
Eva dan yang lain nya menikmati makan malam yang sudah di sediakan.
Penuh tawa dan canda.
Beberapa kali Eva menyuapi Lucifer makanan, begitu juga sebalik nya.
"Duh... mesra banget ya.. jadi iri. " ucap Lisna.
"Makanya cari pacar donk. " ucap Steven.
"Siapa yang mau? " ucap Lisna pasrah.
"Kamu kan cantik, pasti banyak yang ngantri. " balas Steven.
"Kalau ada yang ngantri, aku tidak akan sendiri nih. " ucap nya.
Eva dan Lucifer saling melirik, memberi senyuman ketika melihat pembicaraan antara Steven dan Lisna.
"Kenapa gak kalian aja dulu yang coba jalanin? " tanya Eva santai.
"Apa???" tanya Steven dan Lisna bersamaan dan terkejut.
"Anggap aja latihan, hahahahaha. " jawab Eva.
"Benar, kamu dan Eva kan belum pernah pacaran nih, dan Eva sudah punya suami, bukan pacar lagi, sementara kamu masih single, cepat cari pasangan. " ucap mama nya yang ikut memberikan komentar.
"Nak Steven, udah punya pacar belum? " tanya mama Lisna.
"Belum sih tante. " jawab Steven sedikit malu.
"Belum, tapi PHP in perempuan pasti banyak. " goda Lisna.
"Yah... itu kan mereka sendiri yang milih, bukan keinginan aku, lagi pula siapa sih yang gak terpesona dengan ketampanan ku ini. " ucap Steven dengan percaya diri nya.
Lisna menggelengkan kepala nya, sementara yang lain nya tersenyum dan tertawa kecil.
Hp Lucifer bergetar, dia duduk di samping Eva.
"Siapa ini? " gumam Lucifer melihat nomor tanpa nama.
Dia mengabaikan panggilan itu, dan meletakkan kembali Hp nya di atas meja.
"Kenapa gak di angkat? " tanya Eva.
"Gak penting banget kok. " jawab Lucifer senyum kecil.
Beberapa menit kemudian, Hp nya kembali berbunyi...
Lucifer melihat, masih sama dengan nomor sebelum nya, dan tetap di abaikan kembali.
"Aneh... kenapa dia gak jawab telepon nya? " gumam Eva yang penasaran.
Sementara Lucifer hanya biasa saja.
Sebuah pesan WA masuk ke Hp Lucifer.
"Hallo sayang, apa kabar? kenapa tidak menjawab telepon ku? " isi pesan WA.
Lucifer melihat pesan itu, dan mengernyitkan dahi nya. Dia tidak membalas, malah mengabaikan nya. Segera meletakkan kembali Hp nya di atas meja.
"Tuan, berarti anda tidak jadi pergi ke Jepang kan? " tanya Lisna.
Lucifer menggelengkan kepala nya.
"Mama senang kalian sudah baikkan. " mama Lisna dengan senyum.
.
.
.
"Udah malam banget nih, kami pulang dulu ya, besok adek-adek harus sekolah. " ijin Lisna.
__ADS_1
"Iya, kami juga mau pulang kok. " balas Eva.
"Terimakasih ya, buat semua kejutan nya, kalian berhasil ngerjain aku, hahahaha. " ucap Eva.
.
.
.
Di dalam mobil, Lucifer serius mengemudikan mobil nya.
"Apa aku tanya saja? " gumam Eva.
"Kamu gak usah mikirin hal yang tadi ya. " ucap Lucifer yang merasakan kegelisahan Eva.
"Maksud nya? " tanya Eva.
"Aku tahu apa yang kamu pikir kan. " balas Lucifer melirik Eva.
"Mengenai panggilan telepon itu, aku gak tahu itu siapa. Lagi pula nomor itu tidak ada nama, jadi aku gak kenal. " ucap Lucifer.
"Dia tahu apa yang aku pikirkan? " gumam Eva.
"Kenapa kamu beritahu aku tentang itu? " tanya Eva.
"Hhmm.... dari wajah kamu kelihatan kalau kau sedang memikirkan apa. " jawab Lucifer.
Eva terdiam.
"Terimakasih kamu udah jujur sama aku." ucap Eva.
Lucifer hanya membalas dengan senyuman.
Lisna dan keluarga nya juga sudah pulang, semua nya sudah kembali ke tempat nya masing-masing.
.
.
