
“Apa? karena ku? Jangan berbohong kau!” teriak Vicky berdiri.
“Vicky diam lah dulu kau…….” Eva berteriak pada Vicky.
“Kau yang diam!!!” balas Vicky.
“Breng**k…berani kau berteriak dengan adik ku..” Revand terpancing emosi dan memukul Vicky.
Terjadi perkelahian. Eva dan Cleo berusaha melerai mereka. Lucifer malah membawa Eva dalam pelukan nya, menjauh dari pertengkaran itu.
“Sayang, biarkan saja mereka.” Ucap Lucifer.
“Tapi sayang, mereka akan terluka, salah satu bisa mati nanti.” Tolak Eva.
“Tidak akan ada yang mati di antara mereka. Kau duduk saja.” Suruh Lucifer.
“Kalian tenang lah dulu!! Kita sedang di provokator paman mu.” Teriak Mahesha.
Beberapa saat kemudian mereka diam. Mengatur nafas nya.
“Lucifer, jawab pertanyaan ku, kemana kau?” Vicky bertanya dengan menunjuk lancang pada Lucifer.
Lucifer mengatur nafas nya dan mulai melihat Vicky.
“Kau membunuh seseorang dan aku yang di masukkan ke penjara selama 2 tahun lebih. Aku di siksa dan di pukuli karena ulah mu.” Jawab Lucifer marah.
“Mem….membunuh? siapa yang aku bunuh? Aku tidak membunuh siapa pun, aku tidak pernah….
“Kau membunuh Bertrand dan membuang mayat nya ke tempat ku. Setelah kau lulus SMA, kau di kirim langsung ke luar negeri, untuk menjaga nama baik mu, aku yang menanggung hukuman mu ban***t.” teriak Lucifer.
“Bertrand? Aku tidak membunuh nya, aku memang hanya menghajar nya sedikit karena dia berani menghina mu. Mereka mengatakan kalau kau adalah anak pungut.Dan aku marah. Hanya itu, aku tidak membunuh nya.” Ucap
Vicky.
“Mereka membawa ku dan mengurung ku, 2 tahun lebih lalu membebaskan ku, setelah aku keluar, aku mendengar kalau Michael, anak dan isteri nya sudah di bunuh. Saat itu aku berusia 20 tahunan. Saat kau pergi
keluar negeri, Michael memutuskan agar aku meneruskan nya menjadi bos mafia, padahal aku tidak mau. Aku pergi dan menghindari Deadly Poison, tapi selalu saja membawa ku kembali. Hingga aku putuskan untuk pergi ke Indonesia.” Ucap Lucifer.
Tidak ada perkataan lagi. Vicky menangis keras. Eva, Cleo dan Hendra juga ikutan menangis.
“Kenapa paman melakukan itu. Kenapa???” teriak Vicky.
“Vicky, bersabar lah, ku mohon jangan menangis.” Cleo menenangkan Vicky dengan memeluk nya.
“Oh ya Vicky, satu lagi. Apa kau tahu siapa yang menculik Cleo?” Tanya Lucifer.
Vicky diam, seperti menunggu jawaban.
__ADS_1
“Paman tersayang mu itu. Dia yang melakukan itu. Dan aku menyuruh Aris dan Hendra menolong Cleo.” Jawab Lucifer.
Vicky seperti tidak percaya. Beberapa kali menggelengkan kepala nya.
“Paman mu tidak ingin Michael menyerahkan posisi nya pada ku, tapi paman mu membentuk kelompok untuk menyerang ku. MALEE, MarvelLee.” Ucap Lucifer.
“Pantesan Lucifer sangat benci dengan Vicky waktu itu. Jadi ini alasan nya.” Gumam Eva.
“Michael Lee memang mengadopsi ku, membesarkan ku, tapi kau tahu sebagai apa? ‘Penjaga’ kalian. Saat usia ku 13 tahun, dia mengajarkan ku bagaimana cara nya membunuh, menyiksa. Pekerjaan kalian selalu merugikan banyak orang. Setiap aku kabur, papa kesayangan mu selalu menyiksa ku dengan bara api. Saat aku tahu dia mati, aku tidak sedih. Tapi aku tidak bisa berbohong aku kasihan pada mama dan adik mu yang menjadi korban perebutan kekuasaan.” Jawab Lucifer ketus dan tegas.
“Pakai ini, senjata andalan ku tanpa suara', itu adalah pesan Michael pada ku.” Lucifer mengeluarkan pisau kecil yang selalu di bawa nya, yang ternyata pemberian dari Michael.
