
"Nanti aku ceritakan, aku lagi mengatur pernapasan ku dulu." Ucap Eva.
Suasana sepi, diam, tidak ada suara.
DING.....
Pintu lift terbuka, dan mereka turun semua. Ya.. .. Mereka berada dalam satu lantai.
Aris dan Lucifer langsung masuk ke ruangan nya. Sementara Eva dan William ke ruangan nya juga.
"Hei.. Antar kan ke ruangan ku kopi, aku tidak mau lama ! " Suruh Lucifer pada Eva.
"Baik tuan." Jawab Eva.
Lucifer duduk di kursi singgasana nya, membuka laptop nya.
Sementara Aris duduk tidak jauh dari tempat tuan nya.
Sekali lagi Lucifer mengingat tentang kejadian tadi ketika di lift. Melihat Eva yang memakai sepatu, wajah nya yang penuh dengan keringat, sifat ceroboh nya yang memegang lengan nya.
"Aakkhhhh.... ." Ucap Lucifer sambil memukul meja nya.
Aris kaget, dia menghampiri bos nya.
"Ada apa tuan? " Tanya nya.
"Tidak apa apa." Ucap Lucifer.
"Ada apa ini? " Gumam Lucifer.
Setelah Eva mengatur nafas nya, meletakkan tas nya, dia pun pergi ke pantry untuk membuat kopi capucino buat bos nya.
Eva pergi ke pantry. Tanpa rasa curiga dia pergi.
Saat di dapur dia membuat dua gelas kopi, karena dia tahu kalau Aris juga ada di situ.
Saat Eva membawa dua gelas kopi itu dengan nampan, ada Edward dan Beny di belakang nya.
Edward dari belakang Eva menutup hidung Eva dengan saputangan yang sudah di campurkan dengan obat bius. Nampan yang berisi gelas kopi jatuh ke lantai, pecah.
Eva pingsan. Edward dan Beny membawa nya ke gudang yang berada di lantai paling bawah, tempat yang jarang di datangi orang orang.
"Hhmmm... Lama sekali, ke mana dia buat kopi, apa dia pergi ke Korea untuk membuatkan ku kopi? " Ucap Lucifer yang gelisah karena pesanan nya yang belum datang.
"Aku rasa kalau dia mau ke Korea bukan mau bikin kopi tuan, tapi mau nonton konser boyband BTS, hehehehe." Ucap Aris.
Lucifer menatap tidak senang pada Aris. Aris langsung mengubah reaksi wajah nya.
"Maaf tuan." Ucap Aris.
Eva tersadar ketika seseorang mencoba mengikat kedua tangan nya. Saat dia membuka mata nya, dia melihat Beny di hadapan nya. Posisi nya dia sedang duduk di kursi kayu. Sementara Edward sedang mencoba mengikat tangan nya. Eva langsung berdiri, dengan kaki nya dia menginjak kaki Edward.
"Aaakkhhh.... Sialan." Ucap Edward sambil menampar keras pipi kanan Eva.
Akibat tamparan itu tubuh nya jatuh kelantai. Edward mendekati Eva, menampar nya lagi. Eva perlahan lahan bergerak mundur. Sementara Beny mencoba menangkap Eva dari sudut lain.
__ADS_1
Eva mengambil kursi dan melempar ke arah Edward. Beny menarik keras rambut Eva,
"Beny, sebaik nya kita bunuh saja dia." Ucap Edward sambil memegang kepala nya yang berdarah karena terkena kursi yang di lemparkan Eva.
"Kalau kalian menyakiti ku, aku akan memberitahukan pada tuan Lucifer." Ancam Eva dengan sisa sisa keberanian nya.
"Hahahaha... Siapa itu tuan Lucifer." Tanya Beny yang masih menarik keras rambut Eva.
"Apa kau pikir kau bisa keluar dari sini? Jangan kau pikir kalau kau bisa keluar dengan selamat, hahahaha." Ucap Edward yang mendekat ke arah Eva sambil mengeluarkan pisau nya.
Eva sangat ketakutan, keringat membasahi seluruh tubuh nya, bahkan dia menangis.
"Ya Tuhan... Apakah aku akan mati dengan cara seperti ini, apakah tidak ada yang akan menyelamat kan ku, aku tidak mau mati dengan cara seperti ini." Gumam Eva ketakutan.
"Hahaha... Kenapa, apa kau takut sekarang?" ucap Beny.
