SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 248


__ADS_3

Selama perjalanan, Eva tidak sedikit pun melepaskan pelukan. Sangat manja. Lucifer merangkul pinggang isteri nya. Satu tempat duduk untuk Eva dan Lucifer sangkin dekat nya. Mereka tidak banyak bicara, membiarkan perasaan dalam bahasa tubuh saja. Detak jantung dan hembusan nafas Lucifer bisa di


rasakan dan di dengar Eva yang menyandarkan kepala nya di dada suami tersayang nya itu.


Beberapa saat kemudian akhir nya mereka tiba di Bandara Udara Changi Singapura. Salah satu bandara terbaik di dunia. Bandara yang sangat rapi dan bersih.


Lucifer dan ke dua asisten sudah turun dari mobil.


“Aku akan pergi dulu sayang.” Lucifer mencium kening Eva.


Eva menahan kesedihan di wajah nya. Mencoba tersenyum sebisa mungkin.


“Jangan menangis. Hanya satu bulan saja kok.” Di hapus nya air mata yang tidak bisa di bendung lagi.


“Aku…aku tidak menangis kok. Mungkin anak-anak kita yang merasa sedih akan jauh dari papa nya.” Di elus perut nya.


“Bisa aja kamu.” Canda Lucifer.


Suami nya jongkok ingin berbicara dengan anak-anak yang ada di perut Eva.


“Anak-anak ku, jangan cengeng seperti mama kalian ya. Papa pasti akan pulang kok. Jangan rewel, papa tahu kalian pasti bisa dengar suara papa……….


TTTUUUBBB……TTTUUUBBBB…


“Akkhhh…. Aduuh..” Eva merasa kesakitan.


“Sayang….seperti nya mereka menjawab perkataan ku?” Lucifer terkejut saat merasakan tendangan dalam perut Eva yang mengenai wajah nya.


Eva dan Lucifer terkejut dengan reaksi kandungan nya. Lucifer yang masih menyentuh pipi nya, melihat wajah isteri yang masih heran. Lalu mereka berdua tersenyum bersama.


“Itu arti nya mereka mau kau cepat kembali.” Jawab Eva membelai pipi  Lucifer.


Semua yang ikut bersama mengantar Lucifer pun ikut terkejut dan kagum dengan respon kandungan Eva.


Sebuah pengumuman memberitahukan keberangkatan menuju Jakarta.


“Tuh, pesawat nya sudah mau berangkat. Sampai di sini saja kalian mengantar nya.” Lucifer mencium kening Eva untuk yang terakhir nya.


“Papa Mahesha dan kakak ipar, kami akan berangkat dulu. Sampai jumpa lagi.” Lucifer pamit pada keluarga yang di tinggalkan.


“Ingat untuk kembali.” Pesan Revand.


Lucifer, Aris dan Hendra melambaikan tangan meninggalkan Eva dan keluarga nya.


Eva masih terus melambaikan tangan, Lucifer sesekali melihat ke belakang dan melambaikan tangan nya juga.


“Pulang lah..” suruh Lucifer member kode isyarat untuk Eva.


Eva malah menangis, setelah tidak bisa melihat punggung suami nya.


“Va, sudah jangan menangis. Kan tadi Lucifer sudah bilang kau jangan menangis, nanti adik ipar ku salah paham pada ku.” Revand membujuk.Eva agar berhenti menangis.


Eva menganggukkan kepala nya, berhenti menangis.


“Ayo kita pulang.” Ajak Revand.

__ADS_1


*******************


Semua penumpang di dalam pesawat kagum dan terpesona melihat kharisma ketampanan dari tiga orang pemuda yang sedang mencari tempat duduk.


“Tampan sekali, aku harap salah satu dari mereka bisa duduk dengan ku.” Bisik salah satu penumpang berjenis kelamin wanita itu.


Wanita itu sudah berharap dan melihat Lucifer, memberikan senyuman menggoda untuk Lucifer, tapi di abaikan.


“Permisi nona, boleh saya duduk?” Tanya seorang pria menghampiri wanita yang tersenyum tadi.


“Du….duduk di sini?” Tanya nya terkejut.


“Iya, hehehehehe, kursi saya ada di samping anda.” Jawab pria itu.


“Ckck….. kenapa harus pria gemuk ini sih yang harus duduk di samping ku? Bikin gak nyaman aja.” Gumam wanita seksi itu.


Wanita itu member jalan agar pria berkepala botak dan gendut.itu bisa masuk. Wanita itu sangat kecewa, sementara si pria sangat senang dan semangat duduk di samping nya.


Aris duduk dengan Lucifer, sementara Hendra duduk di samping.Aris di barisan sebelah nya.


