
"Sudah jam 12 siang, sebaik nya kalian istirahat makan siang saja." Ucap Lucifer.
"Baik tuan." Jawab Aris, William dan Eva.
"Kau tetap di sini." Ucap Lucifer menarik tangan Eva saat Eva berdiri.
"Tapi aku lapar tuan ." Ucap Eva.
"Aris, pesan kan makanan ke sini sekarang." Suruh Lucifer.
"Baik tuan." Jawab nya.
"Nona, kau mau makan apa? " Tanya Aris.
"Apakah ini di traktir? " Tanya Eva polos.
"Hahahahaha." Tawa Aris dan William.
"Pesan saja Va, gak usah khawatir bayaran nya." Ucap William yang masih menahan tawa nya.
"mmm.... Kalau gitu aku mau ayam geprek pedas nya level lima, dengan minum nya es jeruk manis." Ucap Eva.
Aris dan William saling menatap lagi.
"Kenapa? " Tanya Eva.
"Tidak apa-apa nona, aku akan memesankan nya." Ucap Aris.
"Tuan, tuan pesan makan apa? " Tanya Aris.
"Seperti biasa nya saja." Ucap Lucifer.
"Baik lah." Ucap Aris.
"Makanan nya sudah di pesan, jadi kau tunggu saja di sini." Ucap Lucifer berdiri berjalan ke arah meja kerja nya.
"Kalian, pergi lah." Ucap nya lagi.
Aris dan William pun pergi keluar.
Lucifer kembali duduk di kursi singgasana nya, menatap lembut pada Eva yang masih merasakan perih luka nya.
"Berikan Hp mu pada ku . " Ucap Lucifer pada Eva yang masih duduk di sofa.
Eva mendengar, dan mengantar kan Hp nya pada tuan nya.
"Ini pakai sandi, kau buka dulu baru kau berikan pada ku." Ucap nya.
Eva mengambil Hp nya, dan memasukkan sandi Hp nya.
Dan terbuka....
Dia memberikan kembali pada Lucifer.
Sebelum masuk di menu koleksi video, Lucifer iseng membuka koleksi foto Eva. Jari nya sesekali menggeser ke kiri dan ke kiri. Hingga berhenti di salah satu foto Eva dengan Aldo sedang berfoto berdua.
Lama dia menatap foto itu, seperti tidak senang. Kemudian dia bergeser lagi di foto yang lain.
Dia melihat foto Eva seorang diri ketika tersenyum, hanya menggunakan pakaian kaos. Tanpa sepengetahuan Eva, dia mengirim foto itu ke aplikasi WA nya. Dia memasukkan nomor Wa nya dan......
__ADS_1
DDDRRRTTT.... DDRRRTTTT
Foto berhasil terkirim. Sekilas Lucifer tersenyum beberapa detik. Tidak lupa Lucifer cepat cepat menghapus riwayat story pengiriman foto di WA Eva agar tidak ketahuan.
"Tuan, apakah tuan kesulitan membuka video nya, biar saya carikan." Ucap Eva.
"Tidak.. Tidak.. Tidak... Aku bisa mencari nya." Ucap nya sambil memegang kening nya.
Barulah dia beralih ke koleksi video. Dia melihat rekaman di mana ada Beny dan Edward di situ.
***************************
"Kau yang bodoh sekali, sudah aku bilang jangan melakukan hal hal yang mencurigakan." Ucap Beny.
"Ruangan kita sangat dekat dengan pantry. Dan asisten baru itu paling sering ke pantry untuk bikin kopi, dan tangan nya kena air panas, mungkin itu karena dia tahu obrolan kita, lalu terburu buru pergi?" Ucap Edward.
"Apa menurut mu dia tahu kalau kita lah yang sudah menggelapkan dana perusahaan?" Tanya Edward.
"Jaga mulut mu Edward, pelankan suara mu." Ucap Beny.
***************************
Begitulah isi percakapan dari video rekaman Eva. Lucifer marah, dia mengepalkan tangan nya. Tatapan mata nya sangat tajam, dan Eva tahu kalau bos nya dalam keadaan marah. Dia tidak berani untuk bertanya.
Tok... Tok.. Tok....
"Buka kan pintu itu." Suruh Lucifer pada Eva.
Eva berdiri dan membuka pintu nya. Tampak cleaning service sedang mengantar kan pesanan.