"Hahahaha... Tentu saja Beny, lihat mata nya, hahahaha." Ucap Edward.
"Aku yakin, tuan Adam akan mencari ku." Ucap Eva.
"Hahahaha.... Kau pikir siapa kau? Bagi nya, nyawa orang lain tidak berharga." Ucap Edward.
"Kau sudah mau mati....terimalah nasib buruk mu." Ucap Beny.
"Kalaupun kau di temukan, itu hanyalah mayat mu saja nanti." Ucap Beny.
"Apa benar aku tidak bisa di selamat kan? " Gumam Eva.
Eva sangat ketakutan, entah kenapa dia teringat ketika beberapa kali setiap dalam bahaya Lucifer selalu ada membantu dan menolong nya.
Saat Edward mulai mendekati Eva, dia menendang kuat ke arah Vital Edward.
"Aaaakkkhhh.... Sialan kau ban***t, akan ku cabik-cabik kau." Ucap Edward.
Eva membenturkan kepala nya dengan kepala Beny. Beny merasa kesakitan, dia melepaskan pegangan nya dari Eva. Eva segera berlari.
Sementara Edward dan Beny mencoba mengejar nya. Eva berlari terus tanpa henti, walaupun dia tidak tahu dia ada di mana. Yang jelas dia tahu kalau dia masih berada di daerah perusahaan ADAM COMPANY.
Eva melihat kebelakang, Edward dan Beny masih mengejar nya.
"Tolong..... Tolong.... Ada yang mau membunuh ku " Teriak Eva sambil terus berlari.
Dengan sekuat tenaga dia terus berlari.
"Gawat... Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Edward.
"Kalau dia berlari terus, itu sudah dekat dengan ruangan karyawan lain nya." Ucap Beny.
"Sebaik nya kita kembali keruangan kita ! " Ajak Beny.
"Apa kau gila, Eva sudah mengenali kita." Ucap Edward.
"Tapi dia tidak Punya bukti untuk menuduh kita, dan tuan Adam tidak gampang percaya dengan nya, sebaik nya kita cepat kembali." Ucap Beny.
"Kalau kita menghilang, itu akan menguatkan bukti kalau kita melakukan kesalahan." Ucap Beny
__ADS_1
"Apa kau bawa jas mu yang lain? Nanti kita ganti jas kita, kau buang saputangan tadi, biar tidak ada bukti." Ucap Beny.
"Hhmmm... Kau pintar, kalau begitu ayo." Ucap Edward.
Edward dan Beny segera kembali keruangan nya dengan jalan lain. Mereka tahu kalau ada jalan pintas yang bisa mereka lewati menuju ruangan nya.
Eva terus berlari, naik tangga dengan telanjang kaki. Hingga masuk ke lantai tiga. Dia masih terus berlari.
Semua karyawan kaget dan heran melihat Eva berlari seperti orang gila, dengan pakaian yang sedikit sobek, rambut yang acak acakkan, pipi yang memerah dan bibir yang mengeluarkan darah.
Eva tidak perduli, yang sekarang menjadi tujuan nya adalah keruangan bos nya, Lucifer.
Beberapa security mengikuti Eva.
"Ada apa itu, siapa dia, kenapa dia berlari lari dengan penampilan seperti itu?" Tanya karyawan di situ.
"Apa dia karyawan kantor ini? " Tanya rekan nya.
"Hei nona berhenti, anda mau kemana." Ucap security mengikuti Eva.
Dengan sekuat tenaga dia terus berlari.
Dia melihat lift dan langsung masuk. Tidak ada orang di dalam lift itu. Dia memencet lantai 25, lantai ruangan nya dan atasan nya.
"Hiks... Hiks... Hikss.... " Tangis Eva gemetaran.
DING.....
Eva sampai di tujuan nya. Dia langsung berjalan menuju ruangan tuan nya. William melihat nya.
"Eva ada apa dengan mu?" Tanya William.
"Aris... Kau susul dulu si bodoh itu, suruh cepat dia bikin kopi nya, ini udah hampir empat jam belum muncul-muncul juga ! " Suruh Lucifer.
"Baik tuan." Jawab Aris. .
.
.
.
.
.OH MY... DEMI DEWA... BETAPA TAKUT NYA SI EVA.....APA YANG AKAN KALIAN LAKUKAN JIKA MENGALAMI KEJADIAN SEPERTI ITU????
.
.
.
.
.
__ADS_1
LIKE, VOTE, FAVORITE, KOMENT... TANX...