SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 249


__ADS_3

Rihana merasa sedikit gelisah melihat Aris yang melihat nya dengan tatapan marah.


“Aku pikir kau yang mengajukan diri untuk ku.” Ucap Rihana tersenyum.


“Aku sudah memiliki tunangan Rihana. Kebetulan sahabat ku itu masih jomblo, jadi aku menawarkan nya.”jawab Hendra.


“Oooohhh…” Rihana tampak sedikit kecewa.


“Kau tenang saja, dia itu baik kok, tampang nya aja seperti Security, tapi hati nya hello kity loh.” Ucap nya lagi.


“Hhhhaaiiisss….” Aris yang mendengar merasa risih dan menepuk jidat sambil menggelengkan kepala nya.


Lucifer memejam kan mata nya, menikmati tidur menunggu tiba di Jakarta, begitu juga dengan Aris. Hendra dan Rihana, masih asik bercerita.


Wanita itu sangat nyaman dan suka berbicara dengan pria yang baru di kenal nya itu. Namun sesekali dia melirik Aris yang tertidur.


Waktu perjalanan penerbangan Singapura ke Jakarta sekitar 1 jam 30 menit.


**************


Eva berada di dalam kamar setelah kepergian Lucifer ke Jakarta.


Duduk bersandar di atas tempat tidur dan memeluk bantal.


TOK…TTOOKK…..TTOOKKK….


“Iya?” jawab Eva di dalam.


Revand masuk membawa makan siang untuk adik nya.


“Adik ku sayang, makan dulu ya.” Suruh nya.


“Terimakasih kak. Nanti aku akan memakan nya.” Jawab nya berusaha tersenyum.


“Makan sekarang saja. Ini sudah waktu nya juga kamu makan obat. Nanti adik ipar ku itu menyalahkan ku tidak merawat mu.” Bujuk Revand.


Eva tersenyum dan menganggukkan kepala.


“Sini biar kakak suapin.” Revand menyuapi Eva yang melepaskan bantal dalam pelukan nya.


“Aku bisa makan sendiri kok kak.” Tolak nya lembut.


“Tidak apa-apa, ijinkan kakak mu ini menyuapi mu.” Bujuk nya lagi.


“Kakak ingin menghabis kan waktu bersama mu selagi Lucifer tidak ada di sini. Anggap saja sebagai balasan waktu kita yang hilang.” Ucap nya mengaduk makanan.


Eva tersenyum, mengusap pipi kakak nya.


“Aku senang akhir nya bertemu dengan mu dan papa. Walaupun terlambat dari pada tidak sama sekali.” Ucap Eva.


Revand senang mendengar nya.


“Va, tolong jangan marah pada ku tentang kejadian sebelum nya….


“Kak, itu adalah kesalah pahaman saja. Tidak usah di ingat lagi. Karena aku sudah melupakan itu.” jawab nya.


Revand mengerti.


“Makan lah.” Dia menyuapi Eva makan.


“Apa kau sangat mencintai Lucifer?” Tanya Revand ingin menyendoki lagi.

__ADS_1


Eva menganggukkan kepala nya.


“Kenapa? Apa karena ketampanan nya?” Tanya kakak nya lagi.


“Bukan. Karena dia bertanggung jawab dan perduli pada ku.” Jawab nya mengunyah makanan di mulut.


“Walaupun aku di adopsi orang tua angkat, mereka tidak menganggap ku anak. Hanya anak laki-laki nya yang baik pada ku. Dua kali mereka menjual ku pada pria genit, dan Adam selalu datang tepat waktu menolong ku. Beberapa kali dia juga menyelamatkan ku dari


penculikan. Karena ku dia terluka, membiarkan tubuh nya di pukuli musuh nya,


agar aku tidak mereka sakiti. …


“Dia menggergaji musuh nya karena mereka menyakiti ku. Memberikan ku kebahagiaan. ”ucap nya menunduk, menyembunyikan wajah sedih nya.


Revand mengerti dan senang mendengar curahan hati adik nya.


“Kakak mengerti sekarang. Tapi selama Lucifer tidak ada di sini, tolong jangan membuat nya khawatir dengan keadaan mu yang selalu mengurung diri di kamar.” Pinta Revand.


Eva mengangkat wajah nya, melihat kakak nya yang tampak tampan itu.


“Kak, apa kau mau menemaniku?” Tanya Eva semangat.


“Apa?” Revand penasaran dengan permintaan Eva.


“Temani aku cari rujak, dan permen kapas.” Ucap nya semangat.


