SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 285


__ADS_3

Lisna memikirkan pertanyaan yang di tujukan pada nya.


Pertanyaan yang sulit di jawab. Sebenar nya dia ingin mempertahankan kehamilan


nya, tapi dia tidak bisa menahan rasa sakit yang selalu melanda.


“Hhhhuuuuwwekkkk…….Hhhhuuuuwweekkk……” ini adalah sudah 5 kali dia mengeluarkan cairan bening dari perut nya.


Mama nya hanya bisa datang dua hari sekali, mengingat masih ada adik-adik nya yang sedang sekolah. Dan Lisna juga tidak ingin membebani mereka.


Steven pun sudah berangkat bekerja. Kemarin sudah menyuruh salah satu perawat untuk membantu merawat Lisna walaupun sudah ada pelayan di rumah nya.


DDRRTTTDDD…..DDDRRTTDD….DDRRRTTDD…..


Ponsel nya berdering.


“Eva?” ucap nya melihat nama panggilan di layar ponsel.


“Hallo Va.” Ucap nya mengangkat telepon.


“Hallo Lisna, apa kabar? Aku dengar dari Aris kamu lagi hamil juga ya? Wah selamat ya……” ucap Eva dengan senang.


Tidak ada jawaban dari sahabat nya itu. Malah yang terdengar adalah suara tangisan dari sahabat nya itu.


“Lis? Kamu…. Kamu kenapa? Apa kamu menangis?” tanya Eva.


Lisna semakin tidak bisa menahan tangis nya.


“Lisna, tolong jawab aku, jangan bikin aku khawatir.” Panggil nya dengan panik.


“Eva, aku… aku takut kalau aku tidak bisa mempertahan kan anak kami.” Ucap nya dengan suara menahan tangis.


“Maksud nya gimana Lis? Pelan-pelan jelaskan padaku.” Eva berusaha tenang agar sahabat nya bisa menjelaskan.


“Va, kandungan ku lemah. Aku lemah, selalu muntah-muntah. Bahkan untuk turun dari tempat tidur saja aku tidak bisa walaupun cuma sebentar.” Ucap nya pelan.


“Kenapa, kenapa bisa seperti itu? lalu apa kata Stev?” Eva mulai berbicara dengan pelan juga.


“Dia menanyakan ku, apakah aku harus menyerah dan melepaskan nya. Dia tidak mau melihat ku menahan rasa sakit ini. Tapi sebenar nya kami berdua sangat menyayangi bayi ini Va. Aku bingung harus bagaimana.” Lisna kembali menangis lagi.

__ADS_1


Eva ikut sedih dari semua cerita yang sedang di alami Lisna.


“Lalu, apa keputusan mu? Apa kau akan menyerah?” tanya Eva.


“Aku….aku juga tidak tahu. Tapi aku juga tidak kuat. Kata dokter kandungan rahim ku lemah. Kalau di pertahankan pun akan membuat


kelahiran premature, kesehatan terganggu dan bahkan bisa membahayakan si ibu


yang mengandung.” Ucap Lisna.


Eva diammenghela nafas nya. Merasa sangat prihatin.


“Lisna, aku tidak bisa memberikan atau menyuruh mu untuk tetap mempertahan kan bayi mu. Tapi aku harap kau juga tidak lupa, kalau aku juga sekarang sedang hamil. Dan sebelum nya juga kau tahu, seberapa banyak


kesulitan yang kami hadapi, baik suami ku dan bayi yang ada di janin ku. Aku juga sempat mengalami kandungan lemah, salah satu bayi ku tidak kuat dan lemah, tapi kami tidak menyerah. Kami terus bertahan dan memperjuangkan agar aku dan bayi ku bisa sehat dan normal. Belum lagi saat aku yang di culik lawan nya Adam. Berpindah-pindah tempat. Tapi kami bisa melewati nya. Dan ternyata sekarang kandungan ku sudah normal dan berjalan 6 bulan.” Ucap Eva.


“Lis, kau adalah sahabat ku. Kita sama-sama berjuang mencari rejeki. Aku juga ikut sedih dan khawatir. Aku tahu bagaimana perasaan mu sekarang.” Ucap nya menghela nafas.


