SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 124


__ADS_3

Lucifer tersenyum sendiri di dalam mobil.


Senang di panggil 'sayang' .


DDDRRTTDDD..... DDDRRRTTDD.... DDDRRTTDDD...


"Siapa ini? berkali-kali menghubungi? " gumam Lucifer melihat layar Hp nya.


Lucifer kembali mengabaikan nya. Kali ini dia memblokir nomor tersebut.


Wajah nya terlihat kesal.


.


.


.


"Selamat pagi tuan. " sapa beberapa karyawan.


"Heem.... " jawab Lucifer yang tetap jalan.


Mereka berjalan menuju ruangan Lucifer.


"Selamat pagi tuan Lucifer." sapa Lisna yang sudah berada di posisi nya.


"Pagi Lisna, apa kamu bisa bikin kopi? " tanya Lucifer.


"Tentu saja bisa tuan. " jawab Lisna yakin.


"Tolong bikin kan kopi Capucino, jangan terlalu manis. " suruh nya sambil melangkah ke rungan nya .


"Baik tuan." jawab Lisna.


"Kalau kita memberi hormat sama tuan Adam, cuma di jawab 'hheeemmm' aja. Tapi kalau wanita itu memberi salam, halus banget nyahut nya. " bisik karyawan lain yang merasa di abaikan.


"Iya, mungkin mereka memiliki hubungan istimewa ya. " balas rekan nya.


"Jangan julid ya... gak baik loh. " sindir Lisna sambil berjalan ke pantry.


"Hhuu... sombong banget. " bisik mereka.


.


.


.


Tok... tok... tok....


"Masuk. " suruh Lucifer.


Lisna masuk membawa kopi atasan nya.


"Tuan, ini kopi nya. " Lisna meletakkan kopi di atas meja.


"Apa jadwal ku Lisna? " tanya Lucifer.


"Anda ada pertemuan dengan tuan Jafar dari Surabaya jam 10 tuan. " jawab Lisna.


"Lalu? " tanya Lucifer lagi.


"Selebih nya tidak ada lagi tuan. " jawab Lisna.


"Okey... kau bisa kembali keruangan mu. " ucap Lucifer.


"Baik tuan... Eh.. beberapa hari yang lalu ada seorang wanita mencari anda. " ucap Lisna.


"Apa kau mengenal nya? " tanya Lucifer.


"Tidak tuan, tapi... dia sangat cantik dan sexy. Apa mungkin dia mantan anda? hehehehe. " tanya Lisna.


Lucifer menatap nya dengan tatapan tidak senang.


"Jangan berbicara yang tidak masuk akal Lisna, lagi pula aku belum bertemu dengan nya." Jawab Lucifer.


"Tapi kata nya dia akan kembali lagi kesini, mau bertemu dengan anda. " ucap Lisna.


"Bagus lah, biar aja dia datang. " Lucifer menatap laptop nya.


.


.

__ADS_1


.


"Ke minimarket dulu, pengen makan es krim. " Eva mengambil kunci pintu dan bersiap keluar.


.


.


.


"Oh... jadi dia ada di Indonesia? " tanya Seorang pria tampan melalui panggilan telepon sambil mengemudi mobil nya.


"Okey... apa kau tahu alamat nya? " tanya nya lagi.


"Kalau begitu, kirim kan. " ucap nya.


Dia menutup kembali Hp nya dan fokus mengendarai mobil nya.


"Sial... rokok nya habis lagi. " pria itu kehabisan rokok.


Dia memarkirkan mobil nya di salah satu minimarket.


"Beli dulu lah. " gumam nya.


Eva sedang memilih-milih es krim.


Sementara di tangan nya sudah ada beberapa bungkus es krim.


"Buset... banyak banget dia beli es krim nya? gak takut gemuk? "gumam laki-laki yang memperhatikan Eva.


Saat di kasir....


"Total nya 55.000 mas. " ucap kasir.


Laki-laki itu hendak mengambil dompet nya, tidak ada.


Di cari lagi di kantong lain nya, juga tidak ada.


Beberapa menit dia masih mencari dompet, atau paling tidak beberapa sisa uang nya.


"Mas, masih lama gak? " tanya Eva di belakang pria itu.


"Sebentar ya. " laki-laki itu masih merogoh-rogoh kantong nya.


"Haduh... seperti nya dompet saya ketinggalan mba. " ucap nya pada kasir wanita.


"Terus ini gimana donk mas? " tanya kasir.


"Ganteng-ganteng kok modus sih mas. " ucap pembeli yang sedang mengantri membayar.