“Heheheh…… baiklah. Kakak akan menemani mu bermain-main. Tapi jangan lama ya. Aku bisa di bunuh suami mu nanti.” Revand mengiyakan permintaan adik nya yang manja itu.


“Sekarang habisi dulu makan nya, minum obat nya juga.” Pinta Revand.


Eva menuruti nya.


Revand terkejut namun tetap tenang.


“Apa kau tidak takut melihat nya?” Tanya Revand.


Eva menggelengkan kepala nya.


“Aku sebelum nya sudah pernah melihat Adam saat menyiksa musuh nya.” Jawab nya jujur.


“APA??? Dia membawa mu kesana?” Tanya Revand kesal.


“Bukan dia yang bawa, tapi aku yang minta ikut. Dan juga kan aku dah bilang kalau aku melihat nya menggergaji musuh nya. Jadi tidak terlalu kaget.” Jawab Eva santai.


Revand yang saat ini memakai tangan robot sebagai penyanggah piring makanan Eva.


“Baiklah. Aku akan menunjukkan nya pada mu.” Revand meletakkan piring makan yang sudah kosong itu.


Di tarik nya tangan palsu berwarna kulit itu. Eva melihat bagian yang hilang dari tubuh Revand. Di mana ada bagian yang sudah di jahit, dan menyatu dengan kulit daging yang lain nya. Jarak nya sejengkal dari bahu


Revand.


Eva melihat dengan tatapan sedih. Dia menangis melihat tangan kakak nya yang hampir hilang semua.


“Va, jangan menangis.” Revand menghapus air mata Eva yang sudah jatuh di pipi nya.


***********


“Kenapa air mata ku keluar? Kenapa aku menangis? Hhhmmm…..


pasti Eva sedang menangis di sana.” Ucap Lucifer menghapus air mata nya.

__ADS_1


*****************


“Kau pasti sangat merasa kesakitan ya kak.” Eva masih menangis.


“Sakit pasti. Tapi itu kan sudah berlalu. Sekarang sudah tidak terasa sakit lagi.” Jawab nya.


“Apa…apa tidak bisa tumbuh lagi?” Tanya Eva polos.


Revand tertawa kecil.


“Tidak bisa, tapi ada dokter terkenal yang menawarkan memasang tangan asli.” Ucap Revand memasang kembali tangan palsu nya.


“Oh ya? Lalu kenapa?” Tanya Eva.


“Aku harus memikirkan nya dulu Va.  Dan harus di pilih juga tangan yang cocok


dengan tubuh ku.” Jawab Revand.


Eva menganggukkan kepala nya.


Tiba-tiba ponsel Revand berdering, di ambil dan melihat nama panggilan di layar ponsel nya.


“Lucifer? Ada apa dia menghubungi ku?” Tanya nya.


Eva pun terkejut.


“Cepat angkat kak.” Desak Eva.


“Ha……….


“Di mana Eva??????” Tanya Lucifer teriak.


Revand menjauhkan ponsel dari telinga nya.


“Ada apa dengan mu? Kenapa kau berteriak?” Tanya Revand.


“Apa….apa Eva sedang menangis? Apa yang terjadi dengan nya?


Apa kau tidak menjaga nya? Kenapa……..


“Tunggu…tunggu…..diam lah dulu….” Revand menghentikan pertanyaan dari Lucifer.


Lucifer pun diam.


“Ternyata benar hubungan mereka. Bahkan Eva yang menangis pun bisa di rasakan Lucifer.” Gumam Revand melihat Eva yang pipi nya masih basah.


“Dari mana kau tahu Eva menangis?” Tanya Revand berusaha tenang.


“Karena air mata ku juga tiba-tiba keluar. Pasti Eva juga sedang menangis di sana. Apa kau……..


“Aku cemburu dengan hubungan kalian ini.” Gumam nya tersenyum kecil.


“Dia tidak apa-apa. Hanya merasa sedih karena aku kehilangan salah satu tangan. ” jawab nya member penjelasan.


“Ohh… kenapa ponsel nya tidak aktif?” Tanya Lucifer mulai suara pelan.


“Sedang di Charger, ada di atas meja.” Jawab Revand.


“Baik lah. Aku akan menutup telepon nya. Jangan mengabaikan isteri ku. Sampai jumpa.” Lucifer mengakhiri obrolan mereka.


Revand bukan nya marah, dia tersenyum dan lucu melihat hubungan suami isteri itu.

__ADS_1


__ADS_2