SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 64


__ADS_3

Hendra dan Lisna tiba lebih dulu di depan apartemen Lucifer. Lisna turun menyusul Hendra.


"Hen, ini rumah siapa? " tanya Lisna melihat bangunan mewah di hadapan nya.


"Ini adalah tempat tinggal tuan Lucifer. " jawab Hendra.


"Apa? besar banget ya, tuan Lucifer tinggal sama siapa? " tanya Lisna lagi.


"Dia tinggal sendiri. " jawab Hendra.


Tidak berapa lama mobil yang di tumpangi Lucifer tiba, Lisna dan Hendra melihat kebelakang.


Aris turun terlebih dahulu dan membuka pintu mobil tempat tuan nya duduk. Lalu Lucifer turun dan menggendong Eva lagi.


"Tunggu tuan, saya bisa jalan kaki sendiri, gak usah di gendong. " ucap Eva protes.


Lucifer melototin Eva, Eva diam.


Lucifer membawa Eva masuk, di susul Lisna, Hendra dan Aris. Sebenar nya Eva merasa malu dan risih di gendong beberapa kali oleh Lucifer, apalagi Lisna selalu meledek nya dari belakang.


Mereka berjalan menuju lift, sampai di depan pintu, Aris membuka kan pintu, dan mereka pun masuk.


Lucifer meletakkan Eva di salah satu sofa nya.


Lisna berdecak kagum melihat kemewahan apartemen bos nya itu.



"Wah tuan... ini tempat tinggal anda, besar sekali. " ucap Lisna sambil melemparkan pandangan nya di setiap ruangan.


Eva dan Lucifer selalu saja bertemu pandang.


"Lisna, mulai sekarang kau bekerja menjadi asisten Eva. " ucap Lucifer duduk di sofa juga.


Semua nya kaget tanpa terkecuali.


"Apa? " tanya Lisna.


"Apa? " tanya Eva.


"Benar, kau di sini. Kau bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, setelah itu kau boleh pulang. " ucap Lucifer.


Masih suasana diam.


"Lalu, tugas saya apa tuan? " tanya Lisna bingung.


"Kau harus menemani nya, luka nya masih belum sembuh, mungkin dia butuh bantuan mu." jawab Lucifer.


"Tapi tuan... " Eva menghentikan perkataan nya setelah Lucifer meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya sebagai kode agar Eva diam.


"Apa kau sanggup Lisna? " tanya Lucifer.


"Hehehehe, saya sanggup tuan." ucap Lisna senang.


"Bagus, mulai sekarang kau sudah termasuk kerja, untuk gaji mu 12 juta per bulan. " ucap Lucifer santai.


"Apa? " tanya Eva dan Lisna serentak.


Sementara Aris dan Hendra tidak kaget, karena gaji mereka pun lebih besar dari Lisna.


"Kenapa? apa masih kurang? " tanya Lucifer.

__ADS_1


"Ti... tidak tuan, tapi apa tidak salah tuan?" tanya Lisna memastikan nya.


"Tentu saja tidak. " jawab nya lagi.


Eva dan Lisna saling menatap, Lisna sangat senang dengan pekerjaan itu.


"Saya bersedia tuan, dan terimakasih dengan gaji yang besar itu. " ucap Lisna.


"Baiklah kalau begitu, aku harus pergi dulu, kalian beristirahat lah. " ucap Lucifer berdiri.


"Tuan tunggu. " ucap Eva berusaha menahan Lucifer.


"Ada apa? " tanya Lucifer menatap Eva.


"Itu... mmmm... maksud saya, apa saya... " ucap Eva gugup.


"Mengenai pernikahan kita akan di adakan lima hari lagi. " ucap Lucifer.


"Hah???? " Eva kaget tidak percaya.


"Lima hari? apa tuan tidak salah? kenapa secepat itu? " tanya Eva.


"Terserah pada ku, kau tenang saja." ucap Lucifer.


"Hahahaha.... mungkin tuan Lucifer sudah ngebet menikah dengan mu, Va" ucap Lisna tertawa.


Eva dan Lucifer menatap Lisna sehingga Lisna menutup mulut nya.


"Tuan... " Eva tidak di ijinkan melanjutkan perkataan nya.


"Jika kalian butuh sesuatu, kalian bisa menghubungi ku. " ucap Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Aris dan Hendra.


Eva dan Lisna di tinggalkan berdua di dalam apartemen itu.


Lisna berkeliling ruangan Lucifer.



