
Narendra dan Andreas tertawa geli dengan perkataan Miranda.
"Ayolah... jangan bercanda, mana doyan tuan kita dengan mu. " ledek Narendra.
"Kalau tidak karena dada dan kelamin mu itu, kau pasti sudah di anggap laki-laki." ucap Narendra.
"Hah? kau membicarakan diri mu? kau juga pasti di anggap cewek kalau gak lihat batang mu itu. " balas Miranda.
"Paling gak, aku lebih cantik dari mu kan, hahahaha. " balas Narendra.
"Kau.... " ucap Miranda kesal.
"Sudah... sudah... kalian ini... jangan-jangan nanti kalian bisa menikah" ledek Andreas.
"Dengan nya? hhhuuueeekkkkkk." jawaban mereka bersamaan.
"Hahahahahahahahaha. " tawa Andreas.
.
.
.
.
.
"Kalian siapa? " tanya Aris pada salah satu kelompok yang melawan kelompok Richard.
"Kami adalah anak buah tuan Andreas. " jawab mereka.
Aris dan Hendra menganggukan kepala, mereka mengerti.
"Bagus lah mereka membantu kita Ris." ucap Hendra.
"Apa banyak korban nya? " tanya Aris.
"Seorang pemimipin agama nya dan beberapa sudah meninggal saat kami tiba di sini." jawab mereka.
"Pasti tuan Lucifer akan marah mendengar nya. " ucap Hendra.
"Apa kita akan ke sana Ris? " tanya Hendra.
Aris menganggukkan kepala nya.
"Kalian lanjutkan di sini, pastikan semua mendapat perawatan, dan tolong di perbaiki kerusakan nya. " suruh Aris.
"Baik, kami mengerti. " jawab nya.
Aris dan Hendra pergi meninggalkan lokasi.
"Apa menurut mu mereka akan menyusul tuan Lucifer? " tanya Hendra.
"Aku berharap seperti itu." jawab Aris.
.
.
.
.
" Kau pasangkan alat peledak di tubuh gadis itu. " perintah Richard pada James.
"Baik. " ucap James.
"Kali ini, jangan sampai kita kalah. " ucap Baron.
"Dia sudah membuat aku cacat. " ucap nya lagi.
"Kau pikir cuma kau saja, kau lihat kami." ucap Edward.
"Ck... diam kau ! " teriak Baron.
.
.
.
James memasang sebuah alat peledak di bagian perut Eva.
__ADS_1
"Hahahahaha.... kau tahu ini apa kan nona? " tanya James.
"Ini adalah bom, akan meledak, menghancurkan tubuh mu sampai mereka tidak mengenali mu." ucap James menunjuk ke arah Lisna dan keluarga nya.
Eva berusaha memberontak, membuat James tidak bisa mengikat bom nya.
PPPLLLAAKKK.... PPPPLLAAAKKK....
James menampar pipi Eva beberapa kali, James sangat marah.
"Kalau tidak karena tuan Richard menahan mu, sudah ku habisi kau. " James mencengkram pipi Eva dengan sangat keras.
"Kau lihat? siapa yang memotong tangan kanan ku ini? Lucifer... dan akan aku buat dia akan kehilangan lebih dari tangan ini. " ucap James menunjukkan tangan kanan nya yang sudah di potong sampai pergelangan nya.
Eva merasa jijik, melihat perban yang ada darah nya.
"Apa yang kau lakukan James, kenapa lama sekali? " ucap Richard.
"Tuan, wanita ini selalu memberontak. " jawab James.
"Tapi sudah selesai saya pasang tuan. " jawab nya lagi.
"Bagus, jangan sampai dia mati James, dia akan menjadi budak nafsu ku, kau mengerti kan? " ucap Richard.
"Saya mengerti tuan. " jawab nya.
"Tuan... dia sudah datang. " bisik anak buah Richard.
Richard tersenyum senang sambil menatap Eva.
"Kau lihat kan? dia sudah datang, hahahahaha... seperti nya dia sangat menghawatirkan mu. " ucap Richard.
Richard pergi meninggalkan lokasi Eva.
Menemui Lucifer.
"Akhir nya kita bertemu kembali Richard." ucap Lucifer senyum sinis.
"Hahahahaha... harus nya aku yang mengatakan itu Lucifer. " ucap Richard.
"Dimana dia? " tanya Lucifer.
"Hhmm.... kau sangat lama sekali.. aku sudah mengirim mereka ke akhirat. " jawab Richard santai.
"Bre****k kau... "Teriak Lucifer mendekati Ricrhard.
Anak buah Richard datang, mereka menahan Lucifer.
BBBRRUUGGHHH..... BBBRRUUGGHHH... BBBRRRUUHGGGGHHH...