“Suruh William dan Lisna mengumpulkan si pembuat onar itu.” perintah Lucifer yang menahan kemarahan nya.


“Baik tuan.” Jawab Aris.


“Hhhmmm….. baru saja hidup tenang sudah ada masalah lagi. Seperti nya mereka tidak mengenal siapa lawan nya.” Gumam Aris.


“Aku akan memberikan kalian pelajaran karena memisahkan ku dengan isteri ku.” Gumam Lucifer mengepalkan tangan.


Hendra duduk di samping wanita sederhana namun cantik alami.


“Eeehheemmm….. Hallo.” Sapa Hendra ramah.


“Hallo .” Balas wanita itu sambil tersenyum.


“Do you want to go to Indonesia too?” Tanya Hendra berbahasa inggris.


Wanita itu tersenyum dengan pertanyaan hendra.


“Iya, saya mau ke Jakarta nya.” Jawab nya ramah.


“Wah, kamu bisa berbahasa Indonesia juga ya, hahahahah…. Maaf ya. Aku kira orang bule.” Hendra menggaruk kepala nya merasa canggung.


“Hahahahaha……tidak apa-apa.” Wanita itu kembali tersenyum lagi.


“Nama kamu siapa?” Tanya Hendra.


Aris melihat sahabat nya itu sedang berbicara dengan teman sebangku nya. Dia.menggelengkan kepala melihat tingkah Hendra.


“Aku Rihana. Tapi bukan penyanyi itu ya, hahahaha.” Jawab wanita itu.


“Baru saja mau bicara seperti itu. Berarti sudah banyak yang bilang gitu ya.” Tebak Hendra.


“Kamu nama nya siapa?” Tanya gadis itu.


“Nama ku Adam Vicky Revand William Aris.” Jawab Hendra bercanda.

__ADS_1


Aris dan Lucifer merasa ada yang menyebut nama mereka.


“Nama mu seperti untuk lima orang.” Jawab Rihana lucu.


“Hahahahaha…..memang itu ada lima orang.” Gumam Hendra.


“Kalau nama terkenal ku itu Leonardo Alfonso Subroto Jowo.” Hendra menahan tawa.


“Nama panggilan nya Hen, Dra, bisa juga Hendra.” tambah nya lagi.


Aris menahan tawa karena geli mendengar omongan Hendra.


Lucifer melihat bahu Aris bergetar.


Wanita itu membuka mulut dengan sedikit lebar dan terdiam membisu.


“Mulut nya di tutup donk, aroma nya kemana-mana.” Ucap Hendra bercanda.


Rihana dengan cepat menutup mulut nya dan tersenyum.


“Lalu aku harus menyapa mu dengan nama apa?” Tanya Rihana.


“Terserah kamu, bisa nama panggilan, nama ku, atau nama terkenal ku. Sudah ada pilihan nya kan.” Jawab nya ramah.


“Nama mu banyak sekali, mmmm…. Adam…..Adam…Aris…..mmm…. lalu


siapa lagi tadi?” Tanya wanita itu menggarukkan kepala nya.


“Hahahahahaha……maafkan aku, , bercanda ku terlalu kelewatan ya.” Ucap Hendra tertawa.


“Nama ku sebenar nya Hendra. Kalau Aris itu dia….. Adam itu dia…… Wiliam Vicky dan Revand itu nama teman-teman ku.” Ucap Hendra menunjuk Aris dan Lucifer yang diam mengabaikan.


Aris melihat Hendra yang menahan tawa.


“Oooooohhhhhh…… jadi nama kamu sebenar nya Hendra. Bilang donk. Hahahahaha…” Rihana tertawa.


Mereka berdua tertawa dan tersenyum bersama.


“Ngomong-ngomong Rihana sudah menikah?” Tanya Hendra.


“Belum.” Rihana menggelengkan kepala nya.


“Yesss….” Ucap Hendra pelan.


“Lalu apa sudah punya kekasih?” Tanya nya lagi.


“Aku baru putus dari pacar ku.” Jawab nya canggung.


“Yess lagi.” Ucap Hendra senang.


“Kenapa?” Tanya Rihana yang merasa nyaman berbicara dengan Hendra.


“Apa kau mau dengan sahabat ku? Dia masih single loh. Baik hati dan tidak sombong.” Jawab Hendra cepat.


“Hah?” Rihana terkejut dengan ucapan Hendra.

__ADS_1


“Ini dia orang nya.” Hendra tanpa merasa bersalah menunjuk Aris yang spontan terkejut dan salah tingkah.


Rihana pun melihat wajah Aris yang cuek itu.


__ADS_2