"Wah.... Va, dapur nya luas nih, bisa donk kita masak, hehehehehehe. " ucap Lisna.


Kemudian Lisna pergi ke ruangan kamar mandi.



"Va, kamar mandi nya juga luas banget, lebih luas dari semua ruangan kamar ku. " ucap Lisna berdecak kagum dengan apa yang dia lihat.


Lisna menuju kamar tidur.



"Va, kamar nya juga luas banget... Hahahahaha.... gak kebayang deh kalau nanti kamu udah nikah sama tuan kita itu, berbagi tempat tidur, hahahaha. " ucap Lisna.


"Wah Va... kau itu beruntung banget bisa menikah dengan tuan Lucifer. " ucap Lisna.


Lisna berjalan menghampiri Eva yang masih duduk di sofa putih empuk.


"Kalau aku yang di lamar tuan Lucifer, sumpah, bakalan senang banget, bahkan dalam tidur pun aku pasti senyum terus, hahahaha. " ucap Lisna.


"Menurut mu, kenapa tuan Lucifer mau menikah dengan ku? dan tentang kejadian hari ini? apa kamu gak merasa ada yang aneh? " tanya Eva.

__ADS_1


Lisna berpikir sejenak.


"Mmmmm.... iya juga sih. " jawab Lisna.


"Tapi kata Hendra, itu bisa saja saingan bisnis tuan Lucifer, aku ngerti kok, masalah persaingan. " ucap Lisna.


"Tapi apa hubungan nya dengan aku? " tanya Eva.


"Aku rasa dia gak tertarik dengan ku, bahkan dia bilang kalau dia gak menyukai ku. " ucap Eva.


"Ckckckck... kamu tuh gak tahu tentang cowok, maka nya pacaran donk, jangan mikirin mie ayam terus. " ucap Lisna.


"Lisna aku serius nih. " rengek Eva.


"Mungkin dia cuma mau menjaga kamu, karena kamu udah berkorban nyawa buat nya, seperti yang kamu bilang sebelum nya mengenai kejadian kamu masuk rumah sakit itu. " ucap Lisna.


"Berarti... seperti membalas budi? " tanya Eva serius.


"Hhmmm.... sebagian nya seperti itu, sebagian nya lagi mungkin dia masih ragu dengan perasaan nya. " ucap Lisna memandang Hp nya.


"Perasaan ragu? ragu tentang apa? pernikahan? apa dia ragu menikah dengan ku? kalau dia ragu, kenapa dia mau menikah dengan ku? " Tanya Eva.


"Kalau menurut ku yang dia ragu itu tentang perasaan nya, aku yakin dia memiliki perasaan tertarik dengan mu, tapi dia masih tidak menyadari nya. " jawab Lisna.


"Dan untuk pernikahan, aku yakin juga dia tidak keberatan, tidak masalah. Jadi aku pastikan dia tidak ragu untuk menikahimu. " ucap Lisna lagi.


"Dan kenapa dia mau menikahi mu, seperti yang kamu bilang tadi... balas budi. " ucap Lisna.


"Begitu ya? " gumam Eva.


"Lalu apa menurut mu tentang tuan Lucifer? " tanya Lisna.


"Apa kau menyukai nya? " tanya Lisna lagi.


Eva diam. Berpikir.


"Aku.... aku gak tahu. " jawab Eva.


"Apa kau ada memiliki rasa pada nya? " tanya Lisna serius.


Eva menganggukkan kepala nya.


"Rasa.. suka? " tanya Lisna.


"Bukan... tapi rasa takut.. apa lagi kalau dia lagi marah.. tatapan mata nya... aku sangat takut melihat tatapan nya.. " ucap Eva sambil membayangkan nya.


"Tapi... " ucap Eva.


"Tapi apa? " potong Lisna.


"Selama dia merawat ku, menjaga ku, bahkan waktu dia... waktu dia menggendong ku, aku.. aku merasa.. nyaman banget, pelukan nya sangat hangat, bahkan tatapan mata nya bisa berubah arti. " ucap Eva serius.


"Tapi aku tidak memiliki perasaan tertarik dengan nya. " jawab nya lagi.


Lisna menganggukkan kepala nya.


"Tapi yang aku lihat, kalau kalian ini sebenar nya sudah memiliki perasaan menyayangi, tapi kalian masih mencoba mengabaikan. " gumam Lisna.


Lisna masih memperhatikan arti tatapan mata sahabat nya itu.


VOTE N LIKE DONK... PLEASE😢😢😢

__ADS_1


__ADS_2