Pria itu melihat ke belakang dengan tatapan tidak senang nya.


"Ya sudah mba, biar saya saja yang bayar. " Eva membayar tagihan pria tampan itu


"Oh ya udah mba. " jawab kasir.


"Sekalian aja punya saya, di totalin saja. " Eva meletakkan belanjaan nya di atas meja kasir.


"Aduh... maaf banget ya, belum kenal udah ngutang, hehehehe. " pria itu salah tingkah.


"Gak apa-apa kok. " Eva memberi senyum kecil.


Eva sudah menyelesaikan pembayaran, dan membawa belanjaan nya.


"Hei mba, bagaimana kalau aku antar pulang? " tawar pria itu.


"Gak usah, dekat kok. " tolak Eva pelan.


"Ayo donk mba, aku tulus loh, mba udah bantuin aku, jadi anggap aja balas budi gitu loh. " ucap pria itu lembut.


Eva menatap laki-laki itu.


"Aku bukan orang jahat kok, sumpah. " pria itu mengangkat tangan nya, memperagakan sumpah.


"Beneran gak apa-apa? " tanya Eva.


Pria itu menganggukkan kepala nya.


Eva pun menganggukkan kepala nya, setuju.


Pria itu membuka pintu mobil untuk Eva.


.

__ADS_1


.


.


Lucifer baru menyelesaikan meeting nya dengan tuan Jafar. Langsung menuju ruangan nya.


Seorang wanita cantik dan sexy datang menghampiri Lisna.


"Haduh.... tuh cewek datang lagi nih, siapa sih dia? " gumam Lisna melihat keberadaan wanita itu.


"Hallo cantik... aku mau ketemu dengan Lucifer donk. " ucap wanita itu.


"Apa anda sudah ada janji temu? " tanya Lisna mencoba menahan kesal nya.


"Belum, tapi aku rasa tidak perlu membuat janji temu dengan nya. " ucap nya percaya diri.


"Dia ada kan di dalam? " tanya nya menunjuk ruangan Lucifer.


"Ada sih, tapi....


"Okey... " wanita itu langsung masuk tanpa mendengar larangan Lisna.


"Loh mba... tunggu.. anda...


CCEEKKLEEKK...


Wanita itu masuk membuka paksa pintu.


Lucifer yang sedang serius melihat laptop nya, langsung melihat kearah pintu.


"Hallo sayang, apa kabar? " ucap wanita itu berkacak pinggang.


"Maafkan saya tuan, saya sudah melarang nya, tapi dia langsung menerobos aja." ucap Lisna.


"Tidak apa-apa, kembali lah ke ruangan mu. " ucap Lucifer.


"Tapi tuan...


Lucifer menatap sinis dengan Lisna.


"Pergilah, apa kau tidak dengar bos mu? " ledek wanita itu.


Lisna dengan kesal pergi sambil menutup pintu.


Wanita itu berjalan menuju Lucifer, sementara Aris hanya melihat kaget saja.


"Sayang, aku sangat merindukan mu. " wanita itu memeluk Lucifer dan mengecup pipi nya.


"Lepaskan Cleo." Lucifer menarik paksa tangan wanita itu yang sudah bergantung di leher nya.


"Sayang, cuek banget sih... gak tahu apa seberapa besar nya rindu ku pada mu. " rengek wanita bernama Cleo itu.


"Hhmm..... apa yang kau lakukan di sini? " tanya Lucifer kesal.


"Tidak ada, hanya ingin bertemu saja. " jawab nya duduk di sofa empuk.


"Halo Aris." sapa Cleo untuk Aris yang menatap nya.


Aris hanya tersenyum kecil.


"Kau jahat sekali ya, kau mengabaikan panggilan ku, bahkan memblokir nomor ku. " rengek Cleo.


"Katakan... apa yang mau kau lakukan? " tanya Lucifer menahan kesabaran.


Wanita itu berjalan mendekati Lucifer dan langsung duduk di pangkuan Lucifer.


CCEEKKLELLEEKKK.....


Lisna tiba-tiba membuka pintu, semua mata menatap nya.


"Apa-apaan ini, posisi macam apa itu? " gumam Lisna.


"Ada apa Lisna? " tanya Lucifer.


"Ahh... apa tuan butuh kopi? " tanya Lisna berbohong.


"Tidak." jawab nya.


"Tolong bikin kan aku lemon tea ice donk. " pinta Cleo manja.


Lisna hanya menganggukkan kepala nya dan langsung menutup pintu kembali.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2