SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 280


__ADS_3

Lucifer duduk di samping Revand. Masih memegang gelas berisi susu.


“Letakkan dulu itu di atas meja, apa tidak panas kau pegang begitu?” suruh Revand.


Lucifer menuruti nya.


“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Lucifer melipat tangan.


“Katakan padaku, siapa yang lebih dulu jatuh cinta di antara kau dan Eva? Dan apa alasan nya?” tanya Revand serius.


Lucifer melihat kakak ipar nya dengan tatapan aneh.


“Kenapa?” tanya Lucifer.


“Jangan tanya lagi, jawab saja dulu pertanyaan ku.” Tekan nya.


Lucifer menghela nafas.


“Aku yang lebih dulu jatuh cinta pada Eva. Alasan nya, karena aku mencintai nya, menyayangi dan membutuhkan nya.” Jawab nya singkat.


“Apa…apa kau tidak malu mengutarakan perasaan mu pada nya? Dan apa respon dari adik ku?” tanya lagi.


Lucifer melihat kembali Revand yang menunggu jawaban.


“Untuk apa malu? Aku tidak perduli dengan harga diri ku pada saat itu.Dan awal nya Eva tidak langsung percaya, apalagi waktu dia mengetahui aku adalah mafia. Saat itu aku merasa hanya dia yang berani berdebat dengan ku walaupun sebenar nya dia itu ketakutan.” Jawab Lucifer.


Revand diam, seperti berpikir.


“Apa kau sedang jatuh cinta atau menyukai seorang wanita?” tanya Lucifer.


Revand terkejut dengan pertanyaan Lucifer yang menebak hampir benar.


Dia melihat Lucifer yang juga menatap nya.


“Hhhmm…sebenar nya aku tidak tahu apa aku jatuh cinta atau karena penasaran pada nya. Hanya saja aku ingin mencoba lebih dekat dan kenal. Bahkan saat aku bisa berkomunikasi dengan nya, aku sudah merasa sangat senang.” Jawab Revand menundukkan wajah nya.


“Jangan mengubah apa yang ada pada dirimu untuk meraih simpati dan perhatian nya. Biarkan dia tahu bagaimana dirimu. Kalau memang kau ingin bertemu dengan nya, ajak saja. Kalau kau ingin berbicara dengan nya,


jangan takut atau malu untuk memulai nya.”


“Apalagi, umur mu kan tidak muda lagi. Bersikap lah dewasa.” Ucap Lucifer.


Revand melihat Lucifer berbicara pada nya.


“Tapi aku….aku malu. Aku….aku tidak pernah memulai lebih dulu. Mereka yang lebih agresif dan aktif.” Jawab Revand gugup.


“Kalau kau malu, dan tidak mau memulai, sama arti nya kau diam berdiri di tempat, dan melihat yang lain nya sudah jauh melangkah di depan mu. Dan kau akan menyesal seumur hidup mu.” Ucap Lucifer.


“Mungkin aku hanya penasaran pada wanita itu, maka nya aku jadi ingin mengenal nya. Tapi aku tidak yakin apa dia jodoh ku atau tidak.” Ucap Revand.


“Penasaran atau tidak, jodoh atau tidak, itu urusan belakangan. Tapi jangan sampai nanti kau kecewa dan menyesal saat kau tahu perasaan mu yang sebenar nya.”

__ADS_1


“Jadi, kejar rasa penasaran mu itu, dan kau akan tahu jawaban dari penasaran mu itu sendiri.” Lucifer memberi dukungan, menepuk pelan bahu Revand.


“Baiklah, aku rasa aku harus kembali ke kamar. Aku tidak mau nanti Eva mencari ku. Kau tahu kan kalau aku….


“Iya..iya..aku tahu, pergi lah..pergi..” Revand melambaikan tangan nya.


Lucifer tersenyum pada nya dan meninggalkan Revand seorang diri.


********


Pagi hari Eva dan Lucifer berada di toko peralatan bayi.


“Sayang,lihat… pakaian nya lucu sekali.” Eva mengangkat satu pakaian bayi wanita berwarna pink.


Lucifer melihat dan memegang nya.


“Bukan lucu sih tapi cantik.” Ucap Lucifer.


Eva tersenyum.


“Apa itu yang kau pegang?” tanya Eva.


“Ini aku tidak tahu apa ini, maka nya aku dari tadi penasaran, ada kancing nya lagi.” Jawab Lucifer.