***************
Semua nya diam…. Kembali duduk. Lucifer tidak perduli apa-apa lagi, yang ada dalam pikiran nya adalah dia bahagia sudah menemukan isteri nya.
“Lalu, apa bukti anda mengatakan kalau saya adalah anak anda tuan Mahesha?” Tanya Eva.
Semua menunggu jawaban Mahesha.
“Kau ingat beberapa hari aku meminta beberapa helai rambut mu kan?” Tanya Marvel.
Eva menganggukkan kepala nya.
“Aku melakukan test DNA, dan hasil nya mengatakan kalau kau adalah anak ku.” Mahesha memberikan kertas yang berisi laporan hasil test DNA nya.
Eva melihat dengan jelas. Membuang nafas dan menangis.
“Jadi, kau adalah orang tua kandung ku? Dan kau…kau kakak ku?” Tanya Eva.
“Iya.” Jawab Mahesha.
Eva berdiri dan segera memeluk Mahesha. Dia menangis dalam pelukan papa yang baru di temui nya.
“Tanda di belakang leher, usia, dan nama mu itu membuat ku curiga. Waktu kamu masih dalam kandungan mama mu, dia mengatakan kalau akan memberikan mu nama Eva Tasyaona, agar sedikit mirip dengan kakak mu, Revand.” Ucap Mahesha berbicara sambil memeluk Eva.
“Maafkan papa nak, papa tidak bisa menjaga mu.” Mahesha bersedih dan menangis juga.
“Kau pasti sudah sangat menderita.” Ucap nya lagi.
“Pa, sudah lah. Yang penting kita sudah berkumpul kembali. Dulu aku pikir kalian tidak menginginkan ku, sehingga membuang ku di panti asuhan.” Ucap Eva mengusap air mata Mahesha.
“Aku…aku juga minta maaf pada mu Va. Aku…sudah banyak menyakiti mu.” Revand berdiri ingin menghampiri adik nya.
Eva melepaskan pelukan dari papa nya. Di lihat nya Revand, membuat nya canggung.
“Tidak apa-apa kak. Aku memaafkan mu. Asal jangan di ulangi lagi ya.” Eva memeluk Revand.
__ADS_1
Revand tersenyum bahagia.
“Mama sekarang bisa tenang, kita sudah berkumpul kembali.” Ucap Eva.
“Aku juga minta maaf pada mu Lucifer dan Vicky, aku terlalu emosi.” Revand berbicara pada mereka.
Vicky dan Lucifer hanya diam.
“Mmmm…. Tuan, bagaimana dengan rencana anda nanti malam?” Tanya Hendra membuka obrolan.
“Apa yang kalian rencanakan?” Tanya Revand.
Lucifer melihat Revand dan Mahesha.
****************
Flashback on….
Lucifer menghubungi Eva menggunakan ponsel milik Aris yang sudah di minta sebelum nya. Meminta alamat untuk menjemput Eva.
Ceons datang bersama dengan Aris.
“Tuan Lucifer, ada apa anda memanggil saya?” Tanya Ceons.
“Nanti malam bawa semua anak buah kita mengawasi pergerakan MaLee.” Suruh Lucifer.
“MaLee? Kenapa tuan? Bukan kah itu adalah paman anda?” Tanya Ceons.
“Ceons, kau lihat orang-orang tadi yang aku bunuh? Mereka adalah anak buah MaLee, mereka ingin menyelinap dengan kita untuk sebagai mata-mata Marvel.” Jawab Lucifer.
“Apa? Tapi bagaimana anda tahu?” Tanya Ceons.
Lucifer memperlihat kan rekaman video dari CCTV pada saat meeting.
“Jebak mereka semua. Aku yakin Marvel ada di situ. Buat seolah-olah kita sedang ingin melawan Black Dragon.” Ucap Lucifer.
“Baik tuan, saya mengerti.” Jawab Ceons.
“Lalu, anda mau kemana tuan?” Tanya Ceons.
“Aku akan menjemput isteri ku.” Jawab Lucifer.
“Menjemput? Sendirian? Bagaimana kalau mereka menjebak dan berusaha membunuh anda tuan?” Tanya Ceons.
“Tidak. Mereka tidak akan bisa membunuh ku. Kau dan Aris awasi mereka. Tangkap Marvel. Bawa dia hidup-hidup” Suruh Lucifer.
Flashback of…..
__ADS_1