
Pagi hari Lisna sudah berada di rumah sakit, menjaga Steven. Sebelum nya sudah minta ijin dengan William dan Lucifer. Tentu saja mereka mengijinkan nya.
"Pagi Stev." sapa Lisna menghampiri Steven yang masih belum bangun.
Lisna memegang tangan Steven.
"Stev, aku minta maaf. Ini semua karena kesalahan dan kebodohan ku." Lisna mengusap kepala Steven yang masih menutup mata.
***************
Eva ingin turun dari ranjang nya. Akan tetapi tangan Lucifer sangat erat memeluk nya dari samping.
"Sayang kamu mau kemana? " tanya Lucifer di samping nya.
"Adam, ini sudah pagi. Kamu gak berangkat ke kantor? " bisik Eva.
"Kalau kamu mau, aku tidak usah berangkat. Jadi aku bisa menemani mu. " jawab Lucifer yang belum membuka mata nya.
"Jangan donk. Kamu harus berangkat bekerja. Kamu kan bos. " ucap Eva merubah posisi nya menjadi berhadapan dengan Lucifer.
"Justru karena aku bos, jadi tidak ada yang akan memarahi ku datang terlambat atau tidak datang ke kantor. " ucap Lucifer.
"Eeehhh?? bisa begitu ya. " canda Eva.
"He... he... he.. " tawa Lucifer.
"Ya sudah lah, dia mungkin masih lelah. Sebaik nya aku biarkan saja dia tidur dulu. " gumam Eva.
Eva mengelus pipi dan rambut suami nya. Sesekali dia tersenyum memandang wajah Lucifer yang melanjutkan tidur nya.
"Kenapa sayang? " tanya Lucifer membuka mata.
"Tidak apa-apa." jawab Eva melempar senyum.
"Tidur lah kalau masih mengantuk. " ucap Eva.
Lucifer tidak menjawab, dia memang masih sangat ngantuk.
Eva berusaha turun lagi, mau membuat kan sarapan.
"Aduh, tangan nya sangat kuat sekali memeluk ku. " gumam Eva berusaha melepaskan pelukan suami nya.
"Sayang, kau di sini saja. Temani aku tidur. " bisik Lucifer.
"Tapi aku harus memasak untuk sarapan kita. " jawab Eva.
"Nanti saja. Aku akan membantu mu memasak. Sekarang temani aku tidur. " ucap Lucifer.
"Hanya tidur saja kan? " tanya Eva polos.
Lucifer membuka mata nya, menatap wajah Eva yang sudah ada di hadapan nya.
"Memang nya kau mau kita melakukan apa? " tanya Lucifer.
Eva mengernyitkan kening nya, berusaha mengerti apa maksud Lucifer.
Lucifer langsung mencium bibir Eva, dan memeluk nya semakin erat.
"Sudah jangan di pikirkan. Aku hanya ingin tidur saja. " ucap Lucifer melepas ciuman nya.
"Memang nya apa yang aku pikirkan? " tanya Eva.
__ADS_1
"Melihat dari reaksi wajah mu itu, aku sudah tahu apa yang kamu pikirkan. " jawab Lucifer.
Eva hanya tersenyum. Dan mereka pun melanjutkan tidur nya, walaupun matahari sudah terbit.
*************
Siang hari, Cleo keluar dari rumah nya. Seorang diri masuk kedalam mobil. Dia pergi menuju Mall untuk membeli sesuatu.
"Hallo Cleo. " sapa seorang pria di belakang nya.
Cleo membalikkan badan, melihat siapa yang menyapa nya.
"Kau??" tanya Cleo dengan tatapan kesal dan marah.
"Ya. Bagaimana kabar mu sekarang? apa kau baik-baik saja? " tanya pria itu.
"Apa urusan mu. Pergi lah. " ucap Cleo berusaha meninggalkan laki-laki yang bernama Johan itu.
"Kenapa kau sangat sombong begini Cleo. Apa kau tidak merindukan ku? " bisik Johan mendekati Cleo.
"Merindukan mu? aku rasa di sini kau yang terlalu sombong Johan. " Cleo berusaha menghindar.
"Apa kau masih marah pada ku? " tanya Johan.
Cleo mengabaikan pertanyaan pria yang di benci nya. Dia tetap berjalan meninggalkan nya.
"Cleo... " Johan menarik tangan Cleo agar tidak mengabaikan nya.
"Lepas kan bre****k. Atau aku akan memanggil sekurity. " ancam Cleo.
