SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 251


__ADS_3

“Kakak, aku bisa berjalan sendiri loh.” Ucap Eva yang di tuntun jalan nya oleh Revand.


“Eva, aku khawatir tentang kamu. Kamu tidak bisa bergerak atau melangkah dengan cepat.” Revand menggenggam tangan adik nya.


“Apa kakak takut kalau Adam akan marah pada mu?” Tanya Eva.


“Sebenar nya bukan karena dia marah atau tidak. Tapi apa yang di katakan nya itu benar. Aku juga bisa khawatir denganmu  kan?” jawab Revand.


“Apa perlu kita bikin lift di dalam rumah? Jadi kamu tidak usah pakai tangga lagi?” Tanya Revand serius.


“Hahahahaha….tidak usah kak. Aku kan beberapa bulan lagi akan melahirkan.” Jawab nya tertawa.


Mereka tiba di anak tangga terakhir. Sudah ada Mahesha yang menunggu kedatangan mereka.


“Selamat pagi pa.” sapa Eva mencium pipi Mahesha.


“Selamat pagi putri ku. Selamat pagi juga cucu-cucu ku” jawab Mahesha.


“Ayo kita sarapan dulu.” Ajak Mahesha.


“Kak, apa jadwal mu hari ini?” Tanya Eva.


“Aku akan ke kantor dulu.” Revand mengambil roti yang sudah di siapkan pelayan nya di atas meja.


“Apa aku bisa ikut? Aku bosan sekali di sini. Kemarin kata nya mau menemani ku membeli permen kapas.” Pinta Eva.


“Hahahahah……maaf kan aku. Baik lah kau bisa ikut dengan ku.” Jawab nya setuju.


“papa, aku tidak apa-apa kan ikut keluar dengan kak Revand?” ijin Eva.


“Iya sayang pergilah. Lagi pula kakak mu sudah sadar dengan tanggung jawab nya. Jadi papa bisa beristirahat dengan tenang dan santai.” Jawab nya tersenyum.


“Yeess….” Eva sangat senang, mengepalkan tangan nya dari atas ke bawah.


************


Aris dan Hendra sudah menunggu kedatangan Lucifer. Aris menunggu di luar mobil, sementara Hendra duduk di kursi pengemudi, sambil memainkan ponsel nya.


Sesekali dia tersenyum, seperti sedang berbicara dengan seseorang.


“Kenapa kau dari tadi tersenyum mulu?” Tanya Aris.


“Hahahahaha….” Hendra terus tertawa.


“Woooyyy… cengengesan dari tadi.” Ledek Aris.


“Apaan sih Ris.” Hendra bertanya tapi masih fokus pada ponsel nya.

__ADS_1


“Kau kenapa dari tadi tertawa tidak jelas begitu.” Tanya Aris mulai kesal.


“Ini…Citra, dia mengirim kan gambar lucu.” Jawab nya yang masih tertawa.






“Citra? Siapa itu?” Tanya Aris.


“Tunangan ku, siapa lagi.” Jawab Hendra.


“o.” Aris merespon dengan begitu saja.


Hendra melihat sahabat nya yang hanya menjawab seperti itu.


“Lebay banget sih. Gambar apa yang dia kirim sampai kau tertawa seperti itu,”


“Bukan nya lebay Ris, kau tidak akan bisa merasakan kalau kau masih jomblo. Gambar yang aku tunjukkan ini pada mu, pasti tidak bisa membuat mu tertawa. Karena kau tidak tahu makna  gambar ini, dan tujuan nya di kirim pada mu.” Jawab Hendra menunjukkan


gambar yang di kirim Citra, tunangan nya.


“Maka nya, cari pacar. Mudah-mudahan saja si Rihana itu menghubungi mu.” Ucap Henra kembali fokus pada ponsel nya.


“Siapa lagi Rihana?” Tanya Aris.


“Rihana, aku kenalan dengan nya dan duduk di samping nya waktu di pesawat ke Jakarta.” Jawab nya santai.


“Apa?? Kau memberikan nomor ku? Sembarangan sekali kau ya.” Aris marah, tanpa seijin dan sepengetahuan nya, Hendra memberikan nomor nya pada orang yang di kenal.


“Tidak usah teriak. Kita kan tidak tahu apakah dia akan menghubungi mu atau tidak. Kenalan aja dulu. Kesempatan jangan di abaikan. Nanti nyesal loh.” Jawab Hendra santai.


