisna masih penasaran dengan jawaban suami nya yang tampak bingung.


“Sayang, aku sangat mencintai mu. Aku mencintaimu lebih dari apapun. Aku tidak bisa kehilangan dirimu dan meninggalkan ku.” Jawab nya mengusap pipi Lisna yang masih menatap nya.


Steven menghela nafas nya, menundukkan wajah sendu.


“kalau kau menyerah untuk melepaskan nya, aku…… aku akan mendukung mu.” Ucap Steven.


“Tapi aku….


“Sayang, mungkin ini belum waktu nya untuk kita. Tapi aku tidak bisa melihat mu yang menahan kesakitan ini terus menerus.” Ucap Steven memotong kalimat dari isteri nya.


Lisna tidak bisa menahan air mata yang sudah mengalir di pipi. Steven mengusap air mata itu dengan kedua tangan nya. Lalu membawa wanita itu dalam pelukan erat nya. Terdengar suara tangisan yang keluar dari mulut Lisna.


“Bukan karena kita tidak menginginkan anak kita, tapi aku takut ini juga akan membahayakan diri mu nanti.” Stev mengusap kepala Lisna yang masih menangis dalam pelukan nya.


“Beri aku waktu…. Beri aku waktu untuk memikirkan nya.” Pinta Lisna berurai air mata yang membasahi bahu Steven.


.


.


.


Sofia Narulita (Readers) : “ Kenapa kita sama sih thor suka sama SS501, SUJU, BIGBANG, BTS. Tapi aku tambah GOT7, INFINITE, SHINEE.”


Author : “ Oh ya? Aku juga suka kok GOT7/ JUST RIGHT, itu bagus banget lirik nya. INFINITE/BE MINE, aku sampai suka ikut-ikut gerak nya walau berantakan, hehehehe….., SHINEE, semua aku suka, aku turut sedih saat


salah satu member nya meninggal dunia. Hehehehe…. Kok jadi KPOP ya..”


Ovi Ika Phi(Reader) : “ Semangat, jangan lupa makan dan kegiatan seperti biasa thor, aku tunggu up nya.”


Author : “ Terimakasih Ovi, kamu juga jangan lupa makan ya. Di tunggu terus update an nya.


Adm Nasa Bgor ( Readers) : “ Aku setia membaca novel mu ini thor. Setelah kemarin banyak konflik, sekarang ikut bahagia dengan kisah-kisah mereka semua . Masih penasaran, apakah akan ada konflik?”


Author : “Terimakasih atas kesetiaan mu Adm Nasa. Mengenai konflik nya tidak ada lagi, karena ini sudah saat nya untuk membuat mereka bahagia. Heheheh….. terimakasih atas dukungannya ya.”


Me (Readers) : “ semangat thor, terus berkarya ya… siapa tahu nanti jadi penulis novel terkenal. Semangat ya.”

__ADS_1


Author : “ Wahhh… amiinn… tapi masih banyak kok penulis-penulis yang lebih hebat dan handal. Terimakasih atas dukungan nya. Kamu juga harus semangat.”


__ADS_2