"Aakkhhhhh...... akkkkhhhh... " teriak anak buah Richard.
Anak buah Richard banyak yang kalah, padahal mereka banyak menyerang Lucifer seorang diri.
"Sialan.... kalau tidak ada wanita itu, pasti kami akan cepat mati. " gumam James, Darmo dan yang lain nya.
"Lucifer, berhenti kau... atau kau ingin kami benar-benar membunuh mereka? " ancam Richard.
Lucifer yang hendak ingin memukul anak buah nya, tiba-tiba menghentikan nya.
"Di mana dia ban***t.... " teriak Lucifer sambil melempar anak buah yang berada di tangan nya tadi.
"Hahahahaha.... kau tenang saja, selama kau bisa bekerja sama dengan ku, nyawa mereka akan terjamin." jawab Richard.
"Tunjukkan... CEPPAATT... " teriak Lucifer lagi.
Richard memberi kode pada anak buah nya untuk membawa Eva.
"Kenapa kau sangat lemah sekali dengan wanita Lucifer? " tanya Richard.
"Apa kau mencintai nya? kenapa kau membawa wanita itu dalam perasaan mu? " tanya nya lagi dengan senyum sinis nya.
"Percaya lah, itu hanya akan membuat mu lemah." ucap nya lagi.
"Jangan banyak bacot... mana dia..????? " teriak Lucifer.
"Ayo... cepat jalan. " teriak anak buah Richard membawa Eva dengan paksa.
Eva dan Lucifer saling memandang.
Lucifer melihat wajah Eva yang sudah memar.
__ADS_1
Dia mengepalkan tangan nya.
Sementara Eva melihat Lucifer dengan tatapan ketakutan yang luar biasa, mulut dan tangan nya di ikat.
Bom yang di pasang kan di tubuh Eva, di tutup dengan kain panjang.
Lucifer tanpa sadar berjalan mendekati Eva.
Dengan kode dari Richard, anak buah Richard menahan Lucifer.
Lucifer memukul dengan keras, terlempar ke tanah.
Tatapan nya masih tetap fokus pada Eva.
"Lucifer, sedikit lagi kau melangkah, maka aku akan mengaktifkan peledak yang ada di tubuh isteri mu ini." ancam Richard.
Lucifer menghentikan langkah nya.
Richard membuka penutup kain itu, dan melihat bom yang belum di aktifkan.
"Jangan coba membuat ku lebih marah Richard. " ancam Lucifer.
"Memang itu mau ku, tapi.... kalau kau marah, maka aku akan mengaktifkan bom ini." ancam Richard menunjukkan remot pengaktif bom nya.
"Apa mau mu? " tanya Lucifer.
"Aku ingin menggantikan mu, menjadi bos... bos mafia. " ucap Richard mendekati Lucifer.
"Ambil saja. " jawab Lucifer.
"Tentu saja, aku harus menghabisi mu, membunuh mu, maka aku lah yang berkuasa. " ucap Richard.
Richard berjalan sedikit mundur.
"Hajar. " suruh Richard pada anak buah nya.
BBBRRUUUGGHHH...... BBBBBRRUUUGGHHH
Anak buah Richard memukul Lucifer secara bersamaan.
Eva berusaha teriak, tapi tidak bisa.
"Mmmmm........ eeeeeeemmmmmm.... " teriak Eva menggelengkan kepala nya.
Eva sedih melihat Lucifer di pukuli sampai berdarah.
"Ayolah Lucifer, kenapa kau tidak melawan? lemah sekali kau, ckckckckck...." ledek Richard.
Lucifer jatuh dan bangun sambil membersihkan darah yang mengalir dari sudut bibir nya.
Lucifer hanya menatap sedih pada Eva. Eva pun menatap nya.
"Apa kau sangat lemah Lucifer? apa karena dia? " tanya Richard menarik rambut Eva.
"Lepaskan dia bre****k... " teriak Lucifer.
Anak buah Richard memukul nya, menghajar nya kembali.
"Uuhhuukkk..... uuhhhuukkk.... uuhhuukkk.... " Lucifer mengeluarkan darah.
"Kenapa dia diam saja? apa dia benar-benar seorang bos mafia? " gumam Eva.
"Berhenti. " ucap Richard.
Anak buah nya menghentikan aksi mereka.
Richard mendekati Lucifer. Lucifer yang jatuh berusaha bangkit berdiri.
BBBRRRUUGGHHHH..... BBBRRRUUUGGHHH...
"Eeemmmm..... mmmmmm..... " teriak Eva sambil menggelengkan kepala nya.
Lucifer hanya diam menerima pukulan itu. Dia bisa saja membalas pukulan itu, tapi dia tidak mau Eva menderita.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
LIKE.... KOMENT.... LIKE..... KOMENT...