“Kau……


“Diam, boss sudah datang.” Hendra memasukkan ponsel nya ke dalam saku, setelah melihat Lucifer yang sudah dalam  perjalanan ke mobil.


“Selamat pagi tuan.” Sapa Aris membuka mobil.


“Pagi. Sudah di infokan jadwal nya dengan mereka?” Tanya Lucifer.


“Sudah tuan.” Jawab Aris yang menyusul duduk di samping Hendra.


Lucifer sangat serius dan terlihat fokus dengan tujuan nya datang ke Jakarta.

__ADS_1


“Tuan, apa rencana anda?” Tanya Aris.


“Membuang mereka.” Jawab nya singkat.


Aris dan Hendra saling menatap.


“Apa anda tidak rugi nanti?” Tanya Aris.


“Rugi? Keuangan maksud mu?” Tanya Lucifer.


Aris menganggukkan kepala nya.


“Tidak! Dari pada aku memelihara ‘lintah’ sebaik nya aku buang.” Jawab nya santai.


“Tuan, apa anda tidak ingin meminta bantuan dengan Vicky atau keluarga Eva?” Tanya Aris.


Lucifer melihat Aris dari kaca yang ada di atas nya. Dan tentu saja Aris dan Hendra bisa melihat arah mata Lucifer.


“Kumpulkan semua pejabat yang menanamkan saham nya di perusahaan kita. Atur cara agar mereka mendengar kalau aku sudah bangkrut.” Suruh Lucifer.


“Bangkrut? Tujuan nya apa tuan?” Tanya Aris.


“Kalau mereka tahu aku bangkrut, mereka akan menarik paksa modal nya, lalu keluar dari kerja sama. Dan biarkan itu terjadi.” Jawab nya.


“Lalu bagaimana anda mengembalikan modal mereka? Apa anda akan melakukan pinjaman di bank?” Tanya aris.


Hendra santai mengemudikan mobil nya. Seakan tahu apa rencana Lucifer. Aris bingung, kenapa sahabat nya tidak khawatir.


“Hendra sudah mengatur nya. Kau tenang saja.” Lucifer memberi kode pada Hendra.


“Apa rencana Hendra dan tuan Lucifer?” gumam Aris.


*************


Adam Company, perusahaan milik Lucifer yang sudah di kelola dengan waktu yang lama. Perusahaan nya berdiri dengan beberapa pengusaha lain yang ingin bekerja sama dengan nya. Saat Lucifer dan Eva berada di Singapura, terjadi perebutan ahli kuasa untuk menggantikan Lucifer atau yang mereka kenal dengan nama Adam.


William dan Lisna sudah berusaha memberikan mereka penjelasan, tapi mereka punya alasan dan beberapa bukti untuk menuntut. Mereka membuat gossip bahwa Adam adalah seorang mafia yang sudah membunuh banyak orang yang tidak bersalah. Memperkosa, kabur dari penjara, dan penyiksaan.


William dan Lisna sering mendapat kan ancaman dan terror dari kiriman mereka. Menuntut agar pimpinan dan nama  perusahaan segera di ganti. Melakukan pengrusakan inventaris kantor, seperti membakar dan menghancurkan beberapa lokasi.


Karena permasalahan ini William dan Lisna meminta bantuan pada Lucifer. Yang sebenar nya mereka tidak ingin membuat nya kerepotan.


Mereka tidak tahu kalau Lucifer berada di Jakarta, dan tentu saja mereka juga tidak tahu kalau pimpinan akan datang ke kantor. Kalau mereka tahu, pasti akan menghindari Lucifer.


Lucifer dalam perjalanan ke kantor di jam 11 siang. Saat semua nya sedang bekerja.


“Apa kalian dengar? Kalau pemilik perusahaan ini ada hubungan nya dengan kelompok mafia. Aku sangat takut sekali.” Ucap karyawan yang bekerja di Adam company.

__ADS_1


“Benar, aku juga takut. Polisi pasti akan menangkap kita juga. Mereka akan bilang kalau kita bekerja sama dengan tuan Adam.” Balas rekan nya yang lain.


“Tapi, selama aku bekerja di sini, memang tuan Adam jarang masuk ke kantor. Apa dia di luar sana melakukan kejahatan?” Tanya rekan nya yang ikut panik.


__ADS_2