"Maaf nona, ini pesanan makanan nya." Ucap cleaning service itu sambil memberikan bungkusan nya pada Eva.
Eva menerima nya.
"Sama sama non." Jawab nya sambil meninggalkan ruangan itu.
"Tuan, makanan nya sudah datang, sebaiknya kita makan dulu." Ajak Eva.
Lucifer bingung mau jawab apa, dia masih melihat ke arah Eva. Hingga akhir nya dia berjalan menuju sofa tempat Eva duduk. Eva membuka bungkusan nya.
"Ayam geprek... Bersiap lah untuk ku makan, hehehehe." Ucap Eva.
Sebelum makan, Lucifer melihat Eva berdoa di hadapan makanan nya. Ada perasaan kagum di hati nya melihat Eva.
"Amin." Ucap Eva.
"Tuan, kenapa belum di buka makanan nya, nanti jadi dingin banget loh, makan lah." Ucap Eva.
Lucifer memesan makanan Spaghetti, secara perlahan dia buka bungkusan. Sementara Eva dengan lahap nya memakan dengan memakai tangan nya langsung.
Sangkin lapar nya dia tidak tahu kalau Lucifer mengamati nya makan dengan lahap.
Posisi nya Eva dan Lucifer makan saling berhadap-hadapan, dengan makanan di atas meja nya.
Tanpa sadar, Lucifer mengambil beberapa butir nasi yang ada di pinggir bibir Eva.
"Eehhhh.....a.. a.. ada apa tuan?" Tanya Eva kaget.
"mmm... Makanan mu berantakkan, apa kau tidak bisa makan dengan sopan? Di hadapan mu adalah atasan mu, jangan makan dengan grasak grusuk !" Ucap Lucifer memberi alasan salah tingkah.
__ADS_1
"Maaf tuan." Ucap Eva melanjutkan makan nya, kali ini dengan perlahan supaya tuan nya tidak marah.
Jam istirahat pun selesai... Aris masuk ke dalam ruangan yang bersamaan dengan ruangan Lucifer.
CEKLEK.....
"Apa aku sedang mengganggu suasana mereka? " Gumam Aris.
"Ada apa Aris, apa kau makin bodoh karena perut mu kenyang? " Ucap Lucifer.
"Ppfffuutthhh... ." Eva menahan tawa nya.
"Ti.. Ti.. Tidak tuan." Ucap Aris.
Lucifer berdiri. Menghampiri Aris.
"Aris, segera perintahkan William, Beny dan Edward untuk keruangan Meeting sekarang." Perintah Lucifer.
"Apakah nona Eva ikut? " Tanya Aris.
Eva melihat ke arah Lucifer, Lucifer pun melihat.
"Tuan, aku tidak mau bertemu dengan mereka." Gumam Eva dalam hati sambil menatap Lucifer.
Dari tatapan mata Eva, Lucifer tahu apa yang ingin di sampaikan karyawan nya itu.
"Tidak usah." Jawab nya.
"Kau tetap di sini, jangan keluar dari ruangan ini." Ucap Lucifer pada Eva.
"Baik tuan." Jawab Eva berdiri dengan senang, karena dia tidak ikut di dalam meeting itu.
Aris tersenyum.
"Hp mu aku bawa dulu." Ucap nya.
"Baik tuan." Jawab Eva.
"Ini apa sandi nya? " Tanya Lucifer.
"270700." Ucap Eva.
"Apa arti nya itu nona? " Tanya Aris.
"Arti nya aku lahir tanggal 27 juli, hehehehe." Jawab Eva.
"Wah... Berarti nona sebentar lagi akan berulang tahun." Ucap Aris.
"Iya." Ucap Eva senang.
"Dan 00 itu apa? " Tanya nya lagi.
"aku suka angka 00." Jawab nya dengan tawa kecil.
Aris keluar menyampaikan pesan itu.
"Jangan biarkan ada sesorang masuk ke ruangan ini, dan kau jangan coba-coba kembali keruangan mu." Suruh Lucifer.
"Baik tuan." Jawab nya.
__ADS_1
Tidak berapa lama Lucifer keluar meninggalkan Eva di dalam ruangan nya. Dia menyusul yang lain nya menuju ruangan Meeting.
Sebelum meeting, Lucifer sudah kirim pesan Wa pada William untuk membuat surat pemecatan buat Edward dan Beny.