“Va, lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Lisna dengan suara tegar.


“Pertahan kan!” dengan singkat dan yakin memberikan jawaban nya.


walaupun sebenar nya Eva menahan air mata.


Terdengar lagi suara tangisan dari Lisna, yang membuat Eva pun jadi tidak bisa menahan air mata nya. Hingga mereka menangis bersama.


“Lisna….jangan….jangan menangis…” ucap Eva yang juga sedang menangis.


“Hhhhhuuuuhhhuuu…….hhhuuuuuu……hhhiikksss….hhhiikkksss…..” Lisna semakin menangis.


Lucifer  yang ada di dalam kamar bersama dengan Eva melihat dan mendengar isteri nya menangis. Tapi dia tidak ingin bertanya dulu, karena dia tahu kalau Eva sedang berbicara


dengan sahabat nya Lisna.


“Kau harus semangat sayang. Kita adalah calon ibu yang kuat. Aku bisa, kau pun harus bisa.” Ucap nya mengusap air mata.


“kau harus banyak makan buah, kau dari dulu paling malas makan buah dan sayur….


“Tapi setiap aku makan, pasti keluar lagi.” Potong Lisna.

__ADS_1


“kalau keluar, makan lagi yang baru. Pokok nya kamu jangan menyerah. Kenapa kamu tidak dirawat dirumah sakit saja? Sekalian ada Stev di sana?” tanya Eva.


“Va, kau kan tahu aku paling tidak suka berada di rumah sakit.” Jawab Lisna yang sudah mulai berhenti menangis.


“Adduuhh…..” teriak Eva.


“Ada apa?” tanya Lisna yang mendengar suara kecil Eva.


“Tidak apa-apa kok. Hanya saja bayi ku menendang perut ku. Mungkin mereka juga sedang memberikan semangat pada mu. Nanti anak-anak kita bisa bermain bersama. Iya kan Lis?” tanya Eva.


Tidak ada jawaban dari Lisna. Namun suara nafas wanita itu masih terdengar.


“Va, aku akan menerima semangat mu. Aku sudah putuskan, kalau aku akan mempertahan kan kandungan ini. Dan aku yakin pasti bisa.” Lisna mengucapkan nya dengan semangat.


“Bagus. Itu baru sahabat ku nama nya. Kita calon ibu akan berjuang untuk anak-anak kita. Semangat Lisna….. adddduhhh….” Eva merasakan tendangan lagi dari dalam perut nya.


“Hahahaha…. Seperti nya anak mu juga sedang ikut memberikan semangat padaku.” Ucap Lisna yang sudah bisa tertawa.


“Tapi Va, kalau aku berbicara pada mu, aku tidak merasakan mual lagi.” Ucap Lisna yakin.


“Oh ya, bagus donk. Tapi aku juga tidak bisa berbicara dengan mu seharian kan?” tanya Eva bercanda.


“Jangan lah. Nanti si tuan Lucifer akan marah pada ku.” Balas nya dengan sindiran canda.


“Kalau begitu kau istirahat lah. Jangan banyak berpikir. Berdoa dan jaga kesehatan. Sering-sering lah berbicara dengan perut mu. Okey….” Eva memberikan semangat lagi dengan mengangkat salah satu jempol tangan nya.


Mereka pun mengakhiri panggilan.


Lisna lega mendapatkan dukungan dan semangat dari sahabat nya itu. dia mengusap-usap perut nya.


“Sayang, bertahan lah ya. Supaya kau dan sepupu mu bisa bertemu dan bermain bersama ya.” Ucap nya dengan tersenyum.


************


“Sudah berbicara nya? Minum lah dulu jus ini.” Lucifer datang dengan membawa segelas jus yang di buat nya sendiri.


“Terimakasih sayang. Ini kau yang membuat nya?” tanya Eva menerima pemberian Adam.


“Yups, aku tidak mengijinkan siapapun yang menyiapkan makan dan minum untuk mu. Sekalipun itu kakak atau papa mu.” Lucifer duduk di samping Lucifer.

__ADS_1


Eva meminum jus dengan pelan. Hingga dalam sekejap jus satu gelas panjang itu habis.


__ADS_2