SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 218


__ADS_3

"Tuan Lucifer, seperti nya anda sangat mencintai isteri anda, sampai anda datang ke sini." ucap Ceons.


"Tentu saja. Hanya dia satu-satu nya keluarga yang ku miliki." jawab Lucifer.


"Lalu apa rencana anda? apakah tinggal di sini atau kembali ke Indonesia?" tanya Ceons.


"Kembali. Aku tidak suka berada di sini." jawab nya yakin dan cepat.


"Tuan, kenapa tidak kami saja yang membawa isteri anda kembali?" tanya Ceons.


"Jangan Ceons, si Marvel tidak begitu saja menyerahkan isteri ku, lagi pula aku yakin dia sengaja membawa nya agar aku bisa datang dan menemui nya." ucap Lucifer.


"Jangan lakukan pergerakan apapun, biar aku saja yang berhadapan langsung dengan nya." suruh Lucifer.


"Baik tuan, saya mengerti." Ceons menganggukkan kepala.


***************


"Sudah lama ya kita tidak datang ke sini. Serasa pulang kampung. Hahahahaha." ucap Hendra.


"Kau benar. Itu karena kita mengikuti tuan Lucifer. Lagi pula, aku tidak memiliki siapa pun di sini, jadi aku tidak menyesal pergi dari sini." ucap Aris.


"Kita sama. Sama-sama yatim piatu. Untung saja tuan Lucifer memilih kita mengikuti nya." ucap Hendra.


Flashback on....


Seorang pria berusia 15 tahun berlari di kejar beberapa orang. Mencuri sepotong roti dan sebotol air mineral. Si empu nya toko marah dan mengajak teman nya mengejar pria muda itu.


BBRRUUGHHH.....


Tanpa sengaja dia menambrak seorang pria di depan nya. Membuat nya jatuh, roti dan botol minum nya jatuh. Torravar adalah gembel yang kotor, sudah beberapa hari tidak mandi, dan tentu saja bau.


"Maafkan saya pak. Saya tidak sengaja." Torravar belum berdiri.


"Dasar pencuri, kalau tidak ada uang, jangan sembarangan mengambil dagangan orang lain. Apa kau pikir itu gratis?" pemilik toko sudah dekat.


"Hajar dia. Jangan di beri ampun." suruh nya pada karyawan nya yang ikut mengejar.


Baru beberapa langkah.....


"Aaaakkkkhhhh.....aaaawwwww...." salah satu dari mereka berteriak.


Tangan nya di bengkok kan laki-laki yang di tabrak Lucifer.


"Sia**n... jangan ikut campur, kalau tidak kami akan memukul mu." teriak nya.


Orang itu adalah Lucifer, yang berusia 20 tahun saat itu. Dia masih muda, namun karena tidak pernah tersenyum dan merasa tidak bahagia, wajah nya tampak tua dan terlalu serius.


Dengan satu tangan, di dorong nya anak buah si pemilik toko, terpental jatuh. Teman-teman nya yang lain membantu menyerang Lucifer.


Hanya dengan tatapan membunuh nya, membuat mereka ketakutan, namun dengan ragu-ragu masih berusaha menyerang.


Lucifer tidak ketakutan. Walaupun sudah di kepung banyak lawan, dia tetap santai, mata nya sayu, namun tajam dan sinis.


Torravar, yang sebelum nya adalah target utama, menyingkir sedikit, melihat siapa yang akan menang.

__ADS_1


Dengan santai Lucifer melawan mereka, tendangan kaki nya sangat kuat, pukulan tangan nya pun tidak bisa di hindari. Padahal lawan nya sudah membawa alat untuk menyerang.


"Uuhhuukk....uuuhhhuuukkk..." Mereka menahan sakit, darah keluar dari mulut nya.


"Kau....kenapa kau melindungi si pencuri itu?" tanya pemilik toko.


Lucifer melihat Torravar yang juga terluka.


Di ambil nya segepok lembaran dolar Singapura, mata uang Singapura. Di masukkan nya ke dalam saku baju si pemilik toko.


"Cukup?" tanya nya.


Pemilik toko gugup.


"Cu....cukup." orang itu pun pergi meninggalkan Torravar dan Lucifer.


Torravar berdiri dengan di bantu Lucifer.


"Terimakasih tuan." ucap nya membersihkan celana bagian belakang nya.


Di ambil nya roti dan botol minuman yang sudah kotor.


"Siapa nama mu?" tanya Lucifer.


Torravar melihat nya.


"Saya, saya tidak punya nama, tapi orang-orang sini memanggil saya, Torravar ( pecundang, dlm bahasa Tamil)." ucap Torravar.


Lucifer tidak heran.


"A...apa?" Torravar terkejut dengan tawaran orang yang baru saja di temui nya.


"Tapi, anda siapa?" tanya Torravar gugup.


"Musuh ku memanggil ku dengan sebutan....Lucifer. Kau bisa memanggil ku seperti itu" ucap nya tenang.


"Seperti nya dia bukan orang sembarangan. Aku pasti aman ikut dengan nya. Sudah lah, sebaik nya aku ikut dia saja." gumam Torravar.


"Bagaimana?" tanya nya lagi.


"Baik tuan Lucifer, saya akan ikut anda." jawab nya serius dan bersungguh-sungguh.


Akhir nya Torravar mengikuti Lucifer, di berikan fasilitas tempat tinggal, pakaian dan tentu saja makanan. Di berikan pendidikan agar bisa menghitung, menulis dan membaca.


Atas suruhan Lucifer, Torravar menggantikan nama nya menjadi Aris.


Beberapa hari menemani Lucifer bekerja, perlahan-lahan dia tahu kalau ternyata Lucifer adalah seorang anak dari bos mafia, walaupun hanya anak angkat. Tapi dia tidak takut, karena ternyata lawan nya takut berhadapan dengan Lucifer.


Dua tahun kemudian saat tengah malam, Aris membantu tuan nya Lucifer yang sudah mabuk berat akibat alcohol, keluar dari salah satu club malam. Dengan tubuh yang setengah sadar berjalan di bantu Aris.


Lucifer melihat seorang bocah remaja berusia sekitar 16 tahun, dengan compang-camping memakan sisa -sisa makanan di tempat sampah. Pinggiran mobil yang sedang parkir.


Tempat yang hanya di terangi dengan cahaya remang. Lucifer yang masih di bantu Aris berhenti di hadapan bocah itu.


"Mmm...a...ada apa tu...tuan?" tanya bocah itu ketakutan.

__ADS_1


Bocah itu merasa gugup dan panik. Berhenti memakan sisa roti yang sudah kotor.


"Ini...ini bukan saya curi. Apa.... ini milik anda?" tanya nya gugup.


Mereka tidak menjawab.


"Anda....anda ingin mengambil nya kembali?" tanya nya sambil memberikan sisa roti yang ada di tangan nya.


"Pppfffuuthhh..." Aris menahan tawa. Lucifer datar tanpa ekspresi namun mengunci tatapan nya.


"Buang itu." suruh Lucifer.


"Apa? bu...buang? tu...tuan, kalau anda tidak mau, berikan saja pada saya, saya lapar." mohon nya.


Lucifer berusaha berdiri dengan lurus, di hempaskan roti yang ada di tangan bocah remaja itu dan di injak-injak beberapa kali.


Aris hanya diam melihat. Seperti nya dia tahu maksud tuan nya.


Bocah itu menahan tangis, namun air mata nya sudah keluar banyak.


"Siapa nama mu?" tanya Lucifer.


Dia tidak menjawab.


"Hey, bos ku bertanya, jawab!" ucap Aris.


"Hen.....Hendry tuan. Tapi sebenar nya saya tidak menyukai nama itu." ucap Hendry mengusap air mata nya.


"Lalu? nama apa yang kau sukai?" tanya Lucifer dengan suara sedikit mabuk.


"Hendra, saya suka nama Hendra." ucap nya.


"Baik lah Hendra, ikut aku. Dan kau tidak akan korek-korek sampah lagi hanya untuk cari makan. Kau bekerja dengan ku." suruh Lucifer.


Aris tersenyum, dia tahu apa yang akan di lakukan tuan nya.


"Benarkah tuan? saya bisa makan?" tanya Hendra.


"Tentu." jawab nya yakin.


Dan akhir nya itu lah awal Aris dan Hendra bertemu dengan nya.


Flashback of....


.


.


.



NUNGGU NOVEL LUCIFER UP, BOLEH MAMPIR KE NOVEL KEDUA KU. JANGAN LUPA, LIKE N VOTE.


TERIMAKASIH....

__ADS_1


__ADS_2