“Itu adalah bedongan nama nya.” Jawab suara seorang wanita.


Eva dan Lucifer melihat arah suara, dan ternyata ada dokter Isabella.


“Dokter Isabell.” Ucap Eva.


“Oh, hallo Isabel.” Ucap Eva lagi.


“Kau tidak bersama dengan Revand?” tanya Isabell.


“Tidak. Dia lagi sibuk bekerja. Ini suami ku, Adam.” Eva menunjuk pada Lucifer.


“Hallo tuan Adam.” Sapa Isabel.


“Panggil Adam saja, Isabel.” Jawab Lucifer.


“Baiklah Adam.”


“Apa kalian sedang membeli peralatan bayi untuk kelahiran anak kalian?” tanya Isabel.


“Iya.” Jawab Eva.


“Bagaimana kandungan mu? Sudah tahu jenis kelamin nya kan?” tanya Isabel.


“Sudah, ada sepasang, sekarang sudah 6 bulan.” Jawab Eva dengan senang.


“Waw…. Kembar ya. Selamat ya.” Isabel memberi salam pada Eva.

__ADS_1


“Terimakasih. Isabel, apa yang kau lakukan di sini? Sebelum nya juga kita kan pernah bertemu di toko peralatan bayi.” Tanya Eva.


“Aku mau membeli sesuatu untuk keponakan ku yang baru lahir. Anak adik laki-laki ku.” Ucap Isabel.


“Maksud mu, kau punya adik yang sudah menikah? Dan kau belum….menikah?” tanya Eva yang penasaran.


“Iya, aku punya adik, dia sudah menikah dan baru punya anak. Aku di langkahi. Hehehehehe….. mungkin karena jodoh ku  masih dalam perjalanan kali ya.” Ucap Isabel


tertawa kecil.


“Bagaimana kalau dengan kakak ku Revand? Dia juga sama, di langkahi adik nya menikah, hahahaha….” Ucap Eva yang tiba-tiba sadar ada nya persamaan di antara mereka, membuat nya mendadak tertawa.


“Hahaha….Eva bisa saja.” Isabel melempar pandangan nya.


“Ya kan tidak ada salah nya mencoba. Lagi pula sama-sama single. Bukan siapa merebutkan siapa. Jadi masih ada harapan lah.” Ucap Eva.


“Oh ya, besok malam ada makan malam keluarga dan sahabat di rumah. Kau datang ya. Please…..” ajak Eva.


“Tapi….


“Please…..” Eva membujuk, memasang wajah melas nya.


“Baiklah. Aku akan usahakan untuk datang.” Jawab Isabell.


“Oke, aku akan kirimkan alamat nya nanti ya.” Ucap Eva.


“Iya.” Isabel tersenyum kecil.


***********


“Apa kalian sebelum nya pernah bertemu dengan nya?” tanya Lucifer mengemudikan mobil nya dalam perjalanan pulang.


“Iya, ini adalah pertemuan yang ketiga kali. Sebelum nya di toko perlatan bayi, dia dan kak Revand rebutan sepatu bayi, tidak ada yang mau mengalah. Eh… nggak nyangka ketemu di rumah sakit saat kak Revand lagi konsultasi untuk operasi penyambungan tangan.” Jawab Eva.


“Aku ingin mencoba mendekatkan mereka. Cocok tidak cocok kan itu hasil keputusan mereka.” Ucap nya.


“Apa ini yang di maksud Revand?” gumam Lucifer.


“Sayang..” panggil Eva.


“Hmm..?”


“Aku melihat kau dan kak Revand sedang mengobrol. Aku sangat senang melihat kalian yang duduk tenang bicara nya.” Ucap Eva.


“Apa kau tidak tidur?” tanya Lucifer.


“Aku terbangun, awal nya mau keluar kamar, tapi ternyata aku melihat kau dan kak Revand sedang bicara santai. Jadi aku kembali lagi ke


tempat tidur.” Jawab Eva.


Lucifer hanya mengangguk dan tersenyum. Dia tidak ingin memberitahukan apa yang mereka bicarakan pada Eva. Hanya obrolan pria dewasa.

__ADS_1


“Nanti, Vicky dan Cleo akan datang juga kan?” tanya Eva.


“Iya, tentu saja. Aku sudah menghubungi mereka.” Jawab Lucifer yang fokus mengemudi.


__ADS_2