SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 114


__ADS_3

"Hah?? " Eva kaget dengan permainan yang di maksud Lucifer.


"Bagaimana menaiki nya? " tanya Eva.


"Hhmmm.... aku akan memakai sepatu itu dulu, lalu aku menggendong mu. " ucap Lucifer.


"Ma... maksud nya? itu kan harus satu orang. " ucap Eva.


"Gak juga. " jawab Lucifer santai.


Lucifer dan Eva naik kapal kecil. Hingga tiba di tempat yang lumayan dalam.


Lucifer turun lebih dulu ke dalam air, dengan sepatu yang sudah terpasang selang.


Dia kemudian menghampiri Eva.


"Ayo. " ajak Lucifer mengulurkan tangan nya.


Eva masih ragu, dia menggelengkan kepala nya.


"Tidak usah takut." bujuk Lucifer mengulurkan tangan nya.


"Tapi aku benar-benar takut. " ucap Eva.


"Aku sudah sering bermain ini, percayalah. " bujuk Lucifer.


Eva meraih tangan Lucifer, lalu menggendong nya. Kedua tangan Eva melingkar di leher Lucifer.


"Kau siap? " tanya Lucifer.


"Tidak. " jawab Eva menggelengkan kepala nya.


"Hahahahahahaha." tawa Lucifer.


Flyboard menyala, Lucifer membawa Eva dalam gendongan nya. Meliuk-liuk di udara. Mereka terbang sangat tinggi.


"Aaaakkkhhhhh......... aaaaakkkhhhhh. " teriak Eva di pelukan Lucifer.


"Hahahahahahahaha." sementara Lucifer tertawa dengan sangat puas.


"Akkhhhh..... tinggi sekali." teriak Eva.


"Apa? kau mau lebih tinggi lagi? " ledek Lucifer.


"Tidak... tidak... tidak.... " jawab Eva yang wajah nya berada di leher Lucifer.


Lucifer tidak perduli, dia menambah ketinggian nya.


Naik..... turun.... naik.... turun... meliuk-liuk seperti ular. Eva melirik kebawah, lalu teriak lagi.


"Pegangan yang lebih erat lagi, dan tahan nafas mu. " ucap Lucifer.


"Apa? " tanya Eva.


Lucifer turun ke dalam air sampai seluruh tubuh mereka basah. Lalu naik lagi ke atas.


Lucifer pun memeluk Eva dengan sangat erat.


"Udah... cukup... aku udah capek. " teriak Eva.


"Tangan ku sudah lelah." bujuk Eva.


"Oke, aku akan mengantarkan mu ke kapal. " jawab Lucifer.


.


"Apa mau main yang lain nya lagi? " tanya Lucifer.


"Tidak, aku sudah sangat lelah. " jawab Eva pucat.


"Baiklah, sini aku buka kan jaket pelampung nya. " ucap Lucifer.


Flashback off......


"Hahahahahaha. " Eva tertawa mengingat semua kejadian-kejadian itu.


Bahkan tangan nya melap air mata bahagia nya yang sedikit keluar.

__ADS_1


"Eh... Lisna, ada apa dengan Eva, coba kamu perhatikan gih. " ucap mama nya.


Lisna pun kaget, mendengar suara tawa yang berasal dari kamar.


Lisna mengintip lebih dulu. Lalu perlahan masuk.


"Va.... kamu gak apa-apa kan? " tanya Lisna yang khawatir dan berusaha mendekati Eva perlahan.


Eva memandang Lisna.


"Ada apa? " tanya Eva.


"Harus nya aku yang bertanya pada mu, kau kenapa? " tanya Lisna.


"Kami mendengar mu tertawa sangat keras, maka nya aku menghampiri mu. " ucap Lisna.


"Oohhhh... aku tidak apa-apa kok. " ucap Eva menghentikan tawa nya.


"Apa kau yakin? " tanya Lisna.


Eva menganggukkan kepala nya.


"Ya sudah kalau begitu, kau istirahat lah, aku akan ke depan sebentar. " ucap Lisna.


Eva menganggukkan kepala nya lagi.


"Apa aku kasih tahu sama tuan Lucifer aja ya? " gumam Lisna.


.


.


.


"Ada apa Lisna?" tanya Lucifer ketika menerima panggilan telepon dari Lisna.


"Tuan, aku rasa Eva sedang tidak enak badan. " ucap Lisna.


"Maksud nya? apa dia sakit? " tanya Lucifer khawatir.


"Seperti nya sih begitu, barusan saja, kami mendengar nya tertawa keras di kamar, saat aku tanya, dia bilang dia tidak apa-apa. " ucap Lisna.


