SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 163


__ADS_3

Lucifer kemudian mengambil potongan jeruk yang sudah di kupas, dan serat-serat nya juga sudah di bersihkan.


"Mmmm..... " Eva mengernyitkan dahi nya, mata nya setengah tutup.


"Kenapa sayang? " tanya Lucifer.


"Jeruk nya asam. " ucap Eva manja.


"Hahahaha... sini, keluarkan saja. " Lucifer memberi tangan nya agar di keluarkan Eva.


"Mmm.... ternyata benar-benar asam sekali. " Lucifer memakan sisa bekas jeruk yang di keluar kan Eva dari mulut nya.


"Kenapa kau memakan nya? apa kau tidak jijik? udah ada air liur ku kan? " tanya Eva merasa tidak enak hati.


"Kenapa harus jijik? sebelum nya juga kan kita sudah saling merasakan air liur masing-masing. " goda Lucifer memainkan mata nya.


Eva risih dengan kalimat vulgar suami nya.


Lucifer mengambil sebutir anggur merah, di masukkan kemulut nya dan di oper ke mulut Eva.


Awal nya Eva tidak mau, akan tetapi suami nya sudah menunggu dengan mendekatkan bibir nya.


Saat anggur sudah berada di dalam mulut Eva, Lucifer menggigit hingga anggur pecah dalam mulut mereka.


Yah.... pada akhir nya mereka berciuman dengan menggunakan sebutir anggur sebagai perantaraan nya. Tampak senyum di ujung bibir Lucifer.


Dengan lidah Lucifer, dia menarik biji anggur untuk di keluarkan dalam mulut Eva.


Eva bisa melihat warna bola mata Lucifer yang berwarna cokelat sangkin dekat dengan nya.


Terdengar suara desahan dan nafas berat mereka. Tangan Lucifer membelai perut Eva, masuk ke dalam baju tidur nya. Eva tentu saja merasa kegelian. Semakin lama tangan nya naik hingga di dada isteri nya. Tentu saja mereka masih menikmati ciuman nya. Hanya saja anggur nya sudah habis dalam mulut mereka.


Lucifer mencium daun telinga Eva, menggigit nya dengan pelan. Tampak kulit Eva merinding geli dengan perlakukan Lucifer.


Tv yang sebelum nya menyala, di matikan Lucifer.


"Bagaimana kalau kita coba bikin anak lagi? semakin kita sering melakukan nya? semakin cepat selesai cetakan nya. " goda Lucifer.


Eva merasa malu lagi mendengar nya. Dia tidak keberatan melakukan nya. Hanya saja masih belum terbiasa dengan kalimat-kalimat menggoda dari bibir suami nya.


Eva menganggukkan kepala nya.


Lucifer tersenyum senang. Dia menggendong tubuh Eva menuju kamar. Eva mengalungkan tangan nya di leher suami nya.


*****************


Lisna pulang dengan memesan taxi online. Tentu saja dengan perasaan sedih dan marah. Dia menangis, beberapa kali mengusap air mata yang jatuh di pipi nya.


"Kenapa menangis mba? " tanya si pengemudi.


"Gak apa-apa mas. " jawab Lisna menahan tangis.


"Habis di sakiti pacar nya ya? pacar nya jahat banget sih, kok cewek secantik mba nya di sakiti. " ucap si supir.


Lisna tidak menjawab. Dia berusaha menenangkan perasaan nya.


"Seperti nya ini sasaran yang empuk. " gumam si supir, mengintip dari kaca yang ada di atas kepala nya. Melihat Lisna yang menahan tangis.


"Jahat banget. Aku benci dengan mu Stev. Aku gak mau bertemu dengan mu lagi. " gumam Lisna.


Si supir taxi online tetap menjalan kan mobil nya.

__ADS_1


"Aneh.. kok lewat dari sini ya? " gumam Lisna merasa aneh dengan arah jalan yang di bawa.


"Mas, kenapa lewat dari sini? perasaan tadi saya tidak lewat dari sini loh. " ucap Lisna.


"Kita potong jalan mba. Ini kan sudah malam. Biar mba nya cepat sampai dan bisa langsung istirahat." jawab si supir berbohong.


Lisna berusaha mengerti, akan tetapi tetap saja dia merasa curiga. Dan khawatir.


"Mas, jangan bercanda deh, ini bukan arah jalan saya pulang. Jangan macam-macam ya mas. " Lisna sudah mulai ketakutan.


"Berhenti, atau saya lompat dari sini. " ancam Lisna.