"Baik lah. " jawab Johan. Dia melepaskan tangan Cleo. Menatap nya dengan senyum nakal nya.
"Apa benar tentang berita itu? " tanya Johan menghampiri Cleo.
Cleo tidak perduli. Berjalan terus. Johan juga mengikuti nya.
"Cleo... apa benar kau menyukai sejenis, alias... lesbian? " ucap Johan yang dengan cepat berada di hadapan Cleo.
Cleo menatap nya dengan tatapan marah dan sinis.
"Bukan urusan mu. Berhenti mengikuti ku. " ucap Cleo.
Cleo membatalkan rencana nya dari awal untuk membeli kado pernikahan. Dia berjalan menuju mobil nya. Dan Johan masih mengikuti nya.
Cleo pulang ke rumah nya, sementara Johan dengan mobil nya mengejar dari belakang.
"Sia**n... ngapain tuh orang masih ngikutin sih? " gumam Cleo.
Cleo mempercepat laju mobil nya, agar cepat tiba di rumah nya. Semakin dia menambah kecepatan, Johan pun begitu.
"Kau mau kemana Cleo? terburu-buru sekali. " ucap Johan yang sudah berada di samping mobil Cleo.
Cleo hanya melirik nya, dan kembali fokus pada perjalanan nya.
Saat di lampu merah, mobil Johan berada di belakang Cleo.
Beberapa saat kemudian Cleo sudah berada di depan gerbang rumah nya. Tampak sudah ada Vicky yang ternyata sudah menunggu nya dari tadi.
"Vicky? " gumam Cleo.
Johan melihat ada mobil dan seorang pria di depan rumah Cleo. Dia ingin melihat siapa orang itu dengan menjaga jarak.
__ADS_1
Cleo turun dari mobil, menghampiri Vicky.
"Siapa laki-laki itu? " gumam Johan. Dia melihat Vicky menggenggam tangan Cleo.
"Apa yang kamu lakukan di sini Vicky? " tanya Cleo.
Cleo sekilas melihat keberadaan mobil Johan. Dan Vicky pun mengikuti arah pandang Cleo.
"Aku merindukan mu sayang. " ucap Vicky melempar senyum.
Dia melihat wajah Cleo seperti gelisah dan ketakutan.
"Kenapa dia? " gumam Vicky.
"Ada apa? apa ada yang mengganggu mu? " tanya Vicky.
"Bukan urusan mu. " Cleo melepas paksa genggaman tangan Vicky.
"Urusan ku lah. Kamu kan kekasih ku sekarang. " ucap Vicky.
"Katakan pada ku, apa ada yang mengganggu mu? " tanya Vicky serius.
Cleo menatap Vicky. Masih tidak menjawab.
"Buka gerbang nya pak. " suruh Cleo pada sekurity nya.
Cleo masuk kedalam mobil nya lagi, begitu juga dengan Vicky. Setelah gerbang di buka, mereka masuk dengan membawa mobil nya.
"Siapa laki-laki itu? ada hubungan apa mereka? kenapa laki-laki itu berani memegang tangan Cleo? " gumam Johan yang mengamati Cleo dan Vicky.
Tidak berapa lama, Johan meninggalkan lokasi. Dengan banyak pertanyaan di kepala nya.
Cleo membuka pintu nya. Vicky langsung dengan cepat masuk ke dalam.
"Apa yang kau lakukan, keluar dari rumah ku. " suruh Cleo.
"Aku sangat merindukan mu sayang. " ucap Vicky yang langsung memeluk Cleo dari belakang.
"Lepaskan aku. Kalian laki-laki sama saja. Hanya ingin enak nya saja. " ucap Cleo dengan marah.
Vicky membalas dengan senyuman kecil. Dia tahu kalau Cleo sedang kesal dengan seseorang.
"Ada apa dengan mu? Laki-laki mana yang kau maksud? " bisik Vicky.
"Sudah lah. Sebaik nya kau pergi. Aku ingin sendirian. " ucap Cleo dengan suara pelan.
Vicky mengerti bahwa Cleo sedang sedih. Ada juga tanda kemarahan di wajah kekasih nya itu.
Vicky mengusap usap pipi Cleo. Menggenggam tangan nya.
"Kalau ada yang mengganggu mu, katakan saja. Aku akan membalaskan nya untuk mu. Aku kan sudah berjanji untuk menjaga mu. " ucap Vicky dengan serius.
.
.
.
.
.
__ADS_1