"Tidak tuan, dia sendiri di kamar, di atas ranjang, bahkan dia tidak memegang Hp nya. " jawab Lisna.


"Baik lah, aku akan kesana sekarang. " ucap Lucifer.


"Jangan tuan, aku rasa nanti itu akan memperburuk keadaan nya. " jawab Lisna.


"Lalu bagaimana? " tanya Lucifer.


"Sebaik nya anda jangan menghubungi Eva dulu, mungkin dia benar-benar takut dengan anda. " saran Lisna.


Lucifer diam mendengar saran Lisna, sedang berpikir.


"Tuan... tuan? " panggil Lisna.


"Iya, aku mendengar mu. " jawab Lucifer.


"Hhmm.... baik lah, aku... aku akan mengikuti saran mu. " jawab Lucifer sedikit sedih.


"Tuan jangan khawatir, kami akan menjaga nya di sini, dan kalau ada hal yang penting, kami akan menghubungi anda segera. " ucap Lisna.


"Iya, aku mengerti. " ucap Lucifer.


Mereka mengakhiri panggilan nya.


"Apa sampai sebegitu nya kau takut pada ku Va? " gumam Lucifer.


"Apa sebegitu nya kau takut dengan tuan Lucifer Va? " gumam Lisna.


.


.


.


.

__ADS_1


Pagi hari saat di kantor....


"Pagi William.. " sapa Lisna.


"Pagi Lis, ngomong-ngomong gimana kabar nya Eva? " tanya William.


"Seperti nya dia masih shock, bahkan lebih parah lagi. " ucap Lisna.


"Kenapa? dia sakit apa? " tanya William khawatir.


"Tadi malam dia tertawa sendiri di kamar, padahal dia hanya duduk diam di atas kasur. " jawab Lisna.


"Masa sih? " William tidak percaya.


"Aku juga gak percaya, cuma aku merasa kasihan pada nya, mungkin dia juga tertekan. " ucap Lisna.


"Oh yah.... di mana tuan Lucifer? belum datang juga? " tanya Lisna.


"Seperti nya dia tidak datang. " ucap William.


Tidak berapa lama ternyata Lucifer datang dengan di temani Aris.


"Selamat pagi tuan. " sapa William dan Lisna.


"Kalian berdua, ke ruangan ku sekarang. " suruh Lucifer pada William dan Lisna.


"Baik tuan. " Mereka mengikuti Lucifer ke ruangan nya.


William dan Lisna saling menatap penasaran.


"Ada apa tuan? " tanya William setelah mereka di suruh duduk.


Dengan wajah yang serius, Lucifer menatap William dan Lisna. William merasa gugup dan panik.


Sejenak, Lucifer seperti memikirkan sesuatu yang sangat penting.


"Aku akan pergi." ucap Lucifer.


Lisna dan William heran dan saling menatap.


"Pergi? " ucap William.


"Ke mana tuan? " tanya Lisna.


"Tuan Lucifer mau pergi ke mana? " gumam Aris yang mendengar nya.


"Aku akan pergi meninggalkan Indonesia. " ucap Lucifer.


"Dan untuk perusahaan ini, akan aku serahkan pada Eva, tapi kalian akan membantu nya untuk mengurus perusahaan ini. " ucap Lucifer yakin.


"Apa??? " William dan Lisna kaget.


"Kenapa? apa anda yakin ingin pergi? " tanya Lisna.


Lucifer menganggukkan kepala nya.


"Tuan, apa anda yakin? lalu bagaimana dengan Eva? " tanya William.


"Sebelum aku pergi, aku.... aku akan melepas nya. " jawab Lucifer dengan wajah sedih nya.


"Hah??? " William dan Lisna kaget, saling melotot.


"Aku akan menceraikan nya, aku tidak mau menghambat masa depan nya." jawab Lucifer.


"Tuan, apa anda sudah menyerah? " tanya Lisna.


"Lalu anda akan kemana? " tambah Lisna lagi.


"Aku menyerah Lisna, aku tidak bisa memaksa nya untuk memaafkan dan menerima ku. " ucap Lucifer berdiri.


"Lagi pula ini salah ku, aku yang menarik nya dalam masalah ku." ucap Lucifer.


"Aku akan tinggal di Jepang, memulai hidup baru." ucap nya.


"Tuan, sebaik nya anda pikirkan lagi, aku yakin kalian di takdirkan untuk berjodoh. " ucap Lisna.


"Benar tuan, coba untuk mendekati Eva lagi, saya yakin, Eva akan luluh juga.

__ADS_1


Lucifer mendengar nasehat dari mereka. Sebenar nya dia tidak ingin berpisah dengan Eva, tapi dia juga tidak ingin Eva lebih sakit lagi karena tekanan yang dia alami.


__ADS_2