Si supir malah mengunci pintu secara otomatis.


"Hahahahaha... jangan galak-galak mba, entar cepat tua loh. " ucap si supir.


"Aku lihat mba nya kan lagi sedih, jadi aku sedang menghibur mba nya, hehehehe. " ucap si supir.


Lisna segera mencari Hp di dalam tas nya. Si supir tahu itu, dia merampas tas Lisna, sehingga berada di tangan si supir.


Lisna menangis ketakutan.


"Bagaimana ini, aku sangat takut sekali. " gumam Lisna menangis.


"Tenang aja mba, kita hanya sedikit bersenang-senang saja. " goda nakal sang supir.


"Cepat turun kan aku. Cepat... " teriak Lisna.


Lisna di bawa di sebuah jalan sepi yang gelap. Tidak ada rumah penduduk.


Si supir keluar, menarik paksa Lisna untuk turun dari mobil.


Tangan nya terlalu keras di genggam.


"Lepas kan aku, aku mohon.. lepaskan aku. " mohon Lisna menangis.


Si supir tertawa jahat, mencoba mencium Lisna. Memeluk nya beberapa kali.


"Lepaskan aku, tttooollloooonnngggg..... Tttooolllooonnggg." teriak Lisna.


Si supir semakin beringas memeluk dan mencium pipi Lisna.


BBBRRRUUUUGGGHHHH.....


Seorang pria memukul keras si supir. Hingga tubuh nya terjatuh dan melepaskan Lisna.


"Steven... " Lisna berlari kepelukan Steven.


"Kamu gak apa-apa? " tanya Steven mengelus kepala Lisna.


"Aku takut Stev. " Lisna menangis.


"Tenang, aku sudah ada di sini. " Steven menenangkan Lisna.


Si supir berdiri, mengeluarkan pisau kecil yang di selipkan di pinggang nya.


"Kamu menjauh Lis." suruh Steven.


Lisna menuruti.


"Kurang ajar, kau merebut kesenangan ku saja. " ucap si supir menunjukkan pisau nya.

__ADS_1


"Tidak akan aku biar kan kau melukai kekasih ku. " ucap Steven yakin.


"Mati kau... " si supir maju lebih dulu menyerang Steven.


Steven berhasil menghindar. Tapi tetap berhati-hati.


Sekali lagi si supir ingin menyerang, akan tetapi bukan Steven sasaran nya, melainkan Lisna.


Steven berjalan cepat, berusaha melindungi Lisna, hingga akhir nya pisau menancap di perut Steven.


"Stevveeennnn... " teriak Lisna sambil memeluk tubuh Steven yang sudah mengeluarkan darah.


Si supir ketakutan, dia berlari meninggalkan Steven dan Lisna di tempat jalan yang sepi dan sedikit gelap.


"Bagaimana ini... bagaimana ini? " teriak Lisna sambil menangis.


"Steven, bertahan lah. " Lisna memeluk Steven.


Lisna mengambil Hp di saku Steven, dan menghubungi seseorang yang dia kenal.


Lisna melihat foto wajah nya menjadi Wallpaper Hp Steven. Sejenak dia merasa menyesal.


"Lucifer... " gumam Lisna.


Lisna menghubungi Lucifer.


"Hhmmm... " Lucifer terbangun dari tidur nya ketika mendengar Hp nya bergetar tanpa suara. Lucifer memiliki indera pendengaran yang sangat tajam.


Saat itu mereka sudah menyelesaikan aksi hubungan suami isteri itu. Eva berada dalam pelukan nya dalam satu selimut.


"Steven? ada apa dia menghubungi ku? " gumam Lucifer.


Lucifer melepaskan pelukan nya sejenak, perlahan turun dari ranjang nya, agar Eva tidak terganggu dan bangun.


"Steven.. apa kau...


"Tuan, tolong kami tuan.. hhikkkss... hhhiikkss... " pinta Lisna sambil menangis memotong kalimat Lucifer.


"Lisna? ada apa? " tanya Lucifer.


Eva pun ikut terbangun mendengar nama Lisna di sebut kan Lucifer.


"Adam sedang berbicara dengan Lisna? ada apa?" gumam Eva.


Lucifer melihat Eva sudah bangun dan duduk di atas ranjang.


.


.


.


.


HHMMMM.... APA YANG TERJADI DENGAN STEVEN YA?


TERTOLONG ATAU TIDAK??


MOHON....LIKE N VOTE NYA YA...


TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2