.
"Aku mandi dulu ya, seharian gak mandi, hehehehe. " ucap Lucifer.
"Gak apa-apa, gak bau kok, masih tetap wangi. " jawab Eva senyum kecil.
"Oh gitu... Ya udah, aku gak usah mandi aja. Langsung tidur. " goda Lucifer.
"Jangan donk, kamu kan tetap berkeringat. " jawab Eva gugup.
"Kamu gak mandi? " tanya Lucifer.
"Kamu aja duluan. " jawab Eva.
"Bagaimana kalau kita mandi bareng, ini kan udah malam banget, biar gak masuk angin. " goda nya lagi.
"Hhmm.... kenapa kamu genit sekali? " tanya Eva merasa malu.
"Aku genit juga kan wajar, genit sama isteri sendiri. " ucap Lucifer merangkul pinggang Eva.
"Udah, lepasin... kamu mandi aja dulu, hehehehe. " ucap Eva malu.
"Apa kamu malu? " Lucifer berbisik di telinga Eva.
"Tentu saja, aku kan belum pernah, memang nya kamu yang sudah berpengalaman. " ucap Eva.
Lucifer melepaskan pelukan nya.
"Kenapa kamu bicara seperti itu? " tanya suami nya.
"Emang benar kan? aku ketemu dengan mu sudah dua kali di club malam, dan dengan wanita juga. Pasti sudah berpengalaman itu nama nya. " ucap Eva.
"Itu hanya main-main saja kok." jawab Lucifer santai.
__ADS_1
"Kalau sekarang? " pancing Eva.
Lucifer menatap Eva serius, dan mendekati nya.
"Aku sudah pernah bilang, pernikahan bukan buat permainan bagi ku. Kalau aku sudah menikah, aku tidak akan mencari wanita lain untuk bermain-main. " Lucifer memeluk Eva kembali.
"Lagi pula aku mencintai mu" ucap nya.
Eva tersenyum kecil, malu membuat nya tidak berani menatap Lucifer.
"Ya udah, aku mandi dulu." Lucifer melepas pelukan nya dan mencium kening Eva sebelum ke kamar mandi.
Eva memegang kening yang baru saja di cium, ada perasaan malu dan senang.
.
.
.
Hp Lucifer bergetar kembali, Eva mendekati dan melihat nomor panggilan.
"Nomor nya tidak ada nama, siapa ya? " gumam nya.
"Apa aku angkat saja? " gumam nya lagi.
Eva memberanikan diri untuk mengangkat nya.
"Hallo sayang, kenapa kau lama sekali mengangkat nya? aku sangat merindukan mu. Ayo kita bertemu? " ajak wanita itu.
Eva tidak menjawab, dia kaget.
"Hallo, sayang, apa kamu ada di situ? " tanya wanita itu lagi.
Eva mematikan langsung panggilan nya. Dan segera meletakkan Hp di atas meja.
Duduk di ranjang, memeluk bantal dengan pikiran yang bertanya-tanya.
"Siapa dia? kenapa dia memanggil sayang pada Adam? apa mereka saling kenal? " gumam nya lagi.
"Sayang, kamu mandi gih, aku sudah selesai. " ucap Lucifer mengeringkan rambut yang masih basah dengan handuk kecil.
Eva bengong, tidak menjawab, masih penasaran.
"Va? Eva? kamu gak mandi? " panggil Lucifer.
"Hah? ada apa? " Eva tersadar dari lamunan nya.
"Kamu gak mandi?" tanya Lucifer.
"Oh... iya.. aku... aku mandi dulu. " Eva berdiri, melangkah ke kamar mandi.
Lucifer melihat keanehan yang terjadi pada Eva.
"Kenapa dia? " gumam nya.
Dia melihat Hp nya, dan membuka.
"Panggilan di terima? beberapa menit yang lalu, apa Eva yang menjawab nya? nomor nya sama dengan nomor yang sebelum nya menghubungi juga? " gumam Lucifer.
Lucifer menaikkan kedua bahu nya, dan mengabaikan.
Eva keluar dari kamar mandi, melihat Lucifer sudah berbaring di ranjang. Duduk dengan bersandar di kepala tempat tidur . Sudah memakai piyama tidur nya. Dengan melipat tangan di dada, menunggu kedatangan isteri nya.
Rambut basah nya di keringkan dengan handuk kecil juga.
.
.
